Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Hutan Tolire


__ADS_3

Terjadi ledakan petir berwarna hitam keemasan disaat Qin Fan menyiapkan serangannya, setelah serangan amukan halilintar siap, Qin Fan melepaskan serangan amukan halilintar itu kearah kelompok yang memakai pakaian putih 2 garis putih itu, lalu membuat mereka terlempar ke berbagai arah.


"Siapa kamu? jangan ikut campur urusan kami! cepat pergi dari sini!" bentak ketua kelompok itu dengan sorot mata yang tajam kearah Qin Fan.


"siapa aku itu tidak penting, yang penting sekarang adalah tidak akan aku biarkan murid murid klan Jiao ini terluka, apalagi sampai terbunuh, jika hal itu terjadi, aku tidak peduli kamu berasal dari mana, aku akan menghancurkan mu hingga seluruh anggota keluarga mu," balas Qin Fan yang tidak kalah tajam menatap ketua kelompok itu.


"Hahaha.. kamu hanya bocah kemarin sore dan kamu berani mengancam ku? apa kamu tidak sayang dengan nyawa mu lagi anak muda?" balas ketua kelompok tertawa, lalu dia melepaskan aura kultivasi yang asli, kemudian di ikuti lebih dari 30 orang anggotanya.


Whush.. Whush.. Whush...


satu persatu mereka melepaskan aura kultivasi asli mereka, dimana kultivasi mereka berada diranah penguasa alam tingkat 4 tahap puncak, sementara ketua kelompok itu memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 5 tahap awal.


"tidak heran kamu begitu sombong pak tua, ternyata kamu memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 5 tahap awal," balas Qin Fan santai.


melihat kekuatan itu, ke 25 murid klan Jiao dan 3 tetua mereka terkejut, pasalnya sedari tadi kelompok berpakaian putih itu hanya mengeluarkan kekuatan penguasa alam tingkat 2, sementara ketua mereka tingkat 3, tapi setelah tahu kekuatan asli mereka, para murid dan tetua klan Jiao itu sangat terkejut.


"apa sekarang kamu sudah takut anak muda? kamu salah menyinggung gunung mare anak anak muda," ucap ketua kelompok tersenyum menyeringai.


"takut kamu bilang? aku takut padamu? apa aku terlihat sedang ketakutan?" balas Qin Fan, lalu dia melambaikan tangan dan membuka gerbang dunia jiwa, lalu keluarlah para bawahannya dari dunia jiwa itu.


Whush.. Whush.. Whush..


satu persatu bawahan Qin Fan keluar dari dunia jiwa, dimulai dari Long Shan, Long Zhan, Long Fei, Long Fu, Long Heinan, Tong Xiu, Gao Ze, Shunzhi, Xuande, Wen Haong, Qian Duan, Long Qe, Ji Gang, Quan Su, Shao Mingrui, Shui Fang, Mao Tse, Xue Ying, Qiu Mu, Yu Ling, Jia Yu, Lu Xiang dan kesembilan tetua klan Lu.


setelah mengeluarkan ke 31 bawahan itu, Qin Fan kembali mengeluarkan ke 35 tetua klan Wen dan klan Qian dari dunia jiwa.


Whush.. Whush... Whush..


satu persatu ke 35 tetua itu keluar dari dunia jiwa, lalu dia kembali mengeluarkan ke 35 tetua klan Jia.


Whush.. Whush.. Whush..


"penguasa muda," ucap mereka semua berlutut memberi hormat.


"Long Shan dan kalian semua, ada yang berani bermain main dengan para saudara dan ketiga tetua dari saudara Jiao Chin, apa yang akan kalian lakukan pada mereka?" ucap Qin Fan mengitari pandangannya pada semua bawahannya.


"menguliti mereka penguasa muda," jawab cepat Wen Haong.

__ADS_1


"benar Wen Haong," jawab Qin Fan tersenyum jahat.


"Long Shan, Long Zhan, Long Fei, Long Fu, Long Heinan Tong Xiu, Gao Ze, Shunzhi, Xuande dan Long Qe, kalian bersepuluh siksa tetua mereka itu hingga dia memohon untuk dibunuh! sisanya musnahkan mereka!" perintah Qin Fan sambil menunjuk sekelompok orang berpakaian putih 2 garis hijau itu.


"baik penguasa muda," jawab ke 101 bawahannya itu serempak, lalu mereka bergerak menyerang.


"sebaiknya tetua perintahkan mereka untuk mundur! karena mereka akan terluka jika tetap berada disini," ucap Qin Fan pada salah satu tetua klan Jiao setelah para bawahannya menyerang sekelompok orang itu.


"baik tuan muda," jawab tetua itu, lalu dia memerintahkan murid murid klan Jiao itu untuk mundur.


"mundur!" seru sang tetua.


ke 35 murid klan Jiao itu pun segera mundur dan menjauh dari tempat yang akan menjadi pembantaian itu.


setelah menyerukan mundur, tetua itu dan kedua tetua lainnya mendekati Qin Fan, lalu salah satu dari mereka bertanya.


"maaf anak muda, tadi jika aku tidak salah dengar, kamu sempat menyebut Chin'er dengan sebutan saudara, apa kamu teman Chin'er?" tanya salah satu tetua.


Qin Fan menganggukkan kepalanya, lalu dia menjawab.


"benar tetua, aku Qin Fan, teman dari saudara Jiao, meski begitu, kami sudah seperti saudara," jawab Qin Fan jujur, tidak lupa dia juga menangkupkan tangannya dengan hormat.


