
Happy reading
🍇🍇🍇
Zia memandang wajah Abi dalam lelap tidurnya, terdengar dengkuran mengiringi hembusan napas Abi saat rasa letih membalut tubuh tanpa ampun.
"*Aku tahu abang pasti berat menjalanin ini semua, apalagi sifat abang yang tidak bisa menyakitin orang lain. Biarlah adek mengalah untuk beberapa waktu yang bukan berarti adek kalah dan melepaskan abang.
Adek hanya mau tahu seberapa tegas abang menjadi imam untuk kami hingga kami bisa hidup akur bersama tanpa ada perselisihan.
Cemburu itu pasti ada nanti, berbagi kasih sayang dan kemesraan yang tidak bisa dimiliki seutuhnya tapi itu juga nanti yang menandakan seberapa abang sudah memiliki bagian hati ini dan menguji seberapa ikhlas hati ini saat berbagi sesuatu yang sebenarnya hanyalah sebuah titipan termasuk cinta kita. Karena sekarang ada ruang dihati adek sudah ada abang walau belum sepenuhnya abang disana.
"Dek, adek udah bangun? Adek nangis?" Abi langsung tersadar saat melihat pipi Zia dipenuhi air mata dan menetes menyentuh bibirnya hingga merasakan asin dan raga yang terusik akan sentuhan belaian lembut di rambutnya.
Zia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya...
__ADS_1
"Jadi ini apa? Kalau bukan air mata? Apa ada kata - kata abang menyakitin adek? Apa abang ada salah?" Abi khawatir ia menyakitin hati Zia hingga membuatnya menangis padahal mereka baru saja memadu kasih.
Zia menggelengkan kepalanya lagi tapi ia makin terisak lirih dan air mata makin mengalir deras dari tepian mata paling rendah.
"Adek belum pernah mengakatakan sesuatu ke abang kan?" Zia menyentuh pipi Abi dan membelai dengan semua rasa sayang yang ia miliki. "Anna uhibbuka, Aku mencintaimu suamiku..." Zia dengan kesadaran menyatakan isi hatinya, ia tidak mau terlambat mengatakannya hingga kelak Abi merasa ia selalu mencintai sendiri. Walau perhatian menunjukkan akan sebuah rasa yang ada tapi sebuah kata menjadi keyakinan kalau itu memang nyata adanya.
Zia mencium bibir Abi dengan lembut sedikit memberi hisapan kecil yang membuat Abi makin mematung, Abi tidak menyangka ia akan mendengar kata - kata itu dari Zia. Hingga ia terpaku berpikir apakah ia masih tertidur di alam mimpi dengan sangat nyenyaknya hingga mimpi berasa nyata? Atau ini....
"Bang..."
"Maksudnya mimpi apa sih bang?" Zia lagi nyatai cinta kok suaminya ngomongin mimpi gak sambung banget, kan jadi hilang moment romantisnya.
"Iya abang mimpi tadi adek bilang cinta ke abang,,.."
"Apakah mimpinya seperti ini...." Zia mengulang pernyataannya seperti yang ia lakukan tadi..
__ADS_1
Saat bibir Zia menyentuh bibir Abi, Abi menahan tengkuk Zia dan melummat dengan lembut bibir yang dengan manisnya mengatakan cinta untuknya....Abi menyatukan kedua kening mereka dengan hidung yang saling bersentuh ujungnya saling menghirup napas yang keluar dari deru paru paru yang memacu kuat antara mereka berdua.
"Mimpinya udah menjadi nyata sekarang,,, abang bisa lanjutkan mimpinya disini....teruslah mencintai abang jangan pernah ada kata berhenti saat merasa lelah karena abang tidak akan pernah merasa bosan menerima cinta itu, cinta adek adalah rasa yang sudah menjadi candu disaat ia berhenti akan membuat abang merasa tidak bisa hidup ataupun bernapas. Cintailah abang dengan cara berbeda menerima hati abang yang tidak mungkin memberi sepenuhnya cinta karena ada hati yang juga harus abang jaga walau abang tahu cinta ini sudah terpaut hanya untukmu Zia Zahra..
Makasih sayang sudah membalas cinta abang yang tidak sempurna dan utuh untukmu tapi yakinlah bahwa disini,.." Abi meletakkan telapak tangan Zia di tempat jantung Abi bersemayam. " Sudah terpahat nama beserta wajahmu yang tidak akan pernah bisa dihapus siapapun itu. Ana uhibbuki Fillah Zaujati..." Abi membawa tubuh Zia kepelukannya perasaan lega sudah ia rasakan cinta yang ia berikan kini sudah berbalas dan itu akan menambah kekuatannya untuk menghadapi semuanya kedepan kelak.
Zia tersenyum dipelukan Abi dengan begini ia akan merasa lega jika jauh dari Abi tidak ada perasaan lagi yang hatus bersembunyi dan dimanapun ia melangkah kelak hanya ada satu keyakinan dihatinya bahwa Abi mencintainya apapun yang terjadi dan abi tidak akan ragu dan resah lagi disaat Zia jauh darinya karena cinta sudah mengikat janji selalu ada untuk bersama.
Dikota yang bersebrang jauh Fanny sedang menggelayut manja memeluk bantal guling yang menjadi penghangatnya disana disaat jarak membuatnya tidak bisa memeluk Abi didekapannya. Air mata kerinduan mengurai tanpa sadar mengingat masa saat selalu bersama dengan Abi berharap rasa rindu itu sampai ke seseorang yang sedang sangat ia rindukan...
"Mas..Aku merindukanmu sangat merindukanmu..merindukan setiap deru cintamu mas...Semua sudah selesai aku akan kembali bersamamu lagi..merajut semua kembali yang sempat kusut...Aku mencintaimu Abi Zidan.....sangat mencintaimu...Maafkan mama Icha yang selalu mengabaikanmu,,,sebentar lagi mama akan selalu ada untukmu nak.. untuk kamu dan papa..."
#Mau buat cerita dramatis kok resag hati ini sedih sendiri baru mikirnya#
#Abi semoga kamu bisa menjaga dua hati ya#
__ADS_1
#Bantu like comment and vote dears#