
pria tua berambut putih itu menatap Qin Fan dari kepala sampai ujung kaki, dia cukup terkejut dengan kekuatan yang Qin Fan miliki, karena hanya dengan menatap saja, dia tahu usia dan kekuatan Qin Fan, lalu dia berkata.
"kamu cukup berani memasuki gunung Haiyan, maka terimalah kematian mu" ucap pria sepuh itu, lalu dia menyerang Qin Fan.
Whush...
pria sepuh itu bergerak secepat kilat dan menyerang Qin Fan.
Booooomm..
Whush....
Qin Fan di kirim terbang ratusan meter jauh ke belakang dan menabrak salah satu bukit yang berada dibelakang nya dengan sangat keras.
Booooomm...
ledakan kembali terjadi disaat tubuh Qin Fan menghantam bukit itu dan menciptakan kawah yang cukup besar.
Ukhuk ukhuk..
Qin Fan memuntahkan seteguk darah dari mulut nya, seluruh organ nya terasa hancur semua, bahkan dia tidak mampu untuk berdiri lagi.
melihat Qin Fan yang masih hidup setelah mendapatkan serangan dari nya, pria sepuh itu tertawa terbahak bahak, lalu dia menghampiri Qin Fan dan berkata.
"sudah sangat lama tidak ada yang berani memasuki gunung Haiyan, dan kamu orang pertama setelah 10 ribu tahun" ucap pria sepuh itu.
Qin Fan tidak berkata apa apa, sebab dia tidak ingin menyinggung pria sepuh yang sangat kuat itu lebih jauh lagi, di tambah lagi dia sudah tidak bisa bergerak sama sekali, hanya rasa sakit yang dia rasakan saat ini.
"kamu cukup hebat anak muda, karena kamu masih bisa bertahan hidup setelah mendapatkan serangan dari ku, belum ada yang berhasil selamat setelah mendapat serangan ku" ucap pria sepuh itu lagi.
tapi Qin Fan tetap tidak menjawab,
dia berpikir memberi alasan apa supaya pria sepuh di depan nya itu tidak tersinggung lebih jauh lagi, karena jika tidak, maka tamat lah riwayat nya.
setelah cukup lama dia terbaring tidak berdaya, Qin Fan berusaha berbicara untuk memberi alasan.
"maafkan aku tetua, aku tidak sengaja melewati tempat ini, sebab aku di kejar seseorang" jawab Qin Fan yang berterus terang, sebab dia yakin jika pria sepuh di depan nya itu akan tahu jika dia berbohong.
"siapa yang berani mengejar mu dengan kekuatan mu itu? meski pun ada banyak kultivator maha dewa emas Hitam, tapi sangat jarang kultivator maha dewa berseteru apa lagi sampai bertarung" tanya pria sepuh itu penasaran.
"aku di kejar binatang ilahi, yaitu naga air tetua, kekuatan nya 4 tingkat diatas ku, sehingga aku hanya bisa melarikan diri" jawab Qin Fan jujur lagi.
pria sepuh itu menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata, "semua orang sangat takut mendekat ke gunung Haiyan ini, sebab aku tidak mengizinkan siapa pun mendekati gunung ini, aku tidak membunuh mu karena aku merasakan aura yang tidak asing bagi ku" balas pria sepuh, lalu dia melanjutkan.
"kamu cukup menarik anak muda, diusia yang belum sampai 30 tahun, kekuatan mu sudah mencapai maha dewa emas Hitam bintang 1, bakat yang sangat langkah, dan hal itu adalah poin tambahan untuk mu" ucap pria sepuh itu memuji Qin Fan.
sementara itu, Qin Fan bingung dengan pria tua di depan nya itu, bukan nya marah atau membentak nya atau menghajar nya lagi karena sudah memasuki wilayah nya, justru pria sepuh itu memuji Qin Fan, sehingga membuat Qin Fan kebingungan.
