
"benar tuan muda, Patriak Han Chee dan murid murid klan Han lain nya sudah pergi ke klan Ling 5 hari yang lalu, menurut perhitungan ku, 5-6 hari lagi baru mereka sampai di klan Ling" jawab Qing Yong.
"begitu ya?" tanya Qin Fan sambil menganggukkan kepalanya sambil mengelus jenggotnya yang belum tumbuh.
"eeehhh ternyata aku belum memiliki jenggot" ucap Qin Fan terkekeh.
Qing Yong, tetua Mu Tian dan semua orang yang ada itu tertawa melihat sikap Qin Fan yang kekanak-kanakan.
"apa tetua bisa menebak dimana mereka sekarang?" tanya Qin Fan.
"jika aku tidak salah menghitung, saat ini Patriak Han Chee dan pasukan nya sudah berada di hutan 100 pedang tuan muda" jawab Qing Yong.
"baiklah, kirimkan gambaran lokasi hutan 100 pedang yang Patriak maksudkan!!" ucap Qin Fan, karena dia ingin merobek ruang kesana.
"baik tuan muda" jawab Qing Yong, lalu dia mengirim gambaran hutan 100 pedang.
setelah mendapatkan gambaran, tanpa menunggu lama, Qin Fan langsung merobek ruang menuju hutan pedang, kemudian meminta semua orang masuk kedalam dan diikuti Qin Fan dari belakang.
Whush.. Whush... Whush...
satu persatu mereka muncul tidak jauh dari hutan 100 pedang.
"itu mereka" ucap Qing Yong sambil menunjuk sebuah pasukan yang berada tidak jauh didepan mereka.
"perintahkan mereka agar bersiap!! tetua Mu, tetua Shao, tetua Jiao, tetua Tang, tetua Teng, kita buat kejutan untuk mereka!!" ucap Qin Fan, lalu dia melesat cepat ke arah Patriak Han Chee dan di ikuti kelima tetua klan Mu itu.
"apa yang di rencanakan tuan muda?" ucap Qing Yong yang bertanya tanya.
"kita lepaskan serangan kejutan tetua!!" ucap Qin Fan yang sudah tidak jauh dari pasukan itu.
"baik tuan muda" jawab mereka, lalu mereka melepaskan sebuah serangan ke arah pasukan yang masih belum menyadari kehadiran mereka.
Whush.. Whush... Whush...
Booooomm Booooomm Booooomm...
terjadi ledakan disaat serangan Qin Fan dan kelima tetua klan Mu mengenai pasukan di depan, serangan itu langsung saja membunuh hampir 100 murid klan Han dan melukai beberapa tetua mereka.
"bajingan man yang menyerang diam diam?" bentak patriak Han Chee marah.
ketika dia membalikkan badannya, dapat dia lihat Qin Fan dan kelima tetua yang bersama nya, dan yang membuat nya lebih terkejut adalah dibelakang mereka, ada satu pasukan besar lain nya.
"klan Qing?" ucap Patriak Han Chee terkejut.
"Hahaha... kita bertemu disini Patriak Han" ucap Qing Yong yang juga sudah bergabung dengan Qin Fan dan yang lain nya.
"oh... jadi Patriak Qing sudah berada disini? kebetulan sekali, aku bisa membunuh mu lebih cepat" balas Patriak Han Chee.
"apa kamu yakin Patriak Han? oh iya, aku masih ingat teriakan istri dan anak mu yang masih kecil itu, mereka memohon ampun agar tidak di bunuh, istri mu berlutut dan mencium kaki ku" ucap Qing Yong yang mencoba memancing emosi Patriak Han Chee.
"apa yang kamu lakukan pada mereka?" tanya Patriak Han Chee yang terkejut dan juga marah.
"tidak ada yang aku lakukan Patriak Han, aku hanya membunuh mereka semua dan meratakan klan mu saja" balas santai Qing Yong.
"bajingan, akan ku bunuh kamu" teriak marah Patriak Han Chee, dia sudah tidak dapat mengendalikan emosi nya.
"tetua Mu Tian dan tetua Jiao bantu Patriak melawan nya, sisa nya kita lawan tetua dan murid mereka" ucap Qin Fan.
"baik tuan muda" jawab mereka, lalu Qing Yong memerintahkan pasukan nya untuk bertempur.
Booooomm Booooomm Booooomm...
terjadi ledakan disaat kedua pasukan itu bertempur, Qing Yong, tetua Mu Tian dan tetua Jiao juga sudah bertarung melawan Patriak Han Chee.
