
Happy reading...
🍇🍇🍇
Zia telah selesai melakukan kewajibannya saat ini, matahari sudah mau menampakan keindahan senjanya, keindahan yang hanya bisa dirasakan sesaat lalu pergi ditelan kegelapan malam.
Kejadian apa yang sebenarnya membuat Fanny seperti itu? Mertuanya sama sekali tidak ingin membuka suaranya, Rani berkata lebih baik nanti Abi yang menceritakannya di waktu yang tepat.
Zia juga tidak mau terlalu dibawa rasa penasaran yang akan membuat ia akan makin terbawa masuk kedalamnya. Bukannya Zia membataskan diri, ia hanya masih merasa harus membuat batasan itu sendiri sampai tahu apa yang terjadi dan ia tahu apa yang harus ia lakukan, menyerahkah? Apa harus tetap bertahan...
"Zia semangat..." Ia menyemangati dirinya sendiri sambil melenggangkan kakinya menuju dapur ingin membuat kue untuk Anak-anak dan mengalihkan pikiran yang melintas dikepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Abi yang sudah pegal membaca dengan duduk, menggeserkan tubuhnya dengan bersandar di dipan kasur apartemennya.. Lembaran kedua sudah terbuka lebar didepan mata Abi
__ADS_1
Mas...
Aku selalu ingat saat kau melamarku,, Aku sangat bahagia saat itu, kau membuatku yang bagaikan buih dilautan yang tak pernah memiliki arti menjadi sebuah primadani yang akan selalu berarti dihatimu.
Tapi aku berusaha menyangkal kebahagiaan itu teringat bagaimana kehidupan papa dan mamaku yang tidak pernah pernah ada kebahagiaan disana.
Aku selalu meyakinkan diri tanpa kita harus menikah kita bisa bahagia. Untuk apa menikah jika memang akan ada yang namanya perpisahan? Tapi kau dan Dena selalu meyakinkanku jika semua yang aku pikirkan salah, apalagi disaat kau memberikanku kebebasan untuk meraih mimpiku membuat aku yakin, tidak akan terjadi apa - apa padaku karena aku masih bisa menunjukkan kalau aku wanita mandiri dan kuat yang tidak hanya bertampung pada suami nanti hingga orang - orang dengan mudah menindasku.
Tapi setelah kita menikah tuntutan menjadi istri yang baik serta tuntutan pekerjaan membuat aku frustasi...aku tidak bisa memilih antara keduanya... Apalagi saat aku tahu aku hamil, aku sangat takut kehamilanku akan menghalangi mimpiku.
Maafkan keegoisanku saat itu sayang....karena saat melihat ada jantung yang berdetak di rahimku disitulah aku merasakan kebahagiaan tak terhingga.. dan aku makin bahagia saat ia lahir**.
Abi mengingat kejadian itu dimana Icha sudah berumur empat bulan dan Fanny dinyatakan hamil kembali tapi kebahagiaan mereka yang akan memiliki anak kedua sirna karena seseorang bernama Bagas Surya....
Abi menitikkan air matanya kembali, hatinya kini kian rapuh mengingat kejadian dahulu dimana ia menemukan istrinya dengan kondisi menggenaskan dengan darah yang mengalir dari pahanya dan mereka harus kehilangan calon anak kedua mereka.
__ADS_1
**Kau tidak lupakan mas, Bagas surya menyuruh dua preman suruhannya memperkosssaku mas, Mereka mencabik - cabik harga diriku dengan kasarnya, mereka tidak peduli dengan rintihan kesakitanku mas, aku yang berteriak nangis meminta tolong, aku yang menjerit memohon ampun, mereka tidak memperdulikan itu. Mereka terus menyiksaku dengan kalapnya hingga aku ingin mati saja waktu itu. Jika kau tidak datang saat itu untuk menolongku mas.
Kenapa kejadian ibuku terjadi padaku?! Kenapa mas?! Itu yang selalu ada dipikiranku hingga dendam makin terpupuk subur dihatiku mas.. Kenapa mereka begitu jahat padaku?! Aku tidak pernah mengusik mereka sedikitpun mas..tidak pernah.
Apa mas tahu apa yang makin membuat aku terluka? Aku sudah tidak bisa memberikanmu anak lagi mas, Aku sudah tidak bisa mas, rahimku sudah tidak ada maassss.
Hati Abi makin teriris mengingat ketidak berdayaan istrinya saat itu. Ia yang gelap matapun saat itu menghajar Bagas dengan membabi buta tanpa balas kasih. Abi berusaha ikhlas setelah membuat Bagas masuk ke jeruji besi penjara, karena sesuatu yang telah terjadi tidak akan pernah bisa kembali seperti sedia kala lagi. Abi tetap mencintai Fanny apa adanya menerima Fanny dengan semua yang pernah terjadi pada istrinya.
**Aku makin tertekan mas, diriku yang lain dulu yang sempat sudah hilang kembali lagi datang menjadi penguatku. Aku makin tidak ingin direndahkan dengan keadaanku, aku takut semua memandang jijik padaku mas, Aku harus bisa melindungi diriku sendiri mas.
Aku tahu aku sudah diluar kendaliku dan jangan mas pikir aku juga tidak tahu terkadang mas memandang aku dengan raut wajah takut dan khawatir aku akan melukai, tapi luka ini terlalu membekas mas hingga membekas timbul dihatiku.
Dan aku juga merasakan hal lain saat kau menyentuhku mas,,, apakah kau sudah jijik dengan tubuhku yang pernah dijammah orang lain ini mas? Walau aku tahu cintamu tak pernah hilang untukku setiap memandang lekat matamu**.
Abi terisak setiap tarikan napasnya, ia tidak tahu Fanny sampai memikirkan itu. Abi akui memang saat menyentuh Fanny ia terlintas saat tubuh istrinya disentuh orang lain. Kenapa harus ada orang lain yang ikut merasakannya? Kenapa? Tapi tidak sedikitpun Abi pernah merasa jijik untuk menyentuh Fanny, tidak pernah sedikitpun..
__ADS_1
#Kok aku nulisnya baper sendiri ya..😭😭##
#Bantu like,comment and vote dears#