Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Berakhirnya Pertarungan Tahap Semesta


__ADS_3

Ledakan yang lebih besar lagi terjadi, disaat serangan petir api dan tapak dewa petir beradu, tapak dewa petir bahkan bisa menahan kelima bola bola petir api, sehingga tidak ada yang berhasil melesat kearah Gu Feng.


Ledakan yang memekakkan telinga itu sekali lagi mengguncang alam suci, ledakan itu juga bukan hanya menghancurkan gunung yang tinggi itu, bahkan ledakan itu juga menghancurkan beberapa bukit kecil yang berada dalam radius 5 kilo meter.


disaat ledakan terjadi, selain mengguncang dan menghancurkan gunung tinggi dan beberapa bukit, ledakan besar itu juga menganjurkan seluruh kawasan dengan radius 5 kilo meter.


gelombang angin yang sangat ekstrim menyapu kawasan itu dengan dahsyat, seluruh pepohonan disapu bersih tanpa sisa, bahkan keempat bawahan Qin Fan dan ratusan kultivator yang baru tiba di lokasi dengan jarak 7 kilo meter pun masih merasakan dampak dari ledakan itu.


kini tidak ada lagi gunung tinggi dan bukit bukit kecil yang tadinya berdiri kokoh, tidak ada lagi pepohonan yang tadinya menjulang tinggi keatas, semua disapu bersih oleh ledakan dan gelombang angin ekstrim.


para penghuni alam suci sekali lagi dibuat ketar ketir karena guncangan yang sangat dahsyat itu, banyak bangunan bangunan dari setiap kota yang hancur karena guncangan yang dihasilkan dari beradunya dua kekuatan besar.


saat ini seluruh penghuni alam suci bukan saja ketar ketir, tapi ketakutan sudah menyelimuti hati setiap orang, bahkan kultivator pun tidak luput dari rasa takut itu, mereka tahu jika guncangan itu karena bertarungnya dua kultivator kuat yang belum pernah mereka lihat.


banyak dari mereka yang ingin melihat langsung pertarungan maha dahsyat itu, hanya saja hanya sedikit dari mereka yang berani pergi kearah asal suara ledakan dan juga guncangan.


Ditempat pertarungan.


Whush.. Whush..


Qin Fan dan Gu Feng sekali lagi dikirim terbang dengan kecepatan yang jauh lebih ektrim dari sebelumnya, keduanya dikirim terbang dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat, hanya siluet berwarna hitam kebiruan dan siluet berwarna hitam keemasan saja yang dapat dilihat.


Boom Boom..


kembali terdengar suara ledakan yang dahsyat disaat tubuh Qin Fan dan Gu Feng menabrak tanah dengan keras, tanah yang mana tubuh keduanya terjatuh, seketika berubah menjadi kawah yang sangat besar dan juga dalam.


"Ukhuk ukhuk,"


"Ukhuk ukhuk,"


Qin Fan dan Gu Feng sekali lagi memuntahkan darah dari mulut mereka, kali ini keduanya memuntahkan banyak darah, yang artinya, Qin Fan dan Gu Feng sama sama mengalami luka dalam yang sangat serius atau parah.


banyak organ dalam dari keduanya yang hancur, bahkan tangan kanan gue Feng hancur menjadi kabut darah, sehingga saat ini Gu Feng tidak memiliki tangan kanan lagi.


Qin Fan masih dalam keadaan sadar, sementara Gu Feng tidak sadarkan diri, Qin Fan berusaha bangkit dan duduk mengambil sikap lotus dan menelan pil penyembuhan, tapi sekuat apapun dia berusaha, Qin Fan tidak dapat melakukan itu.


dari jauh, keempat bawahannya Qin Fan yang khawatir pun melesat kearah Qin Fan dengan kecepatan penuh.


Whush.. Whush.. Whush..


"penguasa," ucap Jianjun yang sangat mengkhawatirkan kondisi Qin Fan, dia buru buru membangunkan Qin Fan, lalu memasukkan 2 butir pil penyembuhan kedalam mulut Qin Fan, kemudian membantunya menyerap kedua pil itu.