"terima kasih atas pujian nya tetua, tetua terlalu memuji" ucap Qin Fan merendah sambil berusaha untuk bangkit.
"bagus, bagus, bagus, aku suka dengan sikap mu yang tidak sombong" ucap pria sepuh, lalu dia kembali berkata
"pulihkan diri mu dulu, setelah dirimu pulih, barulah kita mengobrol" ucap pria sepuh itu lagi, Qin Fan pun mengeluarkan sebuah pil penyembuhan lalu menelan dan menyerap nya, dan dalam 20 tarikan nafas, semua persendian Qin Fan kembali normal seperti sebelum nya.
pria sepuh itu tersenyum melihat Qin Fan yang sudah sembuh, lalu dia bertanya, "siapa nama mu anak muda?" tanya pria sepuh.
"nama saya Qin Fan tetua" jawab Qin Fan.
"Qin Fan?"
pria sepuh itu sedikit terkejut dengan nama Qin Fan, lalu dia kembali bertanya.
"apa kamu keturunan penguasa wilayah selatan?" tanya pria sepuh itu sedikit terkejut.
mendapat pertanyaan itu, Qin Fan sedikit bingung, karena baru pertama kali dia menginjakkan kakinya di dunia dewa, jadi bagaimana mungkin dia memiliki leluhur di dunia dewa.
"maafkan saya tetua, jika saya boleh tahu, siapa nama penguasa di wilayah selatan yang tetua maksudkan?" tanya Qin Fan penasaran.
pria sepuh itu menaikkan alisnya, sebab dia tidak menyangka jika Qin Fan tidak tahu penguasa wilayah selatan yang sangat terkenal itu, lalu dia mengajak Qin Fan untuk pergi ke tempat nya lebih dulu.
"ikutlah dengan ku lebih dulu, aku sedikit tertarik dengan mu, dan aura yang ada didalam tubuh mu tidak asing dengan ku, aku tidak sampai membunuh mu karena selain bakat mu yang tinggi, aura yang ada didalam tubuh mu juga adalah aura yang sangat aku kenal" ucap pria sepuh itu, lalu dia membawa masuk Qin Fan melewati perisai tidak kasat mata itu.
setelah melewati perisai itu, mata Qin Fan dibuat terbelalak, sebab apa yang dilihat nya itu sangat menakjubkan.
yang dilihat Qin Fan saat ini adalah sebuah gunung yang sangat tinggi, ketinggian gunung itu bahkan sampai melewati awan, entah berapa ribu kilo meter ketinggian gunung itu.
__ADS_1
ternyata selain memasang perisai, pria sepuh itu juga memasang ilusi, sehingga orang orang tidak tahu jika di depan mereka itu ada sebuah gunung yang sangat tinggi.
karena jika dari luar, yang mereka lihat hanyalah hutan yang memiliki bukit bukit kecil, sehingga mereka tidak tahu ada gunung yang begitu tinggi itu.
setelah beberapa saat, Qin Fan dan pria sepuh itu sampai disebuah rumah yang terbuat dari kayu, lalu pria sepuh itu mempersilahkan Qin Fan untuk duduk, setelah kedua nya duduk, pria sepuh itu mulai membuka pembicaraan.
"apa kamu bukan keturunan dari penguasa wilayah selatan dan tidak mengenal nya?" tanya pria sepuh itu memastikan.
"benar tetua, saya bukan berasal dari wilayah selatan, dan saya juga tidak berasal dari dunia dewa kuno ini" jawab Qin Fan sopan.
pria sepuh itu akhirnya mengerti kenapa Qin Fan tidak tahu siapa itu penguasa wilayah selatan.
"baiklah, nama penguasa wilayah selatan adalah Qin Jung, dia menguasai wilayah selatan" jawab pria tua menjeda kata kata nya, lalu dia melanjutkan.
