Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Masalah Dikota Danau Emas


__ADS_3

ketika Qin Fan berada di lantai dasar, dapat dia lihat jika ada seorang pemuda mengenakan pakaian bangsawan, serta di kawal oleh 4 tetua, kekuatan pemuda itu sendiri berada di ranah maha dewa giok emas bintang 1, sementara keempat tetua yang mengawal nya berada di ranah maha giok emas bintang 7.


Qin Fan pun berjalan melewati mereka, tapi ketika kaki Qin Fan sudah berada di pintu depan, tiba tiba sebuah suara menghentikan langkah nya.


"berhenti!!" ucap sebuah suara menghentikan Qin Fan, Qin Fan pun menghentikan langkah kaki nya, lalu dia berbalik dan menoleh pada asal suara itu, dan pemilik suara itu tidak lain adalah pemuda berpakaian bangsawan.


"maaf tuan muda, apa ada yang bisa aku bantu?" ucap ramah Qin Fan sambil menangkupkan tangan nya dengan hormat.


"aku menyukai cincin penyimpanan milik mu itu, berikan pada ku!!" ucap pemuda berpakaian bangsawan itu sambil menunjuk cincin penyimpanan yang berada di jari Qin Fan.


mendengar itu, Qin Fan mengerutkan kening nya, karena dia tidak menyangka jika pemuda itu menginginkan cincin penyimpanan milik nya.


"maafkan aku tuan muda, ini adalah cincin penyimpanan pemberian guru ku, hanya ini kenang kenangan yang tersisa dari guru" ucap menolak Qin Fan dengan berbohong jika itu adalah cincin penyimpanan milik guru nya.


"aku tidak peduli mau itu kenang kenangan atau bukan, tapi aku menginginkan cincin penyimpanan itu" balas pemuda yang tetap menginginkan cincin penyimpanan Qin Fan.


mendengar itu, Qin Fan tersenyum dan menggeleng kepala nya, sebab dia tidak habis pikir jika setiap alam yang dia injak, pasti saja ada orang yang bersikap sombong dan mengambil paksa apa yang bukan menjadi milik mereka.


"maaf tuan muda, aku tidak akan memberikan nya" balas Qin Fan yang tetap menolak.


"bajingan, tangkap dia!!" perintah pemuda pada salah satu tetua pengawal nya.


"baik tuan muda" balas tetua itu, lalu dia maju beberapa langkah ingin melepaskan serangan pada Qin Fan.


tapi sebelum dia dapat melepaskan serangan, Qin dengan secepat kilat sudah berada di dekat tetua itu, lalu Qin Fan menampar pipi sebelah kanan dan melemparnya keluar dari penginapan.


Booooomm..


bunyi ledakan disaat tubuh tetua itu menghantam dinding penginapan dan menghancurkan nya.


"apa?"


ucap tuan muda dan ketiga tetua lain nya, mereka terkejut karena salah satu tetua yang berkekuatan maha dewa giok emas bintang 7 tapi di kalahkan hanya dengan satu tamparan saja dari Qin Fan.


"cepat serang dia!!" perintah pemuda pada ketiga tetua lain nya, sebab dia sudah tersadar dari keterkejutan nya.


ketiga tetua itu pun bergerak menyerang Qin Fan.


Booooomm Booooomm Booooomm...


terjadi ledakan disaat serangan Qin Fan dan ketiga tetua itu beradu.


Whush... Whush... Whush... Whush...


Qin Fan dan ketiga tetua itu sama sama terlempar mundur ke belakang dan menabrak bangunan yang berada tidak jauh dari penginapan, bahkan penginapan itu sudah hancur berkeping keping.


"ternyata bajingan kecil ini sangat kuat" ucap salah satu tetua, sebab dia merasakan tangan nya kebas.


"benar saudara Jiu, pemuda ini bukan orang sembarangan, karena di usia nya masih sangat muda, tapi sudah memiliki kekuatan yang tinggi" timpal tetua yang lain.


Disisi lain.


Qin Fan juga merasakan tangan nya kebas, sebab tiga tetua yang berkekuatan dua tahap di atas nya menyerang bersama, sehingga Qin Fan juga terlempar jauh, di tambah lagi dengan dia tidak menggunakan kekuatan penuh nya.


Whush...


aura maha dewa giok emas bintang 5 keluar dari tubuh Qin Fan, karena dia tidak ingin bermain main lagi, Qin Fan tahu jika lawan nya kali ini cukup merepotkan, melawan tiga kultivyyang berkekuatan dua tahap di atas merupakan lawan yang tangguh.


jika itu orang lain, mungkin dia sudah akan ketakutan dan mengompol di celana, tapi tidak dengan Qin Fan, dia tetap melawan nya, meski pun peluang menang hanya 50:50.

__ADS_1


lalu Qin Fan menyerang tiga tetua itu dengan tapak bayangan.


