
Ledakan demi ledakan terjadi disaat serangan Qin Fan dan Bu Liang beradu.
Whush.. Whush..
Gelombang angin kencang menyebar dan menyapu langit langit laut mati dengan ekstrim.
Whush.. Whush..
Qin Fan dan Bu Liang juga terpukul mundur jauh ke belakang, ketika tetua klan Bu lain nya juga tersapu gelombang angin itu dan menerbangkan mereka cukup jauh.
"Ternyata bajingan kecil ini sangat kuat," gumam Bu Liang yang merasakan kekuatan besar menerjang tubuh nya.
Whush..
Bu Liang kembali melepaskan serangan pada Qin Fan, Qin Fan pun dengan sigap menghadapi serangan Bu Liang dengan pukulan api kekacauan milik nya.
Whush...
Booooomm Booooomm Booooomm..
Ledakan demi ledakan kembali terjadi disaat serangan mereka kembali beradu, tapi kali ini keduanya hanya terpukul mundur beberapa langkah ke belakang, lalu Qin Fan dan Bu Liang kembali saling serang.
Booooomm Booooomm Booooomm..
ledakan terus terjadi, hanya beberapa saat, sudah ratusan jurus yang mereka keluarkan, meski begitu, belum ada yang tampak kelelahan atau terluka.
Pertarungan Qin Fan dan Bu Liang sangat seimbang, sehingga membuat tiga tetua yang datang bersama Qin Fan dan para penghuni laut mati cukup terkejut.
Mereka terkejut bukan karena pertarungan yang seru itu, tapi mereka terkejut karena Qin Fan dapat mengimbangi kekuatan Bu Liang, padahal kekuatan Qin Fan berada tiga tahap dibawah Bu Liang.
Dibawah terjadi nya pertarungan.
"Jendral besar, pemuda itu sangat kuat, kekuatan sejatinya berada tiga tahap dibawah tetua Bu Liang, tapi dia mampu mengimbangi Bu Liang." ucap salah satu ikan Hiu yang merupakan jendral di laut hitam.
"Kamu benar jendral, aku juga cukup terkejut dengan kekuatan yang dimiliki pemuda itu." balas sang jendral besar.
mereka terus menyaksikan pertarungan Qin Fan dan Bu Liang, mereka juga terus memuji jurus jurus yang dikeluarkan Qin Fan.
Booooomm Booooomm Booooomm..
Ledakan terus bersautan, gelombang angin juga terus menyapu langit langit laut hitam dengan ekstrim, ketiga tetua klan Bu yang melihat kekuatan besar yang sedang bertarung itu membuat wajah mereka berubah rubah, padahal kekuatan mereka hanya berada satu tahap dibawah Bu Liang.
"Bagaimana tetua Chong? apa kita hanya berdiam diri dan melihat tetua Liang bertarung sendirian?" tanya salah satu tetua pada tetua klan Bu lain nya yang bernama Bu Chong.
"Aku juga tidak tahu tetua Liu, jika kita tidak membantu tetua Liang, takut nya tetua Liang akan terluka parah." balas tetua Bu Chong.
"Sebaiknya kita bantu saja tetua Liang, karena jika tetua Liang terluka, sementara kita bertiga hanya menonton, Patriak akan sangat marah pada kita" sahut tetua Nan.
"Baiklah, ayo kita bantu tetua Liang!" ucap tetua Chong, lalu ketiga nya ikut bertarung melawan Qin Fan.
__ADS_1
Whush.. Whush.. Whush..
Ketiga tetu itu masuk ke tengah tengah pertarungan Qin Fan dan Bu Liang, lalu melepaskan serangan pada Qin Fan.
Booooomm Booooomm Booooomm
Serangan ketiga tetua itu berhasil mengenai telak tubuh Qin Fan, sebab dia terlalu serius menghadapi Bu Liang, sehingga Qin Fan tidak menyadari kehadiran tetua Chong dan yang lain nya.
Whush...
Qin Fan dikirim jauh kebelakang, tubuh nya sudah mengalami luka dalam, meski begitu, Qin Fan Mariah berusaha untuk menyeimbangkan tubuhnya agar tidak jatuh kelaut mati.
"Terima kasih telah membantu ku tetua," ucap Bu Liang, sebab dia merasa sangat bersusah payah untuk menghadapi Qin Fan, tapi dia tidak berhasil membuat Qin Fan terluka.
"Tidak usah dipikirkan tetua!" balas Bu Chong.
Sementara itu Qin Fan sudah bisa mengendalikan tubuhnya yang sempat tidak stabil, Qin Fan tidak langsung menyerang mereka, karena kekuatan ketiga tetua itu tidak bisa dia anggap remeh, apa lagi dengan ada nya Bu Liang.
Jika dia kembali, sudah pasti Bu Liang dan ketiga tetua lain nya dapat menyusul, apalagi Qin Fan sudah terluka, jika dia melanjutkan pertarungan itu, maka sudah pasti Qin Fan akan kalah, karena selain kalah dalam hal jumlah, Qin Fan juga kalah dalam hal kekuatan, sehingga membuat Qin Fan mencari cara agar terlepas dari keempat tetua klan Bu itu.
