Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Benang kusut


__ADS_3

happy reading


🍇🍇🍇


Zia termenung sendiri di ruang tamu setelah kepulangan Fanny, Ia tidak habis pikir ada cerita sekeji itu di dunia nyata.


Tapi kenapa Fanny harus meminta menjadi madunya? Bukankah seharusnya dia membenci poligami?


Banyak pertanyaan yang terus berputar di kepala Zia...Apakah semua nanti akan baik-baik saja? Dia belum pernah masuk ke dunia orang kaya, apakah benar seperti novel-novel yang pernah ia baca saat remaja sampai sekarang?"


"Tiga hari lagi statusku akan berubah lagi mas...Kau selalu memberikan indahnya hidup bersamamu,,Kali ini sepertinya aku akan banyak menginjak batu kerikil dalam hidupku..." Zia menghela napas pasrahnya.


Zia mengambil buku disamping meja berlaci disudut ruang tamunya..


Zia menumpahkan segala rasa resahnya dengan menggores setiap kata di helaian bukunya..


* AKU *


Akulah rindu itu...


Yang senantiasa selalu bersenandung merdu.


Akulah cinta itu....


Yang selalu mewarnai sebuah hati diujung sendu.


Akulah sayang itu...


Yang tak pernah lepas dari seuntai kasih dalam qalbu.


Begitu syahdunya bila hati telah menyatu.


Begitu indahnya kasih sayang bila telah terpadu.


Bunga bunga cinta mekar didalam hati.


Bahagia karena selalu bersama .


Bahagia karena saling ungkapkan rasa.


Itulah cinta...


Yang memberikan keindahannya.


Akulah luka itu...


Saat tergurih sembilu dusta.


Mengalirkan darah dari hati yang kecewa..


Aku lah duka itu...


Disaat pedih membuat jiwa merana.

__ADS_1


Aku lah pilu itu.


Dikala memar memenuhi sanubari yang telah membiru.


Begitulah luka...


Disaat kesetiaan terabaikan.


Sakit tiada terkira.


Begitulah duka....


Disaat kata menjadi duri didalam dada.


Pedih... menusuk relung qalbu.


Perih... menikam merah jantung hati.


Air mata berjatuhan tiada henti.


Begitulah luka...


Membawa jiwa merana.


Begitulah duka...


Membuat hidup bagaikan mati.


Begitulah kecewa...


Aku adalah semua itu...


Yang tak pernah lepas dari cerita itu.


Aku dan aku...


Adalah satu, berperan untuk semua itu...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Abi mengetuk-ngetuk pulpen di meja kerjanya..Pernahkah merasakan begitu banyak yang dipikirkan tapi bingung yang mana harus diselesaikan..


"Mas.."


"Fanny? Ada apa?"


"Tidakkah kamu mau memanggil aku sayang, aku kangen panggilan itu." Abi terdiam, dia memang mengikuti semua mau Fanny tapi ia juga menjaga jarak, apakah itu karena rasa takutnya? Atau sebenarnya ia masih tidak terima dengan semua sikap Fanny? Entahlah, Abi juga bingung.


"Ya sayang ada apa?"


"Tidak ada,,," Mata Fanny memutari setiap sudut ruang Abi, "Aku hanya mendatangi suamiku yang sedang bekerja, bukahkah ia seharusnya sudah mengambil cuti? Karena Hari Jumat nanti akan menikah?"


"Aku akan cuti besok sayang."

__ADS_1


"Apakah kau bahagia? Bukankah jika ada dua cinta, salah satu cinta akan tersakiti?"


"Maksudmu apa sayang?" Abi berusaha tetap tenang.


"Tidak, aku hanya ingin mas nanti adil dalam menjaga, apalagi saat Zia tahu kalau mas hanya mencintaiku,,,pasti ia akan tersakiti." Fanny mendatangi Abi dan duduk dipangkuan Abi.


"Aku akan berusaha adil nantinya..." Tegas Abi


"Benarkah bisa? Bukankah lelaki makhluk yang egois?"


"Kamu kenapa sayang?" Abi tetap berusaha menahan amarahnya.


"Tidak, itu hanya bualan kata semata. Apakah kau tidak merindukan aku?" Fanny dengan tiba-tiba mencium bibir Abi.


Ciuman yang sudah lama tidak mereka lakukan hingga menepis semua rasa panas didada menjadi rasa yang ingin segera diselesaikan segera.


Abi menggendong Fanny ke kamar pribadinya yang terletak didalam ruangannya. Dengan tergesa Abi segera menyatukan diri dengan istrinya hingga hawa sekitar menjadi hangat bercampur peluh dan lepas dengan kelegaan yang terengah-engah.


Abi melihat istrinya yang langsung tidur setelah aktifitas mereka.


"Sepertinya ada yang engkau rencanakan Fanny, dan aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Aku akan menjaga sesuatu yang memang sudah menjadi milikku, termasuk menjagamu agar tidak menyakiti siapapun."


Abi sudah tahu beberapa bagian Fanny,termasuk boneka yang sudah rusak dengan banyak tusukan dibalik tumpukan baju yang tidak terpakai di walk in closet mereka. Abi menemukannya disaat ia merasakan Fanny di saat marah beberapa waktu tertentu pasti akan kesana. Sepertinya masih banyak yang belum ia dan Dena ketahui tentang Fanny.. Termasuk dengan rencana pernikahan ini...


"Jangan pernah lakukan apapun Fanny,,,.cukuplah itu jadi kenangan bukan untuk melampiaskan."


Abi sudah banyak merasakan hal tidak baik, apalagi laporan seseorang yang selalu mengikutin Fanny kemanapun Fanny pergi.


"Kenapa kau selalu kesana Fanny? Apa ada yang kau sembunyikan disana?"


Abi juga masih bingung dengan suatu tempat yang diinfokan seseorang itu, tapi ia tidak bisa mendekatin area itu selain jauh terpelosok ada dua orang penjaga disana.


"Sepertinya aku yang banyak lalai dan mengabaikanmu hingga banyak yang tidak aku ketahui."


Abi hanya bisa berharap semua berjalan baik-baik saja....


Bip..bipp


Handphone Abi berbunyi, ia dengan segera membersihkan diri dan memakai bajunya...


Saat handphonemya berbunyi lagi, Abi keluar dari kamarnya dan mengangkat telpon dari seseorang.


"Halo.."


"Tuan, sepertinya di rumah itu ada ditinggalin oleh seseorang disana karena selalu ada makanan yang diantar masuk kesana oleh seorang ibu setiap waktu. Makanan serta ibu yang mengantar selalu di cek sama pengawal yang menjaga."


"Kau selidiki terus cari celah sehingga bisa tahu apa yang ada disana. Jangan sampai ketahuan istri saya."


"Baik tuan." Abi dengan segera menutup telponnya


"Siapa yang ada disana?"...


"Simpulan benang kusut ini harus segera aku urai sebelum sesuatu terjadi..."

__ADS_1


#Semangat pagi, Zia, Abi dan Fanny back#


#Bantu like,,comment and vote ya#


__ADS_2