
Di klan Guo.
penjagaan dikota dekat klan Guo semakin diperketat, siapa lagi yang memberi perintah jika bukan Guo Ji, Guo Ji memberi perintah agar memeriksa setiap orang dengan sangat teliti, karena ditakutkan akan ada penyusup yang masuk satu demi satu kedalam kota.
selain dibeberapa kota yang berada dibawah naungan klan Guo, Guo Ji juga menutup klan Guo dari dunia luar, dia tidak akan mengizinkan siapa pun masuk, kecuali mereka yang memiliki lencana emas.
Di aula klan Guo.
"bagaimana dengan penjagaan di kota kota? apa semua masih tampak aman?" tanya Guo Ji.
"semua masih aman Patriak, sejauh ini masih belum ada pergerakan yang aneh dari kultivator maupun pedagang yang masuk," jawab salah satu tetua klan, dia yang ditunjuk untuk meningkatkan penjagaan disetiap kota.
"jangan pernah lengah! sebab kita tidak tahu kapa klan Lu akan menyerang, jadi bila perlu, tingkatkan lagi penjagaan! buat perhargaan berlapis!" perintah Guo Ji.
"baik Patriak, aku akan meningkatkan penjagaan disetiap gerbang kota," jawab tetua itu.
"bagaimana menurut saudara Jing?" tanya Guo Ji menoleh pada Jing Chen.
"aku setuju dengan apa yang saudara pikirkan, meningkatkan penjagaan adalah satu satunya cara yang bisa kita lakukan saat ini," jawab Jing Chen setuju.
"terima kasih saudara Jing," balas Guo Ji, lalu dia menoleh kembali pada para tetua nya.
"kalian kembalilah ke kediaman kalian masing masing! tapi kalian juga harus selalu bersiaga! firasat ku semakin buruk akhir akhir ini, mungkin klan Lu sudah berada tidak jauh dari sini," ucap Guo Ji menoleh pada semua tetua klan.
"baik Patriak," jawab para tetua, lalu mereka semua keluar dari aula pertemuan.
********
Ditempat lain.
saat ini Qin Fan dan Xue Ying sudah memasuki wilayah kekuasaan klan Guo, dan tidak jauh dari mereka, ada sebuah kota yang bernaung dibawah klan Guo, kota itu adalah kota Feng, entah bagaimana sejarahnya sehingga kota itu dinamakan kota Feng, tapi menurut author, pendiri kota Feng adalah leluhur klan Feng sendiri.😁😁😁
setelah berada tidak jauh dari kota, Qin Fan menyuruh Xue Ying untuk menurunkan nya, lalu dia membuka gerbang dunia jiwa dan memasukkan Xue Ying, lalu dia juga mengeluarkan Hanzi Chu dan Hanzi Zing, Qin Fan tahu kedua bawahan nya itu sangat berguna jika hanya untuk diperiksa.
"penguasa muda," ucap Hanzi Chu dan Hanzi Zing, entah kenapa keduanya mengubah panggilan untuk Qin Fan menjadi penguasa muda.
"apa kalian tahu kota apa itu?" tanya Qin Fan sembari menunjuk ke arah kota.
"kami tahu penguasa muda, kota itu adalah kota Feng, salah satu kota yang bernaung di awal klan Guo," jawab Hanzi Zing.
"baiklah, mari kita masuk ke kota!" ajak Qin Fan.
lalu ketiganya pergi ke arah gerbang kota dengan berjalan kaki, tidak lama kemudian, Qin Fan dan kedua bawahan nya sampai didepan gerbang, lalu mereka ikut mengantri, setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, ketiganya masuk kedalam dengan tenang.
para penjaga yang melihat lencana emas klan Hanzi pun tahu jika mereka adalah para leluhur dari klan Hanzi, sehingga para penjaga sangat menghormati Hanzi Chu dan Hanzi Zing, sementara Qin Fan diperlakukan biasa saja.
"apa kita cari penginapan lebih dulu penguasa muda?" tanya Hanzi Zing melalui telepati.
"kita lanjutkan saja perjalanan, karena aku sudah terlalu lama disini, aku ingin segera menyelesaikan malasah antar klan dan internal klan yang ada di Ma Sha dan segera melanjutkan perjalanan ku ke alam roh 3 dewa," jawab Qin Fan menjelaskan tujuan selanjutnya.
