Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Putri Li Yun Sha


__ADS_3

Keesokan harinya, matahari pagi menyambut Qin Fan, lalu dia membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, kemudian dia melayang ke arah utara, dimana letak ibukota alam 100 surgawi.


10 hari kemudian, menjelang sore, Qin Fan sampai disebuah kota besar, lalu Qin Fan mendarat 300 meter dari gerbang dan berjalan kaki ke gerbang, beberapa saat kemudian, Qin Fan sampai di depan gerbang dan ikut mengantri.


"Minggir!! tuan putri mau lewat" tiba tiba sebuah suara dari arah belakang yang menyuruh semua orang berbaris mengantri itu untuk minggir.


semua orang lalu membalikkan badan mereka, begitu juga dengan Qin Fan, dapat mereka lihat ada iring iringan kereta kuda, kereta kuda itu semua orang mengenalnya, sebab itu adalah kereta kuda milik tuan putri, yaitu putri Li Yun Sha.


lalu semua orang bergeser dan berlutut untuk memberikan jalan untuk iring iringan kereta kuda putri Li Yun Sha, sekaligus memberi hormat padanya.


"hormat kami tuan putri" ucap semua orang, kecuali Qin Fan yang tetap berdiri.


"lancang" bentak seorang jendral yang mengawal putri Li Yun Sha, dia sangat marah, sebab Qin Fan tidak berlutut memberi hormat.


Qin Fan yang merasa dirinya di bentak pun mengerutkan kening nya, sebab dia tidak mengerti kenapa dirinya di bentak.


"cepat berlutut dan memberi hormat pada tuan putri!!" bentak sang jendral.


"maaf jendral, aku hanya akan berlutut pada kedua orang tua dan juga guru ku" balas Qin Fan tegas.


"bajingan, apa kamu tahu siapa didepan mu hah?" bentak sang jendral lagi.


"aku tidak tahu dan tidak mau tahu" balas cuek Qin Fan.


sang jendral yang mendengar jawaban Qin Fan pun semakin marah, lalu dia bersiap untuk menyerang Qin Fan.


"cukup jendral Cao!!" ucap suara dari dalam kereta, yang tidak lain adalah putri Li Yun Sha.


"tapi tuan putri, pemuda itu sudah lancang" balas sang jendral yang tidak lain adalah jendral Cao.


putri Li Yun Sha tidak menjawab, lalu dia membuka tirai penutup jendela kereta, tampaklah seorang pemuda berjubah hijau, rambut hitam panjang menjuntai kebawah, hidung mancung, kening tebal, dua bola mata yang indah dan dagu yang tegak, sehingga menambah ketampanan pemuda itu.


pemuda yang tidak lain adalah Qin Fan pun menoleh ke jendela dimana putri Li Yun Sha mengintip, dapat Qin Fan lihat seorang wanita muda bergaun merah dengan perhiasan di kepalanya.


sejenak keduanya saling menatap beberapa saat, tampak wajah merah merona terlihat di pipi putri Li Yun Sha, dia tergoda dengan ketampanan Qin Fan, dia juga merasa malu, sebab baru kali ini ada pemuda yang membuat nya terpesona.


putri Li Yun Sha pun memerintahkan kusir agar melanjutkan perjalanan mereka kedalam kota, sebab dia merasa malu di pandangi Qin Fan yang tanpa berkedip.


bukan hanya Qin Fan saja yang tidak berkedip, putri Li Yun Sha juga demikian, hal itulah yang membuat wajah nya merah merona, jantung nya pun berdetak lebih cepat dari biasa nya.


setelah melewati gerbang kota, putri Li Yun Sha tersenyum senyum sendiri.


"ada apa dengan ku? kenapa jantung berdetak lebih cepat dari biasa nya?" gumam putri Li Yun Sha kebingungan, tapi dia juga merasa senang karena bertemu dengan Qin Fan.


"kenapa kamu tidak berlutut memberi hormat anak muda?" tanya seorang pria paruh baya pada Qin Fan, sementara Qin Fan masih menatap kereta kuda yang sudah berada jauh didalam kota.


"anak muda?" panggil pria paruh itu lagi, sebab pertanyaan nya tidak di dengar Qin Fan.


"ma-maafkan aku tetua" ucap Qin Fan yang tersadar dari lamunannya.


"kenapa kamu tidak berlutut pada tuan putri?" tanya pria paruh baya lagi.


