
karena sudah tidak ada lagi yang perlu dia lakukan, Qin Fan memutuskan untuk berlatih tapak penghancur alam hingga sempurna, karena dia masih memiliki waktu 5 bulan di dunia pedang, atau setara dengan 15 hari di dunia luar.
lalu dia kembali mengeluarkan pedang emas putih atau Shen Long dari cincin penyimpanan dan menyuruh nya berubah wujud menjadi manusia.
setelah Shen Long berubah wujud, kembali Qin Fan berlatih jurus tapak penghancur alam, jurus kedua dari kitab tapak surga.
empat bulan kemudian Qin Fan sudah menguasai kitab tapak surga dengan sangat sempurna, lalu dia mengalirkan elemen api dan elemen petir nya kedalam tapak nya itu dan menghantam bukit bukit yang ada di sekitar situ.
Booooomm Booooomm Booooomm..
bukit bukit yang tadi nya berdiri kokoh menjadi hancur dan menjadi debu dan beterbangan kemana mana, melihat itu Qin Fan sangat senang, dia dapat membedakan pukulan api kekacauan dan tapak penghancur alam jelas sangat berbeda.
dimana tapak penghancur alam lebih kuat dan sangat mematikan, begitu juga dengan jurus tapak bayangan, meski tidak sehebat dan sekuat tapak penghancur alam, tapi tetap saja kekuatan yang di hasilkan jauh 10 kali lebih kuat dari pukulan api kekacauan yang selama ini dia banggakan.
setelah dia berhasil menguasai kitab tapak surga, Qin Fan dan Shen Long terus berlatih tanding untuk meningkatkan kemampuan Qin Fan dalam menguasai kedua jurus baru nya.
Booooomm Booooomm Booooomm...
bunyi ledakan di dunia pedang dan memekakkan telinga, angin berhembus kencang dan menerbangkan pepohonan yang ada di sekitar area latih tanding Qin Fan dan Shen Long ketika tapak penghancur alam Qin Fan bertemu dengan tapak penghancur alam milik Shen Long.
dan akibat tabrakan kedua jurus itu, membuat Qin Fan terlempar jauh ke belakang, karena kultivasi nya yang masih rendah, membuat Qin Fan terlempar, meski begitu, tidak membuat Qin Fan terluka parah, sebab Shen Long masih menahan kekuatan nya.
"aku rasa latih tanding kita sudah cukup tuan muda, kemampuan bertarung tuan muda sudah meningkat dari sebelum nya, jika tuan muda terus terjun ke pertarungan yang sesungguhnya, kemampuan tuan muda akan terus meningkat" ucap Shen Long memuji Qin Fan.
"kamu benar Shen Long, aku masih kalah pengalaman bertarung, berbeda dengan mu yang sudah melewati ribuan pertarungan hidup dan mati" balas Qin Fan setuju dengan pendapat Shen Long.
"kita masih punya waktu satu bulan untuk keluar dari sini, sebaiknya kita berlatih saja untuk meningkatkan pengalaman bertarung ku" lanjut Qin Fan.
"maaf tuan muda, tapi aku rasa sebaik nya tuan muda menyerap energi alam yang ada disini agar semakin memperkokoh pondasi kultivasi tuan muda, agar jika tuan muda menerobos, tubuh tuan muda sudah mampu menahan kekuatan yang besar itu, sebab satu tingkat saja kultivasi kita meningkat, kekuatan yang kita miliki 10 kali lebih kuat dari sebelum nya" ucap Shen Long memberi saran.
mendengar itu Qin Fan menganggukkan kepalanya, dia juga tahu akan hal itu, karena dia juga sudah merasakan kekuatan yang besar setiap kali dia menerobos ke tingkat selanjut nya.
"baiklah Shen Long, selama aku menyerap energi alam untuk memperkuat pondasi kultivasi ku, aku minta kamu yang berjaga, karena kita tidak tahu niat manusia" ucap Qin Fan memberi perintah.