Qin Fan dan yang lain nya juga bertarung melawan murid murid klan Han.
hanya hitungan menit, sudah banyak mayat yang berjatuhan dari kedua belah pihak, tapi lebih banyak murid klan Han, sebab tetua Shao, tetua Tang dan tetua Teng membunuh mereka dengan sangat mudah.
__ADS_1
Booooomm Booooomm Booooomm...
Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg..
terdengar ledakan dan teriakan kesakitan di hutan 100 pedang terus menggema, bau amis darah juga sudah memenuhi hutan 100 pedang.
Qin Fan juga dengan bebas nya membunuh murid murid klan Han yang memiliki kekuatan maha dewa giok agung bintang 2 kebawah, dalam sekali serangan, 10-15 orang langsung meledak menjadi kabut darah.
Booooomm Booooomm Booooomm..
ledakan terus terjadi, jumlah korban semakin banyak, tapi sudah pasti murid murid klan Han sudah lebih banyak yang jadi korban, sementara murid murid klan Qing masih terbilang cukup sedikit.
"menyerahkan Han Chee!!" ucap Qing Yong yang terus menyerang Han Chee.
"jangan bermimpi Qing Yong, kamu sudah membunuh istri dan anak ku, maka aku juga akan membunuh mu" balas Han Chee yang juga terus menyerang dan menghindar.
tetua Mu Tian dan tetua Jiao juga terus melepaskan serangan mereka pada Han Chee, meski pun kadang kedua nya terpukul mundur.
Disisi lain, Qin Fan juga terus melepaskan bola bola api berukuran kepala orang dewasa, selain itu, dia juga melepaskan tapak bayangan nya, sehingga serangan Qin Fan menjadi lebih kuat lagi.
tidak jauh Qin Fan, tetua Shao, tetua Tang dan tetua Teng masing masing melawan 2 orang tetua klan Han, meski Kekuatan para tetua klan Han itu berada satu tingkat dibawa, tapi karena ada dua orang, sehingga mereka juga memberikan perlawanan yang sengit.
tidak jauh dari Qin Fan, para tetua klan Qing terus membunuh murid murid klan Han dengan mudah, sebab mereka memiliki kekuatan maha dewa giok kuno bintang 5-6, sementara murid murid klan Han berada di ranah maha dewa giok emas hingga maha dewa giok hitam.
Booooomm Booooomm Booooomm...
ledakan terus terjadi dan meledakkan murid murid klan Han disaat Qin Fan melepaskan serangan bola bola api dan tapak bayangan, teriakan kesakitan juga terus terdengar.
hutan 100 pedang yang tadi nya sangat lebat, seketika berubah menjadi tandus, para siluman yang berada di hutan itu pun berlari menjauh karena ledakan.
Ditempat lain.
Qing Yong, tetua Mu dan tetua Jiao juga terus bertarung dengan Han Chee, pertarungan mereka semakin sengit, sebab meski kalah jumlah, Han Chee memberikan perlawanan sengit.
Whush... Whush... Whush...
"apa kamu sudah ketakutan Han Chee?" ejek Qing Yong sambil tersenyum.
"jangan bermimpi kamu Qing Yong, meski pun kalian menang jumlah, aku tidak takut sedikit pun" balas Han Chee yang mencoba mengendalikan ketakutan nya.
"benarkah? baiklah jika itu benar, maka bersiap lah untuk menyusul istri dan anak mu" balas Qing Yong, lalu dia kembali menyerang Han Chee.
tetua Mu Tian dan tetua Mu Jiao pun ikut melepaskan serangan mereka.
Booooomm Booooomm Booooomm..
kembali terjadi ledakan disaat serangan mereka beradu.
Whush.. Whush... Whush...
Han Chee, tetua Mu Tian dan tetua Mu Jiao terlempar mundur ke belakang.
"bajingan, jika seperti ini terus, aku bisa mati di tempat ini" ucap geram Han Chee, lalu dia mengeluarkan sebuah giok dan memecahkan nya.
tidak ingin memberikan kesempatan, Qing Yong kembali melayangkan sebuah pukulan pada Han Chee, sementara Han Chee yang tidak siap itu berusaha untuk menghindar, tapi dia sedikit terlambat, sehingga pukulan Qing Yong itu mengenai bahu nya.
