
Patriak sekte dan para tetua terkejut dengan kekuatan dari puluhan ribu orang yang menyerang mereka itu.
"Hentikan!"
seru patriak sekte menggema diatas sekte anggrek hitam, seketika perang terhenti setelah mendengar seruan itu.
Whush.. Whush.. Whush..
Patriak sekte melesat kearah Jianjun dan ke 950 komandan kerajaan Ning yang memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 7 tahap puncak.
"maaf yang mulia! kenapa yang mulia menyerang sekte ku?" tanya Patriak sekte anggrek hitam dengan tatapan tajam, yang tidak lain adalah Duajie.
Duajie mengenal pasukan yang menyerang sekte nya itu, karena berita tentang kerajaan Ning yang menyerang sekte sekte besar aliran hitam sudah tersebar diseluruh alam suci.
"aku cukup terkejut karena kamu mengenali ku Patriak," balas Jianjun yang memang cukup terkejut.
"kenapa yang mulia menyerang sekte ku? sekte ku tidak pernah menyinggung kerajaan Ning dihutan Tolire," ucap Duajie sekali lagi bertanya.
"alasan ku sederhana saja, karena kalian sudah bersekongkol dengan penguasa agung Bao Teng, dan setiap orang yang bersekongkol dengan penguasa agung Bao Teng harus musnah," jawab Jianjun tersenyum jahat.
"Hancurkan mereka semua!" ucap lanjut Jianjun memberi perintah.
Whush..
sebelum pasukan kembali melepaskan serangan, sebuah formasi menutup dari atas, formasi berwarna biru itu tidak lain adalah formasi penjara yang dibuat oleh Qin Fan, Qin Fan ingin mengurung sekte agar tidak ada yang bisa melarikan diri seperti disekte gurun pasir.
Whush..
Qin Fan melesat kearah Jianjun dengan santai.
"penguasa," ucap Jianjun memberi hormat.
"ada apa Jianjun? kenapa kamu menghentikan serangan?" tanya Qin Fan tidak suka.
"mohon ampun penguasa! pak tua bodoh ini yang menghentikan serangan," jawab jianjun menunjuk Duajie.
"siapa kamu?" tanya Duajie dengan sorot mata tajam kearah Qin Fan.
"kamu tidak perlu tahu siapa aku pak tua, yang kamu tahu adalah sekte anggrek hitam akan musnah seperti sekte sekte lainnya," jawab Qin Fan santai.
"ratakan sekte ini!" ucap lanjut Qin Fan memberi perintah tanpa menoleh.
"baik penguasa," jawab patuh Jianjun, lalu dia menyerukan untuk menghancurkan sekte anggrek hitam.
Boom Boom Boom..
ledakan demi ledakan kembali menggema disekte anggrek hitam, lalu mengubah setiap murid sekte yang memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 4 kebawah menjadi kabut darah.
dengan jumlah pasukan sebanyak 40 ribu, dan kekuatan terlemah berada di penguasa alam tingkat 5 tahap puncak, tentu sangat mudah bagi pasukan Qin Fan untuk membantai murid murid sekte anggrek hitam.
Boom Boom Boom..
ledakan terus menggema dan bersahutan, Duajie hanya bisa melihat nasib sekte dan murid murid sekte serta para tetua nya dibantai, dia tidak bisa bergerak sama sekali, pasalnya, setelah Jianjun menyerukan untuk kembali melepaskan serangan, Qin Fan langsung menekan Duajie dengan aura nya, sehingga Duajie tidak bisa bergerak sama sekali.
"ampuni aku tuan!" ucap Duajie memohon ampun.
"mengampuni mu? apa kamu pikir aku sebodoh itu? tidak ada ampunan bagi siapapun yang bersekongkol dengan Bao Teng, semua harus musnah," balas Qin Fan dengan menatap tajam.
"izinkan aku menjadi pelayan tuan!" balas Duejie penuh harap, entah apa yang dia pikirkan.
"maksudmu pak tua?" tanya Qin Fan mengerutkan kening.
__ADS_1
"aku ingin menjadi pelayan tuan seperti yang mulia Jianjun, aku bersedia menjadi pelayan tuan," jawab Duajie serius dan penuh harap.
"Hentikan!" Qin Fan berseru menghentikan serangan setelah melihat keseriusan dimata Duajie.
Peperangan yang tadinya berkecamuk seketika kembali terhenti, Jianjun