Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Masalah Baru


__ADS_3

Setelah terbang selama dua hari penuh, menjelang malam, mereka sampai disebuah kota yang sangat besar menurut Qin Fan, kota itu 5 kali lebih besar dari ibu kota setiap kekaisaran yang ada di daratan rendah dan daratan tengah.


beberapa saat kemudian, kedua nya sampai di gerbang kota dan ikut mengantri masuk kedalam, tidak berselang lama, giliran kedua nya yang diperiksa.


tapi ketika para prajurit gerbang dan semua orang yang ada itu melihat Zheng Ming, mereka semua langsung berlutut dan memberi hormat, penghormatan mereka itu langsung membuat Qin Fan terkejut.


"hormat kami penguasa agung" ucap mereka semua serempak.


bukan saja terkejut, bahkan mulut Qin Fan terbuka dan ternganga, mulut nya juga membentuk huruf O melihat dan menyaksikan apa yang ada di depan nya itu.


untuk sejenak tidak ada yang berani bersuara sama sekali, sebab Zheng Ming masih belum memberi perintah pada mereka untuk bangun.


sementara itu, Qin Fan masih mencerna penghormatan semua orang yang ada di depan nya itu, setelah cukup lama Qin Fan mencerna, akhirnya dia paham, jika Zheng Ming adalah seorang penguasa agung.


tapi dia tidak tahu Zheng Ming adalah penguasa agung wilayah mana, "tetua?" panggil Qin Fan yang sudah sadar dari keterkejutan nya.


"Hehehe.., Zheng Ming hanya terkekeh melihat keterkejutan dan kebingungan Qin Fan.


"ayo masuk!! nanti aku cerita di istana" ucap Zheng Ming, lalu dia dan Qin Fan masuk kedalam kota, kota yang merupakan ibukota dari istana yang di bangun Zheng Ming.


sepanjang jalan, setia berpapasan dengan penduduk kota dan para kultivator bebas, mereka semua memberi hormat pada Zheng Ming, Zheng Ming pun hanya membalas dengan anggukkan kepala.


30 menit kemudian, mereka sampai di depan sebuah istana yang sangat besar dan juga sangat megah, kemegahan istana itu 10 kali lebih megah dari semua istana yang pernah di lihat Qin Fan.


lalu kedua nya masuk dan pergi ke aula pertemuan, disana, semua mentri, panglima dan jendral sudah berkumpul dan sedang berbincang bincang.


tapi ketika mereka lihat Zheng Ming masuk, semua langsung menjatuhkan diri dan berlutut memberi hormat pada Zheng Ming, Zheng Ming tidak menjawab, dia terus melangkah masuk hingga naik ke singgasana nya.


sementara Qin Fan berada di sebelah nya, lalu dia bersuara, "bangunlah!! hormat kalian aku terima" ucap Zheng Ming.


semua mentri, panglima dan jendral pun bangun dari bersujud, dan yang membuat mereka semua penasaran adalah Qin Fan, sebab dia duduk di sebelah Zheng Ming.


tahu akan rasa penasaran petinggi istana nya, Zheng Ming pun memperkenalkan Qin Fan pada mereka.


"kenalkan, dia adalah Qin Fan, salah satu keturunan sahabat ku, sekaligus saudara seperguruan ku" ucap Zheng Ming memperkenalkan Qin Fan, sekaligus mengaku jika Qin Fan adalah saudara seperguruan nya, padahal dewa kuno Yo Ko tidak pernah menganggap nya sebagai murid.


semua yang ada di dalam ruangan itu akhirnya paham kenapa Zheng Ming mempersilahkan Qin Fan duduk di sebelahnya, ternyata selain salah satu keturunan sahabat nya, Qin Fan juga saudara seperguruan Zheng Ming.


mereka semua tahu siapa sahabat yang di maksud Zheng Ming, sebab semua orang di dunia dewa kuno tahu persahabatan antara Zheng Ming dan Qin Jung, mereka bukan hanya bersahabat, tapi sudah seperti saudara.


"Fan'er, aku ikut aku" ucap Zheng Ming, lalu dia berdiri dan masuk kedalam istana, dan di ikuti Qin Fan dari belakang.


dan ternyata Zheng Ming pergi ke ruang kerja nya, sesampainya mereka di ruang kerja Zheng Ming, Zheng Ming mulai bercerita.