"tapak bayangan"


ucap Qin Fan, lalu muncul 30 tapak berukuran cukup besar dari kekosongan, Qin Fan pun mengirimkan elemen petir surgawi dan juga api surgawi ke dalam 30 tapak itu, merasa cukup untuk mengalirkan kekuatan nya, Qin Fan melepaskan 30 tapak itu pada ketiga tetua.


ketiga tetua pun tidak tinggal diam, mereka juga menyiapkan sebuah serangan untuk menghadang serangan tapak Qin Fan, ketiga tetua itu menyatukan kekuatan mereka, lalu muncul tiga buah tinju yang sangat besar.


Whush... Whush... Whush.... Whush...


Booooomm Booooomm Booooomm...


kembali ledakan besar terjadi di saat 30 tapak milik Qin Fan dan 3 tinju milik tiga tetua itu beradu, bangunan bangunan yang berjarak 100 meter pun hancur tidak tinggal sisa.


Whush... Whush... Whush... Whush...


kembali Qin Fan dan ketiga tetua itu terlempar jauh ke belakang.


ukhuk ukhuk...


ketiga tetua itu memuntahkan darah dari mulut mereka, tubuh mereka juga sudah mengalami luka dalam, pakaian mereka juga compang camping akibat ledakan.


Disisi Qin Fan, dia juga tidak lebih baik dari ketiga tetua, Qin Fan juga sudah mengalami luka dalam, yang meski pun tidak terlalu parah, tapi Qin Fan juga memuntahkan seteguk darah dari mulut nya.


"aku masih lemah" keluh Qin Fan yang merasa masih sangat lemah.


Qin Fan lalu menelan pil penyembuhan, kemudian dia kembali berdiri tanpa menyerap pil itu, lalu Qin Fan kembali bersiap untuk bertarung jarak dekat, ketiga tetua itu pun sudah siap bertarung jarak dekat, dan akhirnya pertarungan jarak dekat Lin terjadi.


Booooomm Booooomm Booooomm..


terjadi ledakan demi ledakan terus menggema didalam kota danau emas, Qin Fan dan ketiga tetua itu terus bertukar serangan, kadang mereka terpukul mundur.


Booooomm Booooomm Booooomm...


Booooomm Booooomm Booooomm...


kembali ledakan besar terjadi dan sekali lagi melemparkan Qin Fan dan ketiga tetua itu.


tapi kali ini Qin Fan sudah tidak terlempar terlalu jauh, sebab dia sudah menelan pil penyembuhan, sehingga luka dalam yang sebelumnya dia alami sudah tidak mempengaruhi tubuh nya.


tapi berbeda dengan ketiga tetua itu, ketiga nya mengalami luka dalam semakin parah, sebab ketiga nya tidak memiliki pil penyembuhan.


melihat ada nya kesempatan, Qin Fan langsung menyerang mereka dengan tapak bayangan lagi.


Booooomm Booooomm Booooomm...


tubuh ketiga tetua itu sekali lagi di kirim terbang oleh tapak bayangan Qin Fan, serangan itu juga sekaligus mengakhiri hidup ketiga tetua tersebut.


setelah memastikan ketiga tetua itu sudah terbunuh, Qin Fan melayang dengan cepat dan mengambil cincin penyimpanan milik mereka, lalu dia mencari cari keberadaan pemuda yang mencari masalah dengan nya.


tapi sayang nya, pemuda itu sudah kabur lebih dulu, mungkin karena dia sudah menduga jika ketiga tetua yang mengawal nya akan kalah, sehingga pemuda itu memutuskan untuk melarikan diri.


"siapa yang membuat kekacauan di kota ku hah?" tiba tiba sebuah suara menggema di atas langit kota.


para kultivator bebas, penduduk dan pedagang yang berada di sekitar situ hanya diam saja, karena mereka sudah tahu siapa pemilik suara itu, dia adalah tuan kita danau emas, yang bernama Song Conghui.


setelah kemunculan tuan kota Song, para jendral dan prajurit kota pun sampai, mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat, dimana lebih dari ratusan rumah dan toko yang hancur karena terkena ledakan.


"siapa yang melakukan pertarungan di dalam kota danau emas?" bentak tuan kota Song, dia sangat marah, sebab ada yang berani membuat kekacauan di dalam kota.

__ADS_1


"4 tetua klan Li dan pemuda itu tuan kota" ucap salah satu kultivator bebas yang menjadi saksi mata.


tuan kota Song pun menoleh pada Qin Fan, dia menatap tajam Qin Fan, tapi Qin Fan bersikap biasa saja, karena dia tahu jika dia hanya membela diri.


"maafkan aku tuan kota, aku terpaksa bertarung melawan mereka" ucap Qin Fan dengan sangat hormat, tidak lupa juga dia menangkupkan tangan nya.


