
"jika aku boleh tahu, kenapa kamu kesini? karena tidak mungkin jika hanya ingin bertemu dengan ku" ucap lanjut Qin Fan bertanya.
untuk sejenak tidak ada jawaban dari Li Yun Sha, dia masih tampak berpikir, apakah dia harus jujur atau tidak, setelah terdiam beberapa saat, Li Yun Sha membuka suara.
"aku tidak tahu dengan apa yang aku rasakan ini, sejak pertemuan kita sore tadi di depan gerbang, aku selalu memikirkan tuan muda, mungkin tuan muda berpikir jika aku sudah seperti wanita murahan diluar sana, tapi itulah yang aku alami setelah berpisah dengan tuan muda" jawab Li Yun Sha menceritakan dengan jujur.
kali ini Qin Fan yang terdiam, dia tidak menyangka jika Li Yun Sha akan memikirkan nya seperti itu, apalagi sampai membuatnya tidak bisa tidur.
"sebelumnya aku ingin berkata jujur pada mu Yun Sha, karena sebenarnya aku sudah menikah" ucap Qin Fan menjelaskan status nya.
mendengar status Qin Fan, Li Yun Sha bukan nya sedih atau terkejut, dia justru tersenyum, lalu dia berkata.
"aku sudah bisa menebak nya tuan muda, karena tidak mungkin pria setampan tuan muda belum memiliki wanita" ucap Li Yun Sha tersenyum, lalu dia melanjutkan.
"jik. aku boleh tahu, gadis mana yang begitu beruntung memiliki tuan muda?" tanya Li Yun Sha yang masih tersenyum.
"saat ini Xia'er berada di suatu tempat, jika aku merindukan nya, aku akan menemui nya" jawab Qin Fan yang tidak menceritakan dunia jiwa.
Li Yun Sha menganggukkan kepala nya, kemudian dia kembali bertanya.
"lalu kemana tuan muda akan pergi?" tanya Li Yun Sha.
"aku ingin ke ibukota, karena aku ingin menggunakan portal di ibukota untuk pergi ke alam roh 3 dewa" jawab Qin Fan jujur.
Booooomm...
tiba tiba terdengar ledakan di penginapan itu, ledakan itu berasal dari lantai bawah, Qin Fan dan Li Yun Sha juga terkejut, karena ada ledakan di lantai bawah.
"sepertinya ada yang bertarung" ucap Qin Fan.
"benar tuan muda, sebaiknya kita lihat siapa yang bertarung dibawah" ajak Li Yun Sha.
"baik, ayo kita turun" jawab Qin Fan, lalu keduanya berdiri dan keluar kamar.
"ada apa jendral Cao?" tanya Li Yun Sha yang sudah berada di luar kamar.
"hamba juga tidak tahu putri" jawab jendral Cao yang memang tidak tahu juga.
lalu Qin Fan, Li Yun Sha dan jendral Cao berjalan ke arah tangga turun, berada di tangga, dapat mereka lihat ada dua pria paruh baya yang sedang bertarung.
"hentikan!!" ucap Li Yun Sha menghentikan pertarungan dua pria paruh baya itu.
mendengar ada yang menyuruh mereka bertarung, kedua pria paruh baya itu berhenti bertarung dan menengok ke atas.
"sangat cantik" ucap salah satu dari mereka yang menatap Li Yun Sha dengan niat jahat.
lalu dia mengharukan lawan nya dan berjalan ke tangga, lalu dia naik mendekat ke arah Qin Fan, Li Yun Sha dan jendral Cao.
"maafkan kami yang sudah membuat nona cantik terganggu" ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum mesum.
"lancang, cepat berlutut" bentak jendral Cao marah.
__ADS_1
"berlutut kata mu? memangnya kamu siapa yang memerintahkan ku untuk berlutut hah?" balas pria paruh baya itu membentak jendral Cao.
"bajingan" ucap geram jendral Cao, sebab dia di bentak begitu saja, padahal dia adalah seorang jendral alam 100 surgawi, lalu dia bersiap menyerang pria paruh baya itu.
"cukup jendral Cao!!" ucap Li Yun Sha yang melihat jendral Cao sudah bersiap menyerang.
"baik putri" balas jendral Cao patuh.
"oh jadi nona cantik ini seorang putri? putri dari kota mana?" tanya pria paruh baya itu yang masih menatap Li Yun Sha dengan mesum.
"sebaiknya tuan tidak menatap nya seperti itu jika tuan tidak ingin kedua bola mata tuan itu keluar dari tempat nya!!" ucap santai Qin Fan, entah kenapa dia sangat kesal karena pria paruh baya itu menatap Li Yun Sha dengan mesum.
"memangnya apa yang bisa kamu lakukan pemuda lemah?" tanya pria paruh baya dengan merendahkan kekuatan Qin Fan.
"sekali lagi aku peringatkan, jangan menatap Yun Sha dengan mesum seperti itu!!" ucap Qin Fan kembali memberi peringatan.
"Hahaha... anak ingusan seperti mu berani mengancam ku? apa kamu bercanda anak muda?" balas pria paruh baya sambil tertawa renyah.
Whush...
Niu muncul tepat berada di depan Qin Fan, Li Yun Sha dan jendral Cao.
"Niu memberi hormat pada penguasa" ucap Niu berlutut memberi hormat.
"congkel kedua mata pria tua tidak tahu diri itu!!" perintah Qin Fan.
