Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Kehamilan Luo Xia


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Setelah melakukan perjalanan selama seminggu, Qin Fan dan keempat bawahannya tiba di sebuah hutan yang didekat dengan kota pertama di kekaisaran Bao, dari jauh, dapat mereka lihat ada banyak kultivator yang berada diluar kota, puluhan kultivator itu penasaran dengan pertempuran seminggu yang lalu di hutan perbatasan.


meski penasaran, tapi tidak ada yang berani mendekati hutan perbatasan, puluhan kultivator itu tahu jika pertempuran yang mengguncang kota adalah pertempuran tingkat tinggi, jika mereka mendekati tempat terjadinya pertempuran, maka resikonya adalah kematian.


Qin Fan dan para bawahannya pun perlahan mendekati kota dengan berjalan kaki, tidak berselang lama, mereka pun sampai didepan gerbang kota, tampak wajah penasaran dari puluhan kultivator dan juga para penjaga gerbang kota.


"maaf tuan tuan! apa tuan tuan dari hutan perbatasan?" tanya salah satu kultivator dengan memasang wajah penasaran.


Qin Fan menoleh ke asal suara itu, lalu dia menjawab dengan ramah.


"benar tetua, kami memang dari hutan perbatasan, ada apa tetua?" jawab dan tanya Qin Fan ramah.


"lalu bagaimana dengan pertempuran dihutan perbatasan tuan? bagaimana dengan penguasa agung Bao Teng?" tanya pria tua itu lagi.


Qin Fan menggeleng kepala dan berpura pura sedih, lalu dia kembali menjawab.


"penguasa agung Bao Teng tewas di pertempuran itu, bahkan pasukan nya juga tidak ada satupun yang hidup ataupun melarikan diri," jawab Qin Fan menggeleng kepala.


"apa? bagaimana bisa?" pria paruh baya itu tersentak dengan jawaban Qin Fan, bukan hanya dia, puluhan kultivator dan juga para penjaga gerbang juga tidak kalah terkejut.


penguasa agung yang mereka kenal sangat kuat sudah tewas, penguasa agung yang selama ini memimpin dengan sistem yang menyiksa para rakyatnya itu sudah tewas.


"apa tuan bercanda? bagaimana bisa penguasa agung yang memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 9 tahap puncak bisa tewas? siapa yang menjadi lawannya?" tanya pria paruh baya tidak percaya, tapi sebenarnya dia sangat senang dengan berita kematian Bao Teng itu.


sekali lagi Qin Fan menggeleng dan menjawab.


"aku tidak suka dengan kebohongan tetua, penguasa agung Bao Teng memang sudah tewas, dan yang membunuhnya adalah seorang kultivator kuat dari kekaisaran Cen,"


kultivator itu merupakan leluhur dari penguasa agung Cen Cun, aku dengar jika leluhur itu baru pulang dari petualangan nya, ketika dia mendengar keturunan nya dibunuh, leluhur itu merekrut pasukan dan ingin menyerang kekaisaran Bao,"


tapi mereka bertemu dengan penguasa agung Bao Teng dan pasukan nya di hutan perbatasan, sehingga terjadilah pertempuran itu, dan hasil dari pertempuran itu adalah penguasa agung Bao Teng berada di pihak yang kalah," jawab Qin Fan berbohong dengan panjang kali lebar.


mendengar penjelasan Qin Fan, puluhan kultivator yang berada disekitar mereka pun berbisik bisik tetangga, tapi bisik bisik tetangga itu terhenti setelah terdengar suara tawa yang menggema.


"Hahaha... akhirnya kamu mati juga Bao Teng, aku sangat ingin kamu mati di tangan ku, tapi takdir berkata lain, meskipun kamu mati bukan di tangan ku, tapi tetap saja kamu sudah mati," pria tua yang bertanya pada Qin Fan itu tertawa lepas sambil mengeluarkan semua unek unek nya.


tentu saja apa yang dilakukan pria paruh baya itu membuat semua orang bingung dan juga heran, tapi tidak dengan Qin Fan, dia tahu ada sesuatu diantara pria paruh baya itu dan Bao Teng, hal itulah yang membuat pria paruh baya itu merasa senang dengan kematian Bao Teng.


