
Di istana kekaisaran Cen.
"kenapa saudara Mouli? kenapa saudara terburu buru seperti itu?" tanya jendral besar Fu Yan keheranan melihat jendral besar Mouli terburu buru masuk ke aula pertemuan.
"saudara Fu Yan, giok jiwa saudara Taoli dan saudara An Hu pecah, bahkan giok jiwa 5 jendral bawahan lainnya juga pecah," jawab jendral besar Mouli dengan nafas yang memburu.
"apa?"
jendral besar Fu Yan yang mendengar berita itupun berdiri dari kursinya, dia dan jendral besar Wai Shun sama sama berdiri dari kursi mereka, bahkan kedua jendral besar itu menyemburkan minuman yang sudah mereka minum.
"saudara Mouli, jangan main main dengan berita yang suasana bawa!" ucap jendral besar Fu Yan yang masih tidak percaya.
"benar saudara Mouli, ini bukan main main," timpal jendral besar Wai Shun.
"apa aku terlihat sedang bercanda? apa aku terlihat sedang main main dengan ucapan?" tanya jendral Mouli tampak kesal.
"tapi bagaimana bisa? bukankah di kekaisaran Cen ini hanya tetua tingkat tinggi sekte besar yang bisa mengalahkan saudara Taoli dan saudara An Hu? sementara sekte sekte besar itu berada di pihak kita, jadi sangat tidak mungkin jika mereka yang membunuh saudara Taoli dan saudara An Hu," ucap jendral besar Fu Yan masih tidak percaya.
jendral besar Mouli dan jendral besar Wai Shun tidak lagi berkata apa apa, karena apa yang dikatakan jendral besar Fu Yan memang benar, hal itu membuat mereka semakin frustasi karena tidak bisa menebak siapa pelakunya.
"kirimkan undangan pada sekte gunung mare, sekte padang pasir, sekte gunung tengkorak dan sekte lembah racun ke istana! kita harus menanyakan hal ini pada mereka!" ucap jendral besar Fu Yan setelah cukup lama berpikir.
"tapi saudara Fu Yan, apa hal itu tidak akan menyinggung mereka?" tanya jendral besar Mouli.
"tidak akan terjadi apa apa saudara Mouli, justru ini adalah cara untuk tahu siapa yang membunuh saudara Taoli dan saudara An Hu," jawab jendral besar Fu Yan.
*******
Disekte Gunung Mare.
hal yang sama juga terjadi di sekte gunung mare, dimana patriak sekte sangat marah karena giok jiwa kedua tetua tingkat tinggi nya pecah.
"kerahkan semua murid elite, murid inti serta semua tetua tingkat tinggi dan tetua tingkat rendah untuk memburu pelaku yang membunuh tetua Kang dan tetua Tufai! jika ada yang berhasil membawa pembunuh itu hidup ataupun mati, akan diberikan sumber daya tingkat tinggi, kitab tingkat abadi dan 1 juta batu roh tingkat tinggi," ucap Patriak sekte gunung mare membuat sayembara, Patriak sekte gunung mare yang tidak lain adalah kakak dari Tufai itu sangat ingin membunuh pelaku yang membunuh adiknya itu.
"baik Patriak, jawab para tetua sekte yang tersisa, karena saat ini, sudah lebih dari 20 tetua sekte yang berada diluar sekte, para tetua sekte itu melakukan misi yang sama, yaitu mencari pelaku yang membunuh salah satu tetua tingkat rendah dan 30 murid elite mereka.
setelah mendapat perintah, para tetua itu membubarkan diri dan hanya menyisakan Patriak sekte, yang tidak lain adalah Bi Cik dan tetua agung, yang tidak lain adalah Zhu An.
"tenangkan lah diri mu Patriak! kita pasti akan menemukan pembunuh itu," ucap Zhu An yang melihat kemarahan di wajah Bi Cik.
"bagaimana aku bisa tenang tetua agung? adik ku satu satunya dibunuh, aku tidak bisa tenang sebelum pelaku itu ditangkap," balas Bi Cik dengan niat membunuh yang sangat kuat.
********
Waktu terus berlalu.
tak terasa 2 minggu sudah Qin Fan dan Jianjun melakukan perjalanan ke utara, dimana sekte gunung mare berada, selama 2 minggu itu juga, Qin Fan dan Jianjun terus melayang di udara tanpa beristrahat.
__ADS_1
Saat ini Qin Fan dan Jianjun sudah berada disebuah hutan yang berada tidak jauh dari kota terkahir yang mereka jumpai, karena satu minggu dari kota itu, mereka sudah bisa menemukan sekte gunung mare.
setelah mendarat, Qin Fan dan Jianjun berjalan ke arah kota, tidak berselang lama, keduanya sampai didepan kota dan ikut mengantri, hanya beberapa saat, Qin Fan dan Jianjun mendapat giliran untuk diperiksa, selesai diperiksa dan membayar pajak masuk kota, Qin Fan dan Jianjun masuk kedalam kota itu.
"Kota Gitang,"
itulah nama kota yang Qin Fan baca didepan gerbang sebelum masuk kedalam kota, yang tidak lain adalah kota Gitang.
setelah masuk kedalam kota, Qin Fan dan Jianjun mencari rumah makan, seperti biasa, keduanya ingin mencari informasi tentang sekte gunung mare.
Qin Fan dan Jianjun sudah menduga jika saat ini sekte gunung mare akan mencari pelaku yang membunuh kedua tetua mereka, jadi Qin Fan dan Jianjun ingin melihat bagaimana para tetua dan murid sekte itu melakukan nya.