"seperti yang aku katakan tadi, aku hanya akan berlutut pada kedua orang tua dan juga pada guru ku" jawab Qin Fan mengulangi jawaban yang sama.


pria paruh baya itu pun menganggukkan kepalanya, sebab dia memaklumi prinsip Qin Fan.


setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk, Qin Fan melenggang masuk kedalam kota dengan santai.

__ADS_1


300 meter kedalam kota, Qin Fan lalu menemukan sebuah penginapan, lalu dia masuk kedalam untuk memesan kamar, tapi setelah memesan dan membayar kamar, jendral Cao masuk ke dalam penginapan itu.


"maafkan sikap ku yang tadi tuan muda" ucap jendral Cao yang sudah ramah.


melihat sikap jendral Cao yang sudah berubah menjadi ramah, Qin Fan mengerutkan keningnya, sebab dia bingung dengan jendral Cao.


"ada apa jendral?" tanya Qin Fan tanpa basa basi.


"tuan putri mengundang tuan muda ke istana kota" jawab jendral Cao ramah.


"tuan putri mengundang ku?" ucap Qin Fan sambil menunjuk dirinya sendiri.


"benar tuan muda, tuan putri mengundang tuan muda ke istana kota" jawab jendral Cao.


"maafkan aku jendral, tapi aku tidak tertarik, dan juga aku lelah sehingga aku ingin beristirahat lebih cepat" jawab Qin Fan menolak.


padahal sebenarnya Qin Fan juga ingin bertemu dengan putri Li Yun Sha, hanya saja dia ingat jika dia sudah memiliki Luo Xia, sehingga Qin Fan tidak ingin terlihat dekat dengan wanita mana pun.


mendengar jawaban Qin Fan, jendral Cao sangat geram, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa, sebab putri Li Yun Sha mengatakan jika jangan memaksa Qin Fan jika Qin Fan tidak mau.


"baiklah tuan muda, aku pamit" ucap jendral Cao yang mencoba untuk tetap ramah, padahal dia sangat kesal, lalu jendral Cao keluar penginapan dan kembali ke istana kota.


Qin Fan pun naik ke kamar nya, sesampainya dikamar, Qin Fan pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Qin Fan membaringkan tubuhnya di atas kasur yang empuk.


******


Di istana kota.


Saat ini putri Li Yun Sha mondar mandir di kamar nya, sejak pertemuan tidak sengaja dengan Qin Fan, wajah Qin Fan selalu menari nari di pikiran nya, sehingga putri Li Yun Sha sudah seperti orang gila.


karena selain wajah Qin Fan yang selalu menari nari di pikiran nya, dia juga sangat penasaran dengan nama Qin Fan, hal itulah yang membuat putri Li Yun Sha tidak tenang.


tidak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar, lalu putri Li Yun Sha berjalan ke arah pintu dan membuka pintu kamar.


"bagaimana jendral Cao? apa pemuda itu sudah kamu bawa kesini?" tanya putri Li Yun Sha yang sudah tidak sabaran untuk bertemu dengan Qin Fan.


"maafkan hamba tuan putri, pemuda itu tidak mau ikut bersama hamba" jawab jendral Cao, lalu dia menceritakan kronologi di penginapan bersama Qin Fan.


"lalu siapa nama pemuda itu?" tanya putri Li Yun Sha yang penasaran.


"maafkan hamba tuan putri, hamba lupa menanyakan nya" jawab jendral Cao yang memang lupa untuk menanyakan nama Qin Fan.


"kamu ini bagaimana jendral, tugas seperti itu saja kamu tidak becus" ucap putri Li Yun Sha yang sangat kesal, lalu dia membanting pintu dan menutup nya.


kemudian putri Li Yun Sha masuk kedalam kamar dengan membanting kaki nya seperti orang yang sedang kesal atau pun merajuk pada umum nya.


"dasar tidak becus" ucap putri Li Yun Sha yang masih tidak percaya, lalu dia membaringkan tubuhnya diatas kasur.


"apa ini yang dinamakan cinta?" ucap putri Li Yun Sha sambil tersenyum senyum sendiri.


"bodoh amat, yang penting aku menyukai nya" ucap nya lagi, lalu dia menutup mata untuk tidur, tapi sekuat apa pun putri Li Yun Sha mencoba untuk tidur, tapi tetap saja dia tidak bisa tidur, sebab bayangan wajah Qin Fan selalu menari nari di pikiran nya.