"sepertinya tetua memiliki dendam dengan penguasa agung Bao Teng?" ucap Qin Fan menebak.


"Hahaha.. tuan memang pintar, sudah lama aku ingin membunuh pengkhianat itu, dia pantas mati," jawab pria paruh baya yang masih tertawa.


Qin Fan mengangguk paham, dia sudah tidak bertanya lagi dendam seperti apa, menurut Qin Fan, yang jelas Bao Teng sudah melakukan sesuatu yang salah terhadap pria paruh baya itu.

__ADS_1


"baiklah tetua, kami permisi dulu," ucap Qin Fan yang sudah ingin masuk kedalam kota.


"terima kasih atas informasi yang sangat penting ini," balas pria paruh baya.


Qin Fan menggeleng kepala, lalu dia dan keempat bawahannya mendekati penjaga gerbang, tapi entah kenapa para penjaga gerbang tidak melakukan pemeriksaan, sehingga Qin Fan dan para bawahan nya masuk kedalam kota dengan bebas.


"bagaimana yang mulia? apa kita langsung ke istana dan mengambil alih tahta?" tanya salah satu pria paruh baya pada pria paruh baya yang bertanya pada Qin Fan tadi, tapi pertanyaan itu melalui telepati.


"sepertinya begitu, karena pengkhianat itu sudah mati, maka tidak ada lagi yang bisa menghalangi ku untuk menduduki tahta kekaisaran," jawab pria paruh baya yang bertanya pada Qin Fan, yang ternyata adalah putra mahkota kekaisaran Bao, yang nama aslinya adalah Bao Zhang.


Bao Zhang adalah putra mahkota kekaisaran Bao, dia juga merupakan pewaris sah Kekaisaran Bao, hanya saja ayahnya yang merupakan kaisar terdahulu, atau kaisar Bao Chi diracuni oleh Bao Teng.


Bao Chi diracuni dengan racun ulat bulu malam, dimana racun ulat bulu malam adalah jenis racun tingkat tinggi, kekuatan racun ulat bulu malam bahkan bisa melumpuhkan kultivator yang memiliki kekuatan tahap semesta bintang 3.


Bao Teng sendiri adalah anak kedua dari Bao Chi, sekaligus pangeran Kekaisaran Bao, tapi karena haus akan kekuasaan, Bao Teng tega meracuni ayahnya yang merupakan kaisar kekaisaran Bao.


setelah kematian Bao Chi, Bao Teng berencana menculik putra mahkota Bao Zhang, hanya saja Bao Zhang mencium aroma pengkhianatan dari adik tirinya itu, sehingga dia melarikan diri dari istana bersama dengan beberapa orang kepercayaan nya.


Bao Zhang terlahir dari rahim permaisuri Yin Yin, yang merupakan nona muda bangsawan Yin pada saat itu, sementara Bao Teng terlahir dari seorang selir dari bangsawan Duan, karena terlahir dari rahim seorang selir, tentu saja tidak ada kesempatan bagi Bao Teng untuk menduduki tahta kekaisaran.


hal itulah yang membuat Bao Teng tega meracuni Bao Chi dan ingin menculik Bao Zhang, tapi sayangnya Bao Zhang masih dapat melarikan diri dari rencana penculikan itu.


pada saat melakukan aksinya, Bao Teng di dukung penuh oleh bangsawan Duan, yang mana bangsawan Duan salah satu bangsawan kelas satu di kekaisaran Bao, dengan kekuatan bangsawan Duan, tentu saja memudahkan rencana Bao Teng untuk merebut tahta kekaisaran.


"kita bereskan mereka lebih dulu, kirim pesan pada jendral Chang agar bergerak ke bangsawan Duan! jangan biarkan satu orang pun yang hidup! pengkhianat seperti mereka tidak pantas untuk hidup." balas Bao Zhang dengan niat membunuh yang kuat.


