
Whush...
Qin Fan sampai di hutan tidak jauh dari gerbang benteng pertahanan, lalu dia mendarat dan melanjutkan dengan berjalan kaki.
prajurit yang bertugas diatas benteng yang melihat Qin Fan pun sedikit waspada, karena disaat Qin Fan keluar dari benteng, para prajurit itu tidak melihat nya, sehingga membuat mereka waspada dengan kehadiran Qin Fan.
"Berhenti!!" ucap seorang prajurit menghentikan langkah Qin Fan.
mendengar itu Qin Fan mengerutkan kening nya karena di hentikan seorang prajurit, tapi Qin Fan tidak menghiraukan prajurit itu dan terus berjalan mendekati gerbang benteng.
"ada musuh" teriak para prajurit yang melihat Qin Fan tidak berhenti dan terus berjalan ke gerbang.
mendengar teriakan itu, para jendral dan komandan langsung berhamburan keluar dari bangunan bangunan yang ada dan ke gerbang benteng.
dan teriakan ada musuh itu terus diteriakkan para prajurit yang berada di dalam benteng, hingga sampai di telinga keempat kaisar yang berada di ruangan pertemuan.
ketika para jendral berada di atas benteng, mereka semua terkejut, karena yang di teriaki musuh adalah sosok yang paling di takuti diseluruh daratan tengah.
para jendrak itu buru buru turun dari atas tembok dan membuka gerbang benteng dan menyambut Qin Fan dan meminta maaf atas sikap prajurit yang meneriaki Qin Fan sebagai musuh.
"silahkan masuk tuan muda, dan maafkan sikap para prajurit jaga, karena mereka tidak mengenal tuan muda" ucap salah satu jendeak dengan sangat hormat, sebab dia takut menyinggung Qin Fan.
"tidak apa apa jendral, dan terima kasih sudah membukakan gerbang untuk ku" balas Qin Fan yang ramah juga.
lalu Qin Fan berjalan masuk, begitu dia melewati gerbang, Qin Fan mengangkat kepala nya dan melihat para prajurit yang meneriaki nya musuh itu.
sementara para prajurit itu gemetar ketakutan, sebab mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri jika jendral mereka saja memperlakukan Qin Fan dengan sangat hormat.
Qin Fan lalu tersenyum ke arah mereka kemudian berjalan masuk, beberapa saat kemudian, Qin Fan sudah sampai di ruangan yang dimana keempat kaisar dan keempat panglima berada.
begitu mereka melihat Qin Fan masuk, wajah mereka semua jadi cerah, sebab sejak kepergian Qin Fan, mereka semua tampak khawatir, sehingga mereka sangat senang ketika melihat Qin Fan kembali dengan baik baik saja.
"tuan muda" ucap Yutian senang.
Qin Fan menganggukkan kepala nya, lalu dia berjalan ke salah satu kursi dan duduk, setelah duduk, Qin Fan berkata.
"sekarang semua sudah baik baik saja, pasukan benua hitam, benua matahari dan siluman sudah tidak akan menyerang lagi, karena kedua raja dari benua hitam dan benua matahari mungkin sudah meninggalkan gunung pasir" ucap Qin Fan menyampaikan hasil pertemuan nya.
keempat kaisar dan keempat panglima yang ada itu sangat terkejut dengan apa yang disampaikan Qin Fan, karena bagaimanapun juga, raja benua hitam dan benua matahari itu sangat keras kepala dan tidak mau berdamai dengan manusia.
tapi tidak ada yang berani meragukan ucapan Qin Fan, sebab mereka semua tahu jika Qin Fan tidak pernah main main dengan ucapan nya.
"apa benar tuan muda?" tanya raja Shui Chi tidak percaya.
