
Waktu terus berlalu.
Tak terasa mentari pagi sudah kembali menyambut Qin Fan dan penghuni seluruh alam, nyanyian burung di pagi hari menambah ramainya kota yang disinggahi Qin Fan dan Jianjun itu.
Qin Fan lantas membuka kedua matanya dan menghentikan kultivasi, kemudian dia berdiri dan keluar dari kamar penginapan, seperti biasa, diluar kamar, Jianjun sudah menunggunya dengan sabar.
"kita lanjutkan perjalanan Jianjun!" ucap Qin Fan setelah membuka pintu kamar dan mendapati Jianjun diluar kamar.
"baik penguasa," balas Jianjun penuh hormat.
Qin Fan dan Jianjun keluar dari penginapan dan pergi ke gerbang barat kota, tidak berselang lama, keduanya sampai digerbang barat, lalu mereka keluar kota, tidak jauh dari kota, Qin Fan dan Jianjun melayang di udara dan melesat kearah barat, dimana arah sekte anggrek hitam berada.
seminggu kemudian.
setelah melakukan perjalanan selama seminggu, Qin Fan dan Jianjun kembali menemukan sebuah kota, tapi keduanya tidak mampir dan meneruskan perjalanan dengan melewati jalur lain, Qin Fan tidak ingin membuang buang waktu lebih banyak lagi dengan hal yang tidak berguna.
tidak butuh waktu lama bagi Qin Fan dan Jianjun mengambil jalan memutar dan melewati kota yang tidak ingin mereka singgahi itu, setelah melewati kota, keduanya melesat dengan kecepatan sedang.
hari demi hari Qin Fan dan Jianjun terus melayang tanpa henti, sepanjang perjalanan, Qin Fan dan Jianjun terus mengobrol.
tak terasa 2 minggu kembali telah berlalu, Qin Fan dan Jianjun saat ini sudah berada di wilayah tengah kekaisaran Cen, lebih tepatnya mereka berada disebuah hutan yang tidak jauh dari kota.
"penguasa, apa kita ke sekte anggrek hitam lebih dulu atau ke istana kekaisaran? karena saat ini istana kekaisaran hanya berjarak 1 minggu dari sini, sementara sekte anggrek hitam berjarak 10 hari," ucap Jianjun bertanya.
"tetep pada rencana awal! istana kekaisaran Cen yang terakhir, yang harus kita lakukan saat ini adalah menghancurkan semua pilar nya, dengan begitu, tidak ada lagi batu kerikil yang bisa membuat kita tergelincir dan jatuh," jawab Qin Fan yang tetap ingin menghancurkan sekte anggrek hitam lebih dulu.
"baik penguasa," jawab Jianjun patuh.
Qin Fan dan Jianjun pun masuk pergi arah gerbang kota, setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Qin Fan dan Jianjun masuk kedalam dengan santai, Qin Fan ingin mencari informasi tentang istana lebih dulu.
menurut Qin Fan, saat ini Bao Teng sudah mendengar berita tentang kematian keempat jendral nya yang dia tugaskan di kekaisaran Cen itu tewas, jadi sudah pasti Bao Teng mengirimkan jendral atau bisa jadi Bao Teng sendiri yang datang ke kekaisaran Cen.
Didalam kota, Qin Fan dan Jianjun masuk kesebuah rumah makan, lalu keduanya mengambil tempat disudut ruangan, setelah memesan makanan, Qin Fan dan Jianjun memasang telinga untuk mendengarkan obrolan para pengunjung.
"alam suci sekarang sudah tidak aman lagi, sudah tiga kali terjadi fenomena aneh, dan setiap kali fenomena aneh itu muncul, pasti ada sekte besar yang musnah, sementara pihak istana tidak melakukan apa apa," ucap salah satu pengunjung yang mengeluh dengan kondisi alam suci saat ini.
"benar saudara, dalam waktu beberapa bulan terakhir, sudah 3 kali terjadi fenomena aneh itu, dan selama beberapa terakhir ini juga, sudah ada beberapa sekte besar yang ditakuti itu musnah, bahkan 6 klan dan 2 kota juga ikut hancur, dan berita yang aku dengar, ada 4 jendral istana yang tewas juga," balas yang lain dengan serius.
"aku dengar jika penguasa agung Bao Teng sudah mengirim 4 jendral lain untuk menggantikan posisi ke 4 jendral yang menurut rumor sudah dibunuh itu," ucap yang lain.
"dari mana saudara dengar berita itu?" tanya pengunjung yang pertama.
"aku dengar dari saudara ku, saudara ku adalah seorang komandan pasukan istana," jawab pengunjung itu.
Qin Fan dan Jianjun terus mendengarkan obrolan para pengunjung itu, tapi tidak beberapa lama, pelayan tadi kembali bersama dengan beberapa pelayan lain, pesanan mereka pun diletakkan dan kembali.
"sepertinya aku merubah rencana," ucap Qin Fan yang ingin merubah rencana nya.
"lalu rencana seperti apa yang penguasa pikirkan?" tanya Jianjun ingin tahu.
__ADS_1
"aku akan mengirimkan jendral Fu An dan yang lainnya untuk mengurus masalah istana, kita berdua tetap pergi ke sekte anggrek hitam," jawab Qin Fan menjelaskan rencananya.
"aku setuju penguasa, dengan begitu, kita tidak membuang buang waktu lagi," balas Jianjun setuju, seraya menganggukkan kepala.
selesai makan dan membayar, Qin Fan dan Jianjun keluar dari rumah makan dan pergi ke gerbang barat, setelah berada diluar gerbang cukup jauh.
