Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Izinkan Aku Membalas Budi Tetua!!


__ADS_3

Whush...


Qin Fan muncul di kamar kediaman jendral Huang, lalu dia membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, selesai memakai pakaian yang baru, pintu kamar nya dibuka, lalu sosok jendral Huang dan jendral Guo masuk kedalam.


"salam tetua," ucap Qin Fan hormat dengan menangkupkan tangan nya.


jendral Huang tidak langsung menjawab, dia sedikit terkejut dengan kesembuhan Qin Fan yang begitu cepat, ditambah lagi jendral Huang dapat merasakan kekuatan Qin Fan sangat ekstrim, cukup lama jendral Huang terdiam dalam lamunan nya.


"jendral?" ucap jendral Guo mengagetkan jendral Huang.


"aku terkejut dengan kesembuhan mu yang sangat cepat, bahkan aku merasakan kekuatan mu lebih kuat dari sebelumnya," ucap jendral Huang berterus terang.


"sebelumnya terima kasih karena tetua sudah menyelamatkan ku, jika bukan karena tuan muda, mungkin saat ini aku sudah tiada," balas Qin Fan tulus.


"tidak usah dipikirkan anak muda! aku tidak tega melihat mu di tindas oleh para tetua klan Bu itu," balas jendral Huang.


"klan Bu tetua?" tanya Qin Fan.


"benar anak muda, klan Bu adalah salah satu klan yang berada di pulau bayangan, mereka sangat bar bar, suka menyerang siapa saja yang melewati laut hitam," jawab jendral Huang menjelaskan.


"pantas saja aku di serang tanpa bertanya lebih dulu," gumam Qin Fan pelan, tapi dapat di dengar oleh jendral Huang dan jendral Guo.


"siapa nama mu anak muda?" tanya jendral Huang.


"maaf tetua, aku bernama Qin Fan tetua," jawab Qin Fan memperkenalkan diri.


jendral Huang menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata, "aku Chun Huang, dan dia Chun Guo," balas jendral Huang memperkenalkan dirinya dan juga jendral Guo.


"salam tetua Guo," ucap Qin Fan pada jendral Guo.


jendral Guo menganggukkan kepalanya sambil ternyata.


"maaf tetua, jika aku boleh tahu, dimana aku berada?" tanya Qin Fan yang ingin tahu keberadaan nya saat ini.


"saat ini kami berada di kediaman ku, lebih tepatnya kami berada di klan Chun yang berada di dasar laut hitam," ucap jendral Huang.


"apa?" ucap Qin Fan terkejut, karena ternyata dia berada di dasar laut mati, tapi seketika dia jadi bingung, Qin Fan bingung karena dia berada di dasar laut tapi aneh nya dia tidak basah dan bisa bernafas seperti berada di atas laut.


"lalu bagaimana bisa aku tidak basah dan bisa bernafas tetua?" tanya Qin Fan penasaran dan juga kebingungan.

__ADS_1


"untuk pertanyaan mu itu, aku rasa jendral Guo yang akan menjawabnya," balas jendral Huang.


mendengar jika dia yang akan menjelaskan, jendral Guo pun mulai menjelaskan kenapa Qin Fan tidak basah dan juga bisa bernafas.


"apa kamu tidak merasa ada sesuatu yang menggantung di leher mu?" sebelum menjelaskan, jendral Guo lebih dulu bertanya.


mendapat pertanyaan itu, Qin Fan langsung memegang leher nya, disitu dia menemukan sesuatu yang menggantung, lalu dia melihat ap yang menggantung di leher nya itu, yaitu sebuah mustika yang berwarna jernih, melihat itu, Qin Fan sedikit terkejut, karena dia tahu apa yang ada di leher nya itu.


"mustika naga air?" ucap Qin Fan terkejut.


"benar Qin Fan, itu adalah mustika naga air, salah satu kelebihan mustika naga air adalah dapat membuat pengguna nya dapat bernafas di dalam air, selain itu, mustika naga air juga membuat pengguna nya tidak akan basah," ucap jendral Guo menjelaskan.


Qin Fan akhirnya mengerti kenapa dia tidak basah dan juga bisa bernafas didasar laut hitam, ketiga nya terus berbincang bincang, tapi perbincangan mereka di ganggu dengan seorang komandan yang datang dengan nafas yang tersengal-sengal.


tok tok tok..


suara ketukan pintu dari luar menghentikan obrolan perbincangan mereka, lalu ketiganya menoleh ke pintu kamar, dapat mereka lihat seorang komandan yang berdiri dengan nafas yang tersengal-sengal.


"ada apa komandan Chi?" tanya jendral Huang.


