
setelah berada di luar istana, Qin Fan dan Luo Xia pergi ke gerbang barat, sesampainya mereka di gerbang, Qin Fan menjelaskan tujuan nya, lalu penjaga gerbang membukakan gerbang dan mempersilahkan Qin Fan dan Luo Xia keluar.
Qin Fan dan Luo Xia pun keluar dan berjalan menjauh dari gerbang, 300 meter kemudian, kedua nya melayang di udara dan melesat ke ibukota.
5 hari kemudian, Qin Fan dan Luo Xia sampai di atas sebuah lembah , lembah itu di tutupi oleh kabut putih yang sangat tebal, sehingga siapa saja yang melintasi lembah itu, dia tidak sadar jika dibawah nya ada lembah.
tapi tidak dengan Qin Fan, meski dia tidak tahu ada lembah dibawah nya, tapi samar samar Qin Fan merasakan aura kehidupan milik dewa dibawah.
"sepertinya ada yang ada orang dibawah Gege" ucap Luo Xia yang juga merasakan aura dewa itu.
"kamu benar Xia'er, sepertinya ada penghuni nya" balas Qin Fan, lalu kedua nya perlahan turun ke dasar lembah itu.
setelah melewati kabut putih yang sangat tebal itu, Qin Fan dan Luo Xia dapat melihat sebuah lembah yang sangat besar, lalu kedua nya melayang turun ke dasar lembah.
beberapa saat kemudian, Qin Fan dan Luo Xia sampai di dasar lembah, lalu keduanya berjalan ke asal aura yang dirasakan.
meski begitu, dasar lembah sangat bersih dan terawat, melihat itu, Qin Fan semakin yakin jika lembah itu ada penghuni nya, dan aura yang dia rasakan itu adalah penghuni lembah.
Qin Fan dan Luo Xia terus mendekati aura yang dirasakan, kedua nya juga menoleh ke semua arah untuk memastikan tidak terjadi apa apa.
satu jam kemudian, Qin Fan dan Luo Xia melihat ada 4 orang yang menjaga sebuah batu berwarna hitam yang cukup besar, batu itu biasa nya pakai untuk membuat cincin penyimpanan.
kedua nya pun mendekati keempat orang itu, hanya dalam hitungan detik, Qin Fan dan Luo Xia sudah berada di depan keempat penjaga, keempat penjaga itu pun langsung bersiaga.
"siapa kalian?" tanya salah satu dari empat penjaga itu dengan nada yang tidak enak di dengar.
"maafkan kami tuan tuan, kami tidak sengaja melewati lembah ini dan merasakan aura kalian" jawab Qin Fan yang tetap tenang.
"ternyata tuan cukup peka dengan aura kami, padahal kami sudah menekan nya hingga ke titik terendah" ucap yang lain.
"apa kamu orang suruhan klan Xu?" tanya pria yang pertama bertanya tadi.
mendengar pertanyaan itu, Qin Fan mengerutkan kening nya, karena dia tidak mengerti arah pertanyaan itu.
"maafkan aku tuan, tapi aku tidak mengerti dengan pertanyaan tuan" ucap Qin Fan yang memang bingung, karena dia sudah lupa dengan klan Xu yang sudah dia hancurkan itu.
"halaaaah, tidak usah berpura pura tuan, kalian pasti orang suruhan klan Xu untuk mencari kami" ucap penjaga yang lain.
dari situ, Qin Fan baru ingat dengan klan Xu, yaitu salah satu klan kuno yang sudah dia hancurkan, bersama dengan klan Li dan klan Feng.
"apa tuan tuan ini dari klan Mo?" tanya Qin Fan yang penasaran, karena yang dia tahu, musuh klan Xu adalah klan Mo.
keempat penjaga itu langsung saja bersikap semakin waspada, karena identitas mereka sudah terbongkar.
"siapa kamu? kenapa kamu tahu kami dari klan Mo?" tanya penjaga yang pertama.
mendengar itu, Qin Fan langsung berubah menjadi sangat ramah, karena akhirnya dia menemukan sisa sisa anggota klan Mo.
"maaf tuan tuan, nama ku Qin Fan, dan ini istri ku Luo Xia" ucap Qin Fan memperkenalkan diri nya dan juga Luo Xia.
"aku adalah murid Mo Lian, leluhur klan Mo" ucap Qin Fan membuka identitas nya.
keempat penjaga itu sedikit terkejut mendengar identitas Qin Fan.
Whush...
Mo Zhan keluar dari dunia jiwa dalam bentuk gadis cantik berpakaian merah.
"penguasa" ucap Mo Zhan memberi hormat.
"apa kamu mengenal mereka?" tanya Qin Fan pada Mo Zhan.
"aku mengenal mereka penguasa" jawab Mo Zhan jujur.
"Mo Zhan?" ucap salah satu penjaga yang mengenal Mo Zhan.