"Qin Jung dan aku bersahabat sudah sejak lama, dan karena persahabatan kami itu lah, aku di ajarkan cara berkultivasi dan belajar jurus jurus yang dia dapatkan dari guru nya, yaitu dewa kuno Yo Ko, aku dan Qin Jung sering menemui dewa kuno Yo Ko, sehingga aku sangat mengenal aura nya, dan aura nya aku dapat rasakan ada dari dalam tubuh mu"
"dan kenalkan, nama ku Zheng ming, dulu orang orang memanggil ku dewa petir, mereka memanggil ku dewa petir bukan karena tanpa alasan, sebab aku satu satu nya dewa yang bisa menggunakan petir terkuat, yaitu petir surgawi" ucap lanjut Zheng Ming atau dewa petir.
"petir surgawi?" tanya Qin Fan antusias.
"benar, petir surgawi, selama ini orang orang selalu berpikir jika petir terkuat adalah petir Ashura, tapi mereka salah, karena petir surgawi jauh lebih kuat dari petir Ashura" jawab dewa petir Zheng Ming.
Qin Fan pun sadar, ternyata kekuatan petir yang dia banggakan selama ini tidak ada apa apa dengan petir surgawi, lalu dia berkata.
"saya juga kultivator elemen petir tetua" ucap Qin Fan, lalu dia mengeluarkan petir Ashura di ujung jari nya.
Whush...
petir berwarna emas mengambang di ujung jari Qin Fan, dewa petir Zheng Ming menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata.
"aku akan menurunkan petir surgawi pada mu, dan juga dengan kitab nya, jurus jurus yang ada didalam kitab itu aku sendiri yang ciptakan" ucap Zheng Ming.
Qin Fan sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan Zheng Ming, dengan nada tidak percaya, Qin Fan bertanya.
"apa tetua serius ingin menurunkan petir surgawi pada saya?" tanya Qin Fan.
"sudahlah Fan'er, tidak usah seformal itu" ucap Zheng Ming.
"maafkan aku tetua" jawab Qin Fan yang mengubah panggilan untuk dirinya yang awal nya saya menjadi aku.
"duduklah sebagaimana kamu berkultivasi!!" ucap Zheng Ming, lalu Qin Fan mengambil sikap lotus.
Zheng Ming pun duduk di belakang Qin Fan, lalu dia juga mengambil sikap lotus, perlahan petir berwarna hitam keemasan atau petirP surgawi muncul di telapak tangan nya, semakin lama petir itu semakin membesar.
kemudian Zheng Ming menempelkan telapak tangan nya di punggung Qin Fan dan memindahkan petir surga pada Qin Fan.
Aaaaaaarrg aaaaaaarrg aaaaaaarrg..
teriakan kesakitan terdengar dari mulut Qin Fan disaat petir surgawi berpindah kedalam tubuhnya dan berusaha untuk menyatu dengan Qin Fan.
"jagalah kesadaran mu Fan'er!! karena akan berbahaya jika kami hilang kesadaran" ucap Zheng Ming mengingatkan.
waktu terus berlalu, tidak terasa sudah 1 minggu Qin Fan terus berteriak kesakitan, dan Zheng Ming sudah selesai memindahkan petir surgawi kedalam tubuh Qin Fan, dan hanya menunggu Qin Fan dan petir surgawi menyatu.
meski begitu, sesekali Zheng Ming mengirimkan Qi nya untuk membantu penyatuan petir surgawi dengan tubuh Qin Fan, karena jika dia tidak membantu, bisa saja Qin Fan kehilangan nyawa nya.
seminggu kemudian, suara teriakan sudah tidak terdengar lagi dari mulut Qin Fan, sebab Qin Fan dan api surgawi sudah menyatu.
Booooomm Booooomm Booooomm..
bunyi ledakan teredam tiga kali dari dalam tubuh Qin Fan, yang menandakan dia kembali menerobos ke ranah maha dewa emas Hitam bintang 4 setelah penyatuan dengan petir surgawi berhasil.
