Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Menyerang Sekte Gurun Pasir


__ADS_3

"Jianjun, apa menurut mu tidak ada kultivator yang memiliki kekuatan seperti kita?" tanya Qin Fan, saat ini Qin Fan dan Jianjun sedang dalam perjalanan ke kota Ba Chan, hanya saja keduanya mengambil jalur memutar.


"aku tidak tahu penguasa, tapi menurut firasat ku, sudah ada kultivator yang memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 9," jawab Jianjun.


"aku juga berpikir seperti itu, karena sangat tidak mungkin jika belum ada yang mampu menembus tingkatan yang sama dengan kita," ucap Qin Fan.


"benar penguasa, para jendral dan Patriak klan saja sudah memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 8, jadi sudah pasti ada leluhur mereka atau dewa dewi yang jauh lebih tua memiliki kekuatan ini," balas Jianjun.


Qin Fan dan Jianjun terus mengobrol sepanjang perjalanan mereka, tiba tiba Qin Fan merubah rencananya, dia ingin langsung pergi ke timur dan menghancurkan sekte gurun pasir di wilayah timur.


"kita langsung ke timur saja Jianjun! karena pekerjaan kita masih banyak, apalagi jarak yang sangat jauh ini," ucap Qin Fan merubah rencana.


"baik penguasa, aku hanya mengikuti perintah.


Qin Fan mengangguk, keduanya pun mengubah arah ke timur, sambil terus melayang, Qin Fan dan Jianjun terus mengobrol sepanjang jalan.


*******


Waktu terus berlalu.


tak terasa 2 minggu sudah terlewati semenjak Qin Fan menghancurkan sekte teratai hitam, berita tentang kehancuran sekte teratai hitam juga sudah tersebar di beberapa kota yang hanya berjarak kurang dari 10 hari dari sekte itu.


semua orang bertanya tanya tentang siapa pelakunya, tapi tidak dengan sekte sekte besar dan juga klan besar, sekte sekte besar dan klan klan besar itu tahu jika yang menyerang dan menghancurkan sekte teratai hitam adalah kerajaan Ning yang berada di hutan Tolire.


meskipun tahu, mereka semua sangat penasaran dengan alasan dibalik penyerangan itu, hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan, alam suci digemparkan dengan kehancuran 2 kota, 6 klan dan 2 sekte besar.


dan yang menjadi pelaku dari penyerangan itu mengarah pada kerajaan Ning, hal itu membuat semua orang heran dan juga bingung, karena tidak biasanya kerajaan Ning mengerahkan pasukannya untuk menyerang kota, klan maupun sekte.


******


Disebuah ruangan besar.


lebih tepatnya disebuah aula pertemuan sekte, yang tidak lain adalah sekte Lonceng Cahaya, duduk seorang pria tua dengan jenggot putih panjang menjuntai kebawah, kepala pria paruh baya itu tidak ada sehelai rambut pun, pria paruh baya itu adalah Patriak sekte lonceng cahaya, atau biasa dipanggil Patriak Ming.


sekte lonceng cahaya adalah salah satu dari 3 sekte besar di alam suci, dan kedua sekte lainnya adalah sekte tombak emas dan sekte kura kura emas, kekuatan ketiga sekte itu setara dengan kekuatan gunung mare, sekte gurun pasir, sekte teratai hitam dan sekte anggrek hitam, yang tidak lain adalah 4 sekte aliran hitam.


"aku masih tidak percaya sekte gunung mare dan sekte teratai hitam musnah dalam waktu sebulan, apalagi pelakunya adalah kerajaan Ning yang ada di hutan Tolire," ucap Wu Ming, atau Patriak sekte lonceng cahaya.


"aku juga terkejut dengan informasi itu Patriak, bagaimana bisa kedua sekte itu menyinggung kerajaan Ning? padahal sudah sangat jelas bahwa kerajaan Ning tidak bisa disinggung sama sekali, bahkan pihak istana tidak berani melakukan nya," balas tetua agung sekte, yang tidak lain adalah Fu Tian.


