
Di dalam lorong dimensi ruang dan waktu, Qin Fan dan yang lain nya membiarkan diri mereka terus terbawa, meski begitu, Qin Fan memisahkan diri dari yang lain, sebab dia yang berada paling belakang.
4 pria paruh baya dan 10 pemuda yang melihat nya pun menjadi bingung, sebab sejak mereka masuk ke dalam gerbang teleportasi, Qin Fan sama sekali tidak mengobrol dengan mereka, padahal semua orang mengobrol dan memperkenalkan diri masing masing.
begitu juga dengan Bai Qing dan Jin Gang, kedua nya juga memperkenalkan diri pada yang lain nya, hanya Qin Fan saja lah yang duduk diam di belakang.
melihat itu, seorang pria paruh baya berjalan mendekati nya, dan mengajak Qin Fan mengobrol.
"maaf anak muda, kenapa kamu menyendiri dan tidak bergabung bersama kami" tanya salah satu pria paruh baya yang sedari tadi memperhatikan Qin Fan.
"tidak apa apa tetua, junior hanya ingin menyendiri saja tetua" balas Qin Fan ramah.
pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya, lalu dia kembali berkata.
"jika yang tua ini boleh tahu, siapa anak muda ini?" tanya pria paruh baya itu ramah.
"maaf tetua, nama junior Qin Fan tetua" jawab Qin Fan memperkenalkan nama nya.
"baiklah, panggil saja aku tetua Bo" ucap tetua Bo menyebut nama nya juga.
"terima kasih tetua, jika junior boleh tahu, kemana tetua akan pergi?" tanya Qin Fan yang masih tetap ramah.
"aku dan saudara ku, serta murid murid sekte kami akan menghadiri turnamen di ibukota Kekaisaran langit, begitu juga dengan mereka, apa kamu tidak tahu turnamen itu?" tanya tetua Bo sambil menunjuk kedua pria paruh baya dan 5 murid lain ny.
"turnamen?" tanya Qin Fan memastikan.
"benar anak muda, apa kamu tidak tahu turnamen itu? tanya tetua Bo yang keheranan.
sebab turnamen yang di adakan setiap 100 tahun itu di ketahui oleh semua orang yang ada di alam langit, bintang Taimun, bintang Tianjin dan beberapa pulau atas, tapi pemuda di depan nya itu tidak tahu menahu sama sekali.
"benar tetua Bo, aku tidak tahu menahu turnamen itu, karena aku bukan berasal dari sini" jawab Qin Fan jujur.
tetua Bo sekali lagi menganggukkan kepalanya, sebenarnya dia ingin menggali informasi lebih dari Qin Fan, lebih jelas nya informasi tentang asal usul Qin Fan, dan juga tujuan nya pergi ke alam langit.
hanya saja tetua Bo tahu jika setiap orang memiliki rahasia nya masing masing, sehingga dia tidak bertanya lebih jauh.
setelah menunggu 5 jam, akhir nya mereka semua dapat melihat cahaya putih dari kejauhan, dan itu adalah ujung dari dimensi ruang dan waktu.
10 menit kemudian.
Whush... Whush... Whush...
satu persatu mereka terlempar keluar dari lorong dimensi ruang dan waktu, mereka muncul tepat di tengah tengah ibukota alam langit.
"anak muda, kita berpisah disini" ucap tetua Bo yang sudah ingin pergi ke penginapan.
"baik tetua, semoga di masa depan, kita bisa bertemu lagi tetua" balas Qin Fan yang juga ramah, lalu dia meninggalkan bangunan yang menjadi gerbang teleportasi itu.
setelah berpisah dengan tetua Bo dan yang lain nya, Qin Fan lebih dulu mencari penginapan, karena dia khawatir tidak akan menemukan kamar penginapan.
sebab ibukota sangat ramai sekali dengan kultivator bebas, pedagang, serta murid peserta dan para tetua yang mengantar mereka.
turnamen yang di adakan di alam langi adalah turnamen terbesar di seluruh alam semesta, sebab turnamen itu di ikuti oleh 10 utusan.
yaitu dari alam langit, bintang Taimun, bintang Tianjin, dan beberapa pulau atas yang berada tidak jauh dari alam langit, dan setiap utusan bisa membawa lebih dari 5 kelompok untuk mewakili nya.
bintang Taimun sendiri hanya mengirimkan 2 kelompok saja, yaitu kelompok nya tetua Bo, kelompok tetua Bo berasal dari sekte cahaya bulan, dan yang satu nya lagi kelompok dari sekte pedang langit.
saat ini Qin Fan masih belum juga menemukan penginapan, setiap penginapan yang dia masuki, semua kamar sudah terisi, sehingga Qin Fan belum menemukan kamar penginapan sama sekali.
setelah berkeliling ibukota untuk mencari penginapan selama 3 jam, Qin Fan beristrahat di sebuah rumah sudah tua, bahkan tembok nya juga sudah sangat rapuh, meski begitu, rumah tua itu lumayan besar.
