Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Membawa Mei Lin Ke Istana


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Qin Fan sampai di penginapan dimana Mei Lin dan Heilong berada, begitu dia membuka pintu penginapan, seorang pelayan baru yang tidak mengenal Qin Fan menghampiri Qin Fan dan menyapa nya dengan hormat.


"selamat datang di penginapan kami tuan muda, apa tuan muda ingin menginap?" tanya pelayan.


"aku kesini untuk bertemu dengan Mei Lin dan Heilong, apa mereka ada?" tanya Qin Fan.


"manager Lin dan tuan muda Heilong berada di kamar mereka tuan muda" jawab pelayan.


"baiklah, tolong panggilkan mereka, katakan pada mereka jika Zhou Fan ingin bertemu dengan mereka" ucap Qin Fan.


"baik tuan muda, mohon tunggu sebentar" balas pelayan itu lalu naik ke tangga untuk memanggil Mei Lin dan Heilong.


tok tok tok..


"siapa?" tanya suara dari dalam kamar.


"saya Fei Yi manager, ada tamu yang bernama Zhou Fan ingin bertemu dengan manager" jawab Fei Yi.


mendengar nama Zhou Fan, Mei Lin langsung berdiri dan membuka pintu, "dimana tuan muda Fan?" tanya Mei Lin senang.


"tuan muda Zhou Fan berada dibawah manager" jawab Fei Yi.


Mei Lin langsung berlari turun ke lantai bawah, sementara Fei Yi bingung dengan sikap manager nya itu, sebab selama 2 tahun dia bekerja di penginapan, setahu dia jika Mei Lin selalu bersikap dingin dengan siapa saja, tapi begitu dia dengan nama Zhou Fan, dia seperti anak kecil yang di berikan boneka.


Mei Lin saat ini sudah berada di tangga, begitu dia melihat Qin Fan dari atas, dia berlari turun dengan cepat, dan tanpa aba aba dia langsung memeluk Qin Fan.


hal itu membuat beberapa pelayan baru yang tidak mengenal Qin Fan sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat, Fei Yi yang baru sampai di tangga juga terkejut dan menutup mulut nya.


baru kali ini mereka semua melihat dengan mata kepala mereka jika manager yang mereka kenal sangat dingin itu memeluk seorang pemuda yang tidak mereka kenal.


beberapa saat kemudian, Mei Lin tersadar lalu dia cepat cepat melepaskan pelukan nya, dan karena malu, Mei Lin menundukkan kepala nya dengan wajah memerah.


"ma-maafkan aku tuan muda Fan, aku terlalu senang dan terbawa suasana" ucap Mei Lin dengan menunduk dan wajah yang memerah seperti kepiting rebus.


"sudah tidak apa apa, ayo kita naik ke atas, kita berbicara di atas saja" ucap Qin Fan lembut sambil mengelus kepala Mei Lin.


tindakan Qin Fan itu membuat wajah Mei Lin semakin memerah, sementara para pelayan yang melihat hal itu hanya tersenyum, karena mereka berpikir jika Qin Fan adalah kekasih Mei Lin.


"baik tuan muda" jawab Mei Lin.


lalu kedua nya naik ke atas menuju ruang kerja Mei Lin, sesampainya mereka di atas, Mei Lin masih tetap menundukkan kepalanya karena masih malu, perlahan Qin Fan mendekati Mei Lin lalu memeluk nya.


hal itu membuat Mei Lin terkejut, tapi dia juga merasa senang karena di peluk Qin Fan, lalu Mei Lin pun membalas pelukan Qin Fan, setelah cukup lama mereka berpelukan, Qin Fan melepas pelukan nya dan duduk.


"maaf karena aku sudah meninggalkan mu begitu lama" ucap Qin Fan lembut.


"Hem.."


hanya itu yang keluar dari mulut Mei Lin, dia sangat bahagia karena rasa rindu yang selama ini mendera di hati nya dapat terobati.


"dimana Heilong? sedari tadi aku tidak melihatnya" tanya Qin Fan, karena sedari tadi Heilong tidak menampakkan batang hidungnya.


"Long'er pergi ke sekte Pedang Surga" jawab Mei Lin.


"sekte pedang surga?" tanya Qin Fan penasaran.


"benar, sudah 2 tahun Long'er menjadi murid sekte pedang surga, 2 tahun yang lalu Patriak sekte pedanh surga menginap disini, keesokan hari nya dia melihat Long'er berlatih, lalu dia tertarik untuk mengangkat Long'er menjadi murid nya, karena Long'er bakat yang tinggi" jawab Mei Lin menjelaskan.


Qin Fan hanya mengangguk paham, karena dia juga tahu jika Heilong memiliki bakat yang tinggi, dan dia juga berencana akan melatih dan mengeluarkan bakat yang di miliki Heilong.


