Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Sampai Di Ibukota Kekaisaran Bintang Taimun


__ADS_3

Sesampainya mereka diluar, ketiga nya di antar oleh Mo Dau keluar dari dunia kecil.


Whush.. Whush... Whush... Whush..


keempat nya muncul di dasar jurang, dan ketiga teman Mo Dau juga masih berada di tempat yang sama.


"saudara Dau, kita akan berjumpa lagi" ucap Qin Fan, lalu dia memberikan Mo Dau dan ketiga penjaga lain nya masing masing 10 butir pil peningkat kultivasi, lalu setelah itu, Qin Fan, Luo Xia dan Mo Zhan melayang di udara.


Didalam dunia kecil klan Mo.


setelah kepergian Qin Fan dan yang lain nya, tetua Mo Chi memeriksa isi cincin penyimpanan yang di berikan Qin Fan.


"ini?" ucap tetua Mo Chi yang tidak bisa meneruskan kata kata nya, sebab dia juga sangat terkejut seperti Mo Ling tadi.


"ada apa tetua Chi?" tanya salah satu tetua.


"silahkan tetua Tien, tetua Chang, tetua Fang dan tetua Liming lihat!!" balas tetua Mo Chi, lalu dia memberikan cincin penyimpanan itu pada tetua Tien.


"apa?" ucap keempat tetua itu kaget.


"terima kasih tuan muda, klan Mo tidak akan melupakan jasa jasa tuan muda" ucap tetua Mo Chi yang sangat bahagia.


"para tetua, silahkan kalian lihat juga cincin penyimpanan yang diberikan tuan muda!!" ucap Mo Ling, lalu dia memberikan cincin penyimpanan itu pada tetua Mo Chi.


kali ini tetua Mo Chi sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, tubuh nya gemetar, mulut nya juga terbuka dan membentuk huruf O, keempat tetua lain nya sangat penasaran, lalu mereka juga memeriksa isi cincin penyimpanan itu.


reaksi keempat nya sama dengan tetua Mo Chi, Mo Ling yang melihat kelima tetua yang mematung, serta mulut mereka terbuka, hal itu membuat nya merasa lucu dan tertawa.


*****


Saat ini Qin Fan dan Luo Xia sudah berada jauh dari lembah, sedangkan Mo Zhan, sudah Qin Fan masukkan kedalam dunia jiwa, sebenarnya bisa saja Qin Fan dan Luo Xia menunggangi Mo Zhan, hanya saja Qin Fan tidak ingin merepotkan bawahan nya itu.


seminggu kemudian, menjelang malam, Qin Fan dan Luo Xia sampai di sebuah hutan, lalu kedua nya beristirahat, tapi ketika kedua nya ingin menutup mata dan menyerap energi alam, samar samar Qin Fan mendengar suara pertempuran dari jarak yang cukup jauh.


"sepertinya ada yang bertarung" ucap Qin Fan pelan pada Luo Xia.


mendengar itu, Luo Xia juga menajamkan pendengarannya, tapi sekuat apa pun dia berusaha, tapi dia tidak bisa mendengar suara pertempuran itu.


"aku tidak mendengar apa apa Gege" balas Luo Xia.


"baiklah, ayo kita periksa!!" ajak Qin Fan, lalu dia berdiri.


kedua nya pun melayang di udara, lalu melesat dengan kecepatan sedang, tapi sebelum itu, Qin Fan dan Luo Xia menekan kekuatan mereka hingga ke titik terendah, sebab mereka tidak ingin di ketahui.


beberapa saat kemudian, Qin Fan dan Luo Xia mendarat di sebuah pohon yang tidak jauh dari tempat terjadinya pertempuran, dapat mereka lihat jika ada 2 kelompok yang sedang bertarung.


dan jumlah dari kedua kelompok itu sangat banyak.


"apa yang sedang mereka perebutkan?" gumam Qin Fan pelan, tapi dapat di dengar oleh Luo Xia.


"menyerah lah Patriak Jining!! ucap seorang pria paruh baya sambil tersenyum menyeringai.


"jangan pernah bermimpi Patriak Baohua" balas pria paruh baya lain nya, yang bernama Jining.


"baiklah jika patriak Jining tidak mau menyerah, akan aku hancurkan semua murid klan mu, aku juga akan memperkosa murid murid wanita mu, dan juga istri serta putri mu di depan semua orang, termasuk di depan mu" balas pria paruh baya yang bernama Baohua.


Booooomm Booooomm Booooomm..


terjadi ledakan demi ledakan di medan pertempuran, sudah banyak mayat yang berjatuhan dari kedua belah pihak.


"cakar emas" ucap Patriak Baohua, lalu dia membuat sebuah cakar berwarna emas dari kekosongan.


"pukulan matahari" ucap Patriak Jining, lalu dia juga membuat sebuah pukulan dari kekosongan.