"baik tuan muda" jawab Shen Long patuh.
lalu Qin Fan pergi beberapa ratus meter untu mencari tempat yang bagus, lalu dia menemukan sebuah pohon besar san duduk dibawah pohon itu dan mulai menyerap energi alam yang ada, sementara Shen Long berjaga tidak jauh dari nya.
tak terasa waktu terus berlalu bagaikan air yang mengalir, sebulan sudah Qin Fan duduk berkultivasi menyerap energi alam untuk memperkuat pondasi kultivasi nya, karena merasa sudah cukup, Qin Fan membuka mata nya.
"fondasi kultivasi ku sudah sangat kuat dan kokoh, aku tidak lagi khawatir jika sewaktu waktu aku menerobos ke bintang 3 semi abadi" gumam Qin Fan senang.
__ADS_1
lalu dia berdiri dan mencari Shen Long, dan dia melihat Shen Long berada tidak jauh, beberapa saat kemudian Shen Long sudah berada di depan nya.
"baiklah Shen Long, berubah lah kembali menjadi pedang, karena sebentar lagi gerbang dunia pedang akan terbuka" ucap Qin Fan.
"maaf tuan muda, aku juga ingin melihat dunia, sudah sangat lama aku tidak melihat dunia luar karena aku tertidur, bagaimana jika aku berubah wujud menjadi sebuah gelang dan melingkar dari pergelangan tuan muda? dengan begitu aku juga dapat melihat dunia luar" ucap Shen Long yang juga ingin melihat dunia luar.
mendengar itu Qin Fan cukup terkejut, karena selain berubah menjadi naga, pedang dan manusia, Shen Long juga bisa berubah menjadi gelang, karena penasaran dengan Shen Long, Qin Fan bertanya.
"kamu bisa berubah menjadi gelang?" tanya Qin Fan memastikan.
"benar tuan muda, bukan hanya gelang saja tuan muda, aku juga bisa berubah wujud menjadi tombak dan perisai tuan muda, dan jika aku berubah menjadi tombak atau pedang, aku juga bisa membelah diri menjadi 100 pedang atau tombak tuan muda, dan kekuatan dari 100 pedang dan tombak itu hanya berada di bawah satu tingkat dari kekuatan asli ku" jawab Shen Long menjelaskan kelebihan yang dia miliki.
mendengar itu bukan nya terkejut, justru mata Qin Fan berbinar binar, karena jika itu benar, maka Qin Fan memiliki 100 pedang atau 100 tombak dengan kekuatan semi abadi bintang 8, 100 senjata semi abadi bintang 8? kekuatan mana yang bisa menandingi nya di daratan tengah ini.
"benarkah Shen Long? jika begitu, aku ingin lihat kamu membelah diri menjadi 100 pedang atau tombak seperti yang kamu katakan tadi" ucap Qin Fan dengan sangat antusias.
lalu Shen Long merubah wujud nya menjadi tombak, kemudian dia membelah diri menjadi 100 tombak putih dengan aura semi abadi bintang 8, Qin Fan yang melihat itu tidak dapat menahan kegembiraan nya, dia terlalu gembira karena perjalanan nya ke dunia pedang ini tidak sia sia, bahkan terlalu beruntung.
"baiklah Shen Long, sekarang rubah lah wujud mu menjadi gelang dan melingkar lah di tangan ku" perintah Qin Fan setelah dia kembali tenang.
"baik tuan muda" jawab Shen Long lalu berubah wujud menjadi gelang dan melingkar di pergelangan tangan Qin Fan.
setelah Shen Long yang berbentuk gelang itu melingkar di pergelangan tangan Qin Fan, tiba tiba dunia pedang terjadi getaran, dan getaran itu karena gerbang dunia pedang sudah mulai terbuka.
Whush...
satu persatu para kultivator keluar dari dunia pedang, perlahan mereka mendarat di kaki gunung untuk melihat keluarga mereka yang datang menunggu.
dari puluhan ribu kultivator yang masuk, hanya tersisa lebih dari seribu yang keluar, melihat keluarga mereka tidak keluar dan gerbang sudah kembali tertutup, membuat banyak keluarga yang datang hanya bisa menangis.
saat sampai di luar, Qin Fan berencana pergi, tapi tiba tiba sebuah suara memanggil nya.
"tuan muda Qin" panggil suara itu, yang tidak lain adalah Duan Ren.
lalu Qin Fan menengok ke asal suara, dapat dia lihat Duan Ren dan beberapa kultivator berjalan ke arah nya dengan senyum yang mengambang di bibir mereka.
