Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan
Tak Bisa Diingkarin


__ADS_3

Happy Reading


🍇🍇🍇


"Kalian semua bohong!!! Kalian hanya mau aku mundurkan?! Iyakan?! Kenapa mas juga harus ikut bersandiwara?!... Fanny berteriak dan memandang sengit kedua pria yang sedang ada disana bergantian setelah mendengarkan semua cerita Abi tentang kehidupan orang tuanya dahulu.


Atau kalian semua sebenarnya sudah tahu kalau aku sudah merebut perusahaan papa dari Bagas dan Bagas sudah terkena HIV iya?!"


"Apa maksudmu Fanny?!" Bentak Abi.


Beni hanya bisa diam dalam tangis dan rasa sedihnya yang mendalam,begitu banyak penyesalan yang mengulitin perasaannya yang terlalu pengecut,,ia juga ingin berbicara tapi saat normal ini saja ia sulit untuk berkata apalagi sekarang dirinya yang sedang menahan sakit mengetahui anaknya terkena penyakit bahaya karena dendam kakaknya sendiri, rasanya seperti nyawa Beni tercabut berulang kali.


"Ha..ha..ha..Aku sudah pernah bilang ke mas kan? Kalau aku sudah bisa membalaskan dendamku dan itulah yang sudah aku lakukan, aku sudah membuatnya terkena penyakit dan semua yang harusnya menjadi milikku sudah aku ambil dari dia." Tawa Fanny dengan air mata kepedihan mengalir kepipinya, ada rasa sakit yang tidak bisa Fanny jabarkan dihatinya. Bukankah harusnya ia bahagia dan bangga dengan semua yang telah ia lakukan? Tapi ini rasa ini memerasnya dengan kesakitan.


"Aku gak pernah menyuruh melakukan hal buruk seperti itu Fanny, sudah berapa kali aku bilang lupakan semuanya. Kita jalanin hidup kita dengan ikhlas, tapi kenapa kau selalu terbenam dengan dendammu itu." Tekan Abi.."Apa sulitnya ikhlas dan menerima takdir yang sudah tidak bisa kita ubah Fanny?


"Dan kau sekarang tidak mau menerima kenyataan kalau Bagas saudara kembarmu? Kau juga tidak terima kalau sebenarnya mamamu yang istri kedua?

__ADS_1


Hatimu sebenarnya menerima semua kenyataan ini iyakan? Tapi pikiranmu menolaknya karena kau sudah salah melangkah dan takut akan semua penyesalan dengan semua yang telah kau perbuat."


Fanny terdiam lidahnya serasa kehilangan daya lenturnya hingga tidak bisa berkata hanya air mata yang bisa mengatakan semua yang Fanny rasakan. Abi mendekatin Fanny dan memeluk Fanny dengan erat.


"Sudah cukup sayang,,,,jangan termakan ambisimu hingga kau memberontak dari sebuah kenyataan. Bagas adikmu,,,adik kandungmu... Jangan menyalahkan apapun lagi karena dari awal semua memang sudah salah karena sebuah keserakahan harta ataupun perasaan.. Sudah sayang berdamailah dengan hatimu kita perbaikin semuanya kembali." Abi berusaha menenangkan Fanny dan memberikan Fanny kesempatan untuk memperbaiki segala yang telah ia rusak.


"M..mas tapi bagaimana dengan Bagas mas? A..aku sudah membuat adikku menderita karena penyakitnya sekarang. A..aku kakak yang jahat mas..Aku jahat..!!" Teriak Fanny dengan sesugukan menyesalin segala perbuatannya


Kenapa ia dan Bagas terlambat mengetahui kenyataan ini hingga harus saling menyakitin dan membalas. Semua karena Winda, ingin sekali Fanny menampar wanita yang sudah menghancurkan keluarganya tapi sayang tubuh wanita itu pasti sudah habis dimakan ulat didalam kubur.


"Kamu tahu dimana Bagas tinggal?" Fanny menganggukan kepalanya. ia sangat tahu karena pernah menguntit Bagas agar mempermudah semua rencana yang telah disusun.


"Makasih mas tetap menerimaku yang selalu salah ini, aku akan berusaha memperbaikin semuanya mas."


"Iya sayang....mas ngerti kenapa kamu bisa seperti ini. Sekarang bicaralah dengan papamu." Fanny mendongakkan kepalanya dan menatap Abi. Abi mengelus pipi Fanny dengan tersenyum, meyakinkan Fanny semua akan baik - baik saja.


Fanny menolehkan kepalanya ke belakang dengan tangan tidak lepas merengkuh Abi. Fanny bisa melihat disana seorang paruh baya yang sangat lemah dan tidak berdaya sedang menangis seorang diri disana, terlihat banyak guratan rasa bersalah diwajah tua itu yang membuat Fanny menangis kembali ikut merasakan apa yang dirasakan Beni.

__ADS_1


"Pa..maafkan Fanny pa...Fanny salah pa..Fanny udah melukai adik Fanny sendiri dan melukai hati papa." Fanny yangtidak tahan melihat kesedihan diwajah Beni melangkah cepat dan memeluk Beni disana dengan membawa rasa penyesalan yang tidak bisa ia ingkarin mengait kuat dihati hingga ingin merobek perasaannya.


"Ma..ma...afkan pa..pa Fan...ny se..mu..a sa...lah pa..pa. Pa..pa ya..ng ha..rus..nya me..ne..ri..ma den..dammu, pa..pa ha..rusnya ya..ng ka..mu ben..ci." Beni berusaha mengeluarkan segala rasa yang sesak tertahan didadanya.


"Gak pa...Fanny yang salah berbuat tanpa mau tahu apa yang terjadi sebenarnya. Fanny sudah dibutakan dengan dendam dan rasa kecewa hingga tidak mau tahu apa yang terjadi." Fanny terus menangus dipelukan Beni.


Mereka berdua menangis berdua berusaha membuang segala rasa penyesalan dan mengganti dengan memperbaikinya. Abi masih terdiam ditempatnya, hatinya ikut merasakan kesedihan disana, siapa yang tidak menginginkan keluarga yang bahagia? Tapi keserakahan bisa merusak apapun yang menghalangin sebuah ambisi untuk mendapatkan yang ia mau.


Dikamar ada seorang wanita yang sedang duduk di sofa kamarnya. Ia masih terdiam dan melihat sebuah benda kecil ditangannya dengan hati antara percaya atau tidak.


Disana tergores dua garis merah yang menandakan ada makhluk bernyawa yang akan hidup didalam rahimnya.


"Benarkah aku hamil?"


#Zia hamilkan..#


#Bantu like comment and vote dears.#

__ADS_1


#Karya ini sekita sepuluh bab lagi mungkin akan tamat, taoi jadi lebih juga...atau kurang..#


__ADS_2