"lalu bagaimana dengan para penduduk yang berada di luar kota?" tanya Qin Fan lagi.


"saat ini mereka sudah sejahtera, dan mereka sudah membangun tempat itu menjadi sebuah desa dan sudah di pasangi tembok untuk melindungi desa itu, dan nama desa nya adalah desa Zhou" jawab Mei Lin.


Qin Fan menggeleng kepala nya ketika mendengar nama desa itu desa Zhou, dan karena penasaran, dia berencana akan melihat nya sendiri, tapi belum sekarang, karena dia masih mempunyai urusan yang lebih penting lagi.


"baiklah, aku ingin istrahat" ucap Qin Fan lalu keluar dari ruang kerja Mei Lin dan pergi ke kamar yang dulu dia tempati.


sampai di kamar, Qin Fan membersihkan diri lebih dulu, selesai membersihkan diri, Qin Fan membuka dunia jiwa dan masuk ke dunia jiwa.


Whush...

__ADS_1


Qin Fan muncul di depan istana dunia jiwa, lalu dia berjalan masuk kedalam istana, sesampainya didalam, Qin Fan bingung apa yang akan dia lakukan, karena tidak tahu apa yang akan dia lakukan, Qin Fan pergi ke kebun herbal dan buah buah abadi nya.


sampai di kebun, Qin Fan terperangah dengan kebun yang dia miliki, dimana ratusan pohon buah buah abadi nya sudah berbuah dan sebagian nya sudah matang.


beberapa saat kemudian, Qin Fan mendapat kesadaran nya kembali, lalu dia memetik buah buah abadi yang sudah matang itu dengan jumlah ribuan, 2 jam kemudian Qin Fan sudah selesai memetik semua dan kembali ke istana.


****


3 hari telah berlalu.


Di istana kekaisaran Wei.


saat ini Guangzhong masih setia menunggu kaisar Han Ciu membawa kaisar muda Wei Zhu, beberapa saat kemudian seorang prajurit melaporkan jika rombongan kaisar Han Ciu sudah berada di aula pertemuan.


lalu Guangzhong pergi ke aula pertemuan, beberapa saat kemudian Guangzhong sampai di aula pertemuan.


"salam kaisar Ciu, salam kaisar Zhu" ucap Guangzhong menyapa mereka.


"salam kaisar Zhong" ucap kedua kaisar itu serempak.


"dimana Fan'er kaisar Zhong?" tanya kaisar Han Ciu karena tidak melihat Qin Fan.


"tuan muda sudah kembali lebih dulu ke kekaisaran Qin, karena tuan muda memiliki urusan yang lain" jawab Guangzhong.


"tapi sebelum tuan muda pergi, tuan muda berpesan jika kaisar Ciu harus membayar kompensasi sebesar 5 juta koin emas untuk pembangunan kembali ibukota dan seluruh kota yang berada di kekaisaran Wei, dan itu adalah kompensasi yang pantas untuk di bayar" ucap Guangzhong bohong.


" 500 juta koin emas? apa anak itu ingin memeras ku?" gumam kaisar Han Ciu membatin geram, terlihat wajah nya sangat jelek.


melihat wajah jelek yang di tunjukkan kaisar Han Ciu, Guangzhong tertawa didalam hati, lalu dia menambahkan.


"jika kaisar Ciu tidak mau membayar kompensasi itu, maka tuan muda yang akan mengambil nya dengan paksa, dan jika tuan muda yang mengambil paksa, maka tuan muda akan mengambil nya 10 kali lipat dari apa yang harus dibayarkan" lanjut Guangzhong berbohong.


mendengar itu wajah kaisar Han Ciu semakin jelek, sementara kaisar muda Wei Zhu tertawa di dalam hati, tapi dia juga sangat penasaran dengan sosok Qin Fan, karena Qin Fan dapat menaklukkan kekuasaan dan kesombongan kaisar Han Ciu, apa lagi masih sangat muda.


karena tidak punya pilihan lain, mau tidak mau kaisar Han Ciu membayar kompensasi yang di sebutkan Guangzhong.


"baiklah, aku akan membayar nya" ucap kaisar Han Ciu lalu mengeluarkan 1 buah cincin penyimpanan dan memberikan nya pada kaisar muda Wei Zhu, dan isi nya seperti yang di sebutkan Guangzhong, yaitu 500 juta koin emas.


sebelum Qin Fan pergi, Qin Fan sempat memberikan Guangzhong 1 buah cincin penyimpanan, yang isi nya adalah 500 juta koin emas dan menyuruh Guangzhong untuk memberikan nya pada kaisar muda Wei Zhu.