Zheng Ming tersenyum melihat tingkat kultivasi Qin Fan yang meningkat tiga bintang itu, lalu dia berkata, "sangat berbakat, bahkan aku dulu membutuhkan waktu hampir setahun baru bisa menyatu dengan petir surgawi, tapi dia hanya membutuhkan waktu 2 minggu" ucap Zheng Ming memuji Qin Fan sambil menggeleng kepalanya.
setelah menstabilkan kultivasi nya selama 3 hari, Qin Fan membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, dapat dia rasakan jika kekuatan nya meningkat lebih kuat lagi.
tubuhnya juga diselimuti petir berwarna hitam keemasan, yang tidak lain adalah petir surgawi, pakaian nya sudah hancur semua karena ledakan teredam dari dalam tubuh nya.
lalu dia berlutut memberi hormat dan berterima kasih pada Zheng Ming, "terima kasih tetua" ucap Qin Fan dalam posisi berlutut.
"apa yang kamu lakukan Fan'er, meski pun kita tidak saling kenal, tapi aura yang kamu miliki itu sangat aku kenal, dan aura itu adalah aura seorang dewa yang sudah aku anggap sebagai guru ku, maka secara tidak langsung, kita adalah saudara seperguruan" ucap Zheng Ming.
sebab dia yakin jika Qin Fan memiliki hubungan dengan dewa kuno Yo Ko, dan untuk menghilangkan rasa penasaran nya, Zheng Ming bertanya.
"apa aku benar jika kamu memiliki hubungan dekat dekat dewa kuno Yo Ko?" tanya Zheng Ming.
__ADS_1
Qin Fan menganggukkan kepalanya, lalu dia menjawab, "benar tetua, dia adalah guru ku, dan aku adalah murid ketiga nya" jawab Qin Fan jujur, lalu dia menambahkan.
"dan mengenai penguasa wilayah selatan yang tetua sebutkan, dia adalah leluhur sekaligus kakak seperguruan ku" lanjut Qin Fan.
Zheng Ming kembali menganggukkan kepalanya, kemudian dia berkata.
"aku sudah bisa menebak nya, karena tidak mungkin nama mu Qin jika bukan keturunan sahabat ku itu" balas Zheng Ming.
mereka terus berbincang bincang, lebih tepatnya, Zheng Ming menceritakan persahabatan nya dengan Qin Jung, kedua nya terus berbincang bincang hingga menjelang malam.
"bersihkan dirimu dulu dan beristirahat lah, besok aku akan memberikan mu kitab petir surgawi agar kamu pelajari" ucap Zheng Ming.
"baik tetua" balas Qin Fan, lalu dia pergi ke sebuah air terjun yang berada tidak jauh dari goa dan membersihkan diri, selesai membersihkan diri, Qin Fan kembali kedalam goa dan membaringkan tubuhnya diatas sebuah batu dan menutup mata.
keesokan harinya, setelah bangun tidur dan kembali membersihkan diri, Zheng Ming datang ke goa itu, lalu dia memberikan Qin Fan sebuah kitab, yang tidak lain adalah kitab petir surgawi.
"terima kasih tetua" ucap Qin Fan senang, lalu dia membuka kitab yang sudah sangat tua itu, begitu Qin Fan membaca nama nama jurus yang ada, dia sedikit terkejut dengan nama nama jurus itu.
sebab jurus pertama bernama menari bersama petir, dimana gerakan dari jurus ini seperti orang yang menari, jurus kedua bernama petir tertawa, dimana jurus ini hanya dengan tertawa saja.
meski terlihat lucu dan muda, tapi jurus ini membutuhkan Qi yang sangat besar jika ingin menguasai nya, bahkan kultivator ranah maha dewa emas putih tidak bisa mempelajari kitab petir surgawi, sebab akan menghancurkan tubuh orang yang ranah maha dewa emas putih jika dia mempelajari kitab itu.
