
Terjadi ledakan beruntun disaat serangan tapak bayangan dan tapak harimau dari Qin Fan dan Jianjun mengenai para tetua sekte gurun pasir, serangan tapak bayangan dan tapak harimau itu juga langsung membuat para tetua sekte itu langsung meledak menjadi kabut darah.
Shing Chan yang melihat para tetua sekte nya menjadi kabut darah, dia tidak bisa menahan amarah nya lagi, segera dia mengeluarkan giok jiwa dari cincin penyimpanan dan memecahkannya.
melihat Shing Chan memecahkan giok jiwa, Qin Fan tersenyum dan berkata, "panggilan bantuan mu itu! aku akan menunggunya disini," ucap Qin Fan santai.
"kamu habisi dia!" perintah Qin Fan pada Jianjun.
"baik penguasa," jawab patuh Jianjun, lalu dia kembali melepaskan serangan tapak harimau kearah Shing Chan, tapi ketika serangan tapak harimau itu hampir mengenai Shing Chan, ada sebuah tapak naga lain yang memblokir serangan itu.
Booom..
terjadi ledakan disaat tapak harimau dan tapak naga hitam beradu.
Whush.. Whush...
Jianjun dan sosok yang memblokir serangan Jianjun itu terlempar kebelakang beberapa puluh meter.
Qin Fan cukup tercengang dengan apa yang ada didepannya itu, lalu muncul 3 sosok pria sepuh dengan rambut putih panjang serta jenggot putih panjang menjuntai kebawah.
"berani sekali kalian menyerang sekte ku, maka tidak ada ampunan buat kalian," ucap salah satu pria sepuh dengan menatap tajam Qin Fan.
Qin Fan tidak menjawab, dia mencoba mengukur kekuatan pria sepuh itu, setelah tahu kekuatan pria sepuh, Qin Fan berkata.
"tidak heran kamu begitu sombong pak tua, ternyata kamu sudah berada di ranah penguasa alam tingkat 9 tahap puncak," ucap Qin Fan datar.
"Hahaha... apa sekarang kamu sudah takut anak muda? percuma saja, kamu mengemis pun aku tidak akan melepaskan mu begitu saja," balas pria sepuh itu, yang tidak lain adalah Cao Cao, leluhur sekaligus pendiri sekte gurun pasir.
"tidak usah berbasa lagi saudara Cao, kita habisi saja mereka," ucap pria sepuh yang memblokir serangan Jianjun tadi, yang tidak lain adalah tetua agung pertama sekte gurun pasir, atau biasa dipanggil tetua agung Dong Ji.
"penguasa," ucap Jianjun yang juga sudah melayang disamping Qin Fan.
"kita mendapatkan lawan yang sepadan Jianjun, inilah yang aku tunggu tunggu, sudah lama aku tidak mengerahkan seluruh kekuatan ku," balas Qin Fan santai.
"tapi mereka ada 4 orang penguasa," balas Jianjun tampak khawatir.
"apa kamu takut?" tanya Qin Fan.
"tidak penguasa," jawab Jianjun bohong.
"apa kalian tuli, hah?" bentak Cao Cao, kemarahan nya memuncak karena ucapan nya tidak digubris Qin Fan dan Jianjun.
"kita serang saja mereka saudara Cao," ucap pria sepuh yang lain.
"baik, mari kita habisi mereka," balas Cao Cao, lalu keempatnya melesat kearah Qin Fan dan Jianjun.
melihat keempat pria sepuh yang sudah melesat kearah mereka, Qin Fan dan Jianjun pun mengeluarkan senjata mereka untuk bertarung, dimana Qin Fan mengeluarkan ketujuh pedang emas nya, sementara Jianjun mengeluarkan sebuah senjata jenis tombak.
ketujuh bilah pedang emas itupun langsung mengeluarkan petir surgawi yang berderak derik dan berputar putar diatas kepala Qin Fan, ketika keempat pria sepuh itu sudah semakin dekat, Qin Fan dan Jianjun pun melepaskan serangan mereka.
Traaang Traaang Traaang...
Booooomm Booooomm Booooomm
Ledakan terjadi disaat serangan mereka beradu, keempat pria sepuh itu menggunakan senjata jenis pedang.
Qin Fan terus mengendalikan ketujuh bilah pedang emas itu dan terus memainkannya, Qin Fan dan Jianjun masing masing menghadapi 2 lawan, sehingga pertarungan mereka sedikit berat sebelah, meski begitu, Qin Fan dan Jianjun masih bisa menghindari setiap tebasan dan juga tusukan dari lawan lawan mereka.
