
Happy reading
🍇🍇🍇
"Oekk....Oekkk...Oeekk." Suara bayi cantik menggema disebuah ruangan rumah sakit jiwa membuat siapapun ingin mengintip dan melihat kedalam bagaimana rupa bayi yang terlahir dari hasil pemerkossaan wanita gila dengan tukang becak dijalanan sembilan bulan yang lalu.
Suara bayi itu juga mengusik Fanny yang sedang membawa ibunya ke taman rumah sakit. Ia sudah meyakinkan dirinya ingin berada disana agar dirinya bisa selalu bersyukur masih bisa diberikan akal yang sehat kembali dan merawat ibunya dengan benar sebagai bakti dirinya kepada Sang Ibu yang memperjuangkan ia lahir kedunia.
"Sus,,,bayinya sudah lahir ya?" Tanya Fanny yang sedang menyuapkan Ibunya makan.
"Iya buk Fanny, bayinya cantik sekali...kasian banget ibunya gila jadi tidak bisa merawat anaknya. Sepertinya kami terpaksa akan membawa bayi tersebut ke panti asuhan." Suster Anna adalah suster yang sangat lembut dan selalu merasa sendu saat melihat bayi - bayi yang terlahir dari orang yang memiliki sakit jiwa dan dimanfaatkan oleh orang - orang yang tidak bisa menahan Napshunya.
"Bolehkah saya melihatnya?"
"Boleh buk..biar mamanya biar saya yang jaga.. " Ucap Anna yang melihat Fanny telah selesai memberikan makan mamanya..
"Makasih suster Anna."
Fanny berlari kecil menuju ruangan dimana bayi itu berada sekarang. Tubuhnya bergetar dan air mata tiba - tiba menetes kepipinya melihat bayi tak berdosa akan tumbuh tanpa kasih sayang orang tua...
"Sungguh malang nasibmu nak...." Fanny mengelus pipi Bayi yang baru lahir itu. Tubuhnya kecil dan ringkih terlihat sangat lemah, mungkin karena gizi yang kurang saat didalam kandungan.
Bayi mana yang bisa berteriak didalam rahim untuk mengatakan ia lapar, ia mau gizi yang baik sedangkan ibunya sendiri sudah tidak bisa mengurus dirinya karena saraf yang putus telah menghilangkan akal sehatnya. Mendapatkan makanan dari kubangan sampah yang ia korek setiap waktu saja sudah membuat ia tertawa bahagia. Jangan memikirkan makanan yang sehat untuk dirinya, melihat penampilannya saja sudah dipastikan siapapun tahu sudah lama tubuh itu tidak terkena siraman air segar dan sabun yang harum tapi masih saja ada orang yang gelap mata menyentuhnya tanpa balas kasih hingga harus mengandung bayi yang saat beberapa tahun kedepan iya tidak akan pernah tahu dan kenal siapa ayahnya.
__ADS_1
Lamunan Fanny buyar seketika saat mendengar suara decitan pintu terbuka..
"Radit, ngapain kamu kesini?"
"Aku tadi lagi cari kamu ....ternyata kamu disini..."
"Iya,,,Aku kasian lihat bayi ini...Coba kau lihat betapa lemah tubuhnya.....Saat seperti ini pasti ia sangat membutuhkan kehangatan dan kasih sayang orang tuanya.."
"Banyak kejadian seperti ini Fanny, Orang yang tidak bermoral memanfaatkan keadaan yang ada didepan matanya yang sudah gelap dan tertutup Napshu."
"Radit..."
"Ya kenapa?"
"Kamu yakin ingin merawatnya?"
"No..bukan merawat tapi mulai sekarang dia adalah anakku.." Senyum Fanny mengembang menyebut kata Anakku seakan ruang kosong yang sunyi sudah terisi dengan bayi yang baru terlahir itu.
"Baiklah,,kita bisa urus surat adopsinya...Kamu mau kasih dia nama siapa?" Tanya Radit yang tidak bisa menolak permintaan Fanny yang terlihat sangat bahagia.
Fanny dengan berlahan menggendong bayi kecil itu..terlihat senyum kecil dan geliatan manja menyalurkan kehangatan dihati Fanny walau mata bayi masih tertutup dan enggan menyapa sang surya.
"Namanya Salisa Salsabilla, Mata air surga yang lembut dan ringan. Aku berharap ia akan menjadi surga yang meringankan kekosongan hatiku dengan kelembutannya." Fanny menyebutkan nama dan arti dari nama daru bayi yang sudah ia klaim menjadi anaknya itu dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya...
__ADS_1
"Nama yang cantik..aku akan memanggillnya Chacha biar terlihat menggemaskan." Sahut Radit..
Drtt....drttt..
Suara handphone dari saku celana Radit membuat Radit merogoh sakunya untuk mengambil Handphonenya...
"Halo..."
"....."
"Sampai kapan kau seperti ini terus? Tidak bisakah kita menjalanin semuanya layaknya rumah tangga seperti yang lain?"
"......"
"Kau memang selalu tidak pernah mengaggapku sebagai suamimu..Kau egois..."
Radit menutup pembicaraan di handphone itu sepihak..
"Dea ya? Sepertinya kau sangat kesal? Apa yang dia katakan?"
"Dia....."
Cerita Fanny dan Radit update dears.... klik like comment and vote ya dears.
__ADS_1