Whush... Whush...


Booooomm Booooomm Booooomm..

__ADS_1


terjadi ledakan besar disaat cakar emas dan pukulan matahari beradu.


Whush... Whush...


Patriak Jining dan Patriak Baohua sama sama terlempar ke belakang, tapi Patriak Jining terlempar lebih jauh, sebab dia kekuatan nya berada satu tingkat dibawah Patriak Baohua.


Dari jauh, Qin Fan dan Luo Xia yang melihat pertempuran itu hanya diam saja, karena kedua nya belum tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, sehingga kedua nya memilih untuk tidak ikut campur.


"jika saja kami menerima lamaran putra ku, maka semua ini tidak akan terjadi" ucap Patriak Baohua.


"meski nyawa ini adalah taruhan nya, aku tidak akan menikahkan putri ku dengan anak mu yang kurang ajar itu" balas Patriak Jining.


"bajingan, akan ku bungkam mulut mu yang kotor itu untuk selama nya" ucap marah Patriak Baohua, lalu dia kembali menyerang Patriak Jining.


Whush...


Booooomm...


kembali terjadi ledakan disaat serangan Patriak Baohua berbenturan dengan sebuah serangan yang datang tiba tiba.


Whush...


tubuh Patriak Baohua terlempar jauh ke belakang, dan menabrak sebuah gunung.


Booooomm..


Kembali terjadi ledakan, disaat tubuh Patriak Baohua menabrak gunung itu dengan keras, dan menciptakan sebuah kawah yang cukup besar.


orang yang membalas serangan Patriak Baohua adalah Qin Fan, Qin Fan memutuskan ikut campur karena dia sudah dengar sendiri alasan terjadi nya perang itu.


dan alasan itu sudah tidak asing lagi di telinga Qin Fan, yaitu tersinggung dan marah karena lamaran di tolak, sehingga membuat Patriak Baohua merasa marah dan menyerang klan Bijing.


"tuan tidak apa apa?" tanya Qin Fan pada Patriak Jining yang terbaring di atas tanah.


"aku tidak apa apa tuan, terima kasih" jawab Patriak Bijing dengan memegang dada nya.


sementara itu, Patriak Baohua yang berada di dalam kawah itu juga sudah mengalami luka yang cukup serius, padahal Qin Fan hanya menggunakan 10% kekuatan nya saja.


"bajingan mana yang sudah menyerang ku diam diam?" teriak lantang Patriak Baohua yang sangat marah.


mendengar itu, Qin Fan tidak menghiraukan nya, tapi dia mengeluarkan satu butir pil penyembuhan, lalu dia memberikan pada Patriak Bijing dan membantu nya menyerap pil itu.


"sekali lagi terima kasih tuan" ucap Patriak Bijing yang sudah kembali sembuh.


"telan lah tuan!!" balas Qin Fan yang kembali memberikan satu butir pil, pil itu adalah pil pengumpul Qi.


"apa kamu yang menyerang ku tadi anak muda?" ucap Patriak Baohua yang berada sudah tidak jauh dari Qin Fan dan Patriak Bijing.


"kalau benar kenapa? apa yang kamu lakukan pada ku?" jawab Qin Fan menantang.


"bajingan, akan ku hancurkan kamu" ucap Patriak Baohua yang semakin marah.


"oh ya? buktikan, jangan hanya jadi anjing ompong, yang hanya bisa menggonggong tapi tidak bisa menggigit" balas Qin Fan, yang juga mengejek.


"kurang ajar, rasakan cakar emas ku" ucap Patriak Baohua, lalu kembali dia membuat cakar emas dari kekosongan dan menyerang Qin Fan.


"jurus lemah seperti itu ingin membunuh ku? apa kamu bercanda?" ucap Qin Fan yang melihat cakar emas milik Patriak Baohua.


lalu Qin Fan membuat sebuah tapak dan menampar cakar emas itu.


Booooomm...


kembali bunyi ledakan disaat tapak Qin Fan menampar cakar emas Patriak Baohua, dan sekali lagi patriak Baohua di kirim terbang.


Disisi lain, Luo Xia terus membabat murid murid klan Baohua, perbedaan kekuatan nya sangat jauh, membuat Luo Xia sangat leluasa untuk membunuh murid murid klan Baohua.


Luo Xia bergerak sangat lincah, setiap dia melepaskan serangan, terdapat 5-6 orang murid klan Baohua yang tewas.

__ADS_1


melihat hal itu, murid murid klan Bijing semakin bersemangat untuk bertarung, karena dengan ada Luo Xia, keadaan menjadi berubah total, dimana murid murid klan Baohua terus di tekan.


Qin Fan yang melihat Luo Xia terus membunuh murid murid klan Baohua itu hanya tersenyum saja, sebab dia ingin Luo Xia juga memiliki pengalaman bertarung, sehingga Qin Fan tidak membantu atau melarang nya Luo Xia.