"baik penguasa" jawab patuh Niu, lalu dia berdiri dan membalikkan badannya menatap tajam pria paruh baya yang di tunjuk Qin Fan.
dalam sekejap saja Niu menghilang dari hadapan Qin Fan, Li Yun Sha dan jendral Cao, lalu dia muncul tepat di depan pria paruh baya.
begitu Niu muncul di depan pria paruh baya itu, kedua bola mata nya langsung tercongkel begitu saja tanpa ada yang tahu apa yang dilakukan Niu.
pria paruh baya itu pun berteriak dan berguling guling di tanah seperti cacing kepanasan.
sementara itu, Li Yun Sha tidak mempedulikan teriakan pria paruh baya itu, dia masih mencoba memahami makna Niu yang memanggil Qin Fan sebagai penguasa.
"tuan muda, kenapa gadis itu memanggil tuan muda dengan sebutan penguasa?" tanah Li Yun Sha penasaran.
"akan aku ceritakan nanti" jawab Qin Fan sambil tersenyum.
Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg
"sekte giok biru tidak akan melepaskan kalian" teriak kesakitan pria paruh baya sambil mengancam dan menyebut nama sekte giok biru.
mendengar nama sekte giok biru, putri Li Yun Sha dan jendral Cao terkejut, karena ternyata pria paruh baya itu adalah salah satu tetua sekte giok biru, kedua nya tampak khawatir, sebab kekuatan sekte giok biru sedikit diatas dari kekuatan penguasa alam 100 surgawi.
sementara Qin Fan tersenyum mendengar ancaman itu, dia lalu membalas.
"oh.. jadi tuan adalah salah satu tetua sekte giok biru? baiklah, jika tuan sekte giok biru ingin mencari ku, katakan saja jika aku berada di klan Mu dan klan Qing, dan nama ku Qin Fan" ucap Qin Fan yang mencoba menekan pria paruh baya itu dengan nama klan Mu dan klan Qing.
"apa?"
__ADS_1
Li Yun Sha dan jendral Cao terkejut dengan latar belakang Qin Fan, sebab Qin Fan mendapat dukungan dari dua klan yang sangat kuat, mendapat satu dukungan dari dua klan itu saja sudah sangat mengerikan, tapi Qin Fan mendapatkan dukungan kedua nya.
hal itu membuat Li Yun Sha semakin penasaran dengan identitas Qin Fan yang sebenarnya.
pria paruh baya yang mendengar nama klan Mu dan klan Qing pun tidak berkata apa apa, bahkan dia tidak berteriak lagi, sebab meski dia berteriak menahan sakit, tapi dapat dia dengar dengan jelas jika Qin Fan mengatakan silahkan cari dia di klan Mu dan klan Qing.
"kembalikan kedua bola mata nya!!" perintah Qin Fan pada Niu.
"baik penguasa" sekali lagi Niu menjawab patuh, lalu dia mengembalikan kedua bola mata pria paruh baya itu.
ketika Niu mengembalikan kedua bola mata nya, pria paruh baya itu dapat melihat lagi seperti biasa, bahkan tidak ada lagi darah yang keluar dari kedua mata nya.
hal itu membuat semua orang tercengeng, bahkan Qin Fan pun tidak luput, padahal dia sendiri yang memberi perintah, karena dia hanya menduga duga jika Niu dapat melakukan hal itu, tapi siapa sangka jika Niu benar benar bisa melakukan nya.
"apa tetua mengenal kedua lencana ini?" ucap Qin Fan yang sudah mengeluarkan dua buah lencana emas, satu nya pemberian Mu Zhang, yang satu nya lagi pemberian Qing Yong.
******
NOTE: Setelah kehancuran klan Ling, Qing Yong sempat memberikan lencana emas pada Qin Fan sebelum dia dan murid murid klan Qing kembali.
*******
"apa?"
ucap jendral Cao, Li Yun Sha dan pria paruh baya itu terkejut melihat dua lencana emas yang berada di tangan Qin Fan.
bukan hanya ketiga nya saja yang terkejut, tapi pria paruh baya yang menjadi lawan tetua sekte giok biru dan semua pengunjung penginapan yang melihat lencana itu Lin terkejut.
"ternyata latar belakang tuan muda Qin tidak sesederhana yang aku pikirkan, untung saja tadi sore aku tidak menyerang nya, jika tidak, klan Cao akan musnah" gumam jendral Cao membatin dan bersyukur karena tidak menyerang Qin Fan di gerbang kota.
meskipun sudah melihat dua lencana emas yang berada ditangan Qin Fan, tetua sekte giok biru itu tetap tidak takut, lalu dia kembali berkata.
"apa kamu pikir sekte giok biru takut dengan kekuatan klan Qing dan klan Mu? kamu hanya bermimpi saja anak muda" ucap tetua sekte itu.
"benarkah? aku ingin lihat apa sekte giok biru masih bertahan jika berurusan dengan klan Mu dan klan Qing" balas Qin Fan, lalu dia menoleh pada Niu.
Niu yang mengerti pandangan itu pun segera mengibaskan tangannya dan meledakkan kepala tetua sekte itu.
"apa?"
sekali lagi semua orang terkejut dengan apa yang terjadi di depan mata mereka, seorang tetua sekte yang berkekuatan ranah maha dewa giok kuno bintang 6 dapat di ledakkan hanya dengan sebuah lambaian tangan saja.
"kalian bubar lah!!" ucap Qin Fan pada semua pengunjung yang ada, lalu satu persatu mereka kembali ke kamar mereka.
lalu Qin Fan menanyakan manager penginapan, seorang pelayan menunjuk salah satu pria buncit, Qin Fan pun memberikan 100 ribu batu roh tingkat tinggi sebagai kompensasi atas kerusakan yang terjadi.
setelah itu, dia mengajak Li Yun Sha agar kembali ke kamar nya dan melanjutkan obrolan mereka, tapi segera di tolak Li Yun Sha, karena Li Yun Sha ingin kembali ke istana kota dan beristirahat.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...