setelah membaca semua isi kitab petir surgawi, Qin Fan tidak langsung mempraktekkan jurus jurus nya, tapi dia kembali membaca dari awal lagi.
seharian penuh Qin Fan hanya membaca dan mengingat penjelasan dan gerakan yang ada didalam kitab, menjelang malam, Qin Fan berhenti membaca, lalu dia pergi membersihkan diri di air terjun.
keesokan hari nya, kembali Qin Fan membuka kitab petir surgawi, setelah membaca setengah hari, Qin Fan menutup kitab, lalu dia berdiri dan mulai mempraktekkan jurus jurus nya.
tidak terasa sebulan telah berlalu, selama sebulan itu juga, Qin Fan terus mempelajari kitab petir surgawi, dan dia sudah menguasai 30% jari kedua jurus itu.
meski pun baru 30%, Qin Fan sangat puas, karena meskipun terdengar lucu nama nama jurus nya, tapi setiap gerakan nya sangat sulit untuk dilakukan.
ditambah lagi kitab petir surgawi merupakan kitab yang berada di tingkat yang tidak Qin Fan ketahui, tapi yang pasti, kitab itu berada beberapa tingkat diatas kitab tingkat suci yang dia pelajari dari Mo Lian.
setahun kemudian, akhirnya Qin Fan berhasil menguasai kedua jurus yang terdapat didalam kitab petir surgawi, setiap gerakan yang terdapat di jurus pertama itu sangat mirip dengan orang yang sedang menari.
sementara jurus kedua sendiri membutuhkan Qi yang cukup besar untuk di alirkan ke mulut, agar kekuatan petir surgawi dapat keluar dengan maksimal.
"selamat Fan'er, kamu sudah berhasil menguasai kitab petir surgawi" ucap Zheng Ming memberi selamat.
"terima kasih tetua, semua ini karena bimbingan dan arahan dari tetua" balas Qin Fan merendah tapi juga benar.
karena selama dia mempelajari kitab petir surgawi, Zheng Ming selalu memberikan nya arahan disetiap gerakan nya, sehingga hanya dalam satu tahun saja Qin Fan sudah bisa menguasai kitab petir surgawi.
"tetaplah seperti ini Fan'er!! jangan pernah merasa sombong atau pun puas dengan setiap kekuatan yang kamu dapatkan, karena kesombongan hanya akan menghancurkan mu" ucap Zheng Ming memberi nasihat.
"terima kasih tetua" balas Qin Fan.
"seminggu lagi kita akan pergi ke wilayah selatan untuk menemui leluhur mu" ucap Zheng Ming lagi.
"benarkah tetua?" tanya Qin Fan antusias.
Zheng Ming tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya.
tidak terasa seminggu kembali telah berlalu, selama seminggu itu juga, Qin Fan terus meningkatkan pemahaman nya tentang jurus jurus dari kitab petir surgawi.
kadang dia dan Zheng Ming latih tanding agar Zheng Ming bisa melihat kekurangan Qin Fan, tapi setiap kali mereka lakukan latih tanding, Qin Fan semakin mantap dengan serangan nya.
hal itu membuat Zheng Ming semakin mengagumi Qin Fan, karena selain masih muda, Qin Fan juga sangat berbakat, dan itu adalah poin tambah buat Qin Fan.
dan saat ini Qin Fan dan Zheng Ming bersiap untuk pergi ke wilayah selatan, dimana mereka akan menemui Qin Jung, leluhur sekaligus kakak seperguruan Qin Fan.
setelah semuanya siap, Zheng Ming membuat portal menuju wilayah selatan, lalu kedua nya masuk dan menghilang dari dalam goa.
Whush...
Qin Fan dan Zheng Ming muncul disebuah hutan yang sangat rimbun dengan pepohonan, melihat itu, Qin Fan sedikit bingung, tapi dia tidak bertanya pada Zheng Ming kenapa mereka bukan keluar di istana atau kota, tapi mereka keluar di sebuah hutan.
*****
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1