Booooomm Booooomm Booooomm
ledakan demi ledakan terus terjadi di langit langit sekte, bangunan bangunan sekte yang berada dibawah pun seketika hancur karena terkena imbas dari pertarungan itu.
hanya dalam hitungan menit, sudah puluhan jurus yang Qin Fan dan kedua lawannya keluarkan, meski begitu, belum ada yang mengeluarkan kekuatan puncak mereka.
__ADS_1
"menyerah lah anak muda! kamu tidak akan bisa mengalahkan kami," ucap Cao Cao penuh percaya diri dapat mengalahkan Qin Fan, meski begitu, dia tetap menyerang dan menghindari setiap serangan Qin Fan.
"kamu terlalu cepat merayakan kemenangan yang belum pasti pak tua, kalian 2 pria tua yang mengeroyok ku tapi tidak mampu membuatku berkeringat, jika aku jadi kalian, aku akan bersembunyi karena malu pak tua," balas Qin Fan yang juga terus menyerang dan menghindari serangan Cao Cao dan pria sepuh yang satu.
"bajingan kamu anak muda, mulut mu memang busuk, akan aku hancurkan mulut mu itu," balas Cao Cao yang terpancing dengan provokasi Qin Fan.
Cao Cao yang terprovokasi pun menyerang Qin Fan dengan menggila, dia menambah kekuatan serangan nya, melihat saudaranya meningkatkan kekuatan serangan, pria sepuh yang satu nya juga meningkatkan kekuatan nya hingga ke puncak.
disisi lain, Qin Fan yang merasa kekuatan yang dilepaskan semakin kuat, dia pun meningkatkan kekuatan serangannya, sehingga pertarungan mereka semakin sengit, bahkan sekte gurun pasir sudah luluh lantak karena terkena imbas dari pertarungan itu.
Ditempat lain.
Jianjun dan kedua lawannya juga bertarung dengan sengit, ketiganya juga sudah meningkatkan kekuatan serangan mereka, sehingga menambah kerusakan disekte gurun pasir, banyak murid sekte yang tewas dan terbunuh karena tidak sempat menghindar.
Jeeddeeeerr Jeeddeeeerr Jeeddeeeerr
Booooomm Booooomm Booooomm
bunyi ledakan petir dan ledakan pertarungan terus menggema, ledakan itu juga mengguncang hutan yang berada di dekat gurun pasir, bahkan pertarungan mereka juga mampu menggetarkan beberapa kota yang berada ribuan mil jauhnya.
"apa kamu pikir bisa menang dari kami? kamu terlalu percaya diri anak muda," ucap Dong Ji yang juga penuh percaya diri, Dong Ji menyebut Jianjun anak muda karena usia Jianjun baru 3 juta tahun, penampilan Jianjun juga seperti seorang pemuda berusia 27-28 tahun, yang artinya secara fisik dan raut wajah, Jianjun dan Qin Fan seimbang, sementara Dong Ji sudah berusia lebih dari 100 juta tahun.
"jangan bermimpi pak tua! aku masih belum mengeluarkan kekuatan puncak ku, karena itu tidak perlu jika hanya menghadapi pak tua seperti kalian," balas Jianjun, dia sengaja memprovokasi Dong Ji agar Dong Ji emosi dan tidak dapat berkonsentrasi dalam pertarungan mereka.
ketiganya terus bertarung dengan sengit, ledakan dan daya rusak dari pertarungan penguasa alam tingkat 9 bintang 9 itu menghancurkan apa saja dalam radius 2 kilo meter, sehingga sekte gurun pasir sudah rata dengan tanah, bahkan murid murid sekte dan Shing Chan juga entah sudah melarikan diri entah kemana.
Disisi lain.
Qin Fan dan kedua lawannya sudah mengeluarkan kekuatan puncak mereka, kali ini mereka sudah tidak bertarung jarak dekat, mereka sudah bertarung jarak jauh.
"Tapak Naga Api,"
seru Qin Fan, lalu dia membuat sebuah gerakan memutar, lalu dari telapak tangan nya muncul api surgawi, semakin lama, api surgawi itu semakin membesar dan berputar putar di telapak tangan Qin Fan.
Whush...
api surgawi terdorong kedepan dan membentuk sebuah tapak naga dengan kekuatan yang sangat mengerikan.