"mungkin ada murid dan tetua dari kedua sekte itu yang melakukan perburuan di hutan Tolire dan membunuh prajurit kerajaan Ning, atau bisa jadi murid dan tetua sekte mereka mencari sumber daya lainnya dan bertemu dengan prajurit kerajaan Ning dihutan Tolire, sehingga prajurit itu dibunuh mereka, aku rasa hal itu adalah alasan yang kuat sehingga kerajaan Ning menyerang kedua sekte itu," ucap salah satu tetua tingkat tinggi berpendapat.


"aku setuju dengan tetua Chu, itu adalah alasan terkuat yang menyebabkan kedua sekte itu musnah," timpal yang lain.


bukan hanya sekte lonceng cahaya saja yang menduga duga alasan dibalik musnahnya sekte gunung mare dan sekte teratai hitam, disekte sekte besar dan klan besar lainnya, mereka semua sudah tahu atas kehancuran kedua sekte besar itu.


itu semua karena ada pasukan khusus mereka masing masing dan mengirimkan informasi melalui pesan jiwa, sehingga setiap sekte besar dan klan besar sudah mendapatkan informasi itu.


******


Ditempat lain.


seminggu kemudian., menjelang pagi, Qin Fan dan Jianjun akhirnya sampai dihutan yang merupakan perbatasan wilayah sekte gurun pasir, dinamakan sekte gurun pasir karena memang sekte itu berada di tengah tengah gurun yang luas.


dan ternyata sekte gurun pasir adalah sebuah sekte yang murid, para tetua dan Patriak nya adalah hewan langit, tanpa Qin Fan dan Jianjun tahu, ada 2 leluhur sekte yang memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 9 tahap puncak, serta 2 lainnya memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 9 tahap menengah.


meski begitu, keempat leluhur sekte gurun pasir yang merupakan hewan langit jenis naga itu berada ditempat pengasingan untuk terus meningkatkan kekuatan mereka, sehingga mereka tidak tahu jika sekte mereka saat ini dalam keadaan terancam.

__ADS_1


meski begitu, jika ada yang menyerang sekte gurun pasir, keempatnya dapat mengetahui dari pesan jiwa yang disampaikan oleh Patriak sekte gurun pasir, yang juga seekor naga hitam, kekuatan Patriak sekte berada di ranah penguasa alam tingkat 8 tahap puncak.


"aura disini lebih panas dari biasanya," ucap Qin Fan yang berada di tepi hutan yang berbatasan dengan gurun pasir yang luas itu.


"benar penguasa, mungkin karena pengaruh gurun pasir ini, sehingga aura disini lebih panas," balas Jianjun.


Qin Fan lalu mengedarkan energi es keseluruh tubuhnya untuk menetralisir aura panas itu, sementara Jianjun juga mengedarkan aura api didalam tubuhnya.


setelah merasa sudah lebih laik, Qin Fan dan Jianjun mulai berjalan ke tengah tengah gurun, dimana letak sekte gurun pasir berada, aura panas yang terdapat di gurun itu tidak mereka rasakan lagi, hanya saja kabut hitam beracun yang terdapat di gurun itu sedikit mengganggu keduanya.


"ternyata selain panas, gurun ini juga mengandung racun yang sangat kuat," ucap Qin Fan yang merasakan racun itu.


"benar penguasa, jika kultivator yang memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 7 kebawah, aku yakin kultivator itu langsung tewas disini karena racun ini," balas Jianjun yang juga merasakan kekuatan racun itu.


menjelang siang, Qin Fan dan Jianjun masih berada di gurun pasir yang panas itu, bahkan aura panas di gurun itu semakin kuat, sehingga Qin Fan terus mengedarkan aura es didalam tubuhnya, Jianjun juga terus mengedarkan aura api keseluruh tubuhnya.


"ternyata semakin panas jika semakin kedalam," ucap Qin Fan yang merasakan aura panas di gurun pasir itu semakin meningkat.


"benar penguasa, aku tidak menyangka tempat ini sangat panas, bahkan racunnya juga semakin ganas," balas Jianjun.


keduanya terus menyusuri gurun pasir itu, semakin kedalam, aura panas semakin meningkat, ditambah lagi dengan matahari yang semakin panas.


menjelang sore, Qin Fan dan Jianjun beristrahat, keduanya tidak ingin mengambil resiko karena terus berjalan, apalagi mereka tidak tahu medan disitu, Qin Fan dan Jianjun tidak ingin bertindak gegabah.