Whush Whush Whush..
jendral Fu An, ke 4 jendral lainnya serta ke 45 pejabat tinggi kerajaan Ning keluar dari dunia jiwa.
"penguasa," ucap ke 50 bawahan Qin Fan berlutut.
"kalian pergilah ke istana kekaisaran Cen! musnahkan Istana itu tanpa sisa! aku tidak ingin ada penjajah dan pengkhianat dibiarkan hidup," ucap Qin Fan memberi perintah.
"baik penguasa," jawab jendral Fu An dan yang lainnya, lalu mereka menghilang dari hadapan Qin Fan dan Jianjun.
selepas jendral Fu An dan yang lainnya, Qin Fan dan Jianjun juga melesat ke arah barat, dengan kecepatan sedang, keduanya melayang dan mengobrol.
*******
Disebuah dasar lembah.
atau lebih tepatnya di klan Jiao.
Patriak bangsawan Tian, bangsawan Ming, bangsawan Xiao, bangsawan Jiu dan semua tetua serta seluruh anggota keluarga bangsawan yang telah membentuk sebuah klan Jiao bersuka ria dengan berita tentang musnahnya sekte gunung mare, sekte teratai hitam dan sekte gurun pasir.
"aku sangat senang mendengar berita ini, aku juga sangat ingin bertemu dengan raja Jianjun dihutan Tolire," ucap Patriak bangsawan Tian, yang tidak lain adalah Tian Feng.
"sepertinya Patriak salah sangka," seorang pria paruh baya membalas, yang tidak lain adalah Jiao Xu, pria paruh baya yang ditolong oleh Qin Fan saat perjalanan ke hutan Tolire.
"apa maksud mu tetua Xu?" tanya Tian Feng kebingungan.
"sebenarnya yang memusnahkan sekte sekte besar itu adalah seorang pemuda, Patriak, pemuda itu adalah temannya Jiao Chin, kami pernah bertemu dan pemuda itu, dia menolong kami saat kami diserang murid murid sekte gunung mare," jawab Jiao Xu.
"jangan bercanda tetua Xu, bagaimana mungkin seorang pemuda memiliki kekuatan sebesar itu?" balas Tian Feng tidak percaya dengan menggeleng kepala.
"tetua Xu tidak sedang bercanda Patriak, kami memang pernah ditolong oleh pemuda itu, namanya Qin Fan, meski masih muda, tapi Qin Fan memiliki kekuatan yang besar, dia juga memiliki banyak pasukan yang sangat kuat," balas Jiao Le membela Jiao Xu.
"benar patriak, jika bukan karena pemuda bernama Qin Fan itu, mungkin kami sudah tewas disaat itu juga, beruntung dia datang tepat waktu," sahut yang lain, yang tidak lain adalah Jiao Wei.
Tian Feng terdiam, ketiga Patriak lainnya juga terdiam, para tetua juga ikut terdiam sehingga aula pertemuan menjadi hening.
"jika patriak masih belum percaya dengan kata kata kami, silahkan Patriak menanyakannya langsung pada murid murid yang ikut bersama kami pada saat itu!" ucap Jiao Xu membuka suara disaat terjadi hening.
"dimana pemuda bernama Qin Fan itu pergi setelah berpisah dengan kalian?" tanya Patriak bangsawan Ming, yang tidak lain adalah Ming Chun.
"saat berpisah, Qin Fan mengatakan jika dia akan pergi ke hutan Tolire, karena saat itu kami bertemu diwilayah yang tidak jauh dari hutan Tolire," jawab Jiao Xu mengingat percakapan nya dengan Qin Fan.
mereka terus membicarakan soal Qin Fan sepanjang hari, Tian Chen sangat ingin bertemu dengan Qin Fan dan membangun hubungan baik dengannya, hanya saja tidak ada yang tahu dimana Qin Fan berada.
__ADS_1
******
Di tempat lain.
10 hari telah berlalu begitu saja, Qin Fan dan Jianjun sudah berada disebuah hutan yang tidak jauh dari sekte anggrek hitam, dan hanya butuh beberapa menit bagi keduanya untuk sampai disekte itu.
Whush.. Whush.. Whush..
para bawahan dan 40 ribu pasukan keluar dari dunia jiwa.
"penguasa muda," ucap mereka semua berlutut.
"musnahkan sekte itu!" ucap Qin Fan memberi perintah sambil menunjuk ke arah sekte anggrek hitam.
"baik penguasa muda," jawab mereka patuh.
"Uurraaaa.." seru Qin Fan memberi semangat.
"Uuurraaaaaaa,"
"Uuurraaaaaaa,"
"Uuurraaaaaaa,"
seru semua bawahan dan Qin Fan menggema didalam hutan itu, lalu mereka melesat kearah sekte anggrek hitam dengan Jianjun sebagai pemimpin.
Whush.. Whush.. Whush..
satu persatu bawahan dan Qin Fan melesat kearah sekte anggrek hitam, setelah semua bawahan dan pasukan pergi, Qin Fan juga melesat kearah sekte dengan santai.
beberapa menit kemudian, sudah terdengar suara ledakan didepan gerbang sekte, yang mana bawahan dan pasukan Qin Fan sudah menyerang sekte.
Boom Boom Boom..
ledakan terus menggema didepan sekte, gerbang dan tembok sekte sudah hancur, murid murid sekte juga berhamburan keluar.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
*******
Mampir juga dikarya ku yang lain ya kak!!
Udha Up 113 Eps.
__ADS_1