"dunia dewa kuno ini memiliki 5 penguasa, penguasa agung wilayah selatan adalah Qin Jung, wilayah barat aku sendiri, wilayah timur bernama Min Mao, wilayah Utara adalah Min Lao, adik dari Min Mao, dan wilayah tengah adalah seorang yang bernama Dong Han.


"dari lima penguasa ini, hanya kami berempat yang memiliki ikatan yang dekat, karena selain sesama saudara seperguruan, kami juga bersahabat, dan juga salah satu nya adalah adik dari Ming Mao, meski pun aku tidak dianggap murid oleh dewa kuno Yo Ko, tapi aku tetap menganggap nya sebagai guru ku"


"dan mengenai Dong Han, kami semua tidak terlalu menyukai sikap nya yang bar bar, tapi meski begitu, kami tidak ingin berperang dengan nya, sebab Qin Jung tidak ingin membuat masalah nya Dong Han"


"setiap 1000 tahun sekali kami mengadakan turnamen untuk mencari jenius muda di seluruh dunia dewa kuno, dan setiap turnamen diselenggarakan, selalu Dong Han yang menang" ucap Zheng Ming bercerita sambil tersenyum kecut.


sebab setiap kali turnamen yang di adakan, selalu saja utusan dari wilayah tengah yang memenangkan turnamen, sementara itu, keempat wilayah belum sekali pun memenangkan turnamen itu.


"tapi tampaknya kali ini akan berbeda Fan'er, sebab ada kamu yang akan mewakili wilayah selatan" ucap lanjut Zheng Ming.


"aku terus?" tanya Qin Fan yang heran.


"benar, sebulan lagi turnamen itu akan di mulai lagi, dan aku yakin Qin Jung pasti akan mendaftarkan mu sebagai perwakilan wilayah selatan, dan aku sudah tahu siapa yang memenangkan turnamen nanti" jawab Zheng Ming.


"kenapa harus aku tetua?" tanya Qin Fan yang masih memanggil Zheng Ming dengan sebutan tetua.


"karena kamu adalah keturunan Qin Jung, dan juga kamu akan menemui nya, selain leluhur mu, dia juga adalah kakak seperguruan mu, jadi tidak ada alasan bagi mu untuk menolak nya" jawab Zheng Ming sambil tersenyum.


Qin Fan dan Zheng Ming terus berbincang bincang hingga malam, lalu kedua nya keluar dari ruang kerja Zheng Ming, tapi sebelum kedua nya keluar, dari arah pintu, seorang gadis cantik berusia 22-24 tahun masuk kedalam.


"ada apa kakek memanggil ku?" tanya gadis itu pada Zheng Ming, dan ternyata dia adalah cucu dari Zheng Ming yang bernama Xue Ying.


sejenak Qin Fan terpanah dengan kecantikan gadis itu, tapi dia segera tersadar dari lamunan nya, "tetua, dimana kamar untuk ku?" tanya Qin Fan yang pura pura, sebab dia tidak ingin dekat dengan wanita mana lagi.


"kenapa terburu buru Fan'er? aku sengaja menyuruh Ying'er kesini agar dia menemani mu berkeliling istana" ucap Zheng Ming sambil tersenyum.


sementara Qin Fan hanya tersenyum kecut mendengar nya, sebab bukan seperti ini yang dia harapkan, lalu dia dengan ramah mengatakan.


"maafkan aku tetua, tapi untuk saat ini, aku ingin beristirahat" ucap Qin Fan dengan ramah dan juga sedikit tidak enak hati.


Zheng Ming tidak memaksa Qin Fan lagi setelah mendengar Qin Fan menolak, sebenarnya alasan dia ke istana nya adalah karena untuk memperkenalkan Qin Fan dengan Xue Ying, karena dia berpikir Qin Fan masih muda dan belum menikah.


dan dia berpikir jika Qin Fan dan Xue Ying bisa menikah, maka ikatan mereka semakin dekat, karena bukan hanya sebagai sahabat atau saudara seperguruan saja, tapi juga sebagai keluarga.


"baiklah Fan'er, Ying'er, antarkan Fan'er ke kamar nya!!" balas Zheng Ming.


"baik kek" jawab Xue Ying, lalu dia melanjutkan, "mari tuan, saya antar ke kamar tuan" ucap Xue Ying lembut lalu keluar.