"tuan muda juga berpesan, setelah ini tidak ada lagi peperangan antara Kekaisaran, karena setiap Kekaisaran berhak untuk hidup bebas tanpa mendapat penindasan atau tekanan dari kekaisaran lain" ucap Guangzhong menambahkan dan melengkapi kebohongan nya.


hal itu membuat kaisar Han Ciu tidak bisa berkata apa apa, keangkuhan dan kesombongan nya berakhir di tangan cucu yang tidak dia anggap cucu dulu.


****


saat ini Qin Fan dan Mei Lin makan malam bersama, terlihat Mei Lin sangat senang, entah apa penyebabnya, setelah mereka selesai makan malam, Qin Fan menceritakan jati diri dan asal usul nya.


"Lin'er, kita sudah kenal cukup lama, jadi kamu sudah harus tahu jati diri aku yang sebenarnya" ucap Qin Fan.


"apa maksud tuan muda? bukan nya tuan muda Fan adalah seorang petualang yang tidak sengaja mampir di kota ini?" tanya Mei Lin.


Qin Fan menggeleng kepalanya lalu kembali berbicara.


"nama ku bukan Zhou Fan, tapi nama ku adalah Qin Fan, seorang pangeran Kekaisaran" jawab Qin Fan.


Bruuuk..


"maafkan hamba yang mulia pangeran, hamba tidak tahu jika tuan muda adalah seorang pangeran" ucap Mei Lin yang sudah jatuh berlutut.


"apa yang kamu lakukan Lin'er? ayo berdiri" ucap Qin Fan yang memegang bahu Mei Lin dan membangunkan nya.


"aku sudah menganggap mu dan Heilong adalah adik adik ku, jadi tidak usa bersikap seperti itu, dan aku berencana membawa mu dan Heilong untuk tinggal di istana, karena aku ingin semua keluarga ku berkumpul di istana, soal penginapan, aku sudah menemukan orang yang akan mengurus nya" ucap Qin Fan lembut.


Mei Lin yang mendengar jika Qin Fan hanya menganggap nya sebagai adik, hati nya sangat sakit, hati nya seperti di tusuk tusuk ribuan jarum, karena dia sudah menyimpan perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelum nya, selama ini diam diam Mei Lin mencintai Qin Fan.


Keesokan hari nya Qin Fan pergi ke gerbang kota untuk menemui Hai Yun, Qin Fan berencana menyerahkan penginapan pada Hai Yun, ketika dia sampai di gerbang, Qin Fan langsung berjalan ke arah Hai Yun.


"selamat pagi tuan Hai" ucap ramah Qin Fan.


"selamat pagi tuan muda Zhou" balas Hai Yun.

__ADS_1


"aku ingin berbicara sedikit dengan tuan Hai Yun, bisa kita berbicara sebentar?" ucap Qin Fan.


"bisa tuan, mari ikut saya ke pos" jawab Hai Yun lalu kedua nya pergi ke pos jaga, setelah sampai, kedua nya duduk.


"begini tuan Hai, aku, Lin'er dan Long'er akan pindah kota, sehingga tidak ada yang mengurus penginapan, jadi aku ingin tuan Hai yang menjadi manager di sana dan mengurus penginapan itu" ucap Qin Fan mengenai tujuan nya.


"Ahhh tuan muda paling bisa bercanda, bagaimana mungkin aku bisa mengurus penginapan, aku hanya prajurit biasa yang tidak pandai dalam hal seperti itu" jawab Hai Yun.


"tuan Hai akan bisa mengurus nya, dan aku percaya pada tuan Hai" lanjut Qin Fan.


setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Hai Yun menerima tawaran itu dan mau menjadi manager penginapan.


"baik lah tuan muda, aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan tuan muda" ucap Hai Yun.


"baiklah tuan Hai, tuan Hai sudah bisa ke penginapan besok pagi" ucap Qin Fan, lalu Qin Fan kembali ke penginapan.


Keesokan hari nya, Qin Fan dan Mei Lin sudah bersiap siap pergi ke istana, beberapa saat kemudian, Hai Yun juga sudah sampai di penginapan, lalu Mei Lin menjelaskan tugas apa saja pada Hai Yun.


setelah selesai menjelaskan semua pada Hai Yun, Qin Fan dan Mei Lin keluar dari penginapan dan menuju gerbang kota, sesampainya mereka di gerbang, Qin Fan dan Mei Lin berjalan 300 meter dari gerbang, lalu Qin Fan membuat gerakan tangan dan merobek ruang menuju ke ibukota.


Whush...


sebuah robekan ruang di atas langit tercipta, perlahan robekan itu semakin besar, lalu Qin Fan memeluk Mei Lin dan masuk ke dalam.


