
"Kenapa ini terus yang jadi masalah si mas?" tanya Fanny dengan santainya, sambil duduk menyilangkan kakinya dengan anggun.
"Gimana selalu gak masalah? Mas tuh mau kamu dirumah. Kerja boleh tapi ingat keluarga. Mas pulang aja kamu belum pulang. Mas masih lebih dari sanggup untuk memberikan apapun yang kamu mau" Abi berusaha selalu memberi pengertian pada Fanny.
" Mas tahukan cita-citaku apa? Maskan uda janji saat kita nikah mas gakkan mengahalangi karir aku. Ini impian aku Mas."
Abi hanya bisa terdiam dan pergi begitu saja meninggalkan Fanny diruang tamu temaram yang mewah bagai istana tapi hanya kehampaan yang menggema.
Fanny hanya bisa menghela nafas sambil beranjak dari tempat duduknya. Siapa yang gak sayang keluarga? Cintanya juga besar kepada anak dan suaminya tapi ini impian yang tidak mungkin dia lepaskan begitu saja.
"Huh,, tiap hari harus ada yang di selisihkan. Gimana mau permisi ke bali besok 2 hari? Ini aja uda ngambek." Sambil berjalan menapaki tangga lantai 2 menuju kamar utamanya Fanny berfikir. Mungkin cara satu-satunya itu untuk menjinakkan macan yang lagi mengamuk setelah itu besok pagi langsung permisi untuk pergi dinas keluar kota.
__ADS_1
Abi sudah beranjak masuk ke selimut yang membalut tubuhnya sedangkan Fanny langsung bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Bersiap dengan sebaik mungkin untuk memanjakan Abi. Sebuah lingerie berwarna hitam Fanny pakai sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih bagai boneka barbie.
Perawatan yang high class membuat siapapun yang menyentuh kulitnya bagai selembut kapas. Siapa yang tidak terpana dengan surai rambut yang hitam legam panjang sebahu yang selembut sutra berkilau, hidung mancung serta bibir yang tipis menggoda. Kaum adam pasti tidak akan bisa berpaling.
"Mas.." Fanny mulai memanggil Abi dengan suara yang menggoda selembut mungkin di dekat telinga dan leher Abi. Fanny tahu dimana letak sensitive Abi.
"Maafin aku ya mas.." Abipun segera berbalik melihat istrinya yang sedang memeluknya dari belakang.
Nafas Fanny sudah terengah-engah usai melaksanakan tugasnya dan mendapatkan 1 kecupan hangat di dahi. Siapa lagi kalau bukan dari Abi.
"Makasih sayang" ucap Abi.
__ADS_1
"Sama-sama mas" Balas Fanng diiringi senyum manisnya. Dia kecup sekilas bibir Abi dan mulai pergi ke alam mimpi didalam dekapan Abi.
Abi sendiri walau lelah dibadannya tapi pikiran dan hati Abi tidak bisa diajak kompromi. Pikirannya selalu berfikir mau dimana keluarganya dibawa. Dia sangat mencintai Fanny tapi Fanny terlalu berambisi dengan impiannya.
Dia tahu apa yang uda dijanjikan tapi dia juga mau diperhatikan layak suami pada umumnya, bukan hanya sekedar diatas ranjang saja. Fanny adalah pilihannya dan cintanya maka bagaimanapun dia harus bertahan dan selalu mengingatkan Fanny. Tidak tahu sampai kapan itu tapi Abi tidak akan pernah menyerah.
Lelah dengan pemikirannya sendiri Abipun tertidur tanpa sadar sudah masuk mengikuti istrinya ke alam mimpi.
#semoga selalu seneng membaca tiap babnya dears..#
like comment and vote ya..
__ADS_1