
Terjadi ledakan yang sangat memekakkan telinga disaat serangan San Dong dan Qin Fan beradu.
Whush... Whush...
Qin Fan dan San Dong terlempar mundur ke belakang, tapi Qin Fan hanya beberapa meter saja, tapi tidak dengan San Dong, dia terlempar puluhan meter.
dan hal itu sekali lagi membuat penduduk dan kultivator bebas terkejut, bahkan Xue Ying dan kedua saudara nya juga sangat terkejut.
sementara itu, beberapa tetua yang melihat Patriak mereka yang terlempar begitu jauh tidak dapat berkata apa apa, mereka seperti bermimpi di siang bolong.
tidak ingin membuang waktu dan memberikan kesempatan, Qin Fan melesat dengan cepat dan menyerang Patriak San Dong dengan tapak suci milik nya.
Whush...
Booooomm...
kembali serangan Qin Fan mengenai telak dada San Dong dan melemparnya lagi, bangunan disekitar situ sudah hancur berkeping-keping terkena ledakan itu.
Ukhuk ukhuk..
San Dong memuntahkan seteguk darah dari mulut nya, lalu dia berusaha untuk berdiri, tapi Qin Fan tidak memberikan dia kesempatan itu, sebab Qin Fan kembali menyerang nya dengan pukulan api kekacauan.
dan sekali lagi mengenai telak di dada San Dong, para tetua sekte yang melihat itu tidak bisa tinggal diam, mereka menyerang Qin Fan bersamaan.
Booooomm Booooomm Booooomm..
kembali terjadi ledakan disaat para tetua itu menyerang Qin Fan.
Whush.. Whush.. Whush.. Whush...
mereka dikirim satu persatu ke belakang dan menabrak setiap bangunan yang ada di belakang mereka dan menghancurkan bangunan bangunan itu.
"awal nya aku tidak ingin meneruskan masalah ini dan melupakan nya, tapi seperti nya kalian menginginkan sekte kalian hancur" ucap Qin Fan, lalu dia bergerak cepat dan menghancurkan kultivasi mereka semua, termasuk kultivasi San Dong juga di hancurkan Qin Fan.
"sekarang kalian hanya lah sampah, jadilah orang baik dimasa depan" ucap Qin Fan pada San Dong dan tetua sekte nya.
mereka yang mendengar ucapan Qin Fan itu hanya menggertakkan gigi mereka, tapi mereka sudah tidak bisa berbuat apa apa, sebab kultivasi mereka sudah hilang dan tidak memiliki kekuatan lagi.
sementara itu, dengan susah payah, San Dong memecahkan sebuah giok, entah giok itu berfungsi untuk apa, tapi San Dong memecahkan giok itu.
*****
Di rungan besar sebuah goa, terlihat seorang pria sepuh yang duduk berkultivasi dengan tenang, tiba tiba cincin penyimpanan nya bergetar dan mengganggu konsentrasi nya, lalu dia membuka mata dan melihat isi cincin penyimpanan.
"kenapa lagi nih bocah? selalu mengganggu ku" gerutu pria sepuh itu.
lalu dia berdiri dan keluar goa, sesampainya diluar goa, dia melesat dengan cepat, hanya dengan beberapa tarikan nafas.
Whush...
pria sepuh itu muncul di tengah tengah Qin Fan dan yang lain nya, dia tampak terkejut dengan apa yang dilihat nya, dimana semua tetua dan San Dong sudah tidak memiliki kultivasi lagi, hal itu membuat nya sangat murka.
"siapa yang sudah menghancurkan kultivasi cucu ku?" tanya pria sepuh itu dengan nada yang menggelegar, serta aura membunuh yang sangat kuat.
semua orang yang berada di sekitar itu langsung tersungkur dan memuntahkan darah, ada juga yang langsung pingsan.
begitu juga dengan Qin Fan dan ketiga gadis lain nya, mereka berempat juga tertekan dengan aura itu, Xue Ying dan kedua saudari nya sudah pingsan, sementara Qin Fan masih berusaha untuk melawan aura itu.
tapi sekuat apa pun dia berusaha bertahan, tetap saja dia dibuat tersungkur dan memuntahkan darah dari mulut nya.