"benar yang mulia, mereka tidak lagi menyerang daratan tengah, sehingga kita semua boleh kembali ke tempat kita masing masing, dan sebaiknya kita kembali besok saja, karena hari sudah malam" jawab Qin Fan.
hanua perasaan senang dan kagum yang mereka rasakan saat ini, senang karena perang tidak berlanjut, kagum karena keberanian Qin Fan dalam menyelesaikan peperangan dengan mudah.
"Terima kasih tuan muda, karena sekali lagi tuan muda menyelamatkan daratan tengah dari kehancuran" ucap kaisar Liu Zhang dengan tulus.
"benar tuan muda, kami sebagai kaisar merasa sangat malu pada tuan muda, daratan tengah ini tidak akan melupakan jasa jasa tuan muda" timpal kaisar Zhou Tian.
"apa yang yang mulia katakan? seperti yang aku bilang sebelumnya, aku sudah menganggap daratan tengaj sebagai rumah ku, dan daratan tengah memberi ku sesuatu yang tidak dapat aku lupakan, jadi sudah seharusnya aku juga membantu daratan tengah ini agar tetap aman, dan orang orang yang sudah aku anggap sebagai keluarga juga bisa hidup tenang" balas Qin jujur.
"tuan muda, disaat aku menyampaikan salam tuan muda, Shi'er membalas salam tuan muda, dan dia berkata, jika tuan muda kembali, tuan muda bisa meluangkan waktu untuk menemui nya" ucap kaisar Shui Chi.
"terima kasih yang mulia, tapi seperti nya aku harus kembali sekarang, karena aku masih mempunyai urusan yang lain" balas Qin Fan.
Qin Fan menolak bertemu dengan putri Hai Shi karena dia tidak ingin membuat putri Hai Shi semakin dekat dengan nya, karena jika hal itu terjadi, maka putri Hai Shi akan semakin berharap pada Qin Fan.
sementata Qin Fan tidak mau berbagi cinta dan menduakan Luo Xia, sehingga Qin Fan berasalan akan kembali sekarang, padahal sebelumnya dia berkata jika dia akan kembali besok.
tapi karena putri Hai Shi ingin bertemu dengan nya, Qin Fan pun berpikir jika sebaiknya dia kembali ke kekaisaran Qin sore itu juga, agar dia dapat menghindari putri Hai Shi.
"bukan nya barusan tuan muda ingin kembaki besok pagi" tanya kaisar Shui Chi kebingungan.
"benar yang mulia, tapi aku baru ingat jika aku memiliki urusan penting di istana kekaisaran Qin, sehingga aku akan kembali sekarang, dan sampaikan pada putri Hai Shi jika kapan kapan saja aku akan menemui nya" ucap Qin Fan berbohong.
kaisar Shui Chi sudah tidak tidak tahu harus berkata apa, sehingga dia hanya diam saja, karena bagaimanapun juga, dia tidak mempunyai alasan atau pun hak untuk menahan Qin Fan lebih lama lagi.
"baiklah, aku akan kembali sekarang" ucap lanjut Qin Fan, lalu dia berdiri dan menangkupkan tangan nya dan membungkukkan badan nya kemudian keluar dari ruangan.
setelah berada di luar, Qin Fan pergi ke gerbang, beberapa saat kemudian, Qin Fan samoai di gerbang dan keluar dari benteng pertahanan perbatasan.
__ADS_1
300 meter dari gerbang, Qin Fan merobek ruang menuju hutan tidak jauh dari gerbang kota Qin Qing lalu dia masuk dan menghilang.
Whush...
Qin Fan muncuk di hutan yang tidak jauh dari gerbanh ibukota, lalu dia melayang turun dan berjalan ke arag kota, beberapa saat kemudian, Qin Fan sampai di gerbanh kota dan ikut antrian.
setelah cukup lama mengantri, akhirnya giliran Qin Fan yanh di periksa.
