Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Bersihkan Semua Kotoran!


__ADS_3

Setelah keluar dari restoran bambu biru, Qin Fan merasakan beberapa sosok yang sedang mengikutinya, tapi yang jelas, Qin Fan tidak akan tinggal diam jika dia di ganggu.


setelah berjalan ke pusat kota beberapa saat, Qin Fan menemukan sebuah penginapan, lalu dia masuk untuk memesan kamar, selesai memesan dan membayar biaya inap selama 3 hari, Qin Fan naik ke kamarnya yang diarahkan oleh pelayan penginapan.


didalam kamar, seperti biasa, Qin Fan lebih dulu membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, dia mencoba menutup mata dan menyerap energi langit dan bumi.


malam harinya, konsentrasi Qin Fan terganggu dengan beberapa sosok yang terus mengikutinya itu, Qin Fan merasa terganggu dengan kehadiran mereka, hal itu membuat Qin Fan sedikit kesal, lalu dia keluar dari kamar melalui jendela.


diluar kamar, dapat Qin Fan lihat ada 3 pemuda yang sedang berada diatas kamar nya dan sedang menguntit.


"ada apa kalian mengikuti ku terus?" suara Qin Fan mengejutkan ketiga pemuda itu, yang tidak lain adalah murid murid klan Jing.


"siapa pun yang bersama tetua Chen, maka dia adalah musuh klan Jing," balas salah satu.


"oh ya? lalu apa yang bisa kalian lakukan padaku?" tanya Qin Fan menantang.


Qin Fan tidak ingin segera membunuh mereka, karena dia ingin memberikan pelajaran pada mereka hingga mereka tidak melupakan pelajaran itu, dan pelajaran yang ingin diberikan Qin Fan adalah dengan menghancurkan dantian mereka.


"apa kamu merasa susah cukup kuat untuk menantang kami?" tanya pemuda itu.


"bukan hanya cukup kuat bodoh, tapi bahkan sangat kuat," balas Qin Fan mengejek, lalu dia mengeluarkan aura nya dan menekan ketiga murid klan Jing itu.


Whush...


Buuuk Buuuk Buuuk..


ketika aura Qin Fan dilepaskan, ketiga murid klan Jing itu langsung tertekan dan terjatuh ketanah.


"hanya semut tapi sok menjadi gajah," ejek Qin Fan, lalu dia mendekati mereka dan.


Buuuk Buuuk Buuuk..


"Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg,"


bunyi pukulan dan teriakan ketiga pemuda itu sambil berguling guling ditanah, disaat Qin Fan menghancurkan dantian mereka, lalu Qin Fan mengambil paksa cincin penyimpanan dari jari mereka dan memasukkan kedalam cincin penyimpanan miliknya.


selesai memberi pelajaran pada ketiga murid klan Jing dan mengambil cincin penyimpanan mereka, dengan santai Qin Fan melayang keatas dan kembali masuk ke kamarnya melalui jendela.


"sepertinya kedatangan tetua Chen sudah diketahui Patriak Jing," gumam Qin Fan menduga duga.


karena jika ada yang terus menguntitnya, artinya ada juga yang sudah kembali ke klan Jing untuk melaporkan kedatangan Jing Chen.


"baiklah, kita lihat saja besok, jika patriak Jing tidak mau menyetujui dengan syarat yang aku ajukan, aku akan meratakan klan Jing," gumam lanjut Qin Fan, dia juga berseringai jahat.


lalu dia kembali menutup mata untuk menunggu pagi, dan tak terasa waktu berganti begitu saja, karena kini dinginnya malam sudah diganti dengan hangatnya mentari pagi yang menyambut semua orang di galaxy segi tiga.


Qin Fan pun membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, lalu dia turun dari kasur dan turun kebawah, tujuan Qin Fan adalah pergi ke klan Jing.


setelah keluar dari penginapan, Qin Fan langsung pergi ke gerbang selatan seperti arah klan Jing berada, setelah berada di gerbang selatan dan meninggalkan kota cukup jauh.


Whush...


Xue Ying keluar dari dunia jiwa.


"penguasa muda," ucap Xue Ying memberi hormat.


"bawa aku ke klan Jing! arah selatan dari sini!" perintah Qin Fan.


"baik penguasa muda," jawab Xue Ying, lalu dia bertransformasi menjadi Phoenix.


