
"Bagaimana menurut mu jika kita hancurkan sekte gunung mare Long Qe?" tanya Qin Fan setelah Long Qe melesat kearah kota Kalumata.
"sekte gunung mare adalah salah satu sekte besar aliran hitam penguasa muda, jika penguasa muda ingin menganjurkan sekte itu, aku rasa itu tidak masalah," jawab Long Qe.
"jadi sekte gunung mare itu sekte aliran hitam? kebetulan sekali, kamu tahu bukan lokasi sekte itu?" balas Qin Fan.
"maafkan aku penguasa muda, aku tidak tahu dimana letak sekte gunung mare, sekte gunung mare memang salah satu dari 4 sekte besar aliran hitam, nama sekte itu sangat dikenal diseluruh kekaisaran Cen ini, hanya saja aku tidak tahu dimana letak sekte itu berada," ucap Long Qe menjelaskan.
"baiklah, bawa aku dan Jianjun ke kota Kalumata saja!" ucap Qin Fan memberi perintah.
"baik penguasa muda," jawab Long Qe.
*******
Ditempat lain.
lebih tepatnya di kota Bastiong, saat ini jendral besar Taoli dan jendral besar An Hu serta serta 10 jendral bawahan dan prajurit khusus istana sudah berada di istana kota Bastiong, sejauh ini mereka belum menemukan petunjuk apa apa mengenai siapa pelaku penyerangan kota Zhang.
yang membuat mereka sangat terkejut adalah, yang awalnya hanya kota Zhang, kini kota Cao dan beberapa klan lainnya, hal itu membuat kedua jendral besar itu sangat terkejut dan semakin marah.
"bagaimana ini saudara Taoli, pelaku itu tidak meninggalkan jejak sama sekali," ucap jendral besar An Hu.
"kita menyebar saja ke kota kota yang paling rentan di serang! jika salah satu kota diserang, segera kirim pesan ke yang lain! kita habisi pelaku itu bersama sama," jawan jendral besar Taoli dengan niat membunuh yang sangat kuat.
"aku setuju dengan rencana saudara Taoli, kita harus menyebar, pelaku itu sangat licik, tapi yang membuat ku masih bingung adalah penjelasan setiap saksi mata yang kita tanyai, setelah menghancurkan istana, para pelaku itu menghilang begitu saja seperti tidak pernah ada, apa mungkin pemimpin mereka adalah seseorang yang menguasai teknik teleportasi?" ucap jendral An Hu berpendapat.
"saudara An Hu benar, aku juga berpikir seperti itu, kita terlalu memandang rendah mereka, kirim surat ke istana dan minta saudara Maoli dan yang lainnya agar menjaga kota kota yang rentan untuk diserang, minta saudara Maoli untuk mengirimkan pasukan khusus untuk melindungi kota kota itu!" ucap jendral besar Taoli.
"baik saudara Taoli," balas jendral besar An Hu, lalu dia keluar dari aula pertemuan dan di ikuti 10 jendral bawahan lainnya.
"awas saja jika kalian tertangkap, akan aku buat kalian menderita dan memohon untuk dibunuh," geram jendral besar Taoli sambil mengepalkan kedua telapak tangannya.
******
Waktu terus berlalu.
tak terasa seminggu sudah Long Qe membawa Qin Fan dan Jianjun ke kota Kalumata, menjelang pagi, Long Qe melihat kota kalumata itu dari jauh.
"apa itu kota Kalumata yang kamu maksudkan Long Qe?" tanya Qin Fan sambil menatap kota yang masih diterangi dengan lampion itu.
"benar penguasa muda, itu adalah kota kalumata," jawab Long Qe.
"baiklah, sekarang turunkan aku dan Jianjun disini saja! jangan terlalu dekat! karena itu akan menarik perhatian banyak orang," ucap Qin Fan lagi.
Qin Fan dan Jianjun kemudian turun dari punggung Long Qe, sementara Long Qe langsung kembali kedunia jiwa.
__ADS_1
Qin Fan dan jianjun kemudian berjalan ke arah kota Kalumata, tidak berselang lama, keduanya sampai didepan gerbang dan ikut mengantri, beberapa saat kemudian, Qin Fan dan Jianjun mendapat giliran untuk diperiksa.
setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Qin Fan dan Jianjun masuk kedalam, keduanya lalu pergi mencari rumah makan untuk mencari informasi tentang letak sekte gunung mare.
tujuan Qin Fan saat ini adalah menghancurkan sekte besar aliran hitam itu, namun bukan hanya sekte gunung mare saja, tapi semua sekte aliran hitam yang disebut Long Qe itu akan dimusnahkan Qin Fan, karena sekte sekte itu bergabung dengan Bao Teng disaat penyerangan dulu.
tidak jauh kedalam kota, Qin Fan dan Jianjun menemukan sebuah rumah makan, keduanya lalu masuk kedalam dan mengambil tempat dipojok ruangan.
"selamat datang di rumah makan kami tuan tuan, mau pesan apa?" tanya seorang pelayan ramah pada Qin Fan dan Jianjun.
"bawakan saja kami makanan terbaik yang kalian punya!" balas Qin Fan yang juga ramah.
"baik tuan, mohon tunggu sebentar!" balas pelayan, lalu dia kembali ke dapur untuk mengambil pesanan keduanya.
sambil menunggu pesanan mereka datang, Qin Fan dan Jianjun mencoba mendengarkan obrolan beberapa pelanggan yang sudah lebih dulu datang.
"kita harus bagaimana lagi saudara? tidak ada jejak sama sekali dari pembunuh itu, sementara Patriak terus menekan kita untuk menemukan pembunuhnya," ucap salah satu pengunjung pada temannya.