"aku harus menemuinya, jika tidak, aku bisa gila jika seperti ini terus" ucap putri Li Yun Sha, lalu dia bangun dan berjalan keluar kamar.


"antarkan aku ke penginapan pemuda itu menginap!!" perintah putri Li Yun Sha pada jendral Cao, karena jendral Cao tetap berada di depan kamar nya.


"baik tuan putri" jawab jendral Cao patuh, lalu kedua nya keluar istana dan pergi ke penginapan dimana Qin Fan menginap.

__ADS_1


beberapa saat kemudian, putri Li Yun Sha dan jendral Cao sampai di penginapan, lalu mereka menanyakan kamar Qin Fan pada pelayan, pelayan pun dengan patuh mengantar putri Li Yun Sha dan jendral Cao ke kamar Qin Fan.


Tok tok tok..


suara ketika pintu di kamar Qin Fan, sebab pelayan itu mengetuk pintu kamar nya, sementara putri Li Yun Sha dan jendral bergeser ke samping agar Qin Fan tidak melihat mereka jika dia membuka pintu kamar.


braaakk..


suara pintu terbuka, lalu menampilkan pemuda tampan yang tidak lain adalah Qin Fan.


"maaf mengganggu tuan muda, tuan putri ingin menemui tuan muda" ucap pelayan menjelaskan.


mendengar itu, Qin Fan mengerutkan keningnya, karena dia tidak menyangka putri Li Yun Sha akan ke penginapan hanya untuk bertemu dengan nya.


"lalu dimana tuan putri?" tanya Qin Fan.


"aku disini tuan muda" jawab cepat putri Li Yun Sha, lalu dia bergeser ke depan pintu.


disaat pandangan kedua nya bertemu, Qin Fan dan putri Li Yun Sha saling menatap cukup lama, entah kenapa Qin Fan pun tidak ingin melepaskan tatapan nya dari wajah putri Li Yun Sha, begitu juga sebaliknya, putri Li Yun Sha juga tidak melepaskan tatapan nya pada Qin Fan.


"maaf tuan putri, sebaiknya tuan putri cari tempat duduk!! tidak baik jika terus berdiri seperti itu" ucap jendral Cao yang membuat Qin Fan dan putri Li Yun Sha berhenti menatap satu sama lain.


"maaf karena sudah mengganggu istrahat tuan muda" ucap ramah putri Li Yun Sha.


"tidak apa apa tuan putri, silahkan masuk!!" bas Qin Fan yang juga ramah, tidak lupa dia melemparkan senyuman termanis nya, sehingga senyuman itu membuat putri Li Yun Sha semakin terhipnotis.


"terima kasih tuan muda" jawab putri Li Yun Sha, lalu dia masuk kedalam kamar bersama Qin Fan, sementara jendral Cao tetap berada di luar.


"ada apa tuan putri mencari ku malam malam begini?" tanya Qin Fan yang berpura pura tidak tahu, posisi keduanya juga sudah duduk di kursi yang ada didalam kamar.


"tidak apa apa tuan muda, aku hanya ingin bertemu saja, tapi jika aku boleh tahu, dengan siapa tuan muda ini?" jawab putri Li Yun Sha bohong, sekaligus menanyakan nama Qin Fan.


"nama ku Qin Fan tuan putri" jawab Qin Fan.


"aku Li Yun Sha, tuan muda Qin tidak usah memanggil ku tuan putri, cukup panggil saja aku Yun Sha atau Sha'er saja!!" balas putri Li Yun Sha dengan wajah yang merah merona seperti kepiting rebus.


"apa?"


ucap Qin Fan terkejut, karena awal nya dia berpikir jika putri Li Yun Sha hanyalah putri di kota yang dia singgahi itu, tapi ternyata putri Li Yun Sha adalah putri dari alam 100 surgawi.


"ada apa tuan muda?" tanya putri Li Yun Sha yang melihat Qin Fan terkejut.


"tidak apa apa tuan putri" balas Qin Fan yang masih menyebut putri Li Yun Sha dengan sebutan tuan putri.


"seperti yang aku katakan sebelumnya tuan muda, tidak usah memanggil ku tuan putri!!" ucap putri Li Yun Sha sekali lagi.


"baik Yun Sha" balas Qin Fan dengan sedikit tidak enak.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


******

__ADS_1


Putri Li Yun Sha



__ADS_2