
**Happy reading
🍇🍇🍇**
Derap langkah kaki terdengar dirumah Abi membuat yang ada didalam rumah bertanya siapa yang datang malam - malam begini.
"Yuhuuuu!!! Oma pulang." Mama Rani membuka suaranya
"Omaaa!!" Teriak girang Icha melihat omanya kembali sambil berlari kepelukan Omanya.
"Opa gak dipeluk nih?" Papa Faiz tidak mau kalah untuk dipeluk cucunya juga.
"Itha ayang opa thuga." Ichapun datang memeluk opanya.
"Dimana mama dan papa?" Tanya Oma
"mama pekhgi luakh ota, Papa di amakhna Oma."
"Pinter banget cucu oma jawabnya." Sambil mencubit pipi Icha
"Ih Oma, anti pipi itha besakh ayak bayon." Icha mengerucuti bibirnya membuat Opa dan Omanya tertawa.
"Loh pa ma, bukannya besok sampai disini?"
Abi langsung menghampiri orang tuanya saat Bibip mengatakan Tuan dan Nyonya sudah kembali.
"Kamu aja anak durhaka, punya orang tua bukannya ditanya kabar setiap hari, kalau tidak ditelpon gak pernah mau nelpon." Omel mama Rani
"Hi..hi..hi Athian papa dmakhai oma." Icha tertawa sambil menutup mulutnya.
"Punya anak bukan bela papanya malah ngeledekin" Ucal Abi sambil mendengus kesal "Abi lagi banyak masalah ma."
__ADS_1
"Alah...Paling itu - itu aja masalahmu berantem sama istri masalah kerjaan ujungnya kasian lihatnya menangis udah baikan lagi. Dasar Lemah." Ejek mama Rani sambil menekankan kata lemah.
"Udah duduk dulu kenapa ceritanya, gak capek apa berdiri terus?" Papa Faiz sudah mengeluh karena kakinya sudah cepat pegal termakan umur.
"Uluh - uluh kachian suamiku ini.. Ayo kita duduk sayang." sambil menggelayut manja dilengan suaminya.
"Ck, Uda tua juga masih kayak ABG labil." Abi hanya bisa berdecak melihat tingkah orang tuanya.
"Iri..? Mau..? Makanya cari istri yang sayang sama keluarga bukan kerjaan."
"Bentar lagi juga ada kok istri yang bakal perhatian sama Abi."
"Apa?! Kamu tadi bilang apa? Apa mama gak salah dengar?" Pertanyaan beruntun diberikan mamanya ke Abi sedangkan papanya menatapnya dengan tatapan minta penjelasan.
"Icha main sama bibik dulu ya, papa mau bicara sama oma dan opa dulu."
"Okhe papa." Icha dengan langkah riangnya menemui bibi asuhnya
"Bisa kamu jelaskan sekarang?" Tanya papa Faiz
"Anak kurang diajar kamu ya, mau papa mati gitu ya?" Bentak papa Faiz melempar majalah yang ada dimeja kewajah Abi dan dibalas tawa Abi.
"Abi bakal cerita tapi Abi harap mama dan papa jangan emosi karena masalah sudah mau selesai."
"Kenapa kami harus emosi, jangan - jangan kamu sudah menodai anak orang ya?" Selidik mama Rani
"Ya gak lah ma, Abi gak semurah itu." Ucapnya dengan sombong.
"Lalu bagaimana? cepet ceritai.." Mama Rani sudah tidak sabar ingin tahu.
Sebelum cerita Abi sempat menghela nafasnya, ia ceritakan semuanya dari kecelakaan hingga apa yang dibuat Fanny tidak ada yang ditutupinya dari orang tuanya.
__ADS_1
"Dasar kamu, anak siapa kamu, hah?! sudah berani mencelakai orang sekarang harus menikahi istrinya karena tingkah istrimu yang gila itu." Mama Rani mendengar ceritanya pun emosi langsung menghampiri Abi memukul Abi dengan tas brandednya.
"Ampun Ma, aku anak mamalah, sakit Ma." Abi mulai merintih karena pukulan mama rani bukan pukulan candaan.
"Biar tahu rasa kamu, kamu kira hati dia gak sakit apa? Gara - gara kalian dia ngerasai cobaan yang berat." Mama Rani tetap memukul Abi tanpa ampun, mungkin kalau Abi buka baju sudah kelihatan banyak memar ditubuhnya.
"Sudah cukup ma, Siapa wanita itu?" Tanya papa Faiz,
"Hikss .. hikss kasian banget anak itu pa." Setelah habis menghajar Abi mama Rani baru menangis dipelukan suaminya. Abi hanya bisa melongo melihat tingkah ajaib mamanya, baru tadi sikapnya bar - bar kayak singa buas ini sudah nangis manja kayak kucing.
"Namanya Zia pa, dia juga memiliki dua anak. Abi juga gak tahu pa saat memandangnya hati Abi damai, Abi seperti melihat ketulusan dan kehangatan di wajahnya, Abi baru kali ini merasakan perasaan ini pa."
"Kalau begitu ayo kita kerumahnya sekarang, mama mau lihat calon mantu kedua mama."
"Mama lihatlah matahari aja sudah enggan melihat mama, Apalagi Zia ma."
"Baiklah besok saja kita bertamu jangan ada alasan apapun."
"Aku juga mau kesana ma, berani sekali dia tidak membalas pesanku."
"Ha.ha..ha, jadi kamu dicuekin gitu? Sungguh malang nasibmu nak.. Kachiaan." Mama Rani tertawa puas meledekin anaknya sambil melenggang pergi ke kamar bersama suaminya. "Jangan iri.." Mama rani terus memperlihatkan kemesraannya bersama papa faiz
"Uda kebal ma, Uda kapalan juga hati ni." Teriak Abi dengan kesal...
"Awas aja kamu Zia kalau besok tidak kasih alasan tepat tidak membalas pesanku.." Abipun menuju kamarnya untuk beristirahat, Suara Ichapun sudah tidak terdengar pasti ia juga sudah lelap tidur dikamarnya.
"Uhukk.!" Zia tiba - tiba terbatuk dirumahnya
"Kenapa ma?"
" Gak apa, uda yuk tidur." Zia tidur dengan dipeluk kedua buah hatinya...
__ADS_1
#Zia calmermu mau dateng#
#Bantu like,comment and vote ya dearss#