
Happy reading
🍇🍇🍇
Abi menanti Zia membuka mulutnya sekedar menjawab apa yang ia rasakan juga tapi Abi hanya melihat Zia terdiam tanpa ingin berkata, itu membuat guratan kecewa dihati Abi. Apa yang diharap dari seseorang yang mencintai selain cintanya berbalas juga. Bukankah mencintai sendiri itu tidak mengenakkan?
"Dek, apakah abang salah dengan perasaan abang sekarang?"
Zia hanya bisa menggelengkan kepala, pandangan Abi seketika terkejut ada bulir air mata membasahi pipi kekasih hatinya diiringi dengan suara isakan yang membuat hati Abi pilu mendengarnya.
"Kalau adek belum mencintai abang itu gak masalah, tapi kenapa adek nangis?" Abi mengambil posisi duduk dan berusaha menghentikan air mata yang yang mengalir itu dengan kedua telapak tangan Abi seakan tidak rela wajah itu dibalut dengan kesedihan.
Inilah yang Abi takutkan menyakitin hati Zia karena ia akan merasakan kesakitan yang lebih lagi saat Zia merasakan sakit itu.
Abi membawa Zia dalam pelukannya, memberikan rasa ketenangan agar kesedihan itu meredah.
"Maaf jika perasaan cinta abang membuat adek sedih, kalau adek mau mengabaikannya juga abang ikhlas." Abi cukup sadar ia terlalu egois untuk Zia, mengharapkan cinta yang utuh tapi menjadikan yang kedua.
"Bu..bukan seperti itu bang, Dari awal adek sudah membentengin diri adek agar tidak jatuh cinta ke abang, karena adek tahu disaat sudah jatuh cinta akan ada rasa jatuhnya sakit berbagi cinta tapi nyatanya adek terjatuh juga.
Adek juga takut disaat abang mengatakan cinta, maka hati akan egois tidak ingin membaginya dan siapa yang akan tersakitin? Seseorang yang tidak mendapat cinta.
Adek selalu mengingatkan abang agar adil, kenapa? kalau boleh egois kenapa harus ada cinta terbagi tapi takdir memberikan abang dua istri dengan dua cinta berbeda.
Cobalah abang rasakan dua cinta itu dan balaslah dengan cara berbeda pula, jika abang cinta dengan mba Fanny karena kepedulian maka teruslah peduli dengannya hargai kepedulian itu, tunjukkan betapa abang memperdulikannya. Jika abang mencintai adek karena perasaan abang cukup abang tunjukkan rasa kasih sayang abang.
__ADS_1
Jangan pernah jatuh cinta ke adek sepenuhnya bang...."
Bibir Abi yang tadi ikhlas mengucapkan kata ikhlas ternyata tidak sama dengan yang ada dihatinya. Hati Abi merasakan kesesakan saat Zia mengatakan jangan pernah jatuh cinta sepenuhnya..
Zia melepas pelukan Abi dan menggenggam tangan Abi, matanya menelisik ke dalam relung hati Abi yang terpantul dari mata suaminya itu.
"Tapi Marilah kita membangun cinta kita dengan pondasi yang kokoh agar kita selalu betah berada disana, kita hiasin setiap sudutnya dengan kejujuran agar tidak ada saling curiga, kita taruh bingkai - bingkai kasih sayang agar hati selalu betah memandang, kita desaign dengan keterbukaan agar tidak ada rasa sesak disana. Bukankah itu lebih menyenangkan bang?"
"A..apakah adek mau membangun cinta untuk kita?" Abi berharap Zia tidak menolaknya lagi untuk merasakan cinta yang sudah duluan Abi rasa tumbuh dihatinya.
"Sudah ada pondasinya disini,," Zia mengelus dada Abi dengan kasih sayang "Adek mau membangun cinta itu bersama." Zia memeluk Abi, membenamkan kepalanya tepat didada Abi yang ia berikan sentuhan tadi, merasakan detak jantung Abi yang seakan ingin lepas dari tempat ia bersemayam.
Abi sangat bahagia kali ini, karena perasaannya telah terbalas. Zia benar, Abi mencintai Fanny kerena peduli saat Fanny selalu disakitin, maka ia juga akan membangun kepedulian untuk Fanny.
"Bolehkan mulai saat ini abang jujur tentang semuanya?"
"Iya,abang bakal ceritain semuanya tanpa abang tutupin lagi." Abi terus memberi kecupan di ubun - ubun Zia.
"Papa pain?" Icha menatap penuh selidik ke arah Zia dan Abi. mereka yang mendengar suara Icha langsung melepas pelukannya.
"Papa tadi hanya melihat ada semut gak dipunggung bunbun, takut bunbun digigit semut."
"Mana? ndak ada.." Icha jadi ikut mencari semut nakal itu sambil memutarin tubuh Icha dengan kepalanya yang sibuk mencari disetiap sisih Zia.
"Icha mau apa sayang?" Tanya Zia.
__ADS_1
"Icha aus bunbun." Zia memberikan Icha minum agar berhenti mencari yang tidak ada, minuman itupun langsung dihabiskan oleh Icha
Icha melirik Abi penuh curiga lagi,, Abi yang dipandang bingung ada apa. Icha mendekatin Abi yang sedang duduk, melirik kesamping bawah Abi.
"Ni apa?" Icha mengambil sesuatu yabg terjatuh dari saku celana Abi. Abi gelagapan, kok bisa benda itu keluar dari saku celananya?
"Ni apa papa?"
"Coklat.." Mata Icha langsung berbinar cerah..
"Makacih papa.." Icha memeluk Abi dan langsung berlari membawa coklat yang ia dapat untuk dimakan bersama kakak - kakaknya.
Seketika wajah Abi cemberut coklat yang ia beli untuk Zia malah diambil anaknya....gagal memberi hadiah jadinya. Tapi masih ada satu hadiah lagikan? Dan itu tidak boleh gagal.
Terjadi dua kebahagiaan yang berbeda antara di sebuah taman dan disebuah cafe kota Y.
Fanny menatap map itu penuh damba, sekarang semua sudah menjadi miliknya....
tidak sia - sia rencana yang sudah ia susun rapi. Tinggal mencari waktu lagi agar semua langsung bisa ia genggam.
"Mas Abi, sekarang tidak akan ada yang memandang aku rendah lagi. Aku sudah memilikinya...." Fanny tersenyum puas.
#Abi saya mendukungmu biar bisa adil#
#Bantu like, comment and vote dears#
__ADS_1