"Ukhuk ukhuk,"


sekali lagi Qin Fan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, namun darah yang dimuntahkan Qin Fan adalah gumpalan gumpalan darah hitam, yang artinya, darah hitam sudah menggenangi tubuh Qin Fan.


setelah Qin Fan memuntahkan gumpalan gumpalan darah hitam, Jianjun kembali memasukkan 2 butir pil penyembuhan kedalam mulut Qin Fan, lalu membantu nya menyerap lagi.


"Ukhuk ukhuk,"

__ADS_1


sekali lagi Qin Fan memuntahkan seteguk darah hitam, Jianjun terus memasukkan pil penyembuhan kedalam mulut Qin Fan hingga Qin Fan berhenti memuntahkan darah hitam, setelah Qin Fan tidak lagi memuntahkan darah, Jianjun memasukkan pil pengumpul Qi agar mengembalikan kekuatan Qin Fan.


beberapa saat kemudian, luka dalam Qin Fan perlahan sembuh, meskipun baru 25% luka dalam sembuh, tapi sudah membuat Qin Fan bisa bergerak.


"bagaimana dengan kondisi pak tua itu?" tanya Qin Fan lemah.


"kami belum tahu penguasa, sebaiknya penguasa pulihkan diri lebih dulu! saat ini penguasa masih terluka parah," balas Jianjun yang masih sangat khawatir.


Qin Fan tersenyum, lalu dia berkata, "pergi dan lihatlah pak tua itu! jika dia masih hidup, berikan dia pil penyembuhan!" ucap Qin memberi perintah dengan suara yang sangat lemah.


"baik pengusaha," meskipun keberatan, Jianjun tetap patuh pada perintah Qin Fan, Jianjun dan Duajie pun melesat kearah kawah, yang mana didalam kawah itu Gu Feng terbaring lemah.


"bantu aku keluarkan semua darah hitam dari tubuhku! pil penyembuhan tidak berguna lagi untuk ku," ucap Qin Fan lemah pada kedua bawahan barunya itu.


"baik penguasa muda," jawab Fang Yun dan Fang Lin patuh, lalu keduanya duduk didepan dan dibelakang Qin Fan, kemudian mereka menempelkan kedua telapak tangan mereka di punggung dan dada Qin Fan.


Disisi Sebrang.


Whush.. Whush..


Jianjun dan Duajie mendarat didasar kawah.


"pemeriksa dia saudara Duajie!" ucap Jianjun dengan nada tidak suka, Jianjun mau menyelamatkan Gu Feng karena Gu Feng sudah membuat Qin Fan terluka parah, jika Qin Fan tidak melarang, sudah pasti Jianjun memenggal kepala Gu Feng.


"bagaimana sasaran Duajie?" tanya Jianjun setelah Duajie memeriksa denyut nadi Gu Feng.


Duajie menggeleng kepala, lalu dia berkata.


"baiklah, ambil cincin penyimpanan nya kita pergi dari sini! aku muak melihat wajah tua itu," balas Jianjun dengan nada kesal.


Duajie yang melihat sikap Jianjun itu hanya tersenyum dan menggeleng kepala, lalu dia melepaskan cincin penyimpanan Gu Feng dan keduanya kembali pada Qin Fan.


*******


Dari jarak 6 kilo meter.


"siapa yang mengenali mereka?" tanya salah satu kultivator pada yang lain.


tidak ada yang menjawab, karena memang benar tidak ada yang mengenal Qin Fan dan keempat bawahannya itu.


tidak jauh dari puluhan kultivator itu, jendral Yin Jun dan beberapa prajurit nya juga sudah tiba disana.


"bukannya itu pemuda yang kita jumpai beberapa minggu lalu didepan kota?" ucap seorang prajurit pada jendral Yin Jun.


"benar jendral, pemuda itu dan keempat tetua itu adalah orang yang kita jumpai di kota dekat hutan perbatasan," timpal prajurit yang lain.


"kalian benar, ternyata pemuda itu yang bertarung, sungguh pemuda yang tangguh, diusianya yang masih sangat muda, dia sudah memiliki kekuatan yang sangat besar," balas jendral Yin Jun yang juga sudah ingat dengan wajah Qin Fan dan keempat bawahannya.


"apa jangan jangan mereka juga yang membunuh Bao Teng dan pasukannya?" ucap prajurit yang lain menduga duga.

__ADS_1


"benar jendral, karena hanya mereka yang keluar dari hutan perbatasan disaat terjadinya pertempuran dihutan perbatasan," timpal yang lain.