Qin Fan pun mengikuti Xue Ying dari belakang, ibarat nya anak ayam yang mengikuti induk nya dengan patuh.


sepanjang jalan, Qin Fan dan Xue Ying tidak berbicara sama sekali, rasa canggung dan sebagainya membuat kedua nya enggan untuk membuka pembicaraan hingga mereka sampai di kamar dimana Qin Fan akan menginap.


"silahkan masuk tuan!!, ini kamar tuan" ucap Xue Ying mempersilahkan Qin Fan masuk.


"terima kasih nona" balas Qin Fan, lalu dia masuk kedalam, sementara Xue Ying kembali entah kemana.


setelah berada didalam kamar, Qin Fan lalu pergi membersihkan diri, lalu setelah itu, dia membaringkan tubuhnya diatas kasur dan menutup mata.

__ADS_1


Keesokan harinya, setelah bangun tidur dan membersihkan diri, Qin Fan berencana untuk keluar kamar, tapi sebelum dia membuka pintu kamar, seseorang dari luar sudah lebih dulu mengetuk pintu nya.


tok tok tok..


Qin Fan lalu membuka pintu kamar, dan yang mengetuk pintu kamar adalah seorang pelayan, lalu pelayan itu berkata.


"maaf tuan, penguasa agung sudah menunggu tuan di ruang makan" ucap pelayan.


"baiklah, antarkan aku ke ruang makan!!" balas Qin Fan, lalu pelayan itu membawa Qin Fan ke ruang makan.


beberapa saat kemudian, kedua nya sampai di ruang makan, disana sudah ada 5 orang yang duduk menunggu Qin Fan, kelima orang itu tidak lain adalah Zheng Ming dan keturunan nya, ada juga Xue Ying dan 2 gadis cantik lain yang juga duduk, dan seorang lagi adalah pria paruh baya, yang merupakan anak dari Zheng Ming, yaitu Zheng Tian Feng.


"selamat pagi Fan'er" ucap Zheng Ming.


"selamat pagi tetua" balas Qin Fan.


"silahkan duduk Fan'er!!" ucap Zheng Ming.


"terima kasih tetua" jawab Qin Fan, lalu dia duduk disalah satu kursi yang masih kosong.


setelah Qin Fan duduk, mereka semua mulai sarapan pagi mereka tanpa sepatah kata, sebab sudah menjadi kebiasaan mereka, yaitu jangan mengobrol disaat makan, dan aturan itu dibuat oleh Zheng Ming sendiri.


dan di acara sarapan pagi itu, Xue Ying dan kedua gadis lain yang tidak tahu siapa nama mereka itu selalu mencuri pandang pada Qin Fan, Qin Fan dan Zheng Ming pun menyadari hal itu.


tapi Qin Fan tetap bersikap biasa saja, seolah olah dia tidak tahu akan hal itu, beberapa saat kemudian, mereka semua selesai sarapan, lalu Zheng Ming memperkenalkan kedua gadis dan pria paruh baya itu.


"kenalkan ini adalah anak ku Zheng Tian Feng, dan kedua gadis cantik ini adalah Xue Yiyi dan Xue Yin" ucap Zheng Ming memperkenalkan anak dan cucu nya.


"salam tuan Feng, salam nona Yiyi, salam nona Yin, aku Qin Fan" ucap Qin Fan ramah sambil menangkupkan tangan nya.


"salam tuan Qin" balas ketiga nya.


setelah itu mereka berbincang bincang sebentar untuk lebih saling mengenal satu sama lain, sementara itu, Xue Ying, Xue Yiyi dan Xue Yin terus mencuri pandang, tapi Qin Fan tetap bersikap normal dan tidak menghiraukan ketiga gadis itu.


"Ying'er, Yu'er, Yin'er, kalian temani Fan'er berkeliling istana dan juga ibukota" ucap Zheng Ming, karena dia tahu jika ketiga cucu nya itu menyukai Qin Fan.


sementara Qin Fan tersenyum kecut mendengar apa yang diucapkan Zheng Ming, kali ini dia tidak punya pilihan lain, dan juga dia juga ingin berkeliling istana dan ibukota.


"baik kek" jawab ketiga nya.