"aku dan saudara Jiao berpisah di kota Bastiong tetua, karena aku ingin pergi ke hutan Tolire, sementara saudara Jiao melanjutkan tugasnya yang sempat tertunda," jawab Qin Fan yang masih tetap jujur.


"sempat tertunda? maksud mu tertunda seperti apa anak muda?" tanya tetua itu penuh selidik.


"apa tetua mendengar musnahnya istana kota Zhang, klan Zhang, klan Ceng, klan Zheng, kota Cao, klan Cao, klan Zuo dan klan Zhing? jika pernah, kedua kota dan keenam klan itu kami yang menghancurkan nya, karena itulah saudara Jiao tidak melakukan tugas awalnya," jawab Qin Fan menjelaskan alasan kenapa Jiao Chin tidak melakukan tugas yang dia terima.


ketiga tetua itu tidak bisa untuk tidak terkejut mendengar jawaban Qin Fan yang menjelaskan kehancuran kedua kota dan keenam klan itu, tentu saja berita tentang hancurnya kedua istana kota dan keenam klan itu sudah mereka dengar, bahkan mereka juga sudah melihatnya sendiri.


"jangan bercanda anak muda! bagaimana bisa kamu dan Chin'er yang melakukan itu semua?" ucap tetua yang lain, dia tidak percaya begitu saja saja dengan jawaban Qin Fan.


"apa aku terlihat sedang bercanda tetua? apa aku terlihat sedang bermain main dengan ucapan ku?" tanya balik Qin Fan.


keempatnya mengobrol tanpa menghiraukan pertarungan yang berada tidak jauh dari mereka itu, meski terjadi ledakan dan jerit kesakitan, tidak ada yang peduli, mereka terlalu serius mengobrol hingga lupa jika saat ini mereka berada di dekat pertarungan.


"maaf tetua, siapa mereka? dan kenapa para tetua bertarung dengan mereka?" tanya Qin Fan yang baru ingat jika saat ini para bawahannya sedang bertarung dengan sekelompok pria berpakaian putih dengan 2 garis hijau itu.

__ADS_1


"mereka adalah murid murid elite dari sekte gunung mare, sementara yang satunya adalah tetua tingkat rendah mereka, sejak dulu kami sudah bermusuhan dengan mereka, hanya saja mereka tidak tahu letak klan Jiao, jika tidak, mungkin saat ini klan Jiao sudah hancur di tangan sekte gunung mare," jawab salah satu tetua menjelaskan.


Qin Fan menganggukkan kepalanya, dia mengerti dengan jawaban tetua itu, tapi dia juga penasaran dengan awal konflik mereka.


"maaf tetua! kenapa klan dan sekte bisa bermusuhan? sungguh hal yang sangat langka," tanya Qin Fan.


"sebenarnya mereka tahu kami adalah sisa sisa dari bangsawan dan klan yang mendukung penguasa agung Cen Cun, karena disaat penyerangan itu, sekte gunung mare juga ikut menyerang istana, jadi kami saling kenal satu sama lain," jawab tetua menjelaskan lagi.


"apa mereka sekuat itu? tetua tingkat rendah saja memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 5, bagaimana dengan tetua tingkat tinggi?" gumam Qin Fan membatin, dia cukup terkejut dengan kekuatan sekte gunung mare.


"baiklah, sebaiknya tetua dan yang lainnya lanjutkan perjalanan saja! biarkan mereka yang mengurus murid murid sekte itu," balas Qin Fan.


"baik anak muda, terima kasih sudah menolong kami," jawab salah satu tetua.


"maaf tetua, jika aku boleh tahu, siapa nama tetua bertiga?" tanya Qin Fan, sebab sedari tadi dia tidak tahu nama nama mereka.


"maafkan kami anak muda! aku Jiao Xu, mereka adalah Jiao Le dan Jiao Wei," jawab Jiao Xu menyebut nama mereka.


"baik tetua Xu, semoga dimasa depan kita dapat bertemu lagi," balas Qin Fan.


"sekali lagi terima kasih anak muda, sekarang kami pamit," balas Jiao Xu, lalu dia dan ketiga tetua lainnya pergi dari hadapan Qin Fan.


setelah kepergian ketiga tetua klan Jiao itu, para bawahan Qin Fan juga sudah selesai membunuh murid murid sekte gunung mare itu, Qin Fan lalu memasukkan mereka semua kedalam dunia jiwa, tapi sebelum itu, seperti biasa, Long Shan memberikan satu buah cincin penyimpanan pada Qin Fan.


selesai memasukkan semua bawahan nya, Qin Fan melanjutkan perjalanan ke hutan Tolire, hari demi hari Qin Fan terus melayang di udara, 10 hari kemudian, akhirnya Qin Fan sampai dibagian luar hutan Tolire.


"aura disini sangat mengerikan, wajar saja jika tidak ada yang berani masuk kedalam," gumam Qin Fan membatin.


Qin Fan dapat merasakan aura mengerikan yang berasal dari hutan Tolire itu, aura itu sangat mencekam dan juga membuat Qin Fan sedikit bergidik ngeri.


"baiklah, mari kita mulai perburuannya, aku ingin tahu sekuat apa hewan buas yang menjadi penghuni hutan Tolire ini," gumamnya lanjut, lalu dia mulai masuk kedalam hutan Tolire.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih....


__ADS_2