"identitas nya tuan" ucap penjaga gerbang.
tapi sebelum Qin Fan mengeluarkan lencana, seorang komandan berjalan ke arah nya dengan sangat hormat, lalu dia membungkukkan badan nya dan meminta Qin Fan untuk masuk dan tidak perlu di periksa.
dan ternyata komandan itu mengenal Qin Fan, karena disaat dia memberi laporan tentang ada urusan dari kekaisaran Liu, komandan itu melihat Qin Fan sarapan pagi bersama kaisar Qin Zhi dan keluarga nya.
"tuan muda, tuan muda tidak perlu di periksa, silahkan tuan muda masuk saja" ucap sang komandan.
Qin Fan pun menoleh ke asal suara, dan dapat dia kenal juga komandan itu, lalu Qin Fan berterima kasih pada komandan dan masuk ke dalam kota.
setelah masuk kedalam kota, dengan santai Qin Fan berjalan ke istana, beberapa saat kemudian, Qin Fan sampai di gerbang istana, para penjaga gerbang yang sudah mengenal Qin Fan pun membungkuk memberi hormat lalu membukakan gerbang dan mempersilahkan Qin Fan masuk kedalam.
"salam tuan muda, silahkan tuan muda masuk" ucap salah satu penjaga gerbang.
Qin Fan mengangguk lalu masuk kedalam, lalu dia pergi ke aula pertemuan, sesampainya disana, Qin Fan tidak menemukan seorang pun, kemudian Qin Fan pergi ke kamar nya.
tapi di jalan, dia bertemu dengan putra mahkota Qin Lao, lalu dia berhenti dan mengobrol sebentar, kemudian Qin Fan pamit dengan beralasan ingin membersihkan diri.
putra mahkota Qin Lao yang ingin bertanya soal peperangan dengan benua hitam, benua matahari dan siluman pun mengurungkan niatnya.
karena dia berpikir jika Qin Fan kelelahan dan ingin istirahat, sehingga dia tidak jadi bertanya, Qin Fan pun pergi kamar nya, sesampainya dikamar, Qin Fan membersihkan diri lalu memakai pakaian yang baru kemudian dia membaringkan tubuhnya diatas kasur yang empuk.
keesokan harinya, Qin Fan bangun lalu membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, setelah semua sudah selesai, Qin Fan keluar dari kamar dan pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi.
beberapa saat kemudian, Qin Fan sudah sampai di ruang makan, dan disana semua anggota keluarga kekaisaran sudah berkumpul di meja makan.
"selamat pagi paman, bibi dan semua nya" ucap Qin Fan yang sudah berada dekat meja makan.
"pagi Fan'er" ucap kaisar Qin Zhi dan permaisuri Yi Fei.
"silahkan duduk Fan'er!!" ucap permaisuri Yi Fei.
"terima kasih bibi" balas Qin Fan, lalu dia duduk dan mereka semua memulai sarapan pagi dengan penuh kehangatan.
setelah merwka selesai sarapan, kaisar Qin Zhi menanyakan soal peperangan yang terjadi, lalu Qin Fan menceritakan semua yang dia lakukan, tapi tidak menceritakan tentang ketiga raja dan ratu yang menjadi bawahan nya.
Qin Fan hanya bercerita pada mereka jika dia mengajak raja Huo, raja Du dan ratu Yu untuk berkoalisi, dan mereka menerima ajakan koalisi Qin Fan, sehingga perang di hentikan dan kedua raja itu kembali ke tempat mereka masing masing.
"kamu sangat hebat Fan'er, bahkan raja benua hitam dan benua matahari pun kamu ajak berkoalisi, kamu sangat berbakat" ucap kaisar Qin Zhi memuji Qin Fan.
"paman terlalu berlebihan, itu hanya karena kebetulan saja mereka mau di bodohi" balas Qin Fan di sertai senyuman.
"ayah benar saudara Fan, saudara Fan sangat hebat dalam berdiskusi, bahkan kedua raja yang hebat itu pun tidak bisa berbuat apa apa di depan saudara Fan" timpal putra mahkota Qin Lao.
