Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Hatiku ingin selalu memantaumu


__ADS_3

**flashback on


pov abi


Sejak kejadian kecelakaan itu terjadi, Abi sudah menyelesaikan masalah dikantornya dan ia mengambil cuti seminggu. Abi perlu waktu membangkitkan semangat yang berhamburan karena kejadian ini memakan mental dalam diri Abi.


Berbekal alamat dari Pak Camat Abi setiap hari selalu memantau rumah Zia, melihat keadaan disana dari jauh. Abipun terpaksa memakai mobilnya yang lain karena yang terkena kecelakaan belum selesai diperbaiki.


Hari kedua dia berharap bisa membagi rasa kepada Fanny tapi bukan sesuatu yang melegakan hati yang dia dapat. Fanny tidak jera dengan ambisinya, Abi sengaja tidak pernah menghubungi Fanny agar istrinya merasa bersalah tapi apa yang ada?


"Mas maaf, Banyak kendala terjadi disini. Aku mungkin 5 hari lagi bisa balik. miss you honey." Isi pesan Fanny


"****! Astaghfirullah. Kenapa dia gak pernah mengerti juga." Abi mengusap wajahnya dengan kasar.


Abi sudah malas membalas pesan Fanny dan dia abaikan begitu saja.


"Sedang apa mereka? Apakah tiap malam menangis? Bagaimana anak-anak itu? Siapa yang akan mencari nafkah untuk mereka?" Hati Abi selalu diliputin banyak pertanyaan yang telah ditinggal pergi untuk selamanya oleh Farhan. Inilah yang memenuhi pikiran Abi sekarang.


Mau berkunjung kesana Abi ingat pesan Pak Camat untuk memberikan waktu seminggu agar Zia bisa diajak berbicara dengan jernih.


"Papi..!" Teriak Icha menuju kamar Abi.


Kakinya yang mungil berlari dengan tangan direntangkan minta digendong sama Abi.


"Kenapa gadis ayah?" Tanya Abi


"Euhm.." Dengan wajah pura - pura berfikir dan jari telunjuk Icha mengetuk - ngetuk bibir mungilnya. "Papitan dandi kheumahin, mau adak itha peghi bekhi boneka besaakh." Sambil memperagakan seberapa besar boneka tersebut dengan mata berkedip - kedip seakan merayu Abi.

__ADS_1


"Oh iya, besok hari minggu kita pergi beli okey, tapi nanti kita kesuatu tempat dulu." Ajak Abi.


"Emang tita mau emana Papi?" tanya Icha balik


"Lihat kakak - kakak baik." Jawab Abi lagi dengan senyum yang memperlihatkan lesung pipinya.


" Wow. Itha auu khiat aak - aak baik papi." Seru Icha dengan semangat.


"Oke kalau gitu ayo kita bobok dulu, besok kita jalan - jalan." Abipun mulai mengelus bagian punggung tubuh Icha hingga tertidur.


flashback off


Disinilah Abi sekarang, sehabis zuhur Abi dan Icha pergi keluar dari rumah menuju rumah Zia tepat saat Zia akan pergi ke makam suaminya.


Abipun mengikuti Zia dari jauh sampai ke lokasi pemakaman.


"Wajahnya masih tersirat guratan sedih. Bagaimana aku menghilangkan kesedihan mereka Ya Allah? Aku menginginkan mereka bahagia kembali." Gumam Abi dalam hati.


"Papi, ithu aak - aak baikna ya?" Tunjuk Icha dalam mobil saat Abi sudah mulai masuk dalam mobil kembali.


"Iya itu kakak baiknya. cantik-cantikkan?" Lanjut Abi lagi sambil mulai mengendarai mobilnya ke tujuan anaknya membeli boneka.


" Iya, tahntik papi ayak Itha thantikna, Api napa pakha mekheka dicucup Abi?" Terkadang tanpa sadar bermukim di kawasan elite yang dikelilingi orang-orang yang mengesampingkan kewajiban agama membuat Abi lupa mengajarkan anaknya ilmu agama sedari kecil apalagi dengan kesibukannya dikantor dan istri yang juga jarang dirumah.


"Itu namanya Hijab sayang. kakaknya gak mau kepanasan makanya pakai hijab." Abipun bingung gimana jelasin ke anaknya yang masih berumur 2 tahun itu.


"Ah,, Gekhah gitcu Abi, akhok gichu an, ndak ampak ambut anthikna. Mamy bikhang Itha hakhus ekhihat tantik ayak mamy." Jelas Icha

__ADS_1


Abi hanya bisa tersenyum getir. Dia juga sudah lama jauh dari agama, kewajiban sholat apalagi kalau tidak ada yang ajak pasti terlupakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Icha berlari-lari didalam rumahnya dengan wajah yang sangat riang.


"Bibi ihkat ini. Itha puna bonekha besaakh." Pamer Icha ke pengasuhnya.


"Besakh cheukalli." Jawab Nia yang dibalas anggukan oleh Icha


"Nia, tolong bawa icha bersih - bersih ya sekalian tidurkan." Perintah Abi


"Baik tuan." Jawab Nia.


Abipun beranjak pergi ke ruang kerjanya. tapi pikirannya terpecah belah.


"Ntah kenapa hati ini selalu ingin memantaumu.." Gumam Abi sambil membaringkan kepalanya di meja...


"Ada apa dengan hati ini...?" gumaman selalu keluar dari bibir Abi hingga tanpa sadar dia terlelap dalam tidurnya.


#update today again#


#bersama abizia#


bantu like,comment and vote ya dearss


#apa yang harus dilakukan jika diposisi Abi ya? #

__ADS_1


__ADS_2