"baik penguasa muda," jawab Hanzi Zing, lalu ketiganya terus berjalan ke arah gerbang menuju klan Guo.
setelah berada digerbang, para prajurit kota memeriksa mereka dengan sangat teliti, beruntungnya Qin Fan memiliki lencana emas klan Quan, sehingga para penjaga itu tahu jika Hanzi Chu dan Hanzi Zing berasal dari klan Hanzi, sementara Qin Fan berasal dari klan Quan.
selesai mendapatkan pemeriksaan, ketiganya keluar meninggalkan kota Feng dan melanjutkan perjalanan mereka.
"berapa jauh lagi untuk sampai di klan Guo?" tanya Qin Fan.
"kita masih harus melewati 3 kota lagi penguasa muda," jawab Hanzi Chu.
__ADS_1
"masih jauh ternyata," balas Qin Fan.
"benar penguasa muda, sepertinya Guo Ji memperketat penjagaan," balas Hanzi Chu.
"mungkin Guo Ji sudah berpikir jika klan Guo akan diserang, sehingga dia membuat penjagaan semakin ketat," timpal Hanzi Zing.
Whush.. Whush... Whush...
tiba tiba ada sekelompok orang yang berjumlah 15 orang menghalangi jalan Qin Fan dan kedua bawahannya.
"maaf tuan tuan! apa ada yang bisa kami bantu?" tanya Qin Fan ramah.
salah satu pria paruh baya tidak langsung menjawab, dia maju sedikit ke depan, lalu dia berkata.
"benar anak muda, ada yang ingin aku inginkan dari kalian bertiga," jawab pria paruh baya itu dengan sombong, soalnya dia melihat kekuatan Qin Fan hanya berada di ranah abadi awal bintang 4, senyata Hanzi Chu dan Hanzi Zing berada di ranah abadi puncak bintang 9.
"maaf tuan, apa yang tuan inginkan dari orang miskin seperti kami?" tanya Qin Fan yang masih tetap ramah.
"serahkan semua cincin penyimpanan kalian!" seru pria paruh baya itu sengit.
Qin Fan menggeleng kepala dan tersenyum, dia sudah menduga jika sekelompok pria paruh baya itu adalah perampok yang mencoba merampok mereka.
"maaf tuan, tapi kami hanya orang miskin yang tidak memiliki apa apa," balas Qin Fan bohong.
"apa kamu mencoba menipu kami? cepat serahkan cincin penyimpanan kalian atau!" belum sempat pria paruh baya itu menyelesaikan kata katanya.
Booooomm..
Qin Fan sudah bergerak lebih dulu dan menampar kepala pria paruh baya itu dan meledakkan nya begitu saja.
"apa?"
ke 14 pria paruh baya yang tersisa itu terkejut dengan apa yang dilakukan Qin Fan, bagaimana bisa mereka tidak terkejut? pria paruh baya itu memiliki kekuatan kekal tahap awal, tapi di ledakkan oleh Qin Fan hanya dengan satu tamparan saja.
"mau bagaimana lagi, kita mohon ampun agar dilepaskan," balas yang lain, lalu ke 14 pria paruh baya itu berlutut.
"mohon ampuni kami tuan tuan!" ucap ke 14 pria paruh baya itu berlutut.
"mengampuni kalian? apa kalian pikir aku begitu bodoh?" balas Qin Fan menatap tajam mereka semua.
"kami bersedia mengganti kompensasi karena sudah menghalangi perjalanan tuan," balas salah satunya.
"tidak kalian berikan pun aku akan mengambilnya dengan cara ku," balas Qin Fan, lalu dia membuat tapak bayangan dan meledakkan ke 14 pria paruh baya yang masih dalam posisi berlutut itu.
"dasar bodoh," ucap Qin Fan, lalu dia mengambil cincin penyimpanan mereka.
"ayo kita lanjutkan perjalanan!" ucap Qin Fan.
"baik penguasa muda," jawab Hanzi Zing dan Hanzi Chu, lalu ketiganya melayang di udara dan melanjutkan perjalanan.