Lalu setelah itu, Qin Fan dan ketiga gadis cantik itu berdiri dan keluar istana, karena Qin Fan ingin berkeliling ibukota lebih dulu.


setelah berada di luar istana, keempat nya lebih dulu ke alun alun kota, sepanjang jalan tidak ada yang bersuara sama sekali, mereka semua merasa canggung, dan hal itu membuat Qin Fan terasa tidak enak.


untuk menghilangkan kecanggungan mereka, Qin Fan membuka pembicaraan, "apa tidak ada yang marah jika kalian menemani ku jalan jalan?" tanya Qin Fan membuka pembicaraan.


ketiga gadis yang mengerti arah pembicaraan Qin Fan pun tersenyum dan menggeleng kepala, lalu Xue Yiyi menjawab.


"memang banyak tuan muda klan, sekte dan juga bangsawan yang mendekati kami, tapi tidak ada yang masuk dengan kategori kami sama sekali, jadi tuan tidak perlu khawatir" u


"jauhi wanita ku!!" baru juga Xue Yiyi berkata tidak ada yang marah, tiba tiba sebuah suara dari arah belakang berteriak pada mereka.


Qin Fan dan ketiga gadis itu pun berhenti melangkah dan membalikkan badan mereka untuk melihat siapa yang berteriak, dan dapat mereka lihat ada seorang pria muda dan beberapa tetua yang merupakan pengawal nya berjalan cepat ke arah mereka dengan sombong nya.


"cepat jauhi wanita ku!! atau aku akan membuat mu menyesal?" ucap pria muda itu.


"apa yang tuan muda San Wu katakan? kenapa tuan muda San Wu melarang tuan Qin mendekati kami?" tanya Xue Yin yang tidak suka dengan sikap pria muda itu.


"karena tuan putri adalah kekasih ku, dan aku tidak suka pada siapa saja yang mendekati kekasih ku" balas tuan muda San Wu.


dia adalah tuan muda sekte bukit pelangi, sudah lama dia menyukai Xue Yin, tapi Xue Yin tidak menyukai nya sama sekali, sebab sikap nya yang bar bar dan juga suka mempermainkan wanita.


"sejak kapan aku menjadi kekasih tuan muda? jangan pernah bermimpi menjadi kekasih ku, bukan nya sudah aku katakan berkali kali? aku tidak menyukai pria sombong seperti mu" balas Xue Yin marah.


Tuan muda San Wu sangat marah, tapi dia juga tidak mungkin membentak seorang tuan putri, apalagi di depan umum, dia hanya bisa menahan malu, apa lagi ucapan Xue Yin di dengar semua orang yang ada di dekat mereka.


"sudah dengarkan apa yang di katakan nona Yin? kamu bukan siapa siapa, aku sarankan sebaik nya kamu jangan mencari masalah dengan ku, karena akibat nya akan buruk" ucap Qin Fan dingin.


"bajingan, siapa kamu yang berani memerintahkan ku hah? apa kamu tidak tahu siapa aku?" bentak tuan muda San Wu.


"siapa kamu itu aku tidak tahu, dan aku tidak mau tahu, dan juga aku tidak perlu tahu, yang aku adalah kamu hanya lah pria bodoh yang mengejar sesuatu yang mustahil" balas Qin Fan mengejek.


tuan muda San Wu semakin marah dengan balasan Qin Fan, "bajingan, akan ku robek mulut mu yang busuk itu" ucap tuan muda San Wu, lalu dia menyerang Qin Fan dengan sebuah pukulan.


Booooomm..


Kraaak


Whush...


bunyi ledakan, tulang patah dan angin yang berhembus kencang disaat serangan tuan muda berbenturan pukulan api kekacauan Qin Fan, lalu mematahkan tangan nya dan membuat dia terlempar seperti peluru yang lepas dari senapan.


Booooomm..


kembali terjadi ledakan disaat tubuh tuan muda San Wu menabrak sebuah bangunan yang tidak jauh dari mereka dan menghancurkan bangunan itu.


Aaaaaaarrg aaaaaaarrg aaaaaaarrg..


teriakan tuan muda San Wu kesakitan, karena selain tangan nya patah, tubuhnya juga menabrak bangunan dengan keras, sehingga rasa sakit yang dia rasakan menjadi 2 kali lipat.


"tuan muda" panggil kelima tetua yang menjadi pengawal tuan muda San Wu sambil berlari mencari tuan muda San Wu di dalam puing puing bangunan yang sudah runtuh itu.