Booooomm...
kembali terjadi ledakan disaat pukulan Qing Yong mengenai bahu Han Chee dan mengirimnya terbang.
tetua Mu Tian dan tetua Mu Jiao pun tidak ingin membuang kesempatan itu, kedua tetua langsung kembali melepaskan serangan mereka pada Han Chee.
Whush... Whush...
2 buah pukulan kembali melesat cepat ke Han Chee.
Booooomm Booooomm..
__ADS_1
kembali tubuh Han Chee dikirim terbang oleh pukulan tetua Mu Tian dan tetua Mu Jiao, laku menabrak tanah dengan keras dan menciptakan kawah.
Ukhuk ukhuk..
Ham Chee memuntahkan seteguk darah dari mulut nya.
Disisi lain.
tetua Mu Shao, tetua Mu Tang dan tetua Mu Teng juga sudah hampir menyelesaikan pertempuran mereka dengan lawan lawan mereka yang masing masing berjumlah 2 orang.
tanpa memberikan kesempatan, ketiga tetua itu kembali menyerang lawan lawan mereka dan membunuh lawan lawan mereka, lalu mereka mengambil cincin penyimpanan lawan lawan mereka, setelah itu ketiga tetua itu mencari lawan yang lain.
2 jam kemudian.
pertempuran di hutan 100 pedang hampir selesai, hanya tersisa sedikit murid murid kan Han, Han Chee juga sudah di bunuh oleh Qing Yong, tidak lupa dia juga mengambil cincin penyimpanan milik Han Chee untuk diberikan pada Qin Fan.
dan ketika kemenangan itu sudah berada di depan mata, muncul dari langit pusaran angin, semakin lama, pusaran angin itu semakin besar, lalu keluarlah Ling Chun dan murid murid klan Ling.
kemunculan Ling Chun dan pasukan nya membuat Qing Yong yang tadi nya berpikir meraih kemenangan, wajah nya langsung berubah menjadi jelek, sebab masih ada pertempuran tahap kedua.
"sepertinya akan semakin banyak sumber daya yang aku dapatkan" ucap Qin Fan tersenyum senang.
meski begitu, dia masih terus melepaskan serangan pada murid murid klan Han yang tersisa.
"bajingan kamu Qing Yong" ucap marah Ling Chun dengan menatap tajam Qing Yong.
mendengar itu, Qing Yong mencoba bersikap tenang, lalu dia menjawab.
"apa kamu marah karena sekutu mu sudah sudah aku lenyap kan? tenang saja!! sebentar lagi kamu akan menyusul nya" balas Qing Yong yang mencoba tetap tenang.
"Hahaha... apa kamu bercanda? buka mata mu lebar lebar dan lihat lah!! sudah banyak prajurit mu yang tewas, apa kamu yakin bisa mengalahkan ku?" balas Ling Chun sambil tertawa renyah.
"jangan dulu sombong naga jelek" ucap Qin Fan yang mengejek Ling Chun.
Ling Chun lalu menoleh ke asal suara, dapat dia lihat seorang pemuda tampan berambut hitam panjang menjuntai kebawah.
"diam kamu bocah!!" bentak Ling Chun.
Qin Fan tidak menghiraukan nya, dia lalu mengeluarkan Long Shan dan yang lain nya dari dunia jiwa.
Whush... Whush... Whush...
300 ribu pasukan Qin Fan muncul dari dunia jiwa, lalu di ikuti Long Shan dan yang lain nya.
"hormat kami penguasa muda" ucap seluruh bawahan dan pasukan Qin Fan berlutut.
melihat pemandangan itu, Qing Yong, tetua Mu Tian dan semua orang yang ada di hutan 100 pedang itu terkejut.
mereka terkejut dengan jumlah pasukan dan kekuatan yang dimiliki pasukan itu, yang membuat mereka lebih terkejut lagi adalah pasukan itu menyebut Qin Fan dengan sebutan penguasa muda.
"Long Shan, pimpin mereka dan hancurkan pasukan itu!!" perintah Qin Fan sambil menunjuk murid murid klan Ling.
"baik penguasa" jawab patuh Long Shan.
melihat dan mendengar itu, wajah Ling Chun yang tadi nya bercahaya, seketika berubah menjadi jelek.
Booooomm Booooomm Booooomm..
kembali terjadi ledakan di hutan 100 pedang disaat serangan kedua pasukan beradu.
hutan yang tadinya gundul dan banyak kawah yang tercipta, berubah menjadi lebih banyak kawah dan lebih besar lagi.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...