
Setelah Xun Chong pergi, Qin Fan juga masuk kedalam kota, karena hari baru menjelang sore, Qin Fan berencana mencari kedai teh untuk menikmati secangkir teh sambil mencari informasi dari pengunjung kedai.
beberapa saat kemudian, Qin Fan menemukan sebuah kedai teh, Qin Fan pun masuk kedalam kedai teh itu.
"selamat datang di kedai teh sederhana kami tuan muda," ucap ramah pelayan.
"tolong bawakan aku teh terbaik yang kalian punya nona!" balas Qin Fan yang juga ramah.
"baik tuan muda, mohon tunggu sebentar dan silahkan mengambil tempat!" balas pelayan tersenyum, lalu dia kembali ke dapur.
sepeninggalan pelayan, Qin Fan mengambil tempat dipojok ruangan dan menunggu pesanannya datang.
ketika Qin Fan duduk, datang seorang pemuda dan duduk didepan Qin Fan, pemuda itu kemudian menatap Qin Fan dengan senyum ramah, dia lalu berkata.
"boleh aku duduk disini saudara?" tanya pemuda.
"silahkan duduk saudara, kebetulan aku tidak memiliki teman minum," balas Qin Fan ramah.
"terima kasih saudara," balas pemuda.
"sebelumnya kenalkan namaku Jiao Chin saudara," ucap pemuda yang tidak lain adalah Jiao Chin.
"aku Qin Fan saudara," balas Qin Fan yang juga menyebut nama nya.
"Qin Fan? apa saudara bukan berasal dari sini?" tanya Jiao Chin sedikit bingung dengan nama Qin Fan.
"benar saudara Jiao, aku memang bukan berasal dari sini, aku hanyalah petualang yang berasal dari wilayah selatan," balas Qin Fan dengan sedikit berbohong.
"dari selatan? sangat jauh," balas Jiao Chin menggeleng kepala, dia percaya begitu saja dengan asal usul Qin Fan.
beberapa saat kemudian, pelayan tadi datang membawa teh pesanan Qin Fan, kemudian dia meletakkan diatas meja dan kembali ke dapur.
"silahkan saudara Jiao!" ucap Qin Fan mempersilahkan Jiao Chin menyesap teh yang sudah diseduh.
"mari saudara Qin!" balas Jiao Chin.
keduanya pun menyesap teh sambil terus mengobrol, setelah teh mereka tinggal sedikit, Jiao Chin berbicara dengan serius.
"apa benar saudara dari klan Long?" tanya serius Jiao Chin.
Qin Fan tersentak dan menyemburkan minuman dari mulutnya dengan pertanyaan Jiao Chin, Qin Fan lalu menatap tajam Jiao Chin dan bersikap siaga.
"siapa kamu?" tanya balik Qin Fan dengan sorot mata yang tajam.
__ADS_1
"tenanglah saudara! aku tidak akan mencelakai saudara Qin, aku adalah murid klan Luan, jika saudara Qin ingin tahu alasan kenapa aku mengikuti saudara, kita bisa mengobrol ditempat rahasia! karena sangat berbahaya jika kita berbicara disini," balas Jiao Chin serius.
Qin Fan tidak langsung menjawab, dia masih menatap tajam Jiao Chin dan penuh selidik, Qin Fan tidak menurunkan siaga nya sama sekali, karena bagaimanapun juga, alam suci adalah tempat nya kultivator kuat, jadi dia harus bersikap siaga.
"baik, aku ikut saudara Jiao, kita pergi ke penginapan saja! bagaimana?" balas Qin Fan setelah beberapa saat.
"baik saudara," balas Jiao Chin setuju.
keduanya pun menyesap teh mereka sampai cepat, tidak berselang lama, Qin Fan dan Jiao Chin menghabiskan teh mereka, lalu Qin Fan memanggil pelayan dan membayar pesanannya, lalu setelah itu, keduanya keluar dan mencari penginapan.
tidak jauh dari kedai teh, Qin Fan dan Jiao Chin menemukan sebuah penginapan, lalu keduanya masuk dan memesan satu kamar, pelayan cukup tercengang karena Qin Fan dan Jiao Chin hanya memesan satu kamar saja.
"apa mereka berdua itu gay? sangat disayangkan, ganteng ganteng tapi gay," gumam pelayan membatin.
"jangan bilang nona berpikir aku dan saudara Qin memiliki hubungan? aku masih normal nona, tidak mungkin aku menyukai saudara Qin," ucap Jiao Chin yang melihat kecurigaan dari pelayan, dia tampak sangat kesal.
"maafkan aku tuan! aku tidak berani berpikir seperti itu," balas pelayan cepat.
Qin Fan yang mendengar itupun tidak bisa untuk tidak tertawa, tapi dia menahan tawanya, Qin Fan kemudian berkata.
"ayo saudara Jiao! kita naik ke kamar! aku sudah tidak tahan," ucap Qin Fan dengan nada seperti bencong.