"semua keputusan ada di pengadilan, prajurit? bawa dia ke pengadilan!!" perintah tuan kota Song dengan kemarahan yang masih menyala nyala.


"kalian bersepuluh, kalian juga ikut sebagai saksi mata" ucap lanjut tuan kita sambil menunjuk kultivator yang tadi beserta 9 orang lain nya.


tidak lama kemudian, Qin Fan dan yang lain nya sampai di aula aula penghakiman, dan yang menjadi hakim adalah tuan kota Song sendiri, sementara itu, Qin Fan di ikat agar tidak melarikan diri.


"siapa nama mu? dan jelaskan kenapa kamu membuat kekacauan dikota ku?" ucap tuan kota menyuruh Qin Fan menyebut nama dan alasan nya.


"nama ku Mu Fan tuan kota" ucap Qin Fan yang menggunakan nama klan Mu.


"apa?"


ucap tuan kota terkejut ketika Qin Fan menyebut nama klan Mu, tali dia tidak percaya begitu saja, dan karena ingin membuktikan ucapan Qin Fan, tuan kota Song menyuruh Qin Fan membuktikan jika dia berasal dari klan Mu.


"coba buktikan jika kamu memang berasal dari klan Mu!!" ucap tuan kota yang sudah sedikit rendah nada suara nya.


Qin Fan pun tanpa segan mengeluarkan lencana perak pemberian tetua Mu Tian pada nya, tuan kota Song yang melihat lencana itu tentu sangat mengenal nya, karena pemilik lencana perak adalah orang yang memiliki posisi di klan, meski pun hanya sebagai tetua tingkat rendah.


"maafkan aku tetua, aku tidak mengenal tetua" ucap tuan kota Song yang sudah merubah panggilan nya, dia memanggil Qin Fan tetua, sebab Qin Fan memegang lencana perak.


lalu dia berjalan dengan sopan ke arah Qin Fan, kemudian dia sendiri yang membuka tali yang melilit di tubuh Qin Fan.


para tetua, murid serta anggota klan Mu sendiri memiliki lencana masing masing, dimana lencana emas di pegang oleh Patriak, tetua agung serta tetua tingkat tinggi.


lencana perak di pedang oleh tetua tingkat rendah, lencana perunggu di pegang oleh murid dan anggota klan Mu, sehingga tuan kota Song berpikir jika Qin masalah salah satu tetua tingkat rendah klan Mu.


"tidak apa apa tuan kota, justru aku yang meminta maaf karena sudah membuat kekacauan di kota danau emas" balas Qin Fan ramah.


"jika aku boleh tahu, dengan siapa tetua bertarung?" tanya tuan kota Song yang penasaran.


"aku juga tidak mengenal mereka tuan kota, karena ketika aku ingin keluar penginapan dan jalan jalan, tiba tiba seorang pemuda menahan ku, lalu dia menginginkan cincin penyimpanan milik ku, dan sudah pasti aku menolak nya, tapi pemuda itu memaksa untuk mengambil dari ku, sehingga dia memerintahkan 4 tetua nya untuk menyerang ku" jawab Qin Fan menjelaskan dengan rinci.


tuan kota Song yang mendengar itu menjadi sangat marah, karena dia sudah tahu siapa pemuda yang di maksud Qin Fan, siapa lagi jika bukan tuan muda klan Hu, yang bernama Hu Ming.


"apa yang pemuda itu adalah Hu Ming?" tanya tuan kota pada kultivator dan 9 orang lain nya yang menjadi saksi.


"benar tuan kota, dia adalah tuan muda Hu Ming" jawab salah satu dari mereka.


"bajingan itu selalu membuat onar di kota ku" ucap geram tuan kota Song.


meski begitu, tuan kota Song juga tidak bisa berbuat apa apa, sebab klan Hu juga merupakan salah satu klan yang tidak bisa di singgung oleh tuan kota Song, karena klan Song tidak dapat mengimbangi kekuatan klan Hu, maka nya tuan muda Klan Hu atau Hu Ming itu sesuka hati membuat onar di kota danau emas.


melihat kemarahan tapi tidak dapat berbuat apa apa, Qin Fan sudah menduga jika tuan kota Song tidak bisa menangkap Hu Ming, Qin Fan berpikir jika klan Hu lebih kuat dari klan Song, sehingga tuan kota Song tidak bisa berbuat apa apa.


"jika tuan kota mengizinkan aku meratakan klan Hu, maka dengan senang hati aku akan melakukan nya, sebab dia sudah berani mengganggu dan juga berniat membunuh ku" ucap Qin Fan yang seolah tahu dengan isi kepala tuan kota Song.


"benarkah?" tanya tuan kota Song cepat, karena sejak dulu, dia sangat ingin klan Hu itu hancur.


"benar tuan kota, tuan kota cukup memberitahu dimana letak klan Hu, besok pagi klan itu sudah hilang dari peta kota danau emas" jawab Qin Fan serius.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2