"bagaimana kabar mu Mo Dau?" tanya Mo Zhan pada Mo Dau, orang yang pertama kali bertanya pada Qin Fan.
__ADS_1
"aku baik" jawab Mo Dau singkat.
"bagaimana? apa tuan tuan sudah percaya?" tanya Qin Fan ramah.
"maafkan kami yang tadi tuan, nona" ucap Mo Dau meminta maaf.
"tidak masalah, wajar jika kalian bersiaga" balas Qin Fan.
"apa hanya kalian saja yang tersisa?" tanya Qin Fan, karena dia penasaran.
"kami hanya penjaga, masih banyak anggota klan Mo yang hidup, tapi hanya perempuan dan anak anak, sementara yang laki laki hampir semua terbunuh di peperangan itu, dan hanya menyisakan beberapa tetua saja" jawab Mo Dau dengan mata yang sedikit berkaca kaca.
"apa aku bisa bertemu dengan mereka?" tanya Qin Fan.
"bisa tuan, mari ikut aku!!" balas Mo Dau, kemudian dia membuka pintu dunia kecil dan masuk ke dalam, lalu di ikuti oleh Qin Fan, Luo Xia dan juga Mo Zhan.
Whush Whush Whush
ketiga nya muncul tidak jauh dari sebuah gerbang, "mari tuan!!" ucap Mo Dau, lalu dia menuntun mereka ke gerbang.
"saudara Dau, siapa mereka?" tanya salah satu penjaga gerbang.
"nanti juga saudara akan tahu" jawab Mo Dau yang terus berjalan masuk kedalam, Qin Fan, Luo Xia dan Mo Zhan juga terus mengikuti Mo Dau.
dan yang mereka masuki itu adalah dunia kecil klan Mo, para tetua klan membuat dunia kecil untuk bersembunyi bersama anggota klan Mo yang berhasil melarikan diri.
beberapa saat kemudian, mereka sampai di aula pertemuan, lalu mereka semua masuk ke dalam, didalam aula pertemuan, hanya tersisa 5 tetua saja, dan tidak ada yang duduk di kursi utama.
"Mo Zhan?" ucap salah satu tetua yang terkejut karena melihat Mo Zhan.
"salam tetua Chi" ucap Mo Zhan ramah.
tetua yang di panggil tetua Chi itu menganggukkan kepalanya, lalu Mo Zhan menyapa keempat tetua lain nya satu persatu.
lalu setelah itu, mereka di persilahkan untuk duduk.
"bukan tetua, dia adalah tuan Qin Fan dan Nyonya Luo Xia, tuan Qin Fan adalah murid tuan Mo Lian" jawab Mo Zhan tentang identitas Qin Fan.
kelima tetua yang mendengar jika Qin Fan adalah murid Mo Lian pun langsung berdiri dari kursi mereka, lalu kelima nya membungkukkan badan mereka dan memberi hormat pada Qin Fan.
"hormat kami tuan muda" ucap kelima tetua itu memberi hormat, meski pun cara penghormatan mereka hanya dengan membungkukkan badan.
"salam tetua" ucap Qin Fan yang juga berdiri sambil menangkupkan tangan nya dengan hormat.
"maafkan kami tuan muda, sebab kami tidak menjamu tuan muda dengan baik" ucap tetua Chi.
"tidak perlu repot repot tetua, aku dan istri ku melewati lembah ini, dan kami merasakan aura kehidupan di dasar lembah, sehingga kami memutuskan untuk memeriksa, tapi siapa sangka, kami bertemu dengan saudara Dau" balas Qin Fan menjelaskan kenapa mereka bisa ada disitu.
"kenapa tetua dan semua orang tidak kembali saja?" tanya Qin Fan, karena dia berpikir jika mereka sudah tahu jika ketiga klan itu sudah hancur.
"jika kami kembali, sama saja dengan kami bunuh diri tuan muda, karena klan Xu, klan Li dan klan Feng tidak akan melepaskan kami" jawab tetua Chi.
"tetua tidak usah khawatir, seluruh anggota ketiga klan itu, serta tetua dan Patriak mereka, sudah aku kirim menemui dewa kematian" ucap Qin Fan sambil tersenyum.
kelima tetua itu tampak terkejut dengan apa yang Qin Fan katakan, mereka juga masih belum mengerti maksud dari Qin Fan.
"apa maksud tuan muda?" tanya tetua Chi yang masih belum mengerti.
"aku sudah melenyapkan ketiga klan itu tetua" jawab Qin serius.
melihat wajah serius Qin Fan, mereka memilih untuk percaya, meskipun masih ada keraguan dari hati mereka.
"yang tuan katakan benar tetua, ketiga klan itu sudah musnah" ucap Mo Zhan meyakinkan mereka.
"tapi bagaimana bisa? bukan nya kami tidak percaya, tapi kekuatan tuan muda?" ucap tetua Chi yang melihat kekuatan Qin Fan hanya berada di ranah penguasa bintang 4.