"silahkan naik penguasa muda," ucap Xue Ying.


Qin Fan pun naik ke punggung Xue Ying, Xue Ying pun membuat perisai untuk melindungi Qin Fan dari terpaan angin, selesai membuat perisai, Xue Ying melesat ke arah selatan dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Whush..


meski hanya dengan kecepatan sedang, tapi memiliki kekuatan penguasa alam bintang 3 tahap puncak, hal itu membuat kecepatan Xue Ying tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, yang ada hanya cahaya berwarna biru saja yang tampak.


4 jam kemudian.


dengan kecepatan sedang menurut Xue Ying tapi sangat ektrim menurut orang lain, Xue Ying dan Qin Fan sampai di sebuah hutan yang tidak jauh dari klan Jing.


"turunkan aku disini Xue Ying!" perintah Qin Fan.


"baik penguasa muda," jawab patuh Xue Ying, lalu dia mendarat dan menurunkan Qin Fan.


setelah turun, Qin Fan membuka dunia jiwa dan memasukkan Xue Ying kedalam, selesai memasukkan Xue Ying, dengan santai Qin Fan berjalan ke gerbang klan Jing.


tidak butuh waktu lama bagi Qin Fan untuk sampai, karena hanya dalam hitungan menit, Qin Fan sudah berada didepan gerbang klan.


"berhenti!" ucap seorang murid klan yang berjaga digerbang.


"maaf tuan, aku dari sekte bukit emas, aku memiliki sedikit urusan dengan Patriak Jing, apa boleh aku bertemu dengan Patriak?" ucap Qin Fan sambil mengeluarkan lencana sekte bukit emas.


penjaga gerbang yang melihat lencana sekte bukit emas pun seketika merubah sikapnya, yang tadinya sedikit arogan, kini berubah menjadi ramah.


"silahkan tuan! Patriak berada di dalam, mungkin saat ini Patriak berada di aula pertemuan," balas penjaga gerbang.


"apa bisa kamu mengantar ku kedalam?" tanya Qin Fan.


"bisa tuan, mari saya antar!" balas penjaga gerbang, lalu dia menuntun Qin Fan masuk kedalam.


tidak lama kemudian, mereka sampai didepan aula pertemuan.


"tunggu sebentar tuan, aku akan melaporkan kedatangan tuan terlebih dahulu pada Patriak," ucap penjaga gerbang disaat mereka sudah sampai didepan aula pertemuan.


"baik tuan," balas Qin Fan ramah.


"lapor Patriak," ucap penjaga gerbang berlutut.


"ada apa? kenapa kamu begitu lancang masuk kesini?" bentak Jing Chong.


"ampun Patriak, diluar ada utusan dari sekte bukit emas yang ingin bertemu dengan Patriak," jawab penjaga gerbang melapor.


"utusan sekte bukit emas?" tanya Jing Chong menarik alisnya.


"benar patriak," jawab penjaga gerbang.


"persilahkan dia masuk!" perintah Jing Chong.


"baik Patriak," jawab penjaga gerbang, lalu dia keluar dari aula pertemuan.


"kita tunda dulu masalah dengan pengkhianat Jing Chen itu, kita akan melanjutkan setelah utusan sekte bukit emas itu pergi," ucap Jing Chong pada para tetua klan.


"baik Patriak," jawab para tetua.


tidak sampai beberapa detik, Qin Fan dan penjaga gerbang masuk kedalam aula pertemuan.


"salam patriak," ucap Qin Fan menangkupkan tangan nya dengan hormat.


"salam tuan, apa benar tuan dari sekte bukit emas?" balas Jing Chong.


"bukan Patriak, aku hanya memiliki hubungan dekat dengan sekte bukit emas," jawab Qin Fan menggeleng kepala.


"baiklah, lalu ada urusan apa tuan mencari ku?" tanya Jing Chong.


"aku kesini untuk membahas masalah tetua Jing Chen," jawab Qin Fan tanpa ragu.

__ADS_1


mendengar nama Jing Chen, Jing Chong dan hampir semua tetua klan langsung memasang muka permusuhan pada Qin Fan, hanya 7 dari 25 tetua yang terlihat tersenyum.


"apa kamu yang bersama Jing Chen itu?" tanya Jing Chong, dia sudah mendapat laporan jika Jing Chen masuk kedalam kota Wu bersama seorang pemuda.


