
Tidak lama setelah Long Shan dan para saudara saudarinya keluar dari aula pertemuan, terdengar suara ledakan dan jerit kesakitan dari setiap bangunan yang ada, Jing Chong yang mendengar suara ledakan dan jeritan itu pun hanya bisa tertunduk dan meneteskan air mata.
kini dia tahu siapa sosok pemuda yang ada didepan nya ini, sosok pemuda ini adalah orang yang tidak boleh disinggung sama sekali, tapi dengan beraninya Jing Chong menyinggung nya, tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur, itulah kata pepatah.
"tu-tuan muda? tolong jangan bunuh mereka! mereka tidak salah, aku yang salah, silahkan hukum aku!" ucap Jing Chong merangkak mendekati Qin Fan.
"jika tahu kamu salah, kenap merek masih melakukan nya? bahkan dengan senang hati, oh iya aku lupa, putra mu yang bodoh itu pun selalu melakukan kejahatan, apa kamu pernah menghukum nya? tidak pernah bukan? malahan kamu mendukung nya," balas Qin Fan datar.
Jing Chong sudah tidak berkata apa apa, karena apa yang dikatakan Qin Fan memang benar, anak nya Jing Meng atau tuan muda Meng selalu melakukan kejahatan pada penduduk kota dan juga gadis gadis muda.
Jing Chong tahu akan hal itu, karena sering penduduk kota datang ke klan Jing untuk menuntut tuan muda Meng menikahi anak mereka yang mengandung anak tuan muda Meng.
tapi Jing Chong bukan nya menghukum tuan muda Meng atau menyuruh tuan muda Meng menikahi setiap gadis yang dia hamili, yang ada justru Jing Chong menyuruh para orang tua dari gadis gadis yang mengandung anak tuan muda Meng itu untuk menggugurkan kandungan mereka.
jika orang tua dan gadis gadis itu menolak untuk menggugurkan kandungan itu, maka Jing Chong mengancam akan membunuh mereka, sebab hanya akan membuat nama buruk bagi tuan muda Meng, lebih khusus nya klan Jing.
tidak berapa lama kemudian, Long Shan dan para saudaranya kembali dari pembersihan yang diperintahkan Qin Fan.
"bagaimana Long Shan?" tanya Qin Fan setelah Long Shan dan para saudaranya masuk kembali ke aula pertemuan.
"semua sudah kami bersihkan penguasa muda," jawab Long Shan.
"bagus," balas Qin Fan, lalu dia menoleh pada Jing Chong dan berkata.
"bagaimana pak tua Chong? sekarang kami sudah tidak memiliki apa apa lagi, apa yang akan kamu lakukan?" ucap Qin Fan tersenyum.
Booom
setelah berkata, Qin Fan mendekati Jing Chong dan memukul tepat dibawah pusar lalu menghancurkan dantian Jing Chong.
"Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg,"
teriak Jing Chong berguling ditanah karena dantian nya dihancurkan begitu saja oleh Qin Fan.
"sekarang kamu hanya sampah, itu adalah hukuman yang pantas untuk kamu," ucap Qin Fan lanjut, kemudian dia kembali menoleh pada ketujuh tetua yang setia pada Jing Chen dan berkata.
"kalian tunggu saja tetua Chen disini, aku akan menjemputnya," ucap Qin Fan pada ketujuh tetua.
"baik tuan muda," jawab mereka.
"kalian ikut dengan ku," ucap lanjut Qin Fan pada Long Shan dan yang lain nya.
"baik penguasa muda," jawab mereka, lalu Qin Fan dan para bawahan nya keluar dari aula pertemuan dan pergi ke gerbang klan.
__ADS_1
sesampainya mereka diluar gerbang, mereka melayang menjauh, lalu Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa dan memasukkan semua bawahan nya, setelah memasukkan para bawahan kedunia jiwa, Qin Fan merobek ruang menuju hutan dekat kota Wu, lalu Qin Fan masuk dan menghilang.
Whush..
Qin Fan muncul dihutan tidak jauh dari kota Wu, lalu dia berjalan ke arah gerbang kota, setelah sampai di gerbang kota dan mendapat pemeriksaan dari penjaga gerbang, Qin langsung masuk kedalam dan pergi ke restoran bambu biru.
tidak lama kemudian, Qin Fan sampai dan masuk kedalam, pelayan yang sudah mengenal Qin Fan pun bersikap sopan pada nya.
"selamat datang tuan muda," ucap pelayan ramah.
"aku ingin bertemu dengan tuan Wu, apa tuan Wu ada didalam?" tanya Qin Fan ramah.
"ada tuan muda, mari saya antar kedalam," balas pelayan, Qin Fan pun menganggukkan kepalanya, lalu dia mengikuti pelayan itu kedalam.
tidak lama kemudian, mereka Samapi di ruang kerja Wu Han, lalu pelayan itu mengetuk pintu dan mengatakan jika Qin Fan ingin bertemu dengan nya, Wu Han pun membuka pintu dan mempersilahkan Qin Fan untuk masuk.
"silahkan duduk tuan muda!" ucap Wu Han mempersilahkan Qin Fan duduk.
"terima kasih tuan Wu," balas Qin Fan, lalu dia duduk.
