Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Perbedaan dunia nyata dan dunia halu..


__ADS_3

Happy reading


🍇🍇🍇


"Kenapa loe biarkan Fanny pergi Dena? Aku minta loe sembuhin dia bukan biarin dia pergi gitu aja.."


"Abi, loe mau dia sembuhkan..? biarkan dia menyendiri sejenak. Biar dia tahu seberapa dia membutuhkan loe, seberapa loe berarti buat dia dan seberapa peduli orang disekitarnya...


Loe harus kasih dia waktu,, penyakit ini gak bisa kita yang sembuhin tapi harus ada dari kemauan dia, dia harus bisa melawan diri dia sendiri kalau mau sembuh.


Loe masih bisa pantau dia kan? Loe tahu dia dimanakan? Dia pasti tidak akan lari dari pilihan dia."


"Apakah gue bisa hubungin dia dulu? Jujur gue khawatir keadaan dia disana.."


"Lebih baik tunggu dia yang hubungin loe duluan."


"Gue pernah bilang sama Wira dan Rudi, hidup gue kayak. sinetron tapi kenyataannya ini bener gue alami.


Orang selalu berpikir kenapa gue mempertahankan Fanny padahal dia punya penyakit mental.


Penyakit mental bukan berarti dia gilakan? Lagian gue yang awal nerima dia..Gimana bisa tega gue disaat di terpuruk dalam penyakitnya gue tinggal dia gitu aja. Gue gak sebejhat itu Dena..


Gue masih punya hati mempertahankan pilihan gue yang harus gue pertanggung jawabkan.


Loe tahu perbedaan dunia nyata dan dunia halu?


Dunia nyata kebanyakan orang bertahan walau ia terluka dan semua pasti ada alasannya sedangkan dunia halu menyuruh kita melepas sesuatu yang menyakiti kita dan memberi balasan akan kesakitan itu." Jelas Abi


"Ya dan perempuan banyak bertahan walau sulit tapi jika hati diduakan ada beberapa yang memilih mundur. Dan kalau kasus Fanny istri loe, dia tidak bisa membedakan mana kenyataan dan hayalannya, semua ia pikir adalah kenyataan yang harus dia hadapin."

__ADS_1


" Aku berharap banget Fanny sembuh Dena,, mungkin gue sudah mulai egois ingin memiliki keduanya karena mereka memiliki sisi masing - masing dihati gue."


"Gue juga gak nyangka bakal kayak gini hidup loe, selalu nyesek kalau lihat orang poligami, terkadang dari luar terlihat baik - baik saja, tapi nyatanya banyak permasalahan yang mereka pendam."


"Kalau gitu gue balik dulu lah,, yang mau gue temui udah gak ada disini.."


"Orangnya memang gak ada, tapi dia meninggalkan sesuatu buat loe."


"Surat? Masih jaman juga gue nerima surat dari kertas yang biasa sekarang nerima pesan dari handphone." Kekeh Abi..


"Loe baca aja itu ntar... dari pada jumpa ujungnya bertengkar? "


"Ya, bakal gue baca nanti. Gue balik dulu ya.."


"Hati -hati loe dijalan,, mati loe ada dua janda loe tinggalin." Ketawa Dena..


"Gila loe, doa kok jelek amat."


"Balik dulu gue, gak kelar - kelar bicara sama loe."


Abi keluar dari rumah praktek Dena dengan sebongkah kekecewaan karena tidak menemukan istrinya dan yang ia dapat hanya sebuah surat berwarna biru yang tertulis didepannya goresan tangan Fanny "For myhubby"


"Apa yang ingin kau katakan sayang? Kenapa harus melalui surat? Kenapa kita tidak bicara baik-baik saja?" Tanya Abi dalam hatinya..


Abi memilih melajukan mobilnya ke aprtemen tempat ia biasa berkumpul dengan teman-temannya, Abi butuh waktu untuk sendiri membaca surat yang Fanny tulis untuknya.


Abi mengambil handphonenya untuk menghubungi Zia..


"Assalamualaikum bang,"

__ADS_1


"Waalaikumsalam, dek"


"Ada apa abang hubungin Zia?"


"Abang hanya mau bilang, nanti langsung tidur dikamar aja. Jangan di ruang keluarga lagi. Abang pulang agak malam."


"Abang gak kenapa - napa?" Zia merasakan nada suara Abi lain terdengar sendu saat mendengarnya.


"Abang gak kenapa - napa kok. Udah dulu ya, abang lagi dijalan Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Maafkan Aku Zia yang belum bisa menceritakan semuanya kepadamu dan aku juga takut jika saat kamu tahu, kamu mundur dan pergi dari sisiku..."


Jarak yang Abi tempuh tidaklah terlalu jauh, hanya kemacetan jalan yang memakan waktu Abi dijalan hingga sudah lewat tengah hari ia baru sampai ke Apartemennya.


Abi tidak mau menunda-nunda lagi untuk membaca isi surat yang Fanny tinggalkan untuknya.


Sesampainya ia di apartemennya, ia membuka pintu dan langsung menguncinya. Kakinya melangkah ke kamar tidurnya mencari posisi nyaman untuk membaca surat Fanny seorang diri.


Abi mulai membuka surat Fanny dengan sangat hati - hati takut sentuhan nya bisa merobek kertas yang sangat rapuh menurutnya.


terdapat tiga lembar kertas disana..


"Kuat juga tanganmu nulis sebanyak ini..." Abi tersenyum miris melihat surat Fanny yang terlihat banyak coretan tangan istrinya...


Hai suamiku sayang.....


#Gak kuattt nulisnya..#

__ADS_1


#Bantu like, comment and vote ya dears#


__ADS_2