******
Waktu terus berlalu.
tak terasa 3 minggu sudah Qin Fan dan kedua bawahan nya melakukan perjalanan, kini mereka sudah berada tidak jauh dari klan Guo, semakin ke wilayah inti, dapat mereka lihat penjagaan semakin ketat, hal itu membuat Qin Fan dan kedua bawahan nya sudah tahu jika Guo Ji melakukan antisipasi.
tentu saja setelah mendengar kabar musnahnya klan Lu dan klan Shu adalah suatu pukulan telak buat klan Guo, sehingga Guo Ji melakukan semua cara untuk dapat mengatasi klan Lu jika mereka menyerang.
setelah mendarat tidak jauh dari depan gerbang klan Guo, Qin Fan, Hanzi Chu dan Hanzi Zing melanjutkan dengan berjalan kaki ke arah gerbang klan.
__ADS_1
"berhenti!" belum juga 10 langkah, ketiga nya dihentikan oleh sebuah suara dari depan.
"siapa kalian? ada tujuan apa kalian datang kesini?" tanya salah satu tetua penuh selidik.
"aku Hanzi Chu, ini saudara ku Hanzi Zing, dan ini adalah tuan muda kami Hanzi Fan, tuan muda kami ingin menemui Patriak Guo," ucap Hanzi Chu berbohong soal identitas Qin Fan.
"untuk apa tuan muda mencari Patriak?" tanya sang tetua.
"maaf tetua, masalah ini harus aku sampaikan langsung pada Patriak, jika tetua tidak keberatan, mohon bantuannya!" balas Qin Fan ramah.
"maaf, kalian tidak diizinkan masuk kedalam," balas tetua judes.
melihat sikap tetua yang semakin judes, hal itu membuat Hanzi Chu dan Hanzi Zing sudah mulai kesal.
"tenang Hanzi Chu, Hanzi Zing!" perintah Qin Fan melalui telepati.
"dia sudah kelewatan penguasa muda," balas Hanzi Chu yang sudah ingin meremukkan tubuh tetua itu.
"apa alasan tetua tidak mengizinkan kami masuk? kami jauh jauh datang kesini hanya karena ingin bertemu dengan Patriak Guo, apa seperti ini sikap seorang tetua klan Guo? sungguh Patriak Guo tidak mendidik para tetua nya dengan baik," balas Qin Fan mengejek.
"apa maksud mu anak muda? jangan memancing kemarahan ku!" seru sang tetua.
"penguasa muda?" panggil Hanzi Chu yang sudah semakin geram.
"bagaimana jika kami memaksa masuk? apa tetua akan tetap menahan kami?" tanya Qin Fan yang masih tetap tenang.
"apa kamu mencoba menantang kami?" balas sang tetua.
"ada apa ini ribut ribut?"
tanya sebuah suara dari arah gerbang klan, Qin Fan dan yang lainnya pun menoleh ke asal suara, dapat mereka lihat ada 5 tetua klan Guo lain nya yang sedang keluar dari klan.
"mereka ingin memaksa masuk tetua agung," jawab sang tetua yang menahan Qin Fan dan kedua bawahan nya.
"ada apa anak muda? dan siapa kalian?" tanya tetua agung.
"kami dari klan Hanzi tetua, tujuan kami kesini seperti yang dikatakan tetua ini, kami ingin bertemu dengan Patriak Guo," balas Qin Fan yang masih ramah.
"ada keperluan apa kalian mencari Patriak?" tanya tetua agung penuh selidik.
"tidak tetua biasa, tidak tetua agung, sungguh kalian adalah salah satu klan yang buruk," ucap Qin Fan yang melihat sikap tetua agung yang tidak ada bedanya dengan tetua yang menahan mereka.
"jaga ucapan mu anak muda!" bentak tetua agung yang tersinggung.
"kenapa? bukannya itu kebenaran nya? jika bukan karena aku memiliki urusan disini, aku juga tidak jauh jauh datang kesini," balas in Aby yang sudah mulai kesal.
"tutup mulutmu! atau aku," ucap tetua agung terpotong, karena dia sudah lebih dulu ditampar oleh Qin Fan dan membuatnya melayang hingga menabrak tembok klan.
Plaaaak
Whush..
Booooomm
Qin Fan sudah sangat kesal dengan sikap mereka yang tidak sangat bersahabat itu, sehingga dia tidak dapat menahan diri dan menampar tetua agung.
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...