Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Lebih baik menikah lagi..


__ADS_3

Flash back on


"Akhirnya sampai juga di bandara." Ujar Fanny


"Iya capek banget hari ini, mana lagi mau kumpul." Gurutu teman Fanny


"Sabar beibss, sesuai dengan hasil yang kita dapatkan ini, ya gak?"


"Bener juga si. Kamu mah memang ingin kamu disini jadi semangat ngerjainya, kalau aku ogah - ogahan ngerjainya, kalau gak mikir ada anak yang butuh biaya sekolah bagus aku dirumah main sama anakku. Kamu sih enak kerja bagus, suami juga kerja dengan posisi tinggi. Sedangkan aku single parents yang harus nyari semua sendiri." Keluh temannya


"Udahlah beibs, nikmatin aja, semua harus dinikmatin. Noh lihat mobil khusus udah datang jemput kita."


"Selamat ya atas keberhasilan kalian semua. Silahkan dinikmatin semua hidangannya, kalau kurang bisa pesan lagi." Tawar DBM kantor cabang Fanny bekerja.


"Terima kasih pak." Ucap mereka


"Fanny nanti setelah selesai acara kamu jangan pulang dulu ya, ada yang mau saya bicarakan."


"Baik pak."


Kini acara makan telah usai semua karyawan yang ikut merayakan sudah pulang tinggallah Fanny dan DBMnya saja yang bernama Robby Erlangga di Restoran hotel berbintang lima.


"Fanny, saya lihat kinerja kamu sangat bagus. Saya ingin mempromosikan kamu menjadi manager di cabang lain yang akan di resmikan bulan depan."


"Tapi pak, suami saya mungkin tidak setuju. saya bekerja seperti ini saja dia sudah banyak mengeluh nyuruh saya resaign." Terang Fanny


"Ini kesempatan emas Fanny, kalau kamu terima kamu akan menjadi wanita muda pertama dengan jabatan manager.

__ADS_1


Lagian kalau masalah suami kamu, Masa dizaman sekarang masih ada batasan seperti itu. Saya dengan istri saya saja sama - sama bekerja. Kami akan bertemu di waktu yang sudah dijanjikan dan kamu lihat kami tetap bersama malah kalau ketemu jadi makin rindu.


Wanita berhak berkarir Fanny masa suami kamu gak bangga punya istri yang memiliki jabatan tinggi." Pak Robby mulai mengahasut Fanny agar tetap menerima tawarannya.


"Baiklah akan saya pikirkan lagi pak."


"Jangan dipikirkan lagi Fanny, ini kesempatan tidak datang dua kali kalau kamu menolak besok akan saya tawarin ke yang lain, karena kita butuh cepat. Saya menawarkan kamu duluan karena kamu sangat kualifikasi."


"Kapan lagi aku bisa lebih dari ini, mas Abi pasti bangga dengan peningkatanku. kalau masalah kembali kerumah aku bisa pulang seminggu sekali saat liburan." Fanny sudah mulai goyah dan tergiur akan posisi yang sangat menjanjikan itu.


"Baiklah pak, saya terima"


"Keputusan yang sangat tepat dan benar Fanny, sekarang tanda tangani ini, Minggu depan sudah mulai tahap seleksi, semoga kamu lulus dengan hasil memuaskan.


Terima kasih atas kerja samanya, saya yakin kamu akan memberikan kinerja yang terbaik."


"Terima kasih pak atas kepercayaannya. Kalau begitu saya pulang dulu."


"Ini sudah malam, lebih baik saya antar pulang sekalian. Sepertinya rumah kamu searah dengan saya."


"kalau begitu boleh pak, makasih sudah mau memberi tumpangan, maaf merepotkan."


"Never mind."


flashback off


Disinilah Fanny diruang tamu yang terang dengan jam dinding besar yang menunjukkan sudah pukul jam 12 malam bersama dengan suaminya yang menatap dia dengan tajam.

__ADS_1


"Mas, aku tadi ada sedikit yang harus dibicarakan dengan pak robby."


"Sedikit kamu bilang, sedikit itu sampai jam 12 malam gitu? Aku dari tadi uda nunggui kamu. dari tadi saat kamu yang minta jemput tapi kamu sendiri yang urungkan hanya karena acara kantormu !. "


"Mas, aku tuh baru pulang, aku gak mau berantem dengan mu malam ini. besok kita bicarai lagi, aku mau istirahat." Fanny meninggalkan Abi begitu saja.


"Fanny ! Jadi ini pilihanmu? kamu lebih memilih ambisimu dari pada keluarga?!" Teriak Abi sehingga langkah kaki Fanny terhenti.


"Kalau itu aku gak bisa memilih mas,tapi kalau aku berpendapat, aku lebih baik mas menikah lagi sehingga masih bisa dijangkau mataku kalau alasan mas hanya kesunyian dan ingin dilayani dari pada pisah dan tidak bisa melihat mas lagi, lelaki yang sangat aku cintai."


Air mata Fanny menetes mengucapkannya, berat memang keputusan yang dia ambil, tapi jika itu bisa membuat dia tidak bertengkar dengan Abi dan Abi tidak pergi jauh darinya lebih baik seperti itu dari pada mengkambing hitamkan impiannya yang selalu jadi alasan pertengkaran mereka.


Apa Abi tidak mengerti apa yang ingin dia kejar? Impiannya sudah mau dekat kenapa Abi tidak pernah mau mendukungnya. Fanny hanya butuh dukungan Abi dan semangat Abi untuk mengejar impiannya.


"Jadi kamu mempertaruhkan pernikahan kita? Cinta kita demi ambisimu?"


Fanny terdiam dan pergi begitu saja. Dia juga bingung ingin menjawab apa. Ia sudah capek dan tidak bisa berfikir jernih lagi. Lebih baik pergi tidur besok bisa dibicarai dengan tenang.


"Lagi-lagi begini. Apa? Menikah lagi? mudah sekali di berkata? Apa tidak difikirkannya hatiku berdenyut saat mendengarnya? Aku tidak sebejat itu Fanny."


Abipun lebih memilih tidur diruang kerjanya. Dia butuh sendiri untuk menenangkan diri malam ini...


#Siapa yang egois ya?#


#abizia#


#like,comment and vote ya dears#

__ADS_1


__ADS_2