__ADS_1
"i-itu orang yang leluhur" ucap salah satu tetua dengan masih menahan rasa sakit akibat kultivasi nya hancur.
pria sepuh itu pun menoleh ke arah Qin Fan, tatapan nya semakin tajam, aura membunuh nya semakin kuat.
pria sepuh itu sedikit terkejut dengan jawaban yang diberikan tetua, karena Qin Fan masih sangat muda, tapi dia mampu mengalahkan San Dong dan tetua sekte, bahkan menghancurkan kultivasi mereka.
pria sepuh itu lalu mengangkat tangan nya mengarah pada Qin Fan, lalu Qin Fan ditarik dengan sebuah kekuatan ke arah pria sepuh itu, Qin Fan tidak dapat melawan nya sama sekali, sebab dia sangat kesusahan menahan aura membunuh yang belum juga hilang.
hanya dalam 2 tarikan nafas, Qin Fan sudah berada di cengkraman pria sepuh itu, lalu pria sepuh itu bertanya.
"apa benar kamu yang membuat mereka seperti itu?" tanya pria sepuh dengan tatapan yang tajam pada Qin Fan.
sementara Qin Fan jangankan untuk menjawab, bernafas pun dia kesusahan, sebab leher nya di cekik pria sepuh itu.
"Hentikan!!"
tiba tiba sebuah suara terdengar dari langit yang menggema didalam kota, bahkan aura yang keluar dari suara itu lebih kuat dari aura pria sepuh yang mencekik Qin Fan.
Whush...
di depan pria sepuh itu, muncul pria sepuh lain nya, yang tidak lain adalah Zheng Ming, lalu di susul oleh Zheng Tian Feng.
"San Ding memberi hormat pada penguasa agung" ucap pria sepuh yang mencekik Qin Fan dengan posisi berlutut, sementara Qin Fan sudah dia lepaskan.
Zheng Ming tidak menjawab, tapi dia menatap tajam San Ding dengan aura membunuh yang sangat kuat, karena selain melukai Qin Fan, San Ding juga membuat ketiga cucu nya pingsan karena tertimpa aura milik San Ding.
"kamu tahu apa kesalahan kamu?" tanya Zheng Ming yang masih menatap tajam San Ding.
"hamba salah penguasa agung, hamba siap di hukum" balas San Ding yang ketakutan, sebab Zheng Ming menekan nya dengan aura yang sangat kuat.
"selain melukai ketiga cucu ku, kamu juga melukai cicit Qin Jung, apa kamu pikir Qin Jung akan melepaskan mu begitu saja ketika dia tahu cicit nya kamu lukai?" ucap Zheng Ming yang memberitahu identitas Qin Fan.
tapi San Ding tidak tahu siapa cicit Qin Jung yang dimaksud Zheng Ming, lalu dia memberanikan diri bertanya.
"Hahahaha..., lalu siapa yang kamu cekik tadi Dan Ding? dia adalah cicit Qin Jung, dan asal kamu tahu San Ding, Qin Jung sudah sebentar lagi akan sampai disini" ucap Zheng Ming.
San Yang mendengar Qin Jung sebentar lagi sampai, dan pemuda yang di cekik nya adalah cicit Qin Jung, hal itu membuat nya berkeringat dingin.
dia masih sangat ingat jelas dimana milyaran tahun yang lalu, dia di hukum Qin Jung hanya karena masalah sepele, jika bukan karena Zheng Ming yang membujuk Qin Jung, mungkin saat ini nama San Ding hanya tinggal nama.
Whush...
tiba tiba muncul seorang pria sepuh lain nya, aura yang dia keluarkan bahkan beberapa kali lebih kuat dari aura milik Zheng Ming.
"ada apa sahabat ku? kenapa terlihat berantakan sekali?" tanya pria sepuh yang baru muncul itu, dia heran dan penasaran dengan apa yang dilihat nya, dimana banyak rumah, toko dan yang lain nya hancur berkeping keping, dan banyak yang pingsan dan muntah darah.
"sebaiknya kamu tanyakan saja pada pemuda itu!!" jawab Zheng Ming sambil menunjuk Qin Fan yang masih berusaha memulihkan dirinya.
"hormat hamba penguasa agung" ucap sekali lagi San Ding memberi hormat pada Qin Jung.
"Hemm.."
hanya itu yang keluar dari mulut Qin Jung, lalu dia menoleh pada Qin Fan, dan samar samar dia merasakan aura yang sangat familiar bagi nya, dengan penasaran, dia mendekat ke arah Qin Fan.
setelah berada dalam jarak 1 meter, Qin Jung pun bertanya, karena kondisi Qin Fan juga sudah lebih baik, sebab dia menelan pil penyembuhan.
"apa yang sebenarnya terjadi anak muda? kenapa aura yang kamu miliki itu sangat familiar bagi ku" tanya Qin Jung penasaran.
Qin Fan pun langsung menjatuhkan diri dan berlutut, lalu dia berkata.
