Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Pertarungan Seru


__ADS_3

ledakan dahsyat mengguncang puncak gunung itu saat pukulan Qin Fan dan pria paruh baya itu beradu.


Whush... Whush..


Kedua nya terlempar puluhan meter ke belakang.


"bajingan, ternyata dia sangat kuat" gumam pria paruh baya itu yang merasakan tangan nya kebas.


"apa?"


ketiga teman pria paruh baya itu terkejut karena serangan Qin Fan dapat melemparkan teman mereka.


sementara itu Qin Fan juga merasakan tangan nya kebas, hanya saja dia berpura pura.


"Hemm.., sebagai kultivator semi abadi bintang 5, pukulan yang barusan kamu lepaskan, hanya seperti semut yang merayap di tangan ku" ucap Qin Fan memprovokasi.


"ternyata kamu adalah semi abadi bintang 4, pantas saja kamu cukup sombong dan berani menyerang ku, tapi itu tidak cukup untuk menahan serangan ku yang berikut nya" balas pria paruh baya.


"tinju baja" ucap pria paruh baya itu, lalu muncul tinju dengan ukuran yang sangat besar lalu dia mengalirkan Qi nya dengan kekuatan penuh.


"tapak penghancur alam" ucap Qin Fan, lalu muncul tapak yang sedikit lebih besar dari tinju pria paruh baya itu, lalu Qin Fan mengalirkan elemen api dan petir ke dalam tapak itu.


Booooomm...


ledakan kembali terjadi disaat tinju dan tapak mereka kembali beradu.


Whush...


kali ini pria paruh baya itu yang di kirim terbang ratusan meter jauh ke belakang dan.


Booooomm...


kembali terjadi ledakan disaat tubuh pria paruh baya itu menghantam tanah dengan kuat, lalu menciptakan kawah yang cukup dalam.


ukhuk ukhuk...


pria paruh baya itu memuntahkan seteguk darah dari mulut.


"sangat kuat" gumam pria paruh baya itu yang memegang dada nya dan mencoba berdiri.


tapi belum sempat dia berdiri, kembali Qin Fan melayangkan pukulan api kekacauan dan mengenai telak di dada pria paruh baya itu.


Booooomm...


sekali lagi pria paruh baya itu terkena pukulan Qin Fan dan melemparnya semakin jauh ke belakang.


"Aaarrrgg.., teriak nya marah, cepat kalian habisi pemuda sialan itu!!" teriak marah pria paruh baya itu pada ketiga teman nya.


lalu ketiga teman nya menyerang Qin Fan bersamaan, melihat itu Qin Fan lalu mengeluarkan kelima pedang nya dan menyerang mereka bertiga juga.


kemudian Qin Fan mengalirkan elemen api dan petir nya ke lima pedang itu dan menyerang mereka.


Booooomm Booooomm Booooomm...


terjadi ledakan tiga kali dan melempar mereka berempat mundur ke belakang puluhan meter.


"ternyata bajingan kecil ini sangat kuat, kita tidak boleh meremehkan nya" ucap seorang pria paruh baya pada kedua teman nya.


"kamu benar, kita tidak boleh meremehkan pemuda ini" balas teman nya yang satu.


lalu ketiga nya kembali menyerang Qin Fan, hanya dalam beberapa saat, mereka sudah bertukar ratusan jurus, tapi belum ada yang terluka parah.


Qin Fan dengan lihai nya memainkan kelima bilah pedang nya lalu menyerang dan menangkis serangan ketiga pria paruh baya itu.


Booooomm Booooomm Booooomm...

__ADS_1


ledakan terus terjadi dan memekakkan telinga, angin berhembus kencang dan menerbangkan pepohonan yang ada di sekitar situ disaat senjata mereka beradu.


Booooomm Booooomm Booooomm...


ledakan demi ledakan terus bersautan di atas langit di puncak gunung, kali ini Qin Fan mendapat lawan yang tangguh, selain tangguh, mereka juga unggul dalam jumlah.


bisa saja Qin Fan mengeluarkan Shen Long atau kelima puluh delapan bawahan nya untuk membunuh mereka, tapi tidak dia lakukan itu, karena Qin Fan ingin menguji kekuatan baru nya dan terbiasa dengan kekuatan baru nya itu.


"anak muda, kamu sangat berbakat, tapi sayang kamu akan mati di tangan kami" ucap salah satu pria paruh baya yang sedang terus bertarung dengan Qin Fan.


"aku ingin lihat bagaimana cara kalian melakukan itu" jawab Qin Fan yang juga terus menyerang dan menangkis serangan mereka.


Booooomm Booooomm Booooomm...


ledakan kembali terjadi lagi, dan kembali melempar mereka ke belakang, tapi tetap saja belum ada yang terluka parah.


Qin Fan yang mengaktifkan tubuh dewa naga, di tambah fisik dan tulang nya yang berulang kali di tempa, membuatnya tidak mendapatkan luka.


"tebasan ganda" ucap Qin Fan, lalu kembali mengalirkan elemen api dan petir nya kelima pedang itu dan menebas ketiga pria paruh baya itu.


Slash Slash Slash


Booooomm Booooomm Booooomm...


terjadi ledakan lagi dan sekali lagi mengirim mereka berempat terbang ke belakang, tapi kali ini terlihat jelas sayatan pedang di dada ketiga pria paruh baya itu dengan sayatan yang cukup besar.


ketiga pria paruh baya itu memegang dada mereka, karena mereka merasakan perih di dada, dan alangkah terkejut nya mereka ketika mereka lihat ada sayatan pedang di dada mereka.


"Aaaarrg..


teriak mereka murka.


"ayo kita berempat serang dia bersama" ucap pria paruh baya yang menjadi lawan Qin Fan pertama kali pada ketiga teman nya.


Booooomm Booooomm Booooomm...


ledakan terus terjadi dan menghancurkan apa saja yang ada di sekitar mereka, terlihat kawah tercipta dimana mana.


dalam hitungan menit, mereka sudah bertukar ratusan jurus.


Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm...


ledakan demi ledakan terjadi dan kembali melempar mereka berlima, dan kali ini Qin Fan sudah terluka.


tapi dia tetap tidak mengeluarkan pedang emas putih atau kelima puluh delapan bawahan nya untuk membantu.


Qin Fan ingin menguji sejauh mana kekuatan yang dia miliki saat ini, menghadapi pertarungan hidup dan mati adalah pengalaman yang sangat berharga.


"bajingan kecil ini sangat kuat, bahkan kita berempat sudah menyerang dia bersama pun kita masih di buat nya tidak berdaya" ucap salah satu dari keempat pria paruh baya itu yang menyeka darah di bibir nya dan di dada nya.


"kamu benar, pemuda ini memiliki jurus tingkat tinggi dan kekuatan nya juga sangat besar, jika seperti ini terus, kita bisa terluka parah di tangan nya" timpal yang lain.


"ayo kita serang dia lagi" sahut yang lain.


lalu mereka berempat kembali menyerang Qin Fan.


"tapak bayangan" ucap Qin Fan lalu menggerakkan tangan nya, kemudian muncul puluhan tapak berukuran puluhan meter.


lalu Qin Fan sekali lagi mengalirkan elemen api dan petir nya dengan kekuatan penuh pada tapak tapak raksasa itu dan melepaskan pada keempat pria paruh baya.


Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm...


sekali lagi ledakan bersahutan yang sangat besar dan menghancurkan gunung yang Qin Fan jadikan tempat untuk beristirahat.


sementara Qin Fan dan keempat pria paruh baya itu kembali di kirim terbang di saat pukulan mereka kembali beradu.

__ADS_1


ukhuk ukhuk..


kali ini Qin Fan memuntahkan seteguk darah dari mulut nya.


sedangkan keempat pria paruh baya itu dalam kondisi yang lebih kritis lagi.


ukhuk ukhuk..


keempat pria paruh baya itu kembali memuntahkan darah dari mulut mereka, kondisi mereka saat ini benar benar terluka parah.


bahkan untuk berusaha untuk bangkit atau menggerakkan jari mereka pun mereka sudah tidak mampu.


melihat itu Qin Fan duduk lalu menelan pil penyembuhan lalu dia menyerap pil itu, beberapa saat kemudian dia berdiri dan melayang ke arah 4 pria paruh baya yang terbaring tidak berdaya di dalam kawah.


perlahan Qin Fan mendekat pada mereka, setelah Qin Fan berada tepat di dekat mereka.


Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm...


kembali terjadi ledakan kecil dari dalam tubuh mereka.


Aaarrrgg Aaarrrgg Aaarrrgg Aaarrrgg..


teriakan kesakitan keempat pria paruh baya itu kerika Qin Fan memukul tepat di bawah perut mereka dan menghancurkan dantian mereka.


saat ini keempat pria paruh baya itu hanya sebagai sampah, sebab kultivasi mereka sudah hilang seperti seorang bayi yang baru lahir.


setelah itu Qin Fan mengambil cincin penyimpanan mereka dan memeriksa isi nya.


"tidak buruk" ucap Qin Fan setelah melihat isi cincin penyimpanan milik keempat pria paruh baya itu.


dimana isi cincin penyimpanan keempat pria paruh baya itu adalah ratusan ribu batu roh tingkat rendah hingga tingkat tinggi, ratusan batang platinum, sumber daya ribuan tahun dan beberapa senjata tingkat dewa di masing masinf cincin penyimpanan.


sementara Qin Fan sedang asik memeriksa isi cincin penyimpanan, pegasus merah itu menghampiri Qin Fan lalu berkata.


"terima kasih tuan muda" ucap pegasus berterima kasih.


Qin Fan tidak menjawab tapi hanya menganggukkan kepalanya saja, beberapa saat kemudian Qin Fan berkata.


"kamu berhutang penjelasan pada ku, dan kamu harus menceritakan pada ku" ucap Qin Fan.


"baik tuan muda" jawab pegasus.


"siapa nama mu?" tanya Qin Fan.


"aku diberi nama oleh leluhur Mo Lian dengan nama Mo Zhan.


"baik lah Mo Zhan, sekarang ceritakan pada ku kenapa guru bisa dibunuh mereka!!" perintah Qin Fan.


"baik tuan muda" jawab patuh pegasus.


BERSAMBUNG....


*****


Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


************


Pegasus


__ADS_1


__ADS_2