"jangan terlalu memuji saudara Lao, itu hanya keberuntungan ku saja" balas Qin Fan lagi.
"oh iya paman, aku rasa aku akan pergi ke alam langit sekarang, karena urusan ku disini sudah selesai, karena aku sudah sangat merindukan guru dan kakak seperguruan ku" ucap Qin Fan mengalihkan pembicaraan.
"apa tidak bisa menunggu satu atau dua hari lagi Fan'er?" tanya permaisuri Yi Fei.
"sebenarnya aku juga ingin tinggal lebih lama lagi bibi, tapi aku harua segera pergi dan mencari mereka, jika aku sudah berjanji pada guru jika aku akan segera mencari menemui mereka jika urusan ku sudah selesai disini" ucap Qin Fan lagi.
kaisar Qin Zhi dan permaisuri Yi Fei yang sudah tidak punya alasan lagi untuk menahan Qin Fan, akhirnya mereka hanya membiarkan Qin Fan pergi, sebab mereka juga tidak mempunyai hak untuk menahan nya lebih lama lagi.
"baiklah Fan'er, paman akan membawa mu ke ruang bawah tanah" ucap kaisar Qin Zhi.
"jika saudara Fan sudah mempunyai waktu dan kembali ke daratan tengah, pintu istana selalu terbuka untuk saudara Fan" ucap pangeran Qin Lau yang sedari tadi hanya diam.
"benar saudara Fan, kami semua akan menunggu kedatangan saudara Fan" timpal putri Qin Sue.
"terima kasih saudara Lao, saudara Lau dan saudari Sue, aku juga akan selalu merindukan kalian, jika urusan ku sudah selesai disana dan aku kembali ke daratan tengah, aku akan berkunjung lagi kesini" balas Qin Fan.
lalu kaisar Qin Zhi mengajak Qin Fan ke ruang bawah tanah, beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di ruang bawah tanah itu, dan dapat Qin Fan lihat ada sebuah portal yang sudah sangat lama tidak di gunakan, dan juga di segel.
"ini Fan'er portal nya" ucap kaisar Qin Zhi.
__ADS_1
"iya paman, portal ini terlihat sudah sangat lama tidak di aktifkan" balas Qin Fan.
lalu Qin Fan mengeluarkan 20.000 batu roh tingkat tinggi dan mengaktifkan portal itu, setelah batu roh itu diletakkan kedalam portal, Qin Fan membuat gerakan tangan dan membuat formasi.
Whush...
portal itu aktif ketika Qin Fan membuat segel formasi, "aku pergi paman, bibi, saudara Lao, saudara Lau dan saudari Sue" ucap Qin Fan berpamitan.
"jangan lupa untuk mampir kesini lagi saudara Fan" balas putri Qin Sue.
tapi Qin Fan tidak menjawab nya, Qin Fan hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia melompat masuk kedalam portal dan menghilang dari hadapan mereka semua.
"semoga Fan'er secepat nya bertemu dengan guru dan kakak seperguruan nya agar cepat kembali" ucap kaisar Qin Zhi membatin.
lalu dia mengajak keluarga nya untuk kembali naik ke atas, karena dia ingin segera ke aula pertemuan dan menyampaikan pada para petinggi Kekaisaran jika daratan tengah sudah aman dan tidak ada lagi peperangan.
*****
kabar tentang Qin Fan sudah kembali ke sekte elang emas dan sudah pergi lagi membuat Mei Lin dan Mei Lan kecewa, kedua saudari kembar itu tidak percaya jika Qin Fan mengabaikan mereka.
padahal kedua saudari kembar itu sudah percaya diri jika Qin Fan juga menyukai mereka, tapi siapa sangka dugaan mereka itu salah, karena Qin Fan sudah kembali dan pergi lagi.
bahkan kepergian Qin Fan kali ini bukan hanya seorang diri, tapi juga membawa Luo Xia, sehingga membuat kedua saudari kembar itu sangat sedih.
