
Saat terjadi ledakan, asap hitam sangat tebal yang menutupi pandangan semua orang, semua orang sangat penasaran apa yang terjadi di atas arena nomor satu itu.
kelima penguasa agung itu juga tidak duduk di kursi mereka, kelima nya berdiri dengan perasaan yang sangat penasaran, 20 tarikan nafas kemudian.
"apa?"
semua orang terkejut tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, sebab apa yang mereka lihat itu diluar dari ekspektasi mereka semua, terutama adalah Dong Han, mulut nya bahkan terbuka membentuk huruf O.
"tidak mungkin"
"tidak mungkin"
"tidak mungkin"
"ini pasti ilusi"
ucap Dong Han tidak percaya, sebab saat ini kondisi Fang Yuan sangat buruk, dimana Fang Yuan tersandar di dinding pelindung dengan kondisi terluka parah, mulut nya keluar darah segar, dan juga dia tidak sadarkan diri, bahkan tulang tangan nya patah, tulang tangan nya pun sampai keluar menembus kulit tangan nya.
bukan hanya Dong Han saja yang tidak percaya, keempat penguasa agung, para pejabat tinggi wilayah tengah dan semua penonton baik di kursi VVIP maupun kelas biasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
untuk sejenak, suasana sangat hening, bahkan nafas semua orang dapat di dengar dengan sangat jelas, setelah cukup lama hening, Qin Jung membuka suara dengan berteriak lantang.
"sambutlah penguasa agung kalian yang baru!!" teriak lantang Qin Jung mengagetkan semua orang.
seketika semua orang tersadar dari keterkejutan mereka, meski begitu, semua orang masih diam dan tidak ada yang bersuara sama sekali, sampai Dong Han yang pertama kali berlutut dan memberi hormat pada Qin Fan.
"Dong Han memberi hormat pada penguasa agung" ucap Dong Han dari atas tribun, suara nya dapat di dengan semua penonton yang ada, seketika semua orang juga berlutut memberi hormat pada Qin Fan.
kecuali Qin Jung, Zheng Ming, Min Mao, Min Lao, Qin Jing, Qin Hou dan keempat Patriak dari wilayah selatan, semua orang berlutut memberi hormat.
sementara itu, Qin Fan masih belum bergeming dari tempat nya, dia masih tidak percaya jika seorang penguasa agung berlutut memberi hormat pada nya, mengabaikan penghormatan semua orang, Qin Fan berjalan ke arah Fang Yuan, lalu dia memasukkan pil penyembuhan kedalam mulut Fang Yuan, lalu dia membantu menyerap pil itu.
beberapa saat kemudian, luka luka Fang Yuan sembuh semua, hanya saja dia masih belum siuman, bahkan ayah nya yang merupakan Patriak keluarga bangsawan Fang pun masih tidak berani mengangkat kepalanya.
"bangunlah!! hormat kalian aku terima" ucap Qin Fan pada semua orang, sebab tidak ada satu pun yang berani bangun sebelum Qin Fan menyuruh mereka bangun.
"terima kasih penguasa agung" jawab mereka semua.
lalu semua orang bangun dari berlutut dan kembali duduk, Qin Fan lalu membopong Fang Yuan turun dari arena, dan dia serahkan pada kelompok Fang Yuan.
"meski pun saat ini kamu bukan lagi penguasa agung, kamu tetaplah saudara kami saudara Dong" ucap Qin Jung sambil menepuk pundak Dong Han.
"hamba tidak berani penguasa agung" balas Dong Han yang sudah tidak berani duduk di kursi nya.
"sudahlah saudara Dong, gelar hanya lah sebuah nama, tapi persahabatan itu tidak membatasi siapa pun, baik seorang penguasa dan rakyat jelata, persaudaraan itu tidak memandang status" lanjut Qin Jung.
lalu Dong Han kembali duduk di kursi nya, meski begitu, dia merasa tidak enak, sebab saat ini dia bukan lagi seorang penguasa agung.
melihat wajah Dong Han yang tampak enggan untuk duduk, Zheng Ming menimpali.
"jangan terlalu dipikirkan saudara Dong, kita tetap bersaudara seperti dulu, dan akan selalu seperti itu" ucap Zheng Ming serius.
"terima kasih saudara Zheng" balas Dong Han.
kini dia sadar, jika kekuasaan bukan segala gala nya, karena selama dia menjadi penguasa, dia selalu memandang rendah orang yang tidak memiliki kekuatan, apa lagi kekayaan, dia hanya memandang seseorang dari status nya saja.
karena jika Qin Fan mengambil semua yang dia miliki, maka dia tidak akan memiliki apa apa lagi.
Di arena pertarungan.
"silahkan lanjutkan turnamen nya tuan Lu!!" ucap Qin Fan dengan ramah.
"ba-baik penguasa agung" jawab Lu Chang gugup, karena meski pun Kekuatan Qin Fan berada di bawah nya, tapi status Qin Fan saat ini membuat Lu Chang tidak berani membantah nya.