"entahlah saudara, sudah sebulan lebih kita mencari pelakunya, tapi tidak ada petunjuk apapun, terlebih lagi, kita tidak punya saksi mata," balas pengunjung yang ditanya.
"lalu apa yang akan kita lakukan sekarang saudara? kembali ke sekte? itu sangat tidak mungkin, karena Patriak akan memenggal kepala kita jika pulang dengan tangan kosong," balas pengunjung itu lagi.
Saat ini Qin Fan dan Jianjun mendengar obrolan kedua tetua mencari pelaku pembunuhan, tapi kedua tidak tahu pelaku pembunuhan yang mana.
Qin Fan tidak sadar jika yang mereka cari adalah dirinya, pelaku utama atas kematian seorang tetua tingkat rendah dan 30 murid sekte gunung mare, sekte yang juga di cari oleh Qin Fan.
"saudara Mao, saudara Tuo, saudara Zong, silahkan duduk saudara saudara!" balas Kang.
"terima kasih saudara Kang," balas Mao.
"ada apa saudara Kang? kenapa raut wajah saudara Kang dan saudara Tufai terlihat jelek seperti itu?" tanya Mao dengan sedikit terkekeh.
"saat ini aku dan saudara Tufai dalam misi, Patriak memerintahkan semua tetua tingkat tinggi dan murid elite serta murid inti untuk mencari pelaku yang membunuh salah satu tetua tingkat rendah dan 30 murid sekte kami," jawab Kang serius.
"siapa yang begitu berani membunuh tetua dan murid sekte gunung mare? apa dia sudah bosan hidup?" ucap Zong terkejut.
"itulah yang menjadi masalah saudara Zong, kami tidak menemukan petunjuk apapun," jawab Tufai yang sedari tadi hanya diam.
"jadi mereka adalah tetua sekte gunung mare? kebetulan sekali," ucap Qin Fan pelan.
"apa mereka yang penguasa cari?" tanya Jianjun yang mendengar gumaman Qin Fan itu.
"benar Jianjun, merekalah yang aku cari, kita harus mendapatkan informasi tentang letak sekte gunung mare dari mereka," jawab Qin Fan.
"aku bisa lakukan itu penguasa," jawab tersenyum jahat.
__ADS_1
"maksud mu?" tanya Qin Fan bingung.
"aku akan menggunakan teknik serap jiwa untuk menyerap pengetahuan mereka, jadi tidak akan sulit untuk mengetahui letak sekte gunung mare," jawab Jianjun.
"teknik serap jiwa?" tanya Qin Fan yang tampak tertarik.
"benar penguasa, teknik serap jiwa adalah salah satu teknik terlarang yang diwariskan oleh mendiang yang mulia raja, selain menyerap pengetahuan, teknik serap jiwa juga bisa menyerap kekuatan musuh, semakin tinggi kekuatan musuh yang diserap, maka semakin cepat untuk meningkatkan kultivasi," jawab Jianjun menjelaskan teknik serap jiwa.
mata Qin Fan tampak sangat berbinar binar dengan penjelasan dari Jianjun mengenai teknik serap jiwa itu.
"apa kamu bisa mengajariku teknik itu?" tanya Qin Fan tanpa malu malu.
"maaf menunggu lama tuan tuan!" belum sempat Jianjun menjawab, pelayan tadi datang membawa pesanan mereka.
"tidak apa apa nona, silahkan letakkan diatas meja!" balas Qin Fan ramah.
"baik tuan," balas pelayan, lalu dia dan dua pelayan lainnya meletakkan pesanan itu diatas meja dan kembali ke dapur.
"bagaimana Jianjun? apa kamu bisa mengajariku teknik itu?" tanya Qin Fan sekali lagi, dia sudah tidak bernafsu makan setelah mendengar kelebihan teknik serap jiwa.
"bisa penguasa, hanya saja," jawab Jianjun ragu.
"ada apa Jianjun? apa ada syarat khusus jika ingin mempelajarinya?" tanya Qin Fan menebak.
"benar penguasa, jika penguasa menguasai teknik itu, penguasa akan haus darah, sehingga penguasa sudah seperti kami yang selaku haus darah, karena sejatinya, teknik itu diciptakan untuk hewan buas seperti kami," jawab Jianjun menjelaskan lagi.
seketika Qin Fan tersenyum masam mendengar Jianjun menjelaskan kekuatan gan dari teknik serap jiwa itu, dia sudah berpikir akan dapat meningkatkan kekuatan tanpa harus mencari sumber daya atau mengonsumsi pil lagi.
"baiklah, batalkan saja!" balas Qin Fan.
Qin Fan dan Jianjun kemudian memulai makan pagi mereka, meski begitu, keduanya tidak melepaskan pantauan mereka ke 5 tetua sekte gunung mare dan sekte padang pasir.
beberapa saat kemudian, kelima tetua dari dua sekte berbeda itu selesai makan dan mengobrol, kelima nya lalu keluar rumah makan dan berpisah, Qin Fan dan Jianjun pun membayar pesanan mereka dan menyusul kedua tetua sekte gunung mare.
meski begitu, keduanya menjaga jarak agar tidak ketahuan, setelah keluar dari kota Kalumata, kedua tetua itu melesat ke arah kota Maliaro.
Qin Fan dan Jianjun juga melesat ke udara dan mengikuti kedua tetua sekte gunung mare itu, menjelang sore, Qin Fan dan Jianjun mempercepat terbang mereka dan menyusul kedua tetua sekte itu.
Whush.. Whush..
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih....