
Hari demi hari Qin Fan melayang ke arah timur, 7 hari kemudian, menjelang pagi, dari jauh Qin Fan melihat sebuah tembok yang sangat tinggi, dia sudah tahu jika itu adalah klan Liu, sehingga Qin Fan mempercepat terbang nya.
p
hanya dalam 20 tarikan nafas, Qin Fan sudah berada tidak jauh dari gerbang, lalu dia melayang turun dan berjalan ke arah gerbang.
"berhenti disana!!" ucap penjaga gerbang.
"ada perlu apa kamu ke klan Liu?" tanya seorang penjaga gerbang.
"maafkan aku tuan tuan, aku kesini untuk bertemu guru" ucap Qin Fan menjawab jujur.
"guru mu? siapa nam guru mu?" tanya penjaga gerbang itu dengan nada yang tidak enak di dengar.
"guru bernama Liu Mao" jawab Qin Fan menyebut nama Liu Mao, lalu mengeluarkan lencana emas pemberian Liu Mao sewaktu di dimensi hukuman para dewa.
kedua penjaga gerbang yang mendengar nama Liu Mao dan melihat lencana emas yang memang milik Liu Mao pun langsung berlutut di depan Qin Fan.
"a-ampuni kami guru besar" ucap kedua penjaga itu dalam posisi berlutut.
Qin Fan yang mendengar kedua penjaga menyebut nya guru besar pun jadi bingung, sebab dia tidak tahu apa maksud mereka.
"ada apa dengan kalian? kenapa kalian berlutut dan memanggil ku guru besar?" tanya Qin Fan yang penasaran.
"Patriak akan menjawab nya guru besar" jawab salah satu penjaga, meski begitu, dia masih tetap dalam posisi berlutut.
"baiklah, antarkan aku menemui Patriak kalian!!" ucap ramah Qin Fan.
"baik guru besar" jawab nya, lalu dia menuntun Qin Fan ke dalam klan, lebih tepat nya, dia menuntun Qin Fan ke aula pertemuan.
"lapor Patriak, di luar aula, ada guru besar yang ingin bertemu dengan Patriak" ucap penjaga gerbang tadi, dia meninggalkan Qin Fan di luar aula, sementara dia masuk melapor.
"guru besar? apa maksud mu Liu Fang?" tanya Patriak.
"benar patriak, di luar aula, ada murid leluhur Mao, dia ingin bertemu Patriak" jawab penjaga gerbang yang bernama Liu Fang.
"apa?" ucap Patriak dan semua tetua yang terkejut, sebab Liu Mao tidak pernah memiliki murid, tapi ada yang mengaku ngaku sebagai murid Liu Mao.
dia lalu berdiri dan turun dari kursi utama lalu berjalan keluar aula, dan di ikuti oleh para tetua klan.
sesampainya mereka di luar, dapat mereka lihat seorang pemuda tampan berambut panjang yang sedang menunggu mereka, yang tidak lain adalah Qin Fan.
"silahkan masuk guru besar!!" Qin Fan yang sedang berdiri itu tiba tiba di mendengar sebuah suara yang mempersilahkan dia masuk ke aula pertemuan.
Qin Fan pun menoleh ke asal suara, dan dapat dia lihat jika ada Liu Fang, Patriak dan juga para tetua klan.
"terima kasih Patriak" balas Qin Fan ramah, karena dia sudah menduga jika yang berbicara pada nya adalah Patriak klan Liu, sehingga dia menyebut Patriak.
lalu Qin Fan dan semua orang masuk ke dalam, Patriak klan juga tidak berani duduk di kursi utama, tapi dia meminta Qin Fan yang duduk.
"silahkan guru besar duduk di kursi utama!!" ucap Patriak.
Qin yang mendengar pun merasa tidak enak, lalu dia menolak nya.
"maafkan aku Patriak, aku kesini hanya mencari guru, karena aku sudah berjanji pada guru jika aku akan mencari nya disini" balas Qin Fan ramah, lalu dia duduk di salah satu kursi yang berada di dekat nya.
__ADS_1
"jika aku boleh tahu, kenapa kalian memanggil ku guru besar? padahal baru kali ini kita bertemu" tanya Qin Fan penasaran.
"sebelumnya, maafkan aku guru besar, tapi apa kami boleh lihat bukti jika guru besar adalah murid leluhur Mao?" tanya Patriak yang masih sedikit ragu.
Qin Fan pun kembali mengeluarkan lencana emas yang memang hanya ada 1 di klan Liu, yaitu milik Liu Mao, Qin Fan juga mengeluarkan teknik elemen air yang di berikan Liu Mao.
melihat itu, Patriak dan semua tetua percaya jika Qin Fan memang murid dari Liu Mao, sehingga membuat mereka semakin sopan pada nya.
"dimana guru? kenapa aku tidak merasakan aura guru?" tanya Qin Fan yang memang tidak merasakan aura Liu Mao.
"sejak leluhur Mao kembali dari hukuman, leluhur Mao hanya datang sekali, setelah itu, leluhur Mao pergi dan belum kembali sampai sekarang" jawab Patriak.
"maafkan aku guru besar, karena aku belum memperkenalkan diri, nama ku Liu Feng, dan mereka adalah tetua klan" ucap lanjut Liu Feng.
"apa tidak ada sesuatu yang dapat memanggil guru?" tanya Qin Fan, sebab dia tahu jika ada giok jiwa yang bisa di gunakan untuk menghubungi guru nya.
"ada guru besar, hanya saja kecuali dalam keadaan darurat" jawab Liu Feng jujur.
"kalau begitu, panggil guru!! aku sudah sangat merindukan nya" ucap Qin Fan meminta.
"tapi guru besar" balas Liu Feng ragu, karena dia sangat tahu watak Liu Mao.
"Patriak tenang saja, tidak akan terjadi apa apa" balas Qin Fan, sebab dia dapat memahami apa yang di takutkan Liu Mao.
Liu Mao pun mengeluarkan giok jiwa dan memecahkan nya.
******
Di sebuah restoran.
Liu Mao pun melihat isi pesan nya, wajah nya seketika jadi jelek, kelima saudara nya yang melihat wajah jelek Liu Mao pun jadi penasaran.
"ada apa saudara Liu?" tanya Hei An.
"telah terjadi sesuatu di klan ku, Liu Feng memecahkan giok jiwa nya" jawab Liu Mao yang sudah bersiap kembali ke klan Liu.
"tunggu saudara Liu, kita adalah saudara, kami akan ikut bersama saudara ke klan Liu" ucap Murong Fu menghentikan Liu Mao.
"terima kasih saudara" balas Liu Mao, lalu keenam nya menghilang begitu saja, pada pengunjung yang melihat mereka menghilang tiba tiba pun sangat terkejut.
Whush... Whush... Whush...
satu persatu Liu Mao dan yang lain nya muncul di atas langit langit Klan Liu, tapi mereka tidak melihat ada nya jejak pertempuran sama sekali, hal itu membuat keenam guru Qin Fan itu mengerutkan kening mereka.
"tidak terjadi apa apa disini saudara Liu" ucap Xiao Dan, lalu di angguki keempat saudara mereka.
"benar saudara Liu, semua tampak biasa biasa saja" timpal Bai Long.
"sebaiknya kita turun saja dulu!!" balas Liu Mao, lalu keenam nya turun dan mendarat langsung di dalam klan, kemudian mereka pergi ke aula pertemuan.
sesampainya mereka di aula pertemuan, semua orang kecuali Qin Fan langsung berlutut memberi hormat pada Liu Mao.
"hormat kami leluhur" ucap Liu Feng dan semua tetua dalam posisi berlutut.
"guru?" panggil Qin Fan gembira, lalu dia berlari memeluk keenam guru nya itu satu persatu dengan perasaan yang sangat bahagia.
__ADS_1
"anak nakal" ucap Bai Long yang memukul kepala Qin Fan.
"Guru" ucap Qin Fan yang berpura pura merajuk.
"Liu Feng? apa maksud mu memecahkan giok jiwa milik mu?" tanya Liu Mao dengan tatapan tajam, sebab dia merasa di bohongi.
"Patriak tidak salah guru, aku yang meminta Patriak untuk memecahkan giok itu, karena jika patriak tidak memecahkan giok jiwa, aku tidak akan bertemu guru sekarang" potong Qin Fan menjelaskan.
"anak nakal" balas Liu Mao, lalu dia juga memukul kepala Qin Fan.
"kalian keluar lah!! kami ingin mengobrol dengan murid nakal kami ini" ucap Liu Mao menyuruh Liu Feng dan semua tetua klan agar keluar dari aula pertemuan.
"baik leluhur" balas mereka, lalu mereka semua keluar dari aula pertemuan.
"kemana saja kamu selama ini? kenapa baru menemui kami?" ucap Hei An yang berpura pura kesal.
"Hehehe.. maafkan aku guru, ada banyak hal yang aku lewati, sehingga aku baru bisa menemui guru sekarang" jawab Qin Fan sambil terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
lalu dia mulai menceritakan rentetan peristiwa yang dia lalui, di mulai dari penyerangan kekaisaran Tang dan Kekaisaran Wei, kemudian dia berada di daratan tengah.
dilanjutkan lagi dengan serangan raja iblis, dia terdampar di benua suci, pergi ke bintang Taimun, masuk ke dunia dewa kuno, dan terakhir dia berada di alam langit.
tidak lupa juga Qin Fan menceritakan jika dia juga menginginkan kepala Zhu Wei, dia juga yang mengganti kaisar alam langit, dimana dia menunjuk Zhu Lian sebagai kaisar baru.
keenam guru yang mendengar nya bercerita itu hanya bisa ternganga dan wajah yang berubah rubah.
"sudah aku duga, Qin Fan yang ada di kertas pengumuman itu anak nakal ini" ucap Liu Mao.
lalu setelah itu mereka terus mengobrol hingga larut malam, meski begitu, tidak ada satu pun yang beranjak, ketujuh nya terus mengobrol, kadang tawa menghiasi obrolan mereka.
menjelang pagi, Qin Fan menanyakan kabar Xiao Chen pada Xiao Dan.
"apa kakak Xiao Chen ada di klan guru?" tanya Qin Fan pada Xiao Dan.
"maksud mu kakek buyut ku Xiao Chen?" tanya Xiao Dan penasaran.
"entahlah guru, kakak kedua bilang jika dia berada di klan Xiao di alam langit, aku juga meminta kakak kedua agar merekrut pemuda pemudi di alam langit ini untuk menjadi prajurit ku, tapi aku belum ke dunia dewa kuno hingga sekarang" jawab Qin Fan menjelaskan panjang lebar.
"apa?"
"jadi yang kakek buyut rekrut itu prajurit mu? dan kenapa kamu panggil kakek buyut dengan sebutan kakak?" tanya Xiao Dan yang terkejut dan juga penasaran, begitu juga dengan kelima guru Qin Fan lain nya.
"Hehehe.., kakak Xiao Chen adalah kakak kedua ku guru, dia kakak seperguruan ku" jawab Qin Fan sambil terkekeh dan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"apa?"
sekali lagi mereka terkejut dengan jawaban yang mereka dengar dari mulut Qin Fan.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1