Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Misteri Hutan Mitos


__ADS_3

seminggu kemudian, Qin Fan, Hanzi Chu dan Hanzi Zing melihat sebuah pertempuran dari kejauhan disebuah hutan, kedua kelompok yang bertempur itu dikenali oleh Hanzi Chu dan Hanzi Zing.


"apa kalian tahu mereka dari klan mana dan mana?" tanya Qin Fan.


"kami mengenal mereka tuan muda, yang memakai pakaian berwarna putih adalah murid murid klan Chin, sementara yang memakai pakaian berwarna biru adalah murid murid klan Guan," jawab Hanzi Zing.


"apa kalian juga tahu penyebab mereka bertarung?" tanya Qin Fan.


"kami tidak tahu tuan muda, mungkin mereka bertarung seperti hal biasa yang terjadi di hutan iblis ini," jawab Hanzi Zing berpendapat.


"maksud mu?" tanya Qin Fan.


"kemungkinan mereka bertarung untuk mengambil sumber daya, murid murid klan Chin berusaha mengambil sumber daya milik murid murid klan Guan, begitu juga sebaliknya, murid murid klan Guan bertarung untuk mengambil sumber daya milik murid murid klan Chin," jawab Hanzi Zing menjelaskan.


"selain dapat mengambil sumber daya, mereka juga bisa saling memakan gading dan menghisap darah lawan untuk meningkatkan kekuatan, dan itu sudah hal yang biasa disini tuan muda," timpal Hanzi Chu.


mendengar itu, Qin Fan langsung teringat dengan cerita manager restoran dulu, dimana manager restoran pernah mengatakan jika penghuni hutan iblis meningkatkan kekuatan mereka dengan memakan daging dan meminum darah dari klan lain.


"apa kedua klan itu memiliki hubungan baik dengan klan Wen, klan Qian dan klan Hanzi?" tanya Qin Fan.


"aku tidak tahu jelas tuan muda, tapi yang aku tahu, klan Chin memiliki hubungan yang cukup dekat dengan klan Wen, tapi itu sudah lama, aku tidak tahu kalau sekarang," jawab Hanzi Chu.


"jadi begitu, baiklah," balas Qin Fan, lalu dia mengeluarkan Wen Haong dan Qian Duan dari dunia jiwa.


"penguasa muda," ucap keduanya berlutut.


"aku ingin meminta pendapat kalian berdua mengenai kedua kelompok yang bertarung itu," ucap Qin Fan sambil menoleh pada kedua kelompok murid klan yang masih bertarung.


" klan Chin? klan Guan?" ucap Wen Haong.


"benar Wen Haong, apa klan Wen memiliki hubungan dekat dengan klan Chin?" tanya Qin Fan.


"benar penguasa muda, kami memiliki hubungan dekat dengan klan Chin, karena leluhur klan Wen adalah adik seperguruan leluhur klan Chin," jawab Wen Haong.


"baiklah, bantulah murid murid klan Chin itu!" perintah Qin Fan.


"baik penguasa muda," jawab Wen Haong, lalu dia melesat ke arah pertarungan.


"kita berada dimana saudara Chu?" tanya Qian Duan pada Hanzi Chu.


"kita hutan tanpa nama saudara Duan, kami dan tuan muda mau pergi ke gunung Xi'nan," jawab Hanzi Chu.


"gunung Xi'nan?"


Qian Duan terkejut, karena dia juga tahu gunung Xi'nan.


"benar saudara Duan," jawab Hanzi Chu.


"berarti penguasa muda?" tanya nya lagi.


"benar Qian Duan, aku ingin melihat kitab naga petir itu," jawab Qin Fan yang tahu apa yang dipikirkan Qian Duan.


..."tapi penguasa muda, kitab itu disegel dengan segel yang tidak ada seorang pun bisa membukanya penguasa muda," ucap Qian Duan yang berpikir jika Qin Fan belum tahu....