Di sekte bunga teratai.
tepat nya di tepi danau, Mei Lin dan Mei Lan duduk dan memikirkan Qin Fan yang udah kembali dan pergi lagi bersama Luo Xia dan tidak pernah mengunjungi kedua nya di sekte bunga teratai.
padahal orang pertama yang di jumpai Qin Fan di daratan tengah adalah kedua saudari kembar itu, tapi siapa sangka justru kedua nya di abaikan begitu saja.
"Kakak Lin, aku tidak menyangka jika saudara Fan sekali pun tidak mengunjungi kita disini" ucap Mei Lan dengan air mata.
tapi dia tidak mendapat jawaban dari Mei Lin, Mei Lin hanya diam saja sambil menatap kosong danau yang ada di depan kedua nya.
dari jauh, Wang Liong melihat kedua putri kembar nya itu, tampak Wang Liong juga ikut sedih karena kedua putri kembar nya mencintai pria yang sama.
dan pria yang mereka cintai itu justru tidak menanggapi perasaan mereka, dan justru pergi dengan wanita lain, disaat itu juga Wang Liong tersenyum kecut karena kembali mengingat dimana dia dan Luo Feng mencintai wanita yang sama juga.
dan wanita itu juga memilih menikah dengan Luo Feng dari pada Wang Liong, dan setelah 25 tahun berlalu, kembali hal yang sama menimpa kedua putri kembar nya.
karena merasa kasihan dengan kedua putri kembar nya, Wang Liong berencana menghibur mereka, sehingga dia berjalan mendekati kedua putri kembar nya itu.
"jangan terlalu bersedih Lin'er, Lan'er" ucap Wang Liong yang sudah berada di belakang Mei Lin dan Mei Lan.
Mei Lin dan Mei Lan pun membalikkan badan mereka, ketika mereka melihat Wang Liong, kedua nya berdiri lalu memeluk Wang Liong dan menangis di pelukan Wang Liong.
"ayah, kenapa saudara Fan sangat jahat pada kami? apa aku dan adik Lan tidak cantik ayah?" ucap Mei Lin yang sesegukan karena menangis.
"kata siapa putri ayah tidak csnrik? putri ayah adalah yang tercantik" jawab Wang Liong mencoba menghibur kedua putri nya.
"tapi kenapa saudara Fan tidak menyukai kami ayah, kenapa saudara Fan tidak tertarik dengan kami?" tanya Mei Lan.
Wang Liong tidak bisa menjawab pertanyaan itu, dia hanya diam saja, sebab dia sendiri tidak tahu kenapa Qin Fan tidak tertarik pada kedua putri nya.
tapi beberapa saat kemudian, Wang Liong berkata, "mungkin Fan'er belum memikirkan soal cinta Lin'er, Lan'er, karena selama ini ayah melihat jika Fan'er hanya sibuk meningkatkan kekuatan nya dan membantu yang membutuhkan bantuan" ucap Wang Liong.
"lalu kenapa saudara Fan pergi bersama saudari Xia ayah?" tanya Mei Lin.
"mungkin Fan'er ingin Xia'er mendapat pengalaman di dunia luar, sebab Xia'er sangat minim pengetahuan dunia luar, dan ayah yakin jika Fan'er dan Xia'er tidak hanya ingin jalan jalan sebentar" jawab Wang Liong yang mencari cari jawaban.
mendengar jawaban ayah mereka, Mei Lin dan Mei Lan pun berhenti menangis, lalu kedua nya melepaskan pelukan mereka dan kembali ke kamar mereka masing masing.
Wang Liong yang melihat kepergian kedua putri kembar nya pun sedikit bernafas lega, karena setidaknya untuk saat ini kedua nya tidak bersedih lagi.
*****
Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
apalagi kalau tips 😁😁😁
Terima Kasih...
__ADS_1