__ADS_1
lalu Lu Chang kembali melanjutkan turnamen, dimana yang bertarung selanjutnya adalah Cun Fei dan Zu Kai, wakil dari wilayah barat dan wilayah timur.
"kita lanjutkan turnamen ini, yang akan bertarung selanjutnya adalah Cun Fei, wakil dari wilayah barat, dan lawan nya adalah Zu Kai, wakil dari wilayah timur"
"aku minta kepada kedua peserta agar naik ke arena nomor dua!!" ucap Lu Chang melanjutkan turnamen, lalu Cun Fei dan Zu Kai kembali naik ke arena nomor dua, keduanya pun memulai pertarungan mereka untuk merebut satu tiket tersisa menuju final.
Booooomm Booooomm Booooomm..
terjadi ledakan disaat serangan kedua nya beradu, tampak pertarungan kedua nya sangat berimbang, sebab kekuatan mereka sama sama berada di maha dewa emas putih bintang 5.
Ditempat duduk VVIP, Qin Jing dan Qin Hou sangat senang dengan Qin Fan yang menjadi penguasa agung di wilayah tengah, sebab dengan begitu, posisi kedua nya tidak tergoyah oleh Qin Fan.
"bagus lah jika anak itu tidak lagi berada di selatan" ucap Qin Jing pelan, tapi dapat di dengan saudara nya Qin Hou.
"benar adik Jing, kita tidak perlu lagi takut posisi kita di gantikan" timpal Qin Hou.
"tapi aku masih tidak percaya jika anak itu mengalahkan maha dewa berlian putih bintang 2 dengan sangat mudah, bagaimana mungkin dia bisa melakukan nya?" ucap Qin Jing yang masih belum percaya dengan apa yang dia lihat tadi.
"aku juga sama seperti adik Jing, sampai saat ini aku masih belum percaya, tapi semua orang melihat, tidak ada kecurangan, tidak ada racun atau dia menelan pil" sahut Qin Hou.
kedua nya terus membicarakan tentang Qin Fan yang mengalahkan Fang Yuan dengan sangat mudah, meski begitu, kedua nya senang, karena Qin Fan tidak lagi menjadi ancaman buat mereka.
Disisi lain.
Qin Fan sudah duduk di bersama teman teman kelompoknya, keempat teman nya itu sangat senang dengan kemenangan Qin Fan, karena selain melaju di final, Qin Fan juga menjadi penguasa agung di wilayah tengah.
"selamat tuan muda" ucap Cen Cen senang.
"selamat tuan muda" ucap ketiga teman lain nya.
"sudahlah!! kita akan tetap menjadi teman dan saudara, dan aku harap persaudaraan kita ini akan tetap bertahan, jika salah satu dari kita mengalami masalah, jangan sungkan untuk meminta bantuan pada yang lain!!" balas Qin Fan serius.
Cen Cen dan yang lain nya merasa sangat senang, karena meski dia sudah menjadi seorang pengusaha, tapi sikap Qin Fan masih tetap sama dan tidak berubah.
Booooomm Booooomm Booooomm..
hanya dalam hitungan menit saja, kedua nya sudah bertukar ratusan jurus.
Booooomm Booooomm Booooomm..
ledakan demi ledakan terus bersautan, kadang kedua nya terpukul mundur ke belakang disaat serangan mereka beradu.
"aku tidak menyangka wilayah timur melahirkan seorang jenius seperti saudara" ucap Cun Fei memuji Zu Kai, meski begitu, dia terus menyerang dan menghindari serangan Zu Kai.
"saudara terlalu memuji, justru aku merasa senang karena mendapatkan lawan yang tangguh, sehingga bisa menambah pengalaman bertarung ku" balas Zu Kai, yang juga terus menyerang dan menghindari serangan Cun Fei.
setelah bertukar jurus selama 2 jam, dan menjelang malam, kedua nya mengeluarkan serangan terkuat mereka.
"tebasan maut" ucap Cun Fei.
"tusukan kekosongan" ucap Zu Kai.
lalu dari atas kepala Cun Fei, muncul sebilah pedang yang terbuat dari angin, kekuatan nya pun bukan main main.
dari atas kepala Zu Kai juga muncul sebuah tombak, tombak itu muncul dari kekosongan, lalu Cun Fei dan Zu Kai melepaskan serangan terkuat mereka itu.
Booooomm Booooomm Booooomm...
kembali terjadi ledakan yang memekakkan telinga, asap mengepul di arena pertarungan, semua orang sangat penasaran dengan hasil pertarungan itu.
setelah cukup lama menunggu, asap yang sangat tebal itu perlahan menghilang, dan dapat semua orang lihat jika Cun Fei dan Zu Kai sama sama tersandar di perisai pelindung dalam kondisi terluka.
mulut mereka juga memuntahkan seteguk darah, kedua nya sama sama mengalami luka berat, Cun Fei dan Zu Kai sama sama tidak bisa lagi melanjutkan pertarungan mereka.
__ADS_1
Lu Chang pun bergegas memeriksa kondisi kedua nya, dan ketika dia mendapati mereka masih hidup, Lu Chang menghela nafas lega, karena kedua nya masih hidup.