"Hahaha..," pelayan itu tidak bisa menahan tawanya lagi, tawanya pecah setelah mendengar ucapan Qin Fan.
sementara pelayan tertawa, Jiao Chin justru sangat kesal karena ucapan Qin Fan, dia lalu dengan kesalnya naik ke kamar yang sudah mereka pesan.
"baik tuan muda," balas pelayan yang masih tertawa, dia lebih tidak bisa menahan tawa, pelayan itu tertawa hingga terpingkal pingkal karena Qin Fan mengatakan jika mereka ingin bersenang senang dan tidak mau diganggu.
"dasar gay," ucap pelayan yang masih tertawa.
didalam kamar, "apa yang saudara Qin lakukan? memalukan," ucap kesal Jiao Chin.
"Hahaha.. aku hanya ingin membuat pelayan itu tertawa saja saudara Jiao," balas Qin Fan tertawa.
"memalukan," ucap Jiao Chin mendengus kesal.
"sudahlah saudara Jiao! sekarang katakan tujuan saudara mengajak ku kesini!" ucap Qin Fan yang sudah serius.
Jiao Chin pun menenangkan diri dari kekesalan nya, beberapa saat kemudian, Jiao Chin mulai berkata.
"jujur saja saudara Qin, aku merupakan salah satu anggota bangsawan Tian, bangsawan yang masih setia pada penguasa agung Cen Cun," ucap Jiao Chin membuka identitas nya.
Qin Fan tercengang dengan identitas asli Jiao Chin, kini dia mengerti kenapa Jiao Chin mengikutinya.
__ADS_1
"lalu tujuan apa saudara Jiao mengikuti ku dan mengajak ku kesini?" balas Qin Fan.
"saat ini bangsawan Tian, bangsawan Xiao, bangsawan Jiu dan bangsawan Ming sedang membangun kekuatan untuk mengambil alih kekuasaan kekaisaran Cen dari Bao Teng, kami mengumpulkan semua sisa sisa murid dari klan klan yang masih setia pada penguasa agung Cen Cun, salah satunya adalah klan Long,"
"tadi aku tidak sengaja melihat saudara Qin menggunakan lencana klan Long di gerbang kota, karena itulah aku mengikuti saudara Qin ke kedai teh tadi, aku juga ingin mengajak saudara Qin untuk bergabung dengan kami," ucap Jiao Chin menjelaskan tujuannya tanpa dia sembunyikan.
Qin Fan merasa senang karena ternyata masih ada sisa sisa bangsawan dan murid klan yang selamat, dia juga tidak menyangka jika mereka sedang membangun kekuatan untuk merebut kembali kekaisaran Cen.
"lalu dimana markas kalian?" tanya Qin Fan yang tertarik.
"saat ini kami membangun sebuah klan di lembah seratus pedang, kami menamai klan baru itu dengan nama klan Jiao, bagaimana? apa saudara Qin mau bergabung bersama kami?" jawab dan tanya Jiao Chin.
"pertemukan aku lebih dulu dengan Patriak kalian! aku ingin tahu lebih jauh klan Jiao itu," jawab Qin Fan.
"baik, karena hari sudah malam, kita akan ke klan Jiao besok pagi," balas Jiao Chin.
Qin Fan dan Jiao Chin pun menutup mata untuk menyerap energi alam untuk menunggu pagi, kekuatan Jiao Chin sendiri berada di ranah penguasa alam tingkat 2 tahap puncak, dan sedikit lagi akan menerobos ke tingkat 3.
waktu terus berlalu, tak terasa mentari pagi kembali menyambut Qin Fan dan semua penghuni alam semesta, Qin Fan dan Jiao Chin pun membuka mata dan menghentikan kultivasi mereka.
Qin Fan dan Jiao Chin kemudian bergantian membersihkan diri, lalu keduanya keluar dari kamar mereka, sesampainya mereka dibawah, pelayan yang kemarin tersenyum senyum sendiri melihat mereka.
ingin membuat pelayan itu semakin tertawa, Qin Fan memeluk lengan Jiao Chin dan berkata.
"kamu memang hebat sayang, semalam aku sampai tidak kuat," ucap Qin Fan dengan suara seperti seorang bencong.
Qin Fan sengaja mengeraskan suara nya biar didengar pelayan dan semua pengunjung yang sedang sarapan dilantai dasar.
pelayan yang mendengar pun tidak bisa menahan tawa lagi, dia kembali tertawa sambil memegang perutnya.
"ada apa dengan saudara Qin?" tanya Jiao Chin yang merasa sangat kesal.
"aduh sayang, jangan marah marah dong! aku sangat kelelahan karena melayani mu semalam, gendong aku ya!" balas Qin Fan yang terus bersikap seperti seorang bencong dan memeluk lengan Jiao Chin.
ucapan Qin Fan itu bukan hanya membuat pelayan itu tertawa, tapi seluruh pengunjung yang sarapan di lantai dasar itu tertawa hingga terpingkal pingkal.
Jiao Chin yang sudah sangat kesal pun keluar dari penginapan dengan perasaan yang sangat kesal dan juga malu.
sementara Qin Fan yang melihat kekesalan Jiao Chin pun tersenyum dan menggeleng kepala, lalu dia juga menyusul Jiao Chin.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....