
Didalam kota, Qin Fan lebih dulu mencari penginapan, tidak jauh kedalam kota, Qin Fan menemukan sebuah penginapan, lalu dia masuk dan memesan kamar, setelah memesan dan membayar biaya inap, Qin Fan naik ke kamar nya.
didalam kamar, seperti biasa, Qin Fan lebih dulu pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Qin Fan kembali keluar penginapan, dia ingin melihat jalan jalan sebentar kedalam kota.
setelah berada diluar penginapan, Qin Fan berjalan ke pusat kota, banyak penduduk kota, kultivator bebas dan juga para pedagang yang menjajakan dagangan mereka, hal itu membuat kota yang disinggahi Qin Fan itu sangat hidup.
"kota yang sangat hidup dan juga tenang," ucap Qin Fan kagum.
setelah berjalan jalan 30 menit, Qin Fan sampai dipusat kota, tampak pusat kota sangat ramai, lebih banyak lagi pedagang yang menjajakan dagangan mereka, berjejer toko toko dari arah kiri dan kanan jalan, dimulai dari toko pakaian, toko sumber daya, toko senjata dan juga toko pil.
Qin Fan sangat menikmati suasana kota yang sangat ramai dan juga tidak ada kekacauan itu, lalu dia mampir disebuah toko pil, kemungkinan toko pil itu adalah yang terbesar dikota itu, Qin Fan ingin melihat pil tingkat apa saja yang dijual oleh toko itu, lalu dia masuk kedalam toko.
"selamat datang di toko kami tuan, ada yang bisa saya bantu tuan?" ucap pelayan ramah.
"terima nona, aku hanya ingin melihat lihat sebentar, mungkin ada sesuatu yang menarik perhatian ku," balas Qin Fan yang juga ramah.
"silahkan lihat lihat tuan!" balas pelayan mempersilahkan Qin Fan.
"baik nona," balas Qin Fan, lalu dia mulai melihat setiap pil yang ada di botol yang berada di rak.
namun semua pil yang ada di toko itu hanya berada pada tingkat tingkat dewa tingkat rendah sampai tingkat menengah, tidak ada satupun pil tingkat tinggi, sehingga tidak ada yang menarik perhatian Qin Fan.
"bagaimana tuan? apa ada yang menarik perhatian tuan?" tanya pelayan setelah Qin Fan keluar dari dalam.
"apa aku bisa bertemu dengan manager toko ini?" bukan nya menjawab, Qin Fan malah balik bertanya.
"bisa tuan, sebentar! aku akan melapor pada nona muda lebih dulu," balas pelayan.
"baik nona," balas Qin Fan.
pelayan itupun masuk kedalam untuk melapor, tidak lama kemudian, pelayan itu kembali keluar dari dalam.
"bagaimana nona?" tanya Qin Fan.
"nona muda bersedia bertemu dengan tuan, mari saya antar tuan! nona muda berada diruang kerjanya," balas pelayan.
Qin Fan pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti pelayan ke ruang kerja manager toko, tidak lama kemudian, keduanya sampai didepan ruang kerja manager toko.
lalu pelayan menyampaikan jika Qin Fan sudah berada di depan ruang kerja nya, dan manager toko pun mempersilahkan Qin Fan untuk masuk.
__ADS_1
"silahkan duduk tuan!" ucap manager toko tanpa menoleh.
"terima kasih nona," balas Qin Fan, lalu dia duduk.
"ada apa tuan mencari ku?" tanya manager toko yang masih tidak menoleh pada Qin Fan, dia hanya fokus dengan buku yang sedang dia baca.
Qin Fan mengerutkan keningnya, karena sedari tadi manager toko itu tidak menoleh kearahnya sama sekali, manager toko itu hanya fokus dengan buku yang ada ditangannya.
"sepertinya aku telah mengganggu nona, jika begitu, aku pamit," balas Qin Fan, lalu dia berdiri dari kursi dan hendak keluar dari ruangan itu.
mendengar Qin Fan sudah menggeser kursi dan sudah melangkah pergi, manager toko itu memalingkan wajahnya dan melihat Qin Fan sudah hampir sampai di pintu, manager toko itupun menghentikan Qin Fan.
"tunggu tuan!" seru manager toko.
"untuk apa nona? bukannya sedari tadi nona terlalu malas untuk melayani ku?" tanya Qin Fan tanpa menoleh.
"maafkan aku tuan!" ucap manager toko minta maaf.
"tidak apa apa nona, maaf sudah mengganggu," balas Qin Fan yang masih tidak menoleh.
"bisakah tuan kembali duduk lebih dulu? sekali lagi aku minta maaf atas sikap ku tadi," balas manager toko lagi.
"baiklah," balas Qin Fan, lalu dia membalikkan badannya.
ketika manager toko melihat wajah tampan Qin Fan, entah kenapa jantung nya berdegup lebih kencang.
"kenapa ini?" gumam manager toko yang merasakan jantungnya berdegup lebih kencang.
Qin Fan pun kembali duduk di kursi yang sebelumnya dia duduki.
"awalnya aku ingin membuat kerja sama dengan toko ini, tapi tampaknya nona tidak menginginkan hal itu," ucap Qin Fan yang sudah duduk kembali.
sementara itu, manager toko masih belum tersadar dari lamunannya, dia masih menatap kosong, manager toko masih belum tersadar.
"nona?" panggil Qin Fan.
"nona?" panggil Qin Fan lagi.
__ADS_1
"iii-iya tuan," balas manager toko gugup.
"ada apa nona? kenapa nona melamun?" tanya Qin Fan bingung.
"tidak apa apa tuan," jawab cepat manager toko.
"baiklah, perkenalkan namaku Qin Fan, dan seperti yang aku katakan tadi, aku ingin melakukan kerja sama dengan toko ini," ucap Qin Fan mengenalkan nama dan juga mengulangi maksud dan tujuannya.
"salam tuan Qin, aku Hua Mei, manager toko pil ini," balas Hua Mei yang juga mengenalkan namanya.
"baik nona Mei, jadi bagaimana?" tanya Qin Fan.
"maaf tuan Qin, kerja sama seperti apa yang tuan Qin inginkan dari kami?" tanya Hua Mei.
Qin Fan tidak menjawab, tapi dia mengeluarkan 2 butir pil tingkat dewa tingkat tinggi dan juga 2 butir pil tingkat abadi tingkat rendah dan meletakkan diatas meja.
"ini?" ucap Hua Mei terkejut dengan 2 butir pil tingkat dewa tingkat tinggi dan 2 butir pil tingkat abadi itu, tentu saja pil itu sangat membantu kultivator untuk meningkatkan kekuatan mereka.
"benar nona Mei, ini adalah pil tingkat dewa tingkat tinggi dan pil tingkat abadi, tapi hanya berada di tingkat rendah," ucap Qin Fan yang tahu apa yang akan dikatakan Hua Mei.
"tuan Qin tidak bercanda kan?" tanya Hua Mei tidak percaya.
"aku tidak sedang bercanda nona Mei, aku serius, jadi bagaimana? apa nona Mei mau bekerja sama dengan ku?" balas Qin Fan.
"benar tuan Qin, aku mau bekerja sama dengan tuan Qin, tapi berapa persen yang tuan Qin berikan pada toko kami?" balas Hua Mei.
"nona Mei dan toko ini akan mendapatkan 15% dari hasil penjualan," jawab Qin Fan.
"15% tuan Qin?" tanya Hua Mei memastikan tidak salah dengar.
"benar nona Mei, 15%," jawab Qin Fan memastikan.
"baiklah, aku setuju tuan Qin," jawab Hua Mei setuju.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...