__ADS_1


"aku sudah tahu Qian Duan, Hanzi Zing dan Hanzi Chu sudah menceritakan padaku mengenai segel itu, hal itulah yang membuat ku merasa penasaran, sehingga aku ingin melihatnya sendiri," balas Qin Fan.


"baik tuan muda, aku mengerti," balas Qian Duan, lalu mereka menonton Wen Haong menghajar murid murid klan Guan.


tidak lama kemudian, Wen Haong kembali, dia sudah selesai membantai murid murid klan Guan.


"kenapa mereka bertarung Wen Haong?" tanya Qin Fan.


"murid murid klan Guan itu mengaku wilayah hutan tanpa nama ini milik klan mereka, sehingga mereka menyerang siapa saja yang memasuki hutan ini, sehingga murid murid klan Guan itu menyerang murid murid klan Chin karena memasuki hutan tanpa nama," jawab Wen Haong menjelaskan masalah nya.


"baiklah, kalian kembalilah! kami akan melanjutkan perjalanan," ucap Qin Fan.


"penguasa muda," panggil Wen Haong.


"bicaralah!" balas Qin Fan.


"bagaimana dengan klan Guan yang mengklaim hutan tanpa nama ini? apa kita biarkan saja mereka?" tanya Wen Haong yang ingin memusnahkan klan Guan.


"apa kamu ingin memusnahkan mereka?" tanya Qin Fan pada intinya, Qin Fan tahu maksud dari Wen Haong itu.


"benar penguasa muda, karena jika mereka dibiarkan, akan ada banyak korban yang mati di tangan mereka," jawab Wen Haong.


sejenak Qin Fan tampak berpikir, karena menurutnya, apa yang dikatakan Wen Haong itu cukup masuk akal, klan Guan mengklaim hutan tanpa adalah wilayah mereka.


dan juga membunuh siapa saja yang masuk ke hutan tanpa nama, artinya sudah banyak orang yang tewas ditangan mereka, jika dibiarkan, akan semakin banyak lagi yang tewas.


"baiklah, Qian Duan, kamu dan Wen Haong pergilah ke klan Guan! setelah itu, kalian berdua susul kami di gunung Xi'nan!" perintah Qin Fan.


dengan kekuatan Wen Haong dan Qian Duan yang berada di kekal tahap menengah, tentu sangat mudah bagi keduanya untuk memusnahkan klan Guan, apalagi kekuatan Patriak klan Guan hanya berada di ranah kekal tahap awal, hal itu lebih mudah lagi.


"ayo kita lanjutkan perjalanan!" perintah Qin Fan setelah Wen Haong dan Qian Duan menghilang.


"baik tuan muda," jawab keduanya, lalu ketiganya melanjutkan perjalanan ke gunung Xi'nan.


******


.


10 hari kemudian.


menjelang sore, Qin Fan, Hanzi Chu dan Hanzi Zing menemukan sebuah kota, ketiganya lalu mendarat tidak jauh dari kota, kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki, dalam hitungan menit, Qin Fan dan kedua bawahan nya itu sampai di gerbang kota.


setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, ketiganya masuk kedalam kota dengan santai, tidak jauh kedalam kota, Qin Fan melihat sebuah kedai teh, lalu dia mengajak Hanzi Chu dan Hanzi Zing untuk mampir ke kedai teh itu sementara.


"selamat datang di kedai teh sederhana kami tuan tuan," ucap pelayan ramah.


"bawakan kami teh terbaik yang kalian punya nona!" balas Hanzi Chu.


"baik tuan, silahkan duduk!" balas pelayan, lalu dia kembali ke dapur, sementara Qin Fan dan kedua bawahan nya mengambil tempat di pojok.


tidak lama kemudian, pelayan tadi datang membawakan teh mereka dan meletakkan keatas meja, lalu dia kembali ke dapur.


"silahkan tuan muda!" ucap Hanzi Chu yang sudah menyaring teh di salah satu gelas dan memberikan pada Qin Fan, Qin Fan pun mengambil teh itu dan menyeduh nya dengan santai.