"jangan hiraukan aku!! cepat habisi pemuda sialan itu" bentak tuan muda San Wu pada kelima tetua.

__ADS_1


kelima tetua itu pun berhenti setelah mendengar perintah tuan muda mereka, lalu kelima nya membalikkan badan mereka dan menatap Qin Fan dengan aura membunuh yang sangat kuat.


tapi meski begitu, aura membunuh yang mereka keluarkan itu tidak cukup kuat untuk menekan Qin Fan, karena kekuatan kelima nya hanya berada di maha dewa emas Hitam bintang 3, satu ranah dibawah Qin Fan.


Qin Fan juga melindungi Xue Ying, Xue Yiyi dan Xue Yin dengan aura milik nya, sehingga ketiga gadis cantik itu tidak tertekan sama sekali.


"apa hanya segini kekuatan tetua sekte besar?" tanya Qin Fan mengejek.


kelima tetua itu terkejut melihat Qin Fan baik baik saja, padahal mereka dapat melihat kekuatan Qin Fan hanya berada di dewa giok bintang 5, tapi dia tidak terpengaruh sedikit pun dengan aura mereka berlima.


bukan hanya kelima tetua itu saja, bahkan Xue Ying, Xue Yiyi dan Xue Yin juga terkejut, tapi mereka juga merasa senang karena Qin Fan baik baik saja.


"pantas saja kamu cukup sombong anak muda, rupa nya kamu menyembunyikan Kekuatan sejati mu" ucap salah satu tetua.


"sekarang kalian berlutut dan hancurkan kultivasi kalian!! jika tidak, bahkan Patriak kalian pun tidak dapat menyelamatkan kalian" perintah Qin Fan dengan menatap tajam kelima tetua itu.


"apa kamu pikir kami takut padamu hah?" bentak tetua itu lagi.


"berisik" ucap Qin Fan, lalu dia membuat telapak tangan dan menampar tetua itu.


Booooomm..


bunyi ledakan disaat tamparan Qin Fan mengenai telak pipi tetua yang membentak Qin Fan, dan membuat nya terjungkal kebawah, semua gigi nya rontok tanpa sisa.


"apa?"


keempat tetua, ketiga cucu Zheng Ming dan semua penduduk yang melihat itu sangat terkejut, seorang kultivator ranah maha dewa emas Hitam bintang 3 terjungkal dengan keras hanya dengan sebuah tamparan.


"ini pasti ilusi" ucap salah seorang kultivator bebas tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.


sementara itu, keempat tetua yang tersisa itu sudah berkeringat dingin, mereka sudah ketakutan, tidak ada lagi yang berani membuka mulut mereka.


"hancurkan kultivasi kalian atau aku sendiri yang melakukan nya?" tanya Qin Fan sekali lagi.


"ba-baik tuan" jawab keempat nya serempak, lalu mereka menghancurkan kultivasi mereka, tapi sebelum mereka menghancurkan kultivasi mereka, Qin Fan menyuruh seorang tetua untuk lebih dulu menghancurkan kultivasi tetua yang dia tampar tadi, dan juga menghancurkan kultivasi tuan muda mereka.


tanpa membantah, mereka melakukan apa yang diperintahkan Qin Fan, lalu setelah itu, Qin Fan menyuruh mereka untuk kembali ke sekte bukit pelangi.


sekte bukit pelangi sendiri hanya berjarak 4 jam saja dari ibukota, dan sekte pelangi juga merupakan salah satu pilar wilayah timur, kekuatan Patriak mereka berada di ranah maha dewa emas Hitam bintang 6, dan mereka juga memiliki 2 leluhur yang berkekuatan maha dewa berlian putih bintang 5.


kekuatan yang sangat mengerikan bukan? tapi Qin Fan berani menyinggung mereka, Qin Fan melakukan itu bukan tanpa alasan, sebab dia memiliki dukungan yang kuat, yaitu Zheng Ming dan juga leluhur sekaligus kakak seperguruan nya.


meski pun dia sudah menduga jika sekte bukit pelangi memiliki dukungan yang kuat dari belakang, tapi Qin Fan juga memiliki dukungan yang kuat, sehingga dia berani menyinggung sekte bukit pelangi.


"ayo kita lanjutkan jalan jalan kita" ucap Qin Fan setelah kelima tetua sekte bukit pelangi dan tuan muda mereka pergi.