"lapor jendral, pasukan klan Chang dan koalisinya sudah mulai bergerak lagi, kemungkinan 3 hari lagi mereka akan sampai di kota Fitu jendral," jawab komandan Chun Chi atau biasa di panggil komandan Chi melapor.


karena di satu sisi, klan Chang ingin menguasai seluruh laut hitam dan menjadi satu satu nya klan penguasa yang ada di laut hitam, di sisi lain, klan Chun tidak mau tunduk, sehingga kedua klan penguasa itu terus menerus berperang sejak ribuan tahun yang lalu.


"siapa itu klan Chang tetua? kenapa mereka menyerang kesini?" tanya Qin Fan yang ingin tahu.


jendral Huang pun menjelaskan tentang klan Chang dan juga alasan kenapa klan Chang menyerang, jendral Huang juga menjelaskan jika perang itu sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu.


mendengar itu, Qin Fan menganggukkan kepalanya, tapi Qin Fan juga tersenyum dan menggeleng geleng kepala, sebab tidak di dunia luar, tidak di dalam laut, semua orang penuh ambisi untuk menguasai sesuatu yang bukan milik dan hak mereka.


"lalu apa yang bisa aku lakukan untuk dapat membalas budi tetua?" tanya Qin Fan, karena dia ingin membantu mereka sebagai balas Budi karena sudah menyelamatkan nya.


"kamu tidak perlu terlibat dalam hal ini Qin Fan, karena bagaimanapun juga, kamu bukanlah penghuni laut hitam, sehingga kami akan merasa sangat malu jika kamu membantu kami," balas jendral Huang menolak bantuan Qin Fan.


"tidak apa apa tetua, aku ingin membantu karena tetua sudah menyelamatkan hidup ku, dan aku bukan lah orang yang tidak tahu diri yang lupa dengan orang yang sudah menolong, aku harap tetua tidak melarang ku untuk membalas kebaikan tetua!" balas Qin Fan yang tetap ingin membantu.


jendral Huang yang mendengar ucapan Qin Fan pun hanya bisa menganggukkan kepalanya, karena sebenarnya dia juga berharap mendapat bantuan dari Qin Fan, hanya saja dia merasa malu untuk meminta bantuan Qin Fan.


"baiklah Qin Fan, aku harap kamu tidak terpaksa melakukan ini," ucap jendral Huang.

__ADS_1


Qin Fan menggeleng kepalanya, lalu dia berkata, "aku akan merasa impas jika aku dapat membantu jendral," balas Qin Fan sambil tersenyum.


"jendral Guo, jendral kembali lah lebih dulu dan siapkan pasukan, aku dan Qin Fan akan menyusul," perintah jendral Huang.


"baik jendral," jawab patuh jendral Guo, lalu dia keluar kamar untuk mengumpulkan pasukan mereka, tapi langkah kaki jendral Guo segera terhenti oleh suara Qin Fan.


"tidak perlu tetua!" ucap Qin Fan menghentikan langkah kaki jendral Guo.


jendral Huang dan jendral Guo bingung dengan tindakan Qin Fan yang menghentikan jendral Huang.


"ada apa Qin Fan?" tanya jendral Huang penasaran.


"cukup kita bertiga saja yang kesana, tidak perlu membawa pasukan, karena hanya akan memperlambat perjalanan kita," balas Qin Fan menjelaskan.


kedua jendral itu mengerutkan kening mereka, karena Qin Fan tidak ingin membawa pasukan untuk berperang melawan musuh, Qin Fan hanya ingin mereka bertiga saja.


"apa maksud mu Qin Fan? bagaimana hanya kita bertiga saja." tanya jendral Huang yang terkejut


Qin Fan tersenyum, lalu dia berkata, "tetua berdua akan melihatnya sendiri ketika kita sudah berada disana," balas Qin Fan sambil tersenyum.


jendral Huang dan jendral Guo semakin penasaran dengan apa yang akan mereka lihat, tapi jendral Huang juga tidak bisa percaya begitu saja pada Qin Fan, sehingga dia tidak mau mengambil resiko.


tahu dengan apa yang di dipikirkan jendral Huang, Qin Fan kembali berkata, "izinkan aku membalas budi tetua! tetua bisa mempercayai ucapan ku!" ucap Qin Fan yang berusaha meyakinkan mereka.


"baiklah, aku percaya padamu," balas jendral Huang, karena dia juga penasaran dengan apa yang akan dilakukan Qin Fan nanti.


"terima kasih tetua, sebelum itu, aku ingin tetua mengirimkan gambaran wilayah kota Fitu yang tetua sebutkan tadi!" ucap Qin Fan, karena dia ingin merobek ruang kesana.


tanpa bertanya, jendral Huang langsung menyentuh dahi Qin Fan dan mengirimkan gambaran lokasi kota Fitu, Qin Fan pun menyerap gambaran yang dikirimkan jendral Huang.


"terima kasih tetua," ucap Qin Fan yang sudah selesai menyerap lokasi kota Fitu.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2