Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Hari ini, esok dan seterusnya..


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


Suasana rumah yang awal sunyi kini ramai kembali karena suara cempreng Oma yang menggema dimana - mana yang selalu disahuti gelak tawa Icha hingga Abi merasa lega meninggalkan Icha dirumah.


Hari ini Abi ingin sendiri, ia akan pulang malam dan berkumpul dengan teman-temannya, Abi butuh waktu menata hatinya yang selalu berkecamuk tanpa jeda.


"Hei bro diam aja loe dari tadi?" Tanya Wira.


"Biasa beban istrinya lebih berat dari pada beban hidupnya." Jawab Rudi yang tahu sedikit masalah keluarga Abi.


"Diam loe.,,Hah..Gue mau nikah lagi." Cerita Abi diiringi helaan nafasnya.


Plokk...plok...


"Gila..Salut gue sama loe, urus satu istri aja gak sanggup mau nikah lagi? Perang darah ntar tu rumah." Jawab Wira sambil bertepuk tangan.


"Siapa dia? loe kan dikantor aja belakangan ini, ngumpul aja baru bisa sekarang." Tanya Rudi


"Gimana mau datang kumpul, dia kan double job sekalian menjadi bapak rumah tangga." Jelas Wira


"Ha..ha.ha, bisa aja loe." Rudi puas tertawa ngeledekin Abi.


Abi hanya terdiam sambil pandangannya meraba di setiap apertemen mewah yang ia beli jika sedang ingin sendiri dan sekarang menjadi basecamp mereka bertiga disaat ingin berkumpul.


"Dia........Istri dari laki-laki yang gue tabrak kemarin, waktu loe ada sidang."


"Jadi dia minta tanggung jawab dinikahin gitu? Jeli juga mata tuh cewek, tahu dia loe bukan kaleng - kaleng." Jawab Rudi


"Loe salah peak,,"


"Jadi? Jangan buat kita penasaran Bro." Wira menunggu jawaban Abi.

__ADS_1


"Semua karena Fanny...." Mengalirlah cerita Abi saat Fanny menjebaknya dan membuat Zia terpaksa menikah dengannya.


"Istri loe perlu di bawa ke psikolog tuh, biar bener dikit tuh otaknya. Masa gak bisa bedai yang mana harusnya jadi prioritas, kalau masih single terserah mau kejar impian sampek kedalam selokanpun silahkan ini uda ada suami dan anak masih itu aja yang di kejar" Sahut Wira lagi.


"Loe kan tahu gimana Fanny waktu kuliah dulu sampek kerja, berapa kali gue ajak nikah gak mau alasan impiannya belum dapat. kalau gak karena gue kasih kebebasan gak mungkin dia mau nikah. Hamil Icha aja dia uring-uringan dulu gak terima." Ingat Abi gimana dulu Fanny.


"Jadi gimana hubungan loe dengan Si Zia tuh?" Tanya Rudy


"Hambaaaarr, dia gak mau mandang muka gue, megang tangan gue apalagi, dikirim pesan kalau gak penting gak dibalas. Asal gue datang tuh lebih dari syarat PPKM, jaga jarak 2 meter. Belum lagi syarat anehnya gak mau berhubungan dengan gue karena masih cinta suaminya."


"Ha..ha..ha.. Nasib loe tragis banget." Tawa Rudi dan Wira.


"Gue kesini minta ditenangin dan kasih solusi bukan diledekin."


"Masa iddahnya uda ada sebulan belum?" Tanya wira


"Kayaknya seminggu lagi sebulan."


"Hapal dia bro, ngebet kawin loe?" Tanya Rudi


"Udah dulu bercandanya, jadi loe da siapian apa aja?uda tanya dia mau mahar apa? Dua bulan lagi bentar tuh gak lama."


"Ini yang mau gue tanya, kemarin dia ngomong gini ke gue, Saya mau mahar yang tidak merendahkan keluarga saya dan tidak memberatkan keluarga pak Abi."


"Ha..ha..ha, tua banget loe dipanggil bapak. tapi bahasanya itu bijak banget, umur berapa dia ya?"


"Gue juga gak tahu umur dia berapa tertutup banget orangnya, dipanggil adek aja kemarin gak mau katanya gini, Geli saya denger kata adek terbiasa dipanggil kakak. Gak mungkin kan gue panggil dia kakak?"


"Bagus loe minta data diri dia buat urus surat nikah, biar tahu umur dia berapa." Usul Rudi


"Bener juga loe." Jawab Abi


"Kalau masalah yang dia belum mau berhubungan dengan loe bagusnya ntar selesai nikah loe kenalan dulu sama dia, ibarat pacaran setelah nikah walau sama-sama uda gak perawan dan perjaka."

__ADS_1


"Ha..ha..ha..Ide loe bagus Wir, tapi kata belakangnya itu parah banget perlu kali loe jabarkan." Tawa Rudi


"Sekarang maharnya gimana?" Karena sampai sekarang Abi masih bingung.


"Gini itu bahasa dalam banget, dia tahu posisi dia sebagai wanita muslimah yang gak mau memperberat pihak keluarga lelaki untuk meminangnya tapi dia sayang keluarganya dan tidak mau jika mahar itu bikin keluarganya direndahkan dan malu. Sekarang keputusan ada di loe, cewek yang punya pemikiran seperti itu layak loe hargai berapa?"


Abi benar - benar terpaku dengan arti kata itu, berarti Zia memikirkan keluarga dia dan keluarganya tanpa memikirkan inginnya.


"Sekarang gue ngerti..."


"So..." Tanya Rudi


"Loe lihat aja nanti."


"Jadi loe ntar mau nikah yang mewah kayak sama Fanny dulu?"


"Kayaknya enggak karena dia mau yang sederhana kumpul bareng keluarga."


"Jarang ada cewek kayak gitu sekarang, gue pikir loe kali ini beruntung tapi gak tahu kedepannya gimana." Ucap Wira..


Tiba -tiba Abi terlintas ingin mengirim pesan ke Zia..


"Assalamualaikum dek, Dek Zia siapkan berkas yang diperlukan untuk mengurus pernikahan ya, minggu abang ambil, Abang uda tahu mau memberi mahar apa nanti, dek Zia maukan nerima abang dengan ikhlas? Membuka hati adek untuk hari ini,besok dan dan seterusnya hingga kita menua?"


Send


pesan terkirim


#Abi sabar dong hati gak.mudah dibuka tutup gitu aja#


#Bantu like comment and vote ya dears#


Oh ya dears..baca juga ya ceritaku yang lain dan gak kalah seru...

__ADS_1




__ADS_2