"tetua Duan, kita bertemu lagi" ucap Qin Fan ramah sambil menangkupkan tangan nya dengan hormat.
"tuan muda, apa tuan muda mau kembali ke sekte Elang emas?" tanya Duan Ren.
Qin Fan menggeleng kepala nya lalu menjawab, "aku tidak kembali kesana tetua, karena aku bukan murid sekte, aku orang bebas, sehingga aku akan ikuti kemana saja kaki ini melangkah" jawab Qin Fan jujur.
__ADS_1
"bagaimana jika tuan muda mampir sebentar di kediaman kami? kami akan sangat berterima kasih jika tuan muda dapat berkunjung ke kediaman kami" tanya Duan Ren.
setelah berpikir sesaat, dan tidak emounyai tujuan lain, Qin Fan menganggukkan kepala nya setuju untuk ikut Duan Ren ke kediaman bangsawan Duan.
lalu Duan Ren membawa Qin Fan menuju kota Duan, di namakan kota Duan karena kota itu di bangun leluhur bangsawan Duan, sehingga nama kota nya kota Duan.
sepanjang hari mereka melayang dan berbincang bincang ringan, kadang tawa menghiasi perjalanan mereka.
5 hari kemudian mereka sampai di kota Duan, sebuah kota besar yang berada di kekaisaran Zhou, dan tuan kota nya bernama Duan Zhang.
setelah masuk ke dalam kota, Qin Fan dibawa ke istana kota, para penjaga gerbang yang melihat Duan Ren pun langsung membungkukkan badan mereka lalu membuka gerbang istana kota.
"mari tuan muda" ucap Duan Ren mempersilahkan Qin Fan masuk.
beberapa saat kemudian mereka sampai di aula pertemuan, disana sudah ada banyak pejabat kota, tampak nya mereka sedang membahas sesuatu yang sangat penting.
"salam tuan kota" ucap Duan Ren memberi hormat.
tuan kota hanya menganggukkan kepalanya lalu menatap Qin Fan dan bertanya pada Duan Ren siapa Qin Fan.
"siapa anak muda ini tetua Ren?" tanya tuan kota Zhang yang penasaran.
"dia adalah tuan muda Qin Fan dari sekte Elang emas tuan kota" jawab jujur Duan Ren.
mendengar nama Qin Fan dari sekte Elang Emas, tuan kota Zhang langsung berdiri dari singgasana nya dan berjalan ke arah Qin Fan, sebab dia juga sudah mendengar nama Qin Fan, bahkan dia juga sudah pernah ke sekte Elang Emas untuk bertemu dengan Qin Fan, tapi saat itu Qin Fan tidak ada di sekte.
"salam tuan muda Qin" ucap tuan kota Zhang menyapa Qin Fan.
"salam tuan kota" balas Qin Fan.
"aku tidak menyangka akan kedatangan tamu agung seperti ini, sungguh suatu keberuntungan bagi kota ini" ucap tuan kota Zhang memuji Qin Fan.
"tuan kota terlalu berlebihan" balas Qin Fan merendah.
"silahkan duduk tuan muda" ucap tuan kota Zhang mempersilahkan Qin Fan duduk di kursi tamu kehormatan.
lalu setelah itu mereka berbincang bincang ringan hingga sore hari, dan ketika Qin Fan ingin pergi mencari penginapan, tuan kota Zhang menahan Qin Fan agar Qin Fan menginap saja di istana kota.
"tuan muda, jika tuan muda tidak keberatan, sebaiknya tuan muda beristirahat di sini saja, aku akan perintahkan pelayan untuk menyiapkan kamar untuk tuan muda" ucap tuan kota yang menahan Qin Fan.
tidak ingin menyinggung perasaan tuan kota, akhirnya Qin Fan setuju menginap di istana kota.
__ADS_1
"baiklah tuan kota, aku akan menginap disini" balas Qin Fan.
lalu tuan kota membubarkan para pejabat nya dan membawa masuk Qin Fan, setelah itu tuan kota memerintahkan seorang pelayan untuk mengantar Qin Fan ke kamar nya dan mengurus semua kebutuhan Qin Fan.