"aku sudah menyelesaikan masalah di klan Jing, sekarang tetua Chen sudah bisa kembali ke klan Wu dengan tenang," ucap Qin Fan menjelaskan pekerjaan nya yang sudah beres.
"baguslah jika seperti itu, tapi bagaimana dengan Patriak Jing Chong?" tanya Wu Han.
Qin Fan tidak langsung menjawab, dia menggeleng kepalanya lebih dulu, barulah Qin Fan berkata.
Wu Han menganggukkan kepalanya, dia sudah menduga jika Qin Fan akan melakukan hal itu, meski belum lama mengenal Qin Fan dan bagaimana karakternya, tapi dia sudah menduga jika Qin Fan adalah orang yang tidak suka bertele tele.
"lalu bagaimana dengan klan yang lain tuan Wu? klan mana saja yang masih berseteru?" tanya Qin Fan.
Wu Han kembali menganggukkan kepalanya, lalu dia menjawab.
"yang masih berseteru hingga saat ini adalah klan Wu dan klan Zhou, maaf tuan muda, ini adalah masalah klan kami, tapi aku akan menceritakan pada tuan muda," jawab Wu Han.
"silahkan tuan Wu! aku akan sebisa mungkin membantu," balas Qin Fan.
"sebenarnya klan Wu dan klan Zhou berseteru karena ada sebuah gunung yang memiliki batu roh dan juga batu ruang, gunung itu bernama gunung batu, gunung batu berada sebelah utara dari sini,"
"awal perseteruan adalah, pada saat itu, Patriak Wu Shin dan Patriak Zhou Lian sama sama menemukan gunung batu, dari situlah keduanya sama sama mengklaim jika gunung batu adalah milik mereka masing masing,"
"lalu terjadilah pertarungan antara keduanya, pertarungan mereka berlangsung cukup lama, dan keduanya sama sama mengalami luka serius, dari pertarungan itu, perseteruan itu masih berkelanjutan hingga sekarang,"
"gunung batu itupun belum ada yang berani mendekatinya, apalagi mengambil hasil dari gunung batu itu," ucap Wu Han menjelaskan kronologi sejak awal hingga saat ini.
__ADS_1
Qin Fan mengerutkan keningnya, karena dia merasa kedua Patriak itu bodoh, jika ingin memiliki gunung batu dan hasil yang ada didalam nya, kenapa tidak bekerja sama saja? kenapa harus berseteru?
"kenapa Patriak Wu dan Patriak Zhou tidak berkerja sama saja? bukan nya dengan bekerja sama, kedua klan sama sama bisa mengambil hasilnya?" tanya Qin Fan yang merasa bingung.
"itulah yang tidak aku mengerti tuan muda, Patriak Wu sudah mendiskusikan hal itu pada Patriak Zhou, tapi Patriak Zhou tidak mau dan tetap bersikukuh jika gunung batu hanya boleh dikelolah oleh klan Zhou," jawab Wu Han.
"terima kasih tuan Wu, aku akan sebisa mungkin untuk membantu, apa tuan Wu bisa membawa ku menemui Patriak Wu?" tanya Qin Fan.
"bisa tuan muda, tapi bagaimana dengan tetua Chen?" balas Wu Han.
"aku akan menyuruh tetua Chen ke klan Jing sekarang, setelah itu kita boleh pergi ke klan Wu, karena aku ingin tahu lebih jelas perseteruan itu," balas Qin Fan.
"baik tuan muda," jawab Wu Han.
Qin Fan dan Wu Han pun keluar dari restoran lalu pergi ke kediaman Wu Han, tidak berapa lama, keduanya sampai dikediaman, keduanya pun masuk kedalam dan langsung pergi ke kamar yang ditempati Jing Chen.
tok tok tok
Wu Han mengetuk pintu kamar, lalu Jing Chen membuka pintu kamar itu.
"salam tuan muda, tetua Wu," ucap ramah Jing Chen.
"salam tetua Chen, aku sudah menyelesaikan masalah di klan Jing, tetua bisa kembali ke klan Jing sekarang!" ucap Qin Fan menyampaikan.
"terima kasih tuan muda, aku tidak tahu harus melakukan apa untuk membalas kebaikan tuan muda," balas Jing Chen.
"tetua tidak perlu melakukan apapun, tetua cukup kembali saja ke klan Jing dan buat nama baik klan Jing kembali seperti dulu!" balas Qin Fan.
"sekarang tetua sudah boleh ke klan Jing, aku harap dimasa depan, klan Wu dan klan Jing bisa membangun hubungan yang baik" ucap Wu Han.
"aku juga berharap seperti itu tetua Wu, dan terima kasih tetua Wu sudah mau menampung ku disini," balas Jing Chen.
"maaf tetua Chen, aku tidak bisa mengantar tetua ke klan Jing, karena aku dan tuan Wu akan ke klan Wu," ucap Qin Fan.
"tidak apa apa tuan muda, dengan membantu mendamaikan aku dan Patriak Jing saja, sudah membuat ku tidak tahu harus melakukan apa untuk membalas kebaikan tuan muda," balas Jing Chen.
"baiklah tetua Chen, tetua Chen kembali lah ke klan sekarang! karena semua orang di klan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan tetua," balas Qin Fan.
"baik tuan muda," balas Jing Chen, lalu dia berpamitan kemudian keluar dari kediaman Wu Han.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...