"baik tuan" jawab ketiga gadis itu serempak setelah sadar dari keterkejutan mereka.


sementara itu, semua penduduk dan kultivator bebas mengasihani Qin Fan, sebab dia sudah berani menyinggung sekte bukit pelangi, bukan hanya itu, bahkan tuan muda sekte mereka dibuat menjadi sampah.


Qin Fan yang mendengar ucapan mereka itu hanya tersenyum santai, sebab dia tidak terlalu memikirkan hal itu.


setelah mereka berjalan jalan selama 3 jam dan hampir tengah hari, Qin Fan membawa ketiga gadis bersaudara itu masuk ke sebuah toko perhiasan, ketiga gadis itu pun kebingungan.


"maaf tuan Qin, apa yang kita lakukan disini?" tanya Xue Ying penasaran dan juga mewakili pertanyaan kedua saudari nya.


"pilihlah yang kalian suka, aku yang akan membayar nya" jawab Qin Fan.


ketiga gadis itu merasa tidak enak hati, sebab toko yang mereka masuki adalah toko perhiasan yang menjual perhiasan yang sangat langkah dan juga harga nya melambung tinggi, dan mereka merasa jika Qin Fan tidak akan mampu untuk membayar apa yang mereka suka.


"tidak usa memikirkan soal bayaran nya, aku punya uang, jadi kalian tidak usah berpikir jika aku akan mempermalukan kalian" ucap Qin Fan yang tahu isi hati ketiga gadis cantik bersaudara itu.


lalu ketiga Xue Ying dan kedua saudara nya itu masing masing memilih barang yang mereka sukai, Xue Ying memilih Kalung, Xue Yiyi memilih anting, sedangkan Xue Yin memilih gelang.


ketiga perhiasan itu terbuat dari batu bintang tingkat tinggi, dan dilapisi dengan formasi tingkat tinggi, sehingga dipercaya dapat menghalau serangan, sebab ketiga perhiasan itu juga merupakan sebuah artefak tingkat dewa.


setelah membayar tagihan ketiga perhiasan itu, Qin Fan dan ketiga gadis itu kembali memasuki toko demi toko yang ada di ibukota itu, menjelang sore, keempatnya ingin kembali ke istana.


tapi ketika mereka keluar dari toko terakhir, yang merupakan toko pakaian, tiba tiba ada sebuah suara yang menggelegar jauh di depan mereka.


"bajingan mana yang sudah melumpuhkan kultivasi anak ku?" ucap sebuah suara dari jauh dengan sangat marah.


semua orang yang mendengar suara itu sudah tahu siapa pemilik suara yang menggelegar itu, lalu satu persatu mereka menjauh, tidak lama kemudian, muncul beberapa pria paruh baya.


"oh itu Patriak San Dong, anak muda itu telah membuat Patriak San Dong marah" ucap seorang penduduk yang tahu kejadian tadi lagi, dan dia juga mengenal pemilik suara itu, yang tidak lain adalah Patriak sekte bukit pelangi, atau Patriak San Dong.


"itu dia Patriak" ucap seorang tetua yang mengenal Qin Fan sambil menunjuk Qin Fan setelah mereka berada tidak jauh dari Qin Fan dan ketiga gadis cantik bersaudara itu.


"rupa nya kamu tidak kapok juga ya pak tua" ucap Qin Fan pada tetua yang menunjuk Qin Fan.


tetua yang disebutkan itu pun menjadi marah, dia jadi berani karena Patriak nya ada untuk melindungi nya, karena dia yakin jika San Dong dapat mengalahkan Qin Fan.


"jangan sombong anak muda!! terimalah kematian mu ditangan patriak!!" ucap tetua itu.


Qin Fan menggeleng kepala nya, lalu dia membuat telapak tangan dan menampar kepala tetua itu dan menghancurkan nya begitu saja.


Patriak San Dong semakin marah dengan hal itu, bajingan, tadi kamu sudah menghancurkan kultivasi lima tetua sekte dan juga anak ku, sekarang kamu membunuh salah satu tetua sekte, tidak ada lagi ampunan bagi mu selain kematian yang menyakitkan" ucap San Dong marah, lalu dia menyerang Qin Fan dengan sebuah serangan terkuat nya.


Booooomm...


*****


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2