Whush.. Whush.. Whush.. Whush..
Sementara Qin Fan masih berpikir, Bu Liang dan ketiga tetua lain nya melesat dengan cepat kearah nya, lalu mereka melepaskan serangan mereka lagi.
Melihat ada serangan lagi, Qin Fan membuat gerakan tangan, lalu muncul tapak yang jauh lebih besar dari yang biasanya dia keluarkan, karena saat ini Qin Fan mengeluarkan semua kekuatan nya untuk melawan Bu Liang dan ketiga tetua lain nya.
Setelah tapak terbentuk, Qin Fan menyuntikkan kekuatan petir surgawi dan api surgawi, lalu dia lepaskan serangan tapak suci itu pada Bu Liang dan ketiga tetua itu.
Booooomm Booooomm Booooomm..
Ledakan itu juga menggetarkan istana laut hitam dan membuat penghuni laut hitam terkejut, lalu satu persatu mereka naik ke permukaan laut untuk melihat apa yang terjadi.
Whush.. Whush... Whush.. Whush...
Qin Fan di kirim jauh ke belakang dan terjatuh diatas laut hitam, Bu Liang dan ketiga tetua lain nya juga terpukul mundur kebelakang.
"Ukhuk ukhuk.."
Qin Fan memuntahkan seteguk darah dari mulut nya, saat ini Qin Fan mengapung diatas laut mati dengan terluka parah, bahkan untuk menggerakkan jarinya saja dia sudah tidak mampu.
"Apa aku akan berakhir disini? " gumam Qin Fan membatin.
Di laut hitam.
"Jendral besar, apa kita tidak menolong pemuda itu?" tanya salah satu jendral bawahan nya.
"Kita akan menolong nya, karena entah kenapa aku merasa jika pemuda itu akan membantu kita untuk merebut kembali wilayah utara." balas sang jendral besar, yang tidak lain adalah jendral Huang.
"Kalian ambil pemuda itu dan bawa dia ke kediaman ku!" perintah jendral Huang.
__ADS_1
"Baik jendral besar." jawab jendral yang bertanya tadi, yang tidak lain adalah jendral Guo.
Lalu jendral Guo dan beberapa prajurit pergi ke arah Qin Fan, sesampainya mereka disana, jendral Guo memerintahkan para prajurit untuk membawa Qin Fan.
Bu Liang yang melihat jendral Guo dan prajurit laut hitam membawa Qin Fan pun sangat marah.
"Bajingan kamu jendral Guo, kenapa kamu selalu ikut campur urusan ku?" teriak marah Bu Liang, lalu dia melepaskan serangan ke arah jendral Guo dan yang lain nya, tapi serangan nya itu tidak sampai menembus permukaan laut hitam.
"Aaaaaaarrg" teriak murka Bu Liang, karena serangan nya tidak dapat masuk kedalam laut hitam dan hanya sampai di permukaan laut saja.
"Kita kembali dan laporkan pada Patriak, buat Patriak setuju dan mau menyerang klan Yuan" ucap Bu Liang pada ketiga tetua lain nya.
"Baik tetua" jawan tetua Chong dan dua tetua itu.
di dasar laut hitam, lebih tepat nya di sebuah kediaman, saat ini Qin Fan sedang terbaring lemah diatas sebuah kasur, Qin Fan masih belum juga siuman, sementara disamping kasur, ada jendral Huang dan beberapa jendral bawahan nya.
mereka menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh seorang tabib, tidak berselang lama, tabib itu selesai memeriksa kondisi Qin Fan.
"bagaimana kondisinya tabib Meng?" tanya jendral Huang.
"pemuda ini mengalami luka dalam yang cukup serius jendral, dan aku masih kekurangan satu bahan untuk membuatkan obat untuknya" jawab tabib Meng.
"apa itu tabib Meng?" tanya jendral Huang.
"aku masih kekurangan rumput laut emas, dan rumput laut emas sangat susah untuk ditemukan." jawab tabib Meng.
mendengar itu, jendral Huang terdiam, tidak lama kemudian, jendral Huang kembali bertanya.
"apa tidak bisa diganti dengan bahan yang lain?" tanya jendral Huang.
"ada satu bahan yang bisa mengganti rumput laut emas, hanya saja bahan itu juga tidak kalah langka dengan rumput laut emas," jawab tabib Meng.
"apa itu tabib Meng?" tanya jendral Huang lagi.
"akar rumput jiwa" jawab tabib Meng.
"benarkah tabib? aku memiliki akar rumput jiwa itu?" ucap jendral Meng dengan senang, karena bahan yang dibutuhkan tabib Meng itu ada pada nya.
"benar jendral." jawab tabib Meng.
jendral Huang pun mengeluarkan akar rumput jiwa dari cincin penyimpanan nya dan memberikan pada tabib Meng.
"tabib boleh meramu obat disini, kami akan menunggu diluar." ucap jendral Huang, lalu dia dan jendral bawahan nya keluar dari ruangan itu.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak.!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...