Keesokan harinya.


setelah beristirahat dan menyerap energi alam sepanjang malam, Qin Fan dan Jianjun membuka mata dan menghentikan kultivasi mereka.


keduanya lalu kembali melayang di udara dan melanjutkan perjalanan mereka, 3 jam kemudian, Qin Fan dan Jianjun merasa perubahan aura yang ada di gurun pasir itu, dimana aura panas di gurun pasir itu tidak mereka rasakan lagi.


Qin Fan dan Jianjun melihat sebuah tembok tinggi dari kejauhan, Qin Fan dan Jianjun sedikit tercengang dengan tembok yang sangat luas itu.


"ternyata sekte gurun pasir lebih besar dari kedua sekte yang sudah kita hancurkan," ucap Qin Fan.


"benar penguasa," balas Jianjun.


Qin Fan dan Jianjun pun melesat kearah sekte gurun pasir, namun baru juga beberapa puluh meter mereka melesat, tiba tiba.


Boom Boom..


Qin Fan dan Jianjun terpental kebelakang, keduanya menabrak sebuah formasi transparan sehingga mereka terpental.


"ternyata ada formasi transparan yang melindungi sekte," ucap Qin Fan yang sudah menyeimbangkan tubuhnya.


"benar penguasa," balas Jianjun.


"hancurkan perisai itu!" perintah Qin Fan.


"baik penguasa," jawab Jianjun, lalu dia kembali melayang kearah sekte, Jianjun kemudian melepaskan serangan tapak harimau kearah formasi.


Boom Boom Boom..


ledakan beruntun terjadi disaat Jianjun melepaskan serangan tapak harimau, tapi serangan yang dilepaskan Jianjun itu hanya membuat formasi itu bergetar saja, tidak ada goresan sama sekali.


"formasi yang kuat," gumam Qin Fan yang melihat Jianjun tidak bisa menghancurkan formasi itu, lalu dia melesat kearah Jianjun.


"kita serang bersama Jianjun," ucap Qin Fan.

__ADS_1


"baik penguasa," jawab Jianjun.


Qin Fan dan Jianjun pun kembali membuat gerakan tangan, Jianjun kembali menggunakan serangan tapak harimau, sementara Qin Fan mencoba jurus tapak naga api, yang mana dia mempelajari jurus itu di hutan Tolire.


"Tapak Harimau,"


"Tapak Naga Api,"


Qin Fan dan Jianjun melepaskan tapak harimau dan tapak naga api secara bersamaan.


Whush.. Whush.. Whush..


Boom Boom Boom..


kembali terjadi ledakan disaat Qin Fan dan Jianjun melepaskan serangan tapak mereka.


Kraaak Kraaak Kraaak


Boom Boom Boom..


terjadi retakan dan ledakan disaat formasi itu hancur dengan serangan Qin Fan dan Jianjun.


ketika formasi itu hancur, muncul dari dalam sekte puluhan orang kearah Qin Fan dan Jianjun.


Whush.. Whush.. Whush..


lebih dari 50 orang melesat kearah Qin Fan dan Jianjun.


"siapa kalian? kalian cukup berani menghancurkan formasi pelindung sekte," ucap salah satu pria paruh baya dengan sorot mata yang tajam, yang tidak lain adalah Patriak sekte, atau biasa dipanggil Patriak Shing.


"siapa kami? itu tidak perlu kamu tahu! yang perlu kamu tahu adalah sekte ini akan hilang dari peta kekaisaran Cen," balas Qin Fan tersenyum jahat.


"bajingan, serang dan bunuh mereka!" seru Shing Chan.


"baik Patriak," jawab para tetua sekte, lalu mereka menyerang Qin Fan dan Jianjun.


"Tapak Bayangan,"


"Tapak Harimau,"


seru Qin Fan dan Jianjun.


lalu diatas kepala Qin Fan, muncul ratusan tapak yang terbentuk dari energi biru, ratusan tapak itu juga diselimuti oleh petir emas kehitaman yang berderak derik.


Qin Fan pun melepaskan ratusan tapak itu kearah para tetua sekte gurun pasir yang sudah semakin dekat.


Jeeddeer Jeeddeer Jeeddeer


Boom Boom Boom..


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2