Whush.. Whush...


Qin Fan dan Mei Lin muncul di hutan yang berjarak 300 meter dari gerbang ibukota, lalu kedua nya berjalan ke arah gerbang, beberapa saat kemudian, Qin Fan dan Mei Lin sampai di depan gerbang dan ikut antrian, tidak lama kemudian giliran mereka yang di periksa, tapi segera semua prajurit yang mengenal Qin Fan langsung menjatuhkan diri dan berlutut.


"hormat kami yang mulia pangeran" ucap semua prajurit jaga, para para bangsawan, kultivator bebas dan masyarakat biasa yang mendengar nama pangeran dan melihat seluruh prajurit berlutut pun ikut berlutut memberi hormat pada Qin Fan.


"hormat kami yang mulia pangeran" ucap mereka serempak.


"bangunlah!! lanjutkan aktivitas kalian" ucap ramah Qin Fan.


"baik pangeran" jawab mereka, lalu Qin Fan dan Mei Lin masuk ke dalam kota, sepanjang jalan Qin Fan terus di beri hormat oleh penduduk ibukota, beberapa saat kemudian mereka sampai di gerbang kota, prajurit jaga yang melihat Qin Fan pun langsung berlutut memberi hormat dan membukakan gerbang.


lalu Qin Fan dan Mei Lin masuk ke dalam istana, tapi Qin Fan membawa Mei Lin ke aula pertemuan, karena dia tahu semua anggota keluarga nya saat ini berada di aula, begitu kedua nya masuk ke dalam aula pertemuan, Qin Fan dan Mei Lin langsung berlutut memberi hormat.


"Qin Fan memberi hormat pada ayah dan ibu" ucap Qin Fan.


"Mei Lin memberi hormat pada ayah dan ibu" ucap Mei Lin mengikuti kata kata Qin Fan.


sontak semua orang kaget mendengar Mei Lin menyebut kaisar Qin Wang Jing dan permaisuri Han Zi Yue sebagai ayah dan ibu nya, bukan hanya mereka saja, bahkan kaisar Qin Wang Jing dan permaisuri Han Zi Yue juga terkejut dan mengerutkan kening mereka.


"Fan'er, siapa gadis cantik ini?" tanya permaisuri Han Zi Yue penasaran.


"Lin'er adalah adik angkat ku bu, dan aku ingin dia juga tinggal di istana, karena aku ingin semua keluarga ku berkumpul" ucap Qin Fan menjawab.


permaisuri Han Zi Yue yang mendengar itu pun langsung berdiri dari kursi nya dan berjalan turun ke arah Mei Lin, sesampainya di dekat Mei Lin, permaisuri Han Zi Yue memeluk Mei Lin dengan penuh kasih.


beberapa saat kemudian permaisuri Han Zi Yue melepaskan pelukan nya, lalu Mei Lin bersujud mencium kaki permaisuri Han Zi Yue.


"bangun lah Lin'er, kamu sekarang adalah anak ibu, dan istana ini adalah rumah mu" ucap permaisuri Han Zi Yue lalu membawa Mei Lin masuk ke dalam dan meninggalkan aula pertemuan.


sementara kaisar Qin Wang Jing menggeleng geleng kepala nya saja, sedari dulu permaisuri Han Zi Yue ingin memiliki seorang anak perempuan lagi, tapi hingga saat ini dia belum juga hamil, sehingga dia sangat bahagia karena memiliki seorang anak perempuan lagi, itu lah yang membuat kaisar Qin Wang Jing menggeleng kepala nya.


"bagaimana dengan Kekaisaran Wei Fan'er?" tanya kaisar Qin Wang Jing.


"semua sudah beres ayah, hanya menunggu tua bangka tidak tahu diri itu membebaskan kaisar muda Wei Zhu dan mengantarnya kembali ke Kekaisaran Wei, dan saat ini Guangzhong masih berada di kekaisaran Wei" jawab Qin Fan.


"syukur jika seperti itu, dengan begini, daratan rendah ini akan hidup damai tanpa ada peperangan lagi, kecuali kekacauan yang di buat sekte sekte aliran hitam" ucap kaisar Qin Wang Jing.


"jendral Li Xiang, tolong kirimkan seorang komandan dan beberapa prajurit ke sekte pedang surga, dan beritahu adik angkat ku yang menjadi murid Patriak sekte mereka jika aku dan Lin'er sudah pindah ke istana" ucap Qin Fan memberi perintah pada jendral Li Xiang.


"baik pangeran" jawab jendral Li Xiang lalu keluar dari aula pertemuan.


"ayah, aku ingin istarahat" ucap Qin Fan lalu masuk pergi ke kamar nya.


Mei Lin


__ADS_1


__ADS_2