"bisa jadi seperti itu, ternyata mereka menyembunyikan kekuatan asli, pantas saja mereka sangat tenang saat berbicara dengan yang mulia," balas jendral Yin Jun yang baru mengerti.


*****


"bagaimana Jianjun, Duajie?" tanya Qin Fan, Qin Fan membuka mata dan menghentikan Fang Yun dan Fang Lin untuk mengeluarkan darah hitam dari dalam tubuhnya, dia dapat merasakan aura Jianjun dan Duajie mendekat, Qin Fan menghentikan karena ingin tahu kondisi Gu Feng.


Jianjun menggeleng kepala dan berkata.


"pak tua itu sudah tewas penguasa, bahkan tangannya juga hancur,


"sayang sekali, padahal aku tertarik untuk menjadikan nya saudara kalian," ucap Qin Fan menyayangkan kematian Gu Feng.


"maafkan aku penguasa! tapi aku tidak sudi menjadi saudara dari orang yang sudah membuat penguasa terluka para seperti ini," ucap Jianjun dengan raut wajah tidak suka.


Qin Fan, Duajie, Fang Yun dan Fang Lin tersenyum melihat wajah tidak suka dari Jianjun itu, menurut mereka, Jianjun tampak lucu jika sedang kesal.


"baiklah, kita lanjutkan Fang Yun, Fang Lin!" ucap Qin Fan yang sudah tidak ingin membahas soal Gu Feng, lalu kedua bawahannya itu kembali mengalirkan Kekuatan mereka untuk membiarkan darah hitam dari tubuh Qin Fan.


Keesokan harinya.


Qin Fan membuka mata dan menyuruh Fang Yun dan Fang Lin untuk berhenti, semua darah hitam yang tertampung didalam tubuhnya sudah keluar semua, Qin Fan hanya butuh beristirahat dan menelan obat penyembuhan untuk menyembuhkan luka dalam.


lalu dia menyuruh Jianjun dan Duajie agar membopongnya, kelimanya pun melesat kearah barat untuk mencari kota, karena awalnya tujuan mereka memang kearah barat, dimana istana kekaisaran Bao berada.


karena masih terluka, Qin Fan dan keempat bawahannya hanya melakukan perjalanan disiang hari saja, sementara malam harinya mereka beristirahat, sebab Qin Fan ingin menyerap energi alam untuk menyembuhkan luka dalam nya yang berangsur angsur pulih.


2 minggu kemudian.


setelah melakukan perjalanan selama 2 minggu, Qin Fan dan keempat bawahannya pun sampai didepan sebuah kota, luka dalam Qin Fan juga sudah sembuh total, kekuatan nya juga sudah kembali ke puncak.


begitu mendarat, kelimanya berjalan kearah kota, yang tidak lain adalah kota Bing, nama kota diambil dari leluhur klan Bing yang membangun kota.


tidak lama berselang, Qin Fan dan keempat bawahannya sampai didepan gerbang kota Bing, lalu mereka ikut mengantri, beberapa saat kemudian, giliran mereka diperiksa.


Fang Yun pun maju dan mengeluarkan lencana emas yang dia dapatkan dari Bao Teng, saat setelah membuat kesepakatan, Bao Teng memberikan Fang Yun lencana emas itu.


penjaga gerbang yang melihat lencana emas pun seketika berlutut memberi hormat, tapi Fang Yun menahannya dan menyuruhnya untuk tidak melakukan itu, Fang Yun tidak ingin menarik perhatian orang banyak.


penjaga gerbang lalu mempersilahkan Qin Fan dan keempat bawahannya masuk kedalam kota tanpa membayar pajak kota, karena biasanya keluarga istana tidak pernah membayar pajak kota diseluruh kota yang ada di kekaisaran Bao.


tidak jauh kedalam kota, mereka menemukan sebuah penginapan, lalu Qin Fan dan keempat bawahannya masuk dan memesan 5 kamar, setelah memesan dan membayar biaya inap, kelimanya naik ke kamar mereka masing masing.


didalam kamar, seperti biasa, Qin Fan membersihkan diri lebih dulu, setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Qin Fan naik diatas kasur dan menyerap energi alam menunggu pagi tiba.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....


__ADS_2