"benar patriak, aku orang nya," jawab jujur Qin Fan.


"cepat tangkap dia!" perintah Jing Chong setelah mendengar pengakuan dari Qin Fan.


ketika hampir semua para tetua klan berdiri untuk menyerang Qin Fan, Qin Fan dengan santai mengeluarkan aura nya dan menindas para tetua klan itu dan hanya menyisakan 7 tetua yang tidak bergerak dari tempat duduk mereka.


Buuuk Buuuk Buuuk..


satu persatu ke 18 tetua klan Jing itu jatuh tersungkur dan memuntahkan darah dari sudut bibir mereka.


"hanya semut tapi berlagak seperti gajah," cibir Qin Fan.


tentu saja apa yang dilakukan Qin Fan itu membuat Jing Chong sangat terkejut, bagaimana bisa para tetua yang memiliki kultivasi absolute 3 bintang 2-4 tapi jatuh tersungkur hanya karena ditekan oleh aura?


"aku kesini dengan niat baik, tapi rupanya aku tidak disambut dengan baik," ucap Qin Fan menatap tajam Jing Chong.


"aku tahu kalian masih mendukung tetua chen bukan?" tanya Qin Fan menoleh pada ketujuh tetua klan.


"benar tuan muda, bagaimana tuan muda bisa tahu?" tanya salah satu tetua dari 7 tetua itu.


"karena sejak aku masuk kesini, aku melihat hanya tetua tetua ini yang tampak senang setelah mendengar aku bersama tetua Chen," balas Qin Fan.


"bajingan kamu anak muda, cepat tarik aura mu itu!" bentak Jing Chong yang melihat para tetua nya satu persatu sudah mulai hilang kesadaran.


"memangnya kamu siapa? kamu tidak pantas memerintahkan ku," balas Qin Fan menatap tajam Jing Chong.


"kalian kumpulkan anggota keluarga dan juga murid klan yang setia pada Jing Chen dan bawa mereka kesini!" perintah Qin Fan pada ketujuh tetua itu.


"baik tuan muda," jawab mereka, padahal ada pertanyaan besar kenapa Qin Fan menyuruh mereka melakukan hal itu, tapi tidak ada yang berani bertanya dan hanya patuh saja.


2 jam kemudian.


ketujuh tetua itu kembali dengan anggota keluarga mereka dan 2000 murid klan Jing yang memang sangat setia dan mendukung Jing Chen, tapi karena kalah dalam pertempuran waktu itu, mereka dengan terpaksa menyerah dan mengaku setia pada Jing Chong.


tapi sebenarnya itu hanya akal akalan mereka saja, karena jika mengatakan menyerah dan setiap pada Jing Chong, mereka akan dibiarkan hidup, tidak masalah jika mereka harus mati, masalahnya mereka memiliki istri dan anak, hal itulah yang membuat ketujuh tetua serta ke 2000 murid klan mengaku setia pada Jing Chong.


"apa sudah semua yang setia pada tetua Chen dikumpulkan?" tanya Qin Fan.


"sudah tuan muda," jawab mereka.


"baiklah, sekarang perintahkan mereka agar tetap berada di depan aula pertemuan!" ucap Qin Fan.


"baik tuan muda," jawab mereka, lalu salah satu dari ketujuh tetua itu keluar dari aula pertemuan untuk menyuruh ke 2000 murid itu untuk tetap berada di depan aula pertemuan.


Whush... Whush... Whush...


Long Shan, Long Zhan, Long Fei, Long Fu, Long Heinan, Tong Xiu, Gao Ze, Xuande, Shunzhi, Wen Haong, Qian Duan, Long Qe, Quan Su, Shao Mingrui, Shui Fang, Mao Tse, Xue Ying dan Yu Ling keluar dari dunia jiwa.


"penguasa muda," ucap mereka berlutut.


"selain mereka yang berada di depan aula ini, bersihkan semua kotoran yang ada dan jangan biarkan satu kotoran pun yang tersisa!" perintah Qin Fan.


"baik penguasa muda," jawab Long Shan dan ke 17 saudaranya, lalu mereka keluar dari aula pertemuan untuk melakukan pembantaian terhadap anggota klan Jing yang setia dan mendukung semua keputusan Jing Chong.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2