"baik yang mulia," jawab patuh Yin Jun, lalu dia mengeluarkan giok jiwa dan mengirimkan pesan pada salah satu jendral yang setia pada Bao Zhang, yaitu jendral Chang.


*******


Didalam kota.


setelah melewati gerbang kota, Qin Fan dan keempat bawahannya mencari penginapan, setelah menemukan penginapan, kelimanya masuk dan memesan satu kamar, Qin Fan hanya memesan satu kamar karena dia ingin membawa keempat bawahannya itu kedalam dunia jiwa.


selesai memesan dan membayar biaya inap, kelima nya naik ke kamar, mereka diantar oleh salah satu pelayan penginapan, sesampainya mereka dikamar, Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa, lalu kelimanya masuk kedalam.


Whush..


Qin Fan dan keempat bawahannya muncul didepan istana Qin.


"kalian pergilah ke klan naga langit! aku akan menyusul kalian," ucap Qin Fan memberi perintah.


"baik penguasa muda," jawab mereka serempak, lalu keempatnya pergi ke selatan, dimana klan naga langit berada.


setelah keempat bawahannya pergi, Qin Fan masuk kedalam istana, lalu dia pergi ke kamar, didalam kamar, terbaring seorang wanita cantik diatas kasur, yang tidak lain adalah Luo Xia, ketika dia merasakan aura yang sangat dia rindukan, Luo Xia membuka matanya.

__ADS_1


"Gege," ucap manja Luo Xia, lalu dia bangkit dan memeluk Qin Fan untuk melepas rindu.


"aku bersihkan tubuhku dulu Xia'er," balas Qin Fan yang juga memeluk Luo Xia, lalu dia mencium alis dan juga dahi Luo Xia.


"baik gege," jawab Luo Xia, kemudian melepaskan pelukannya.


Qin Fan pun pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, tidak beberapa lama, Qin Fan keluar dari kamar mandi dan duduk di atas kasur.


melihat suaminya duduk, Luo Xia membaringkan tubuhnya dan menjadikan paha Qin Fan sebagai bantal, kemudian Luo Xia meraih tangan Qin Fan dan dia arahkan ke perutnya.


"ada apa Xia'er? kenapa dengan perut mu?" tanya Qin Fan khawatir.


"aku hamil Gege," jawab Luo Xia lembut.


"benarkah?" tanya Qin Fan dengan perasaan gembira yang tidak dapat dia ungkapkan.


"benar Gege, aku hamil," jawab Luo Xia tersenyum.


dengan perasaan bahagia, Qin Fan mengelus perut dan mencium perut Luo Xia, lalu dia berkata.


"maafkan ayah ya sayang! ayah terlalu sibuk sehingga tidak tahu kamu sudah berada didalam sana," ucap lembut Qin Fan sambil menyandarkan kepalanya diperut Luo Xia.


"aku akan membuat acara untuk merayakan kehamilan mu Xia'er, aku ingin semua pasukan tahu jika mereka akan memiliki tuan muda," ucap lanjut Qin Fan yang sudah mengangkat kepalanya.


"memangnya Gege tahu kalau yang didalam ini laki laki?" tanya Luo Xia menggeleng kepala sambil tersenyum.


"Hehehe.. siapa tahu itu laki laki, aku kan kuat, jadi anak ku pasti laki laki," balas Qin Fan terkekeh.


"Huuuuh... mana ada kuat? yang ada Gege selalu kalah sama aku, jadi pasti anak ini perempuan," balas Luo Xia tidak mau kalah.


"siapa bilang aku lemah? mau bukti? ayo kita buktikan!" balas Qin Fan tidak terima dibilang lemah, lalu dia merangkul tubuh Luo Xia, dan setelah nya terjadilah pertempuran ranjang.


"apa aku bilang, Gege selalu kalah, jadi anak ini pasti perempuan," ucap Luo Xia setelah keduanya melakukan pertempuran ranjang sebanyak 2 kali.


"iya iya iya aku kalah," balas Qin Fan mengaku kalah dari Luo Xia.


"Hehehe... anak baik," balas Luo Xia terkekeh.


*********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2