__ADS_1


"masih berapa lama lagi kita akan sampai?" tanya Qin Fan.


"kita masih membutuhkan waktu sebulan lebih tuan muda," jawab Hanzi Zing yang juga sedang menyeduh teh.


"masih jauh ternyata," balas Qin Fan.


"benar tuan muda, karena gunung Xi'nan berada di perbatasan hutan iblis dan hutan mitos," jawab Hanzi Zing.


"hutan mitos?" tanya Qin Fan, karena lagi lagi ada nama hutan yang membuatnya penasaran, pasti hutan itu spesial, sehingga dinamakan hutan mitos.


"benar tuan muda," jawab Hanzi Zing.


"coba ceritakan padaku mengenai hutan mitos itu!" perintah Qin Fan.


"baik tuan muda," jawab Hanzi Zing, lalu dia mulai bercerita.


"aku sendiri tidak tahu kenapa hutan itu dinamakan hutan mitos, karena hutan mitos sudah ada jauh sebelum kami binatang kuno pindah kehutan iblis ini, tapi menurut cerita dari kakek guru, hutan mitos dihuni oleh binatang mitos, yang keberadaan nya tidak ada satupun yang percaya,"


"karena belum ada yang pernah bertemu dengan penghuni hutan mitos itu, tapi setiap kali ada yang kehutan mitos, sekalipun dia memiliki kekuatan kekal tahap puncak, orang itu tidak pernah kembali, kalaupun ada yang kembali, orang itu mengalami luka yang parah, kakek guru salah satunya," ucap lanjut Hanzi Zing menjelaskan tentang hutan mitos.


"ranah kekal tahap puncak pun mengalami luka serius dan tewas?" Qin Fan terkejut dengan cerita Hanzi Zing tentang hutan mitos.


"benar tuan muda, waktu itu kakek guru memiliki kekuatan kekal tahap puncak, namun ketika dia pergi ke hutan mitos, kakek guru kembali dengan kondisi terluka parah, tidak lama kemudian, kakek guru meninggal," jawab Hanzi Zing serius.


"kenapa banyak sekali misteri di sini?" gumam Qin Fan kebingungan, belum juga misteri di gunung Xi'nan dan kitab naga petir, belum lagi misteri yang ada di hutan kabut hitam dan hutan ilusi, sekarang ada lagi hutan mitos.


"lalu binatang apa yang menyerang kakek guru mu?" tanya Qin Fan penasaran dengan sosok binatang penghuni hutan mitos.


"Griffin dan ular kepala 9 tuan muda," jawab Hanzi Zing.


"Griffin? ular kepala 9?" Qin Fan terkejut.


"benar tuan muda, yang menyerang kakek guru adalah Griffin," jawab Hanzi Zing memastikan.


Qin Fan terus menanyakan tentang hutan mitos hingga teh yang mereka seduh itu habis, lalu ketiganya keluar untuk mencari penginapan untuk membersihkan diri.


tidak jauh dari kedai teh, Qin Fan dan kedua bawahan nya menemukan sebuah penginapan, lalu mereka masuk dan memesan kamar, setelah memesan dan membayar biaya inap, pelayan mengantarkan mereka ke kamar masing masing.


didalam kamar, seperti biasa, Qin Fan pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Qin Fan menutup mata untuk menyerap energi alam.


tanpa terasa mentari pagi kembali menyinari mereka, Qin Fan pun membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, lalu dia keluar kamar, didepan kamar, Hanzi Zing dan Hanzi Chu sudah menunggunya.


ketiganya pun keluar penginapan dan pergi ke arah gerbang kota, setelah melewati gerbang kota 300 meter, ketiganya melayang di udara dan melesat ke arah gunung Xi'nan.


hari demi hari ketiganya terus melayang di udara tanpa henti, 10 hari kemudian, ketiganya kembali menemukan sebuah kota, tapi Qin Fan tidak berencana untuk mampir, sebab dia ingin segera sampai di gunung Xi'nan.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....

__ADS_1


__ADS_2