Saat ini Patriak Baohua sudah tidak bisa bergerak sama sekali, tubuhnya berada di dalam sebuah kawah kecil, dia sudah mengalami luka dalam yang parah.


murid murid serta tetua klan Baohua yang melihat Patriak mereka sudah tidak bisa bergerak, membuat semangat tempur mereka menurun, karena kekuatan utama mereka sudah tidak ada lagi.


sementara itu, kekuatan Patriak Jining sudah kembali ke puncak nya, lalu dia membantu murid dan tetua klan nya untuk bertarung dengan tetua serta murid klan Baohua.


sedangkan Qin Fan hanya menonton mereka bertarung, karena dia merasa tugas nya sudah selesai, yaitu menghancurkan kekuatan utama klan Baohua.


2 jam kemudian, semua murid klan Baohua sudah habis di bunuh, meski begitu, ada saja yang berhasil melarikan diri, Patriak Baohua juga tidak lepas dari kematian, karena salah satu murid klan membunuh nya.


setelah memastikan tidak ada lagi satu murid atau tetua klan Baohua yang masih hidup, Patriak Jining melayang mendekat ke arah Qin Fan, lalu di susul oleh Luo Xia.


"sekali lagi yang tua ini mengucapkan terima kasih tuan" ucap Patriak Jining yang sangat senang, karena jika saja Qin Fan tidak membantu mereka, maka sudah pasti mereka semua pasti sudah tewas, murid murid wanita dan istri mereka juga akan di tangkap dan di perkosa.


"tidak perlu sungkan tuan, aku dan istri ku kebetulan melewati tempat ini, karena tujuan kami adalah ibukota, tapi siapa sangka kami melihat Patriak dan murid murid sedang bertarung, dan aku mendengar obrolan Patriak dan Patriak mereka, sehingga aku bisa tahu siapa yang harus aku bantu" balas Qin Fan ramah dan sangat jujur.


"meski begitu, aku mewakili klan Jining sangat sangat berterima kasih pada tuan dan nyonya" ucap Patriak Bijing lagi, lalu dia melanjutkan.


"jika yang tua ini boleh tahu, siapa kah nama tuan dan Nyonya?" tanya Patriak Jining.


"nama ku Qin Fan, dan istri Luo Xia" jawab Qin Fan ramah.


"panggil saja aku Guan, kami berasal dari klan Bijing" balas Patriak Bijing, yang nama nya adalah Jining Guan.


"jika tuan dan nyonya tidak keberatan, kami akan sangat berterima kasih jika tuan dan nyonya bisa mampir di klan kecil kami" ucap Patriak Bijing yang mengundang Qin Fan dan Luo Xia.


"maafkan aku Patriak, aku terburu buru ke ibukota, sehingga aku dan istri ku tidak bisa memenuhi undangan Patriak" tolak Qin Fan ramah.


karena memang benar dia tidak ingin membuang buang waktu nya, dia ingin cepat cepat ke alam langit dan mencari keenam guru nya.


"baiklah tuan, aku harap tuan dapat berkunjung ke klan kecil kami dimasa depan" ucap Patriak Jining, lalu dia memberikan lencana emas klan Jining pada Qin Fan.


Qin Fan lalu mengambil lencana emas klan Jining dan memasukkan nya kedalam cincin penyimpanan, kemudian dia berpamitan dan melanjutkan perjalanan ke ibukota.


3 hari kemudian, menjelang malam, akhirnya Qin Fan dan Luo Xia melihat sebuah kota yang sangat besar dan megah, besar nya kota itu mengimbangi ibukota wilayah selatan dan tengah di dunia dewa kuno, kota itu adalah ibukota Kekaisaran bintang Taimun.


perlahan Qin Fan dan Luo Xia melayang mendekat, 300 meter dari gerbang kota, kedua nya turun dan melanjutkan dengan berjalan kaki, dan hanya 29 tarikan nafas, Qin Fan dan Luo Xia sampai di gerbang kota, lalu mereka ikut mengantri untuk masuk.


setelah menunggu dengan cukup lama, akhirnya Qin Fan dan Luo Xia di periksa penjaga gerbang, Qin Fan pun menyerahkan lencana klan Jining dan membayar 10 batu roh tingkat rendah, lalu kedua nya masuk ke dalam kota.


300 meter kedalam kota, Qin Fan dan Luo Xia menemukan sebuah penginapan, lalu kedua nya masuk dan memesan kamar selama 3 malam.


*****


Maaf ya kak.


Aku Revisi Tingkat Kultivasi Nya.


Maha Dewa Giok Putih (1-9)


Maha Dewa Giok Emas (19)


Maha Dewa Giok Hitam (1-9)


Maha Dewa Agung (1-9)


Maha Dewa Kuno (1-9)


Absolute (1-9)


*****


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih..


__ADS_2