300 meter kedalam kota, Qin Fan dan Jianjun menemukan sebuah rumah makan, keduanya lalu masuk kedalam dan mengambil tempat dipojok ruangan, pelayan pun datang menanyakan pesanan mereka.
seperti biasa, Qin Fan minta makanan terbaik yang ada dirumah makan itu, setelah pelayan kembali, Qin Fan dan Jianjun memasang telinga untuk mendengarkan obrolan setiap pelanggan yang datang.
dan yang mereka dengar adalah sekte gunung mare membuat sayembara untuk semua tetua sekte nya, baik tetua tingkat rendah maupun tetua tingkat tinggi, selain para tetua, sayembara itu juga diikuti oleh semua murid inti dan murid elite sekte.
"sepertinya sekte gunung mare sangat menginginkan nyawa mu Jianjun," ucap Qin Fan terkekeh dengan informasi yang mereka dengar.
"benar penguasa, mereka tidak sadar jika saat ini nyawa mereka tinggal di ujung hidung," balas Jianjun yang juga tersenyum.
"apa kita habisi mereka penguasa?" tanya Jianjun sambil menoleh pada tetua tingkat tinggi dan tetua tingkat rendah serta para murid inti dan murid elite sekte gunung mare yang berjumlah lebih dari 30 orang itu.
"bagaimana menurutmu?" tanya balik Qin Fan tersenyum.
yaitu ketiga tetua tingkat tinggi, ketiga tetua itu memiliki kekuatan yang sama dengan Kang dan Tufai, yaitu penguasa alam tingkat 7 tahap puncak, sementara 5 tetua tingkat rendah memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 6 tahap awal sampai tahap puncak.
ke 30 murid inti dan murid elite memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 3 sampai tingkat 4, hal itu sangat mudah bagi Jianjun untuk menghabisi mereka, dengan kekuatan pengusaha alam tingkat 8 tahap puncak, sungguh mereka hanyalah semut dihadapan Jianjun.
"maaf menunggu lama tuan tuan!" ucap pelayan yang baru datang.
"tidak masalah nona! kami juga tidak terburu buru," balas Qin Fan ramah.
pelayan itu pun meletakkan pesanan mereka diatas meja dan kembali kedapur, Qin Fan dan Jianjun juga makan makanan mereka sambil menunggu ke 38 orang itu keluar dari kota Gitang agar dapat dibantai Jianjun dan Qin Fan.
beberapa saat kemudian, ke 38 orang itu selesai makan dan keluar dari rumah makan, Qin Fan dan Jianjun juga menyelesaikan makan mereka lalu membayar, setelah itu keduanya menyusul para tetua dan murid sekte gunung mare yang sudah keluar lebih dulu.
tidak berselang lama, ke 38 orang itu sudah berada di luar kota Gitang, Qin Fan dan Jianjun terus mengikuti mereka dari belakang.
"sepertinya kita sedang diikuti," ucap salah satu tetua yang merasakan ada yang mengikuti mereka.
"benar tetua Ding, aku juga merasakannya," jawab tetua yang lain.
"kita tunggu saja mereka!" balas yang lain, lalu mereka menunggu sosok yang mengikuti mereka.
Whush.. Whush..
__ADS_1
hanya sepersekian detik, Qin Fan dan Jianjun muncul didepan ke 38 orang itu.
"kenapa kalian membuntuti kami?" tanya salah satu tetua dengan sorot mata yang tajam, tidak lupa dia juga menunjukkan sikap dominasi.
"tidak ada apa apa pak tua, aku hanya ingin membuat kalian menyusul kedua tetua kalian yang 2 minggu lalu aku kirim ke neraka," jawab Jianjun santai.
mendengar jawaban Jianjun, ke 38 tetua dan murid sekte gunung mare itu mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat, orang yang mereka cari selama 2 minggu itu ternyata berdiri didepan mereka dan mengakui perbuatannya.
"bajingan, kalian sudah membuat kesalahan yang besar, hukuman kalian adalah kematian," ucap salah satu tetua dengan niat membunuh yang sangat kuat.
"serang dan bunuh mereka!" ucap lanjut tetua itu memberi perintah.
"baik tetua Ding," jawab para tetua tingkat rendah dan ke 30 murid inti dan murid elite, lalu mereka bergerak menyerang Qin Fan dan Jianjun.
"hanya semut tapi berlagak gajah? naif," cibir Jianjun yang melihat ke 35 orang melesat kearahnya dan Qin Fan.
Jianjun lalu melakukan gerakan yang sama seperti yang dia lakukan disaat menghajar Kang, Tufai, jendral besar Taoli dan jendral besar An Hu.
kemudian muncul dua energi cahaya biru dari kedua telapak tangan Jianjun, Jianjun mendorong kedua energi cahaya biru itu kedepan.
Whush.. Whush..
kedua energi cahaya biru itu terdorong kedepan, lalu menjadi 2 sosok harimau yang terbentuk dari kedua energi cahaya biru itu.
Goooaaarr.. Goooaaarr..
kedua harimau dari energi cahaya biru itu mengaum keras, auman mereka bahkan membuat ke 35 tetua dan murid sekte yang menyerang Jianjun dan Qin Fan pun seketika berhenti.
Whush.. Whush..
kedua sosok harimau itu melesat kearah ke 35 orang itu dengan kecepatan ekstrim dan membantai mereka.
Boom Boom Boom Boom Boom Boom
ledakan besar menggema dihutan itu, serangan kedua sosok harimau dari energi cahaya baru itu langsung membuat ke 35 tetua dan murid sekte gunung mare langsung berubah menjadi kabut darah.
"apa?"
ketiga tetua tingkat tinggi yang tersisa itu terkejut dengan serangan yang dilepaskan Jianjun, hanya sekali serang, Jianjun membantai semua tetua tingkat rendah dan murid inti serta murid elite mereka.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....
__ADS_1