Whush..
tapak naga yang diselimuti oleh kekuatan api abadi itu melesat kearah Cao Cao dan yang satunya lagi dengan cepat.
Cao Cao dan pria sepuh satunya juga menyatukan kekuatan mereka.
"Tapak Naga Hitam,"
seru Cao Cao dan pria sepuh satunya, lalu terbentuk sebuah tapak naga dari energi hitam, semakin lama, kekuatan tapak naga dari energi hitam itu semakin besar dengan kekuatan yang tidak lebih lemah dari tapak naga api.
Whush..
keduanya juga melepaskan tapak naga hitam kearah Qin Fan, tapak naga hitam itupun melesat dengan cepat dan beradu dengan tapak naga api milik Qin Fan.
Booooomm Booooomm..
terjadi ledakan yang lebih keras lagi dan memekakkan telinga dari ledakan ledakan sebelumnya, daya rusak dari beradunya kedua tapak itu sangat parah.
dimana angin berhembus dengan ektrim dan menyapu apa saja yang ada dalam radius 3 kilo meter, pasir yang berada di gurun itu beterbangan ke segala arah dengan hembusan angin ektrim itu.
Whush.. Whush.. Whush..
Qin Fan, Cao Cao dan pria sepuh satunya terlempar jauh kebelakang setelah serangan mereka beradu.
meski begitu, Qin Fan dan Cao Cao masih bisa bergerak, sementara teman pria sepuh satunya sudah mengalami luka dalam yang serius, sehingga dia tidak dapat melanjutkan pertarungan.
__ADS_1
Whush.. Whush..
Qin Fan dan Cao Cak kembali melesat kearah satu sama lain, lalu keduanya kembali melepaskan serangan masing masing.
"Pukulan Api Kekacauan,"
seru Qin Fan lagi, lalu muncul sebuah tangan yang sudah mengepal dengan kekuatan api abadi dari energi biru, Qin Fan kemudian kembali menyerang Cao Cao dengan pukulan api kekacauan itu.
Whush..
pukulan api kekacauan yang dilepaskan Qin Fan itu melesat dengan cepat kearah Cao Cao.
Disisi lain, Cao Cao juga sedang melakukan sebuah gerakan.
"Tinju Neraka,"
seru Cao Cao, lalu sebuah tinju dengan energi kekuatan hitam muncul dari kekosongan, Cao Cao pun menyuntikkan Qi kedalam tinju itu dan melepaskan kearah Qin Fan.
Whush..
tinju Neraka juga melesat dengan cepat kearah Qin Fan, lalu beradu dengan pukulan api kekacauan milik Qin Fan.
Booooomm Booooomm..
sekali lagi ledakan keras dan memekakkan telinga disaat pukulan api kekacauan dan tinju Neraka beradu.
Whush... Whush..
Qin Fan dan Cao Cao kembali terpukul mundur puluhan meter kebelakang, keduanya sudah tampak mengalami luka dalam, hanya saja belum terlalu serius, sehingga Qin Fan dan Cao Cao masih bisa melanjutkan pertarungan mereka.
Ditempat lain.
Jianjun juga sudah berhasil melukai dengan parah teman Dong Ji, sehingga hanya tersisa Dong Ji yang bertarung dengan Jianjun, keduanya juga sudah mengeluarkan kekuatan puncak mereka, sehingga pertarungan semakin mengguncang gurun pasir.
"Tapak Harimau Suci,"
Seru Jianjun, kemudian dia membuat gerakan aneh lagi, lalu muncul sebuah tapak yang terbentuk dari energi cahaya putih, Jianjun mendorong cahaya putih itu kedepan, cahaya putih yang di dorong Jianjun itu berubah menjadi sebuah tapak transparan.
Whush..
Jianjun melepaskan serangan tapak harimau suci kearah Dong Ji, tapak harimau suci pun melesat dengan cepat kearah Dong Ji.
Didepan Jianjun, Dong Ji juga membuat sebuah gerakan,
"Tapak Naga Hitam,"
seru Dong Ji, lalu kembali muncul sebuah tapak, yaitu tapak yang sama yang digunakan Dong Ji disaat memblokir serangan Jianjun ketika Jianjun menyerang Shing Chan.
setelah tapak naga hitam sudah terbentuk, Dong Ji menyuntikkan Qi kedalam tapak itu dan melepaskan kearah Jianjun.
Whush...
tapak naga hitam melesat kearah Jianjun dengan cepat, lalu beradu dengan tapak harimau suci milik Jianjun.
Booooomm Booooomm...
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1