"ternyata aku terlambat" ucap Qin Fan, karena semua penginapan yang dia kunjungi, telah terisi semua oleh tamu, sehingga dia tidak menemukan kamar.
"eeehh ada tamu, kenapa tidak masuk saja anak muda?" tiba tiba ada sebuah suara dari dalam rumah yang di singgahi Qin Fan itu dengan nada yang sangat ramah.
__ADS_1
Qin Fan pun membalikkan badan nya dan menoleh ke asal suara, tampak seorang pria paruh baya yang berdiri sambil tersenyum.
"maafkan aku tuan, karena sudah duduk disini tanpa permisi" ucap Qin Fan ramah, sambil menangkupkan tangan nya dengan hormat.
"tidak apa apa anak muda" balas pria paruh baya itu.
"baiklah tuan, aku permisi" ucap Qin Fan lagi, karena dia masih ingin mencari penginapan.
"kenapa tidak masuk saja dulu? kita minum teh di dalam!!" ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum.
"terima kasih tuan, tapi" ucap Qin Fan yang terpotong oleh pria paruh baya itu.
"sudah lah anak muda, ayo masuk" ucap pria paruh baya itu memotong ucapan Qin Fan.
Qin Fan pun akhir nya masuk ke dalam rumah, sebab dia juga merasa tidak enak, ketika dia masuk ke dalam, Qin Fan sedikit bingung dengan ruangan pertama.
sebab ruangan itu cukup besar, kemungkinan itu rumah yang di singgahi Qin Fan itu adalah bekas penginapan, karena di lantai atas, ada kamar yang berjejer rapi.
"silahkan duduk anak muda!!" ucap pria paruh baya mempersilahkan Qin Fan duduk.
"terima kasih tuan" balas Qin Fan, lalu dia duduk di salah satu kursi, lalu seorang wanita paruh baya membawakan kedua nya teh.
"sebelumnya perkenalkan nama ku Kang Tun, dan istri ku ini bernama Ying Li" ucap Kang Tun memperkenalkan nama.
Qin Fan menganggukkan kepalanya, lalu dia bertanya.
"maafkan aku tuan Kang, apakah ini bekas penginapan?" tanya Qin Fan yang penasaran.
Kang Tun menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata, "kamu benar anak muda, ini adalah penginapan, tapi kami sudah tidak memiliki modal, sehingga kami tutup penginapan ini" jawab Kang Tun jujur.
"Baiklah tuan Kang, aku ingin memesan satu kamar untuk menginap, sedari tadi aku berkeliling untuk mencari penginapan, tapi semua penginapan sudah terisi tamu, sehingga aku beristirahat di depan penginapan ini" ucap Qin Fan jujur.
"kamu terlalu memandang tinggi kami anak muda, penginapan ini sudah tidak di buka lagi, jika kamu ingin menginap disini, kamu boleh memakai satu kamar selama yang kamu mau" bas Kang Tun ramah.
"terima kasih tetua" ucap Qin Fan, lalu kedua nya menyesap teh dan terus berbincang bincang hingga sore.
"terima kasih nyonya" balas Qin Fan ramah, lalu dia naik ke salah satu kamar.
sesampainya dikamar, Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa, lalu dia masuk kedalam.
Whush...
Qin Fan muncul di depan istana Qin, lalu dia pergi ke aula pertemuan, sesampainya disana, Qin Fan menghubungi Niu dan juga Mo Zhan.
"hormat kami penguasa" ucap Niu dan Mo Zhan serempak.
"kalian cari lah informasi mengenai kota ini!!" perintah Qin Fan.
"baik penguasa" jawab patuh Niu dan Mo Zhan.
lalu Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa, Niu dan Mo Zhan pun langsung keluar.
setelah Niu dan Mo Zhan keluar dari dunia jiwa, Qin Fan pergi ke kamar nya, sesampainya disana, dia mendapati Luo Xia baru selesai mandi, dan masih menggunakan balutan kain di tubuh nya.