Whush...
__ADS_1
aura dewa kuning bintang 9 merembes keluar dari tubuh Qin Fan, kelima tetua itu langsung merasakan tubuh mereka seperti di timpa sebuah gunung yang besar.
"tu-tuan muda" ucap tetua Chi karena tidak mampu menahan aura yang di keluarkan Qin Fan, sebab kekuatan tetua Chi dan keempat tetua lain nya hanya berada di ranah penguasa bintang 8.
"bagaimana? apa kalian percaya?" tanya Qin Fan sambil tersenyum.
"kami percaya tuan muda" ucap tetua Chi yang sudah bernafas lega.
"tapi bagaimana bisa tuan muda memiliki kekuatan sebesar itu di usia yang masih sangat muda?" tanya tetua Chi yang tidak percaya dengan kekuatan Qin Fan.
andai saja dia tau kekuatan Qin Fan yang sebenarnya, mungkin dia dan keempat tetua lain nya akan muntah darah, karena seorang pemuda yang usia belum sampai 30 tahun tapi sudah memiliki kekuatan maha dewa giok emas.
"tetua akan tahu juga, dan tetua serta semua anggota klan yang tersisa juga akan memiliki kekuatan seperti ku" jawab Qin Fan sambil terus tersenyum.
"sekarang kembali lah ke klan, karena saat ini tidak akan ada lagi yang mengganggu klan Mo" ucap Qin Fan meminta mereka semua kembali ke klan.
"tapi tuan muda, kami sudah tidak punya apa apa untuk membangun kembali klan" ucap tetua Chi yang sedih.
"tetua tenang saja, aku yang akan menanggung semua biaya pembangunan nya" balas Qin Fan, lalu dia melanjutkan.
"apa istri Patriak masih hidup? jika iya, aku ingin bertemu dengan nya" ucap Qin Fan bertanya.
"masih tuan muda, aku akan memanggil nya" jawab tetua Chi, lalu dia keluar aula.
beberapa saat kemudian, tetua Chi kembali ke aula, tapi dia tidak sendirian, tetua Chi kembali bersama dengan seorang wanita paruh bayah.
"salam nyonya" ucap Qin Fan memberi salam pada wanita paruh baya itu.
"salam tuan muda, tetua Chi sudah menceritakan pada ku siapa tuan muda, dan perkenalkan nama ku Mo Ling" ucap wanita paruh baya yang bernama Mo Ling.
"salam nyonya" ucap Mo Zhan memberi hormat pada Mo Ling.
"Mo Zhan? bagaimana kabar mu? syukur lah kamu juga selamat" balas Mo Qing yang senang.
"aku baik baik saja nyonya" balas Mo Zhan.
"aku ingin semua anggota klan kembali ke bekas klan dulu dan membangun nya kembali nyonya" ucap Qin Fan sekali lagi.
"dan mengenai biaya nya, aku yang akan menanggung nya" ucap lanjut Qin Fan.
"tuan muda tidak bercanda kan?" tanya Mo Qing memastikan.
Qin Fan menggeleng kepalanya, lalu dia berkata.
"aku tidak pernah bercanda dengan kata kata ku nyonya" balas Qin Fan, lalu dia memberikan satu buah cincin penyimpanan pada Mo Qing.
ketika Mo Qing memeriksa isi cincin penyimpanan, dia hampir saja pingsan karena terkejut, karena di dalam cincin penyimpanan itu, Qin Fan memindahkan 100 juta batu roh tingkat tinggi, dan juta 25 juta batu mistik tingkat tinggi, sehingga membuat jantung Mo Qing hampir saja copot.
"tuan muda" ucap Mo Qing yang sudah tidak bisa melanjutkan kata kata nya.
"nyonya terima saja, aku ingin klan Mo kembali seperti dulu, bila perlu, lebih megah dan lebih kuat dari yang dulu" balas Qin Fan serius, karena memang dia ingin klan mendiang guru nya itu menjadi klan yang di takuti di seluruh bintang Taimun.
"tetua Chi, mungkin kita akan berjumpa lagi, tapi akan membutuhkan waktu yang lama, pergunakan ini dengan baik, dan tingkatkan kekuatan generasi muda dan juga anak anak, agar kelak, klan Mo tidak lagi di tindas klan lain" ucap Qin Fan.
lalu dia memberikan satu buah cincin penyimpanan pada Mo Chi, dan isi nya adalah ribuan pil peningkat kultivasi dengan jumlah yang banyak.
"baiklah, nyonya, para tetua, kami akan melanjutkan perjalanan kami, jika ada waktu, aku akan berkunjung ke klan" ucap lanjut Qin Fan dengan ramah, tidak lupa juga dia menangkupkan tangan nya dengan hormat.
kemudian dia keluar dari aula pertemuan, dan di ikuti Luo Xia dan Mo Zhan dari belakang.
*****
Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus dari.
Terima Kasih...
__ADS_1