
hari demi hari Qin Fan terus melesat ke arah selatan, 4 hari kemudian, menjelang sore, Qin Fan mendengar ada suara pertempuran yang tidak jauh dari nya, karena arah suara pertempuran itu berada di depan nya, perlahan Qin Fan mendekat dan melihat siapa yang sedang bertarung.
setelah berada cukup dekat, Qin Fan mendarat disebuah pohon besar, lalu dia mengamati pertarungan itu, dan dapat dia lihat, jika yang bertarung adalah ras dewa dan ras iblis.
dalam hal jumlah, ras dewa berjumlah 5 orang, sementara ras iblis berjumlah 15 orang, adapun ras dewa adalah terdiri dari 2 wanita muda dan tiga nya lagi adalah pria paruh baya, kemungkinan ketiga pria paruh baya itu adalah tetua atau pengawal dari kedua wanita muda itu.
Booooomm Booooomm Booooomm
terjadi ledakan di tempat pertarungan.
"lebih baik kalian menyerah dan serahkan kedua gadis itu!!" ucap salah satu iblis yang merupakan pemimpin.
"jangan bermimpi iblis jelek!! langkahi dulu mayat kami!!" balas salah satu pria paruh baya yang terus bertarung.
Booooomm Booooomm Booooomm..
ledakan demi ledakan terus bersautan, tapi Qin Fan masih hanya menjadi penonton setia, meski dia sudah tahu akar permasalahan nya apa, tapi dia masih belum ingin ikut campur.
Qin Fan tidak mau ikut campur karena kekuatan dari ketiga tetua dan kedua wanita muda itu terbilang cukup tinggi, dimana ketiga tetua itu berada di ranah maha dewa berlian putih bintang 2, sementara kedua wanita muda itu berada di ranah maha dewa emas hitam bintang 4.
sementara kekuatan ke 14 iblis itu berada satu ranah dibawah ketiga tetua itu, yaitu maha dewa berlian putih bintang 1, dan pemimpin mereka berada di ranah maha dewa berlian putih bintang 3.
Booooomm Booooomm Booooomm..
ledakan kembali terjadi dan melemparkan beberapa iblis ke belakang, meski begitu, iblis yang terlempar itu segera bangkit dan menyerang kembali.
"nona muda, sebaiknya nona muda pergi lebih dulu!! kami akan menahan mereka" ucap salah satu pria paruh baya, sebab dia sudah kelihatan lelah, entah sudah berapa lama mereka bertarung sehingga dia kelelahan.
bukan hanya dia saja, kedua pria paruh baya lain nya juga sudah kelelahan, sementara pemimpin para iblis itu masih dalam kondisi puncak nya, sebab dia belum ikut campur dan masih menonton.
"tapi tetua, kami tidak bisa meninggalkan tetua begitu saja" balas salah satu wanita muda menolak.
"tapi nona, keselamatan nona muda lebih penting dari nyawa kami" balas tetua yang lain.
"aku tidak akan meninggalkan tetua disini" tolak tegas wanita muda itu.
Qin Fan yang mendengar perdebatan itu hanya menggeleng kepala nya saja, tapi dia cukup menyukai sikap wanita muda yang tidak mau pergi itu, sebab itu adalah jiwa seorang pemimpin, yaitu tidak meninggalkan bawahan nya dalam kondisi apa pun.
Whush...
Qin Fan muncul di samping kedua wanita muda yang sedari tadi menonton ketiga tetua mereka bertarung itu.
kemunculan Qin Fan yang secara tiba tiba itu membuat kedua wanita muda itu sedikit terkejut dan bersikap waspada.
"tenanglah!! aku tidak akan menyakiti kalian" ucap Qin Fan ramah sambil menangkupkan tangan nya.
"siapa kamu?" tanya salah satu wanita muda yang masih bersikap waspada.