__ADS_1
"Qin Fan memberi hormat pada leluhur Qin Jung" ucap Qin Fan dalam posisi berlutut.
Qin Jung terperanjat kaget ketika mendengar Qin Fan menyebut nama nya, "jangan membohongi ku anak muda, jangan memakai nama Qin ku, apa kamu tahu hukuman apa yang kamu terima karena membohongi ku?" ucap Qin Jung tidak percaya.
"saya tidak berani leluhur" jawab Qin Fan yang masih dalam posisi berlutut, bahkan dia tidak berani mengangkat kepala nya.
"apa yang kamu lakukan saudara Qin? apa seperti itu sikap mu pada cicit dan juga adik seperguruan mu?" tanya Zheng Ming yang menggeleng kepala nya.
Qin Jung menaikkan alisnya, sebab dia tidak mengerti maksud Zheng Ming menyebut adik seperguruan nya.
"apa maksud mu saudara Zheng?" tanya Qin Jung penasaran.
"benar saudara Qin, Qin Jung adalah cicit mu, dan juga, dia adalah adik seperguruan mu" jawab Zheng Ming.
Qin Jung masih terdiam, dia mencoba memahami kata kata Zheng Ming, beberapa saat kemudian, Qin Jung berkata.
"apa yang meyakinkan ku jika kamu adalah saudara seperguruan ku?" tanya Qin Jung yang sudah menoleh pada Qin Fan.
tanpa menjawab, Qin Fan mengeluarkan cincin yang pernah diberikan dewa kuno Yo Ko sewaktu berada di gunung pasir, tepat nya di istana ratu siluman atau ratu Yu.
ketika melihat cincin itu, Qin Jung sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, lalu dia membungkuk dan merangkul pundak Qin Fan dan memeluk nya dengan haru.
"dimana guru sekarang?" tanya Qin Jung yang sudah memeluk Qin Fan.
sementara Qin Fan yang dipeluk Qin Jung, dia sangat senang dan bahagia, sebab salah satu tugas nya sudah dia selesaikan, yaitu menemui kakak seperguruan sekaligus leluhur nya.
"saya juga tidak tahu leluhur, terakhir kali aku bersama guru 8 tahun yang lalu, hingga saat ini aku tidak tahu guru dimana" jawab Qin Fan jujur.
Qin Jung menangis mendengar itu, karena sudah sangat lama dia merindukan sosok gurunya itu, sudah 100 milyar tahun dia tidak pernah melihat gurunya, sehingga dia sangat sedih.
"terakhir kali bertemu, guru menyuruh ku menemui leluhur dan juga kakak kedua, tapi aku lupa menanyakan nama kakak kedua, sehingga aku tidak tahu harus mencari kakak kedua dimana" ucap lanjut Qin Fan.
Whush... Whush...
Long Shan dan Long Zhan muncul di depan Qin Fan dan Qin Jung, lalu kedua nya langsung berlutut memberi hormat.
"Long Shan dan Long Zhan memberi hormat pada penguasa agung dan penguasa muda" ucap kedua nya serempak.
"Long Shan, Long Zhan, apa kabar kalian?" tanya Qin Jung yang senang melihat sosok kedua artefak yang dulu selalu menemani nya itu.
"kami baik baik saja penguasa agung" jawab kedua nya.
"kenapa aku dilupakan?" tiba tiba Zheng Ming berkata dengan nada merajuk.
"Hahaha.., maafkan aku saudara Zheng, aku terlalu bahagia, karena selain bertemu dengan adik seperguruan sekaligus cicit ku, aku juga bertemu dengan kedua bawahan ku yang sudah sangat lama tidak bertemu" balas Qin Jung sambil tertawa renyah.
"hormat kami penguasa agung Zheng" ucap Long Shan dan Long Zhan.
"terima kasih Long Shan, Long Zhan, bagaimana kabar kalian?" balas Zheng Ming ramah, sebab dia juga tahu kedua artefak atau naga itu, tapi dia juga heran dengan kekuatan kedua nya, sebab Kekuatan kedua nya tidak pernah meningkat dan tetap berada di maha dewa emas putih bintang 9.
"kami baik baik saja penguasa agung Zheng" jawab kedua nya.
"saudara Zheng, kenapa kamu memanggil ku kesini? ada masalah apa?" tanya Qin Jung mengalihkan pembicaraan.
"maafkan aku saudara Qin, tujuan ku memanggil mu kesini adalah, selain membuat mu bertemu dengan adik seperguruan mu, aku juga ingin kamu tahu jika San Ding sudah lancang menyakiti ketiga cucu ku dan juga adik seperguruan mu" jawab Zheng Ming.
*****
Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...