Qin Fan pun berdiri dari kursi nya dan naik kembali ke arena pertarungan, lalu dia memasukkan pil penyembuhan pada Cun Fei dan Zu Kai, lalu dia membantu mereka untuk menyerap pil itu.
tidak butuh waktu lama bagi Cun Fei dan Zu Kai untuk sembuh, kedua nya pulih seketika, hanya saja mereka masih sangat lemah.
"bawa mereka turun tuan Lu!!" perintah Qin Fan.
"baik penguasa agung" jawab Lu Ning.
lalu dia meminta teman teman dari Cun Fei dan Zu Kai agar naik ke arena dan membawa turun keduanya.
setelah Cun Fei dan Zu Kai di turunkan dari arena pertarungan, Lu Chang kembali berkata.
"karena kedua peserta kita sama sama terluka parah, sehingga kami dari pihak panitia pelaksana tidak bisa mengambil keputusan, sehingga pertarungan mereka masih akan berlanjut besok pagi setelah pertarungan kategori kelompok, dan turnamen hari ini berakhir sampai disini" ucap Lu Chang mengakhiri turnamen hari itu.
lalu satu persatu penonton pergi meninggalkan kursi mereka, sementara itu, Fang Yuan masih belum siuman, dia di bawah ke sebuah penginapan.
sebab istana yang menjadi kamar nya menginap sudah tidak di izinkan lagi, karena yang berkuasa sekarang bukan lagi Dong Han, sehingga tidak ada satu pun yang berani membawa Fang Yuan kembali ke istana.
Qin Fan dan teman teman nya pun ingin kembali ke penginapan, tapi segera mereka ditahan oleh Qin Jung.
"apa kamu tidak ingin melihat istana mu yang baru?" tanya Qin Jung sambil tersenyum senang.
Qin Fan tidak menjawab, dia juga tersenyum, lalu setelah itu dia tampak berpikir, melihat Qin Fan yang sedang berpikir, Zheng Ming menimpali.
"sudah lah Fan'er!! ayo kita ke istana lebih dulu, karena bagaimana pun juga, kamu sekarang adalah seorang penguasa yang berkuasa di wilayah tengah ini" timpal Zheng Ming.
"benar penguasa agung, sebaiknya penguasa agung ke istana saja, sekaligus penguasa agung melihat lihat isi istana" tambah Dong Han dengan sedikit membukukkan badan nya.
akhirnya mau tidak mau, Qin Fan setuju pergi ke istana, karena bagaimanapun juga, yang mereka katakan itu benar.
"baiklah, ayo iya ke istana" jawab Qin Fan.
lalu mereka semua pergi ke istana, tidak lupa juga Qin Fan mengajak keempat Patriak sekte, Qin Jing dan Qin Hou juga ikut bersama mereka.
setelah keluar dari alun alun kota, Qin Fan di minta agar naik ke sebuah kereta kuda, Qin Fan pun menurut dan menaiki kereta kuda itu, tapi dia tidak sendirian, karena Qin Jung dan Zheng Ming iku bersama nya dalam satu kereta.
sepanjang jalan, Qin Fan bertanya pada Qin Jung kenapa membuat taruhan seperti itu, Qin Jung pun menjawab apa ada nya dengan tersenyum.
beberapa saat kemudian, mereka semua sampai di depan gerbang, Dong Han pun menuntun Qin Fan dan yang lain nya ke aula pertemuan.
sesampainya di aula pertemuan, kembali Qin Fan di minta untuk duduk di singgasana, dimana singgasana yang biasa nya di duduki Dong Han.
"silahkan penguasa agung duduk di singgasana!!" ucap Dong Han penuh hormat.
tapi kali ini Qin Fan menolak, sebab dia merasa tidak enak karena ada nya Qin Jung dan Zheng Ming.
"sebaiknya kita semua duduk di tengah tengah saja, karena bagaimanapun juga, aku belum di resmikan menjadi penguasa agung, apa lagi ada leluhur dan tuan Zheng disini" balas Qin Fan sekaligus memberi alasan.
kemudian mereka semua duduk di tengah tengah aula pertemuan dan mengobrol, kadang tawa menghiasi obrolan mereka, dari situ juga Qin Jing dan Qin Hou tahu seperti apa sifat Qin Fan, dimana Qin Fan tidak haus akan kekuasaan dan kekuatan.
karena meski dia memiliki kekuatan dan kekuasaan, tapi sifat rendah hati nya membuat kedua kakak beradik itu diam diam mengagumi Qin Fan.
setelah cukup lama mengobrol, Dong Han mengantar Qin Fan ke kamar nya, dia tidak berani menyuruh pelayan yang mengantarkan Qin Fan, sebab dia sudah bersumpah akan melayani Qin Fan dengan baik.
setelah berada di dalam kamar, Qin Fan langsung membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Qin Fan membaringkan tubuhnya, sebab dia merasa lelah.
disisi lain, keempat teman kelompok Qin Fan sedang berkeliling istana, mereka sangat takjub dengan desain istana yang sangat megah itu, keempat nya tidak henti henti nya mengagumi kemegahan istana wilayah tengah.
****
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...