"Gege?" panggil Luo Xia yang sudah melihat Qin Fan.
"aku sudah sampai di alam langit Xia'er" ucap Qin Fan menjelaskan dimana dia berada.
"apa gege langsung pergi berpetualangan untuk mencari guru Gege?" tanya Luo Xia.
"aku juga belum tahu, karena ada turnamen besar disini, aku ingin melihat nya" jawab Qin Fan yang masih belum memikirkan rencana selanjutnya.
"baiklah, Gege mandi saja dulu!!" balas Luo Xia.
"baik" jawab Qin Fan, lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Di dunia luar.
setelah keluar dari dunia jiwa, Niu dan Mo Zhan langsung pergi ke rumah makan, kedua nya pergi ke rumah makan untuk mencari informasi apa saja, dan tentu nya informasi yang paling utama adalah keberadaan keenam guru Qin Fan.
ketika Niu dan Mo Zhan ingin masuk ke salah satu rumah makan, di depan rumah makan itu, mereka melihat gambar wajah Qin Fan, dan juga ada tulisan nya.
"siapa pun yang menunjukkan keberadaan pemuda ini, maka dia akan diberi hadiah 250 batu roh tingkat tinggi, jika berhasil menangkap nya, maka akan diberikan hadiah 500 batu roh tingkat tinggi"
"Kaisar Langit"
"Zhu Wei"
itulah tulisan yang terdapat wajah Qin Fan.
"bajingan ini rupa nya mencari gara gara dengan penguasa" ucap Niu geram.
"bagaimana saudari Niu? apa kita kembali dan laporkan pada penguasa?" tanya Mo Zhan, dia juga sangat geram, karena wajah tuan nya di tempelkan disitu.
dia dan Niu juga sudah memprediksi jika wajah tuan mereka itu pasti sudah tersebar di seluruh ibukota dan juga kota kota yang lain nya.
"kita kembali saja dulu dan laporkan pada penguasa" jawab Niu, dia sangat ingin meremukkan tubuh Zhu Wei, tapi dia mencoba untuk menahan emosi nya.
lalu kedua nya pun kembali ke penginapan yang sudah tidak di buka itu, beberapa saat kemudian, kedua nya sudah berada di kamar Qin Fan.
didalam dunia jiwa, Qin Fan dan Luo Xia yang sedang membaringkan tubuh mereka dan mengobrol itu tiba tiba mendapatkan pesan dari Niu.
"ada apa Gege?" tanya Luo Xia.
"seperti nya terjadi sesuatu di luar, Niu meminta ku untuk keluar" jawab Qin Fan.
"baiklah, hati hati Gege!!" balas Luo Xia.
Qin Fan pun langsung membuka gerbang dunia jiwa dan keluar.
Whush...
sosok Qin Fan muncul di kamar penginapan.
"penguasa" ucap Niu dan Mo Zhan memberi hormat.
"ada apa Niu, Mo Zhan?" tanya Qin Fan.
"saat ini wajah penguasa di tempelkan dimana mana di seluruh kota, penguasa adalah seorang buronan" ucap Niu memberi laporan.
"apa?" ucap Qin Fan terkejut.
"siapa? siapa yang mencari masalah dengan ku?" tanya Qin Fan geram.
"kaisar langit penguasa" jawab Niu lagi, lalu dia menjelaskan pengumuman yang dia dan Mo Zhan lihat itu.
"jadi dia ingin bermain main dengan ku? baik lah, aku akan bermain main dengan nya" ucap Qin Fan berseringai dingin.
"kalian carilah siapa yang mencetak wajah ku itu!! perintahkan dia untuk mencetak wajah Zhu Wei!! dan buat pengumuman!! siapa pun yang berhasil membawa kepala Zhu Wei, maka akan di berikan hadiah 100 ribu batu roh tingkat tinggi" ucap Qin Fan memberi perintah.
Niu dan Mo Zhan sangat terkejut dengan perintah Qin Fan itu, tapi kedua nya hanya bisa patuh tanpa membantah.
"baik penguasa" jawab Niu dan Mo Zhan serempak, lalu kedua nya kembali keluar.
"bajingan itu ingin bermain main dengan ku? akan ku buat kamu menyesal Zhu Wei" ucap Qin Fan berseringai dingin.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...