__ADS_1
"siapa aku itu tidak penting, aku kebetulan melewati tempat ini dan melihat kalian di serang" balas Qin Fan yang masih ramah, lalu dia menoleh pada pemimpin iblis dan berkata.
"sebaiknya kamu bawa anak buah mu saja! aku sedang tidak ingin membunuh mu dan juga anak buah mu" ucap Qin Fan santai.
"membunuh ku? Hahahah.., hanya seorang maha dewa emas putih tapi menakuti ku? apa kamu bercanda? Hahahah..." balas pemimpin iblis itu tertawa renyah.
"aku peringatkan sekali lagi, pergilah sebelum aku berubah pikiran!!" ucap Qin Fan sekali lagi.
"sombong" balas pemimpin iblis.
"berisik" ucap Qin Fan, lalu dia membuat sebuah telapak tangan dan menampar pemimpin iblis itu dan meledakkan kepala nya begitu saja.
Booooomm..
terjadi ledakan disaat telapak tangan itu mengenai kepala pemimpin iblis dan meledakkan nya.
"apa?"
semua orang terkejut dengan meledak nya kepala pemimpin iblis, karena kekuatan nya maha dewa berlian putih bintang 7, tapi dapat di ledakkan hanya dengan sebuah tamparan ringan dari Qin Fan.
anak buah iblis itu pun ketakutan, mereka langsung melarikan diri begitu pemimpin mereka tewas, Qin Fan yang melihat mereka lari terbirit-birit itu menggeleng kepala nya.
"ingin pergi setelah aku tidak mengizinkan? mimpi" ucap Qin Fan, lalu kembali dia menggerakkan tangan nya, lalu muncul ratusan pedang api dan melesat cepat ke arah para iblis yang melarikan diri itu.
Slash... Slash... Slash... Slash...
sekali lagi kedua gadis muda dan ketiga pria paruh baya itu di buat terkejut oleh Qin Fan, mereka yang sudah bertarung beberapa hari, tapi tidak dapat melukai para iblis itu dengan serius, tapi Qin Fan, hanya dengan sekali serangan kecil saja dapat membuat para iblis itu terpotong potong dengan mudah.
"terima kasih tuan" ucap salah satu tetua berterima kasih pada Qin Fan dengan sikap hormat, sebab dia tahu Qin Fan adalah sosok yang tidak boleh di singgung.
"tidak perlu sungkan tuan, aku hanya kebetulan melewati tempat ini dan melihat tetua bertarung dengan iblis itu" balas Qin Fan yang juga ramah, sambil menangkupkan tangan nya.
melihat perubahan sikap yang berbeda dari Qin Fan, ketiga tetua dan kedua wanita muda itu semakin penasaran dengan sosok Qin Fan yang sebenarnya.
"meski begitu, kami tetap berterima kasih tuan, karena jika bukan bantuan dari tuan, mungkin kami akan berakhir buruk" ucap wanita muda yang tadi berbicara pada Qin Fan.
"tidak masalah nona" balas Qin Fan menjeda kata kata nya, lalu dia melanjutkan.
"aku ingin melanjutkan perjalanan ku tetua, nona" ucap Qin Fan melanjutkan, tidak lupa dia juga menangkupkan tangan nya, lalu setelah itu dia menghilang dalam sekejap mata.
"sangat kuat" ucap salah satu tetua bergumam pelan, tapi dapat di dengar yang lain nya.
setelah melayang di udara tanpa henti, keesokan harinya, menjelang malam, Qin Fan menemukan kota yang di maksud Tong Xiu, perlahan dia mendekati kota itu, 200 meter dari kota, Qin Fan turun dan melanjutkan dengan berjalan kaki, dan hanya 20 tarikan nafas, Qin Fan sampai dan ikut mengantri di gerbang kota.
beberapa saat kemudian, giliran Qin Fan yang diperiksa penjaga gerbang, "identitas nya tuan!!" ucap penjaga gerbang dengan hormat.
meski dia adalah ras iblis, tapi karena sudah terbiasa dengan kehadiran ras manusia, dewa, elf dan ras yang lain, sehingga penjaga gerbang itu tetap bersikap ramah pada Qin Fan.
__ADS_1
Qin Fan pun mengeluarkan lencana emas yang diberikan Tong Xiu tempo hari, penjaga gerbang yang melihat lencana emas itu langsung bersikap sangat hormat, sebab dia tahu pemilik lencana emas itu hanya ada 3 di seluruh wilayah ras iblis.
yaitu milik Tong Xiu, tetua agung sekte, dan yang satu lagi belum ada yang memilikinya, dan kini dia melihat lencana itu sudah ada pemilik nya, sehingga penjaga gerbang itu bersikap sangat hormat.
"maafkan aku Patriak" ucap penjaga gerbang dengan sangat hormat, sebab kota yang dia jaga adalah kota yang berada dibawah perlindungan sekte raja iblis.
"tidak perlu sungkan tuan, aku hanya ingin beristirahat dikota ini saja" ucap Qin Fan yang juga ramah.
"baik tuan, silahkan!!" balas penjaga gerbang mempersilahkan Qin Fan masuk ke dalam.
setelah Qin Fan masuk ke dalam kota, penjaga gerbang itu segera pergi melapor pada komandan nya, komandan itu juga langsung pergi melapor pada jendral nya, dan jendral itu juga pergi melapor pada tuan kota akan kedatangan Qin Fan.
sebab Qin Fan adalah salah satu petinggi sekte raja iblis, dimana sekte itu adalah sekte yang terbesar di seluruh wilayah iblis, dan sekte yang paling di takuti di wilayah iblis.
300 meter ke dalam kota, Qin Fan menemukan sebuah penginapan, lalu dia masuk dan memesan kamar, setelah membayar biaya kamar selama 2 hari, Qin Fan pergi ke kamar nya, lalu dia membersihkan diri dan membaringkan tubuhnya diatas kasur.
Keesokan harinya, setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Qin Fan keluar dari kamar nya dan menuju lantai dasar, sebab dia ingin mencari informasi mengenai kota yang dia singgahi itu.
tidak lama kemudian, Qin Fan sudah berada di lantai dasar, lalu dia mengambil tempat yang paling pojok, seorang pelayan mendatangi nya dan menanyakan pesanan Qin Fan.
"mau pesan apa tuan?" ucap pelayan bertanya.
"bawakan aku makanan terbaik yang kalian punya" jawab Qin Fan ramah.
"baik tuan, mohon tunggu sebentar!!" ucap pelayan, lalu dia kembali ke dapur untuk mengambil pesanan Qin Fan.
sambil menunggu pesanan nya datang, Qin Fan mencoba mendengarkan obrolan para pengunjung yang datang, tapi hingga makanan nya datang, tidak ada informasi penting yang dia dapatkan, sehingga dia mulai memakan makanan nya dengan tenang.
tapi begitu makanan itu masuk ke mulut nya.
"weeekk..
Qin Fan memuntahkan lagi makanan itu dari mulut nya.
"makanan macam apa ini?" ucap Qin Fan pelan, sebab makanan yang dia makan itu rasa nya sangat tidak enak.
lalu dia menuangkan air ke dalam gelas untuk mencuci mulut nya dari rasa yang tidak enak itu, tapi begitu air itu masuk kedalam mulut nya, lagi lagi Qin Fan memuntahkan air itu.
kejadian itu membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu menoleh pada Qin Fan dengan tatapan tidak suka, tapi Qin Fan tidak menghiraukan mereka.
pelayan yang melihat ketidaknyamanan itu pun menghampiri Qin Fan dan bertanya, "ada apa tuan? apa makanan kami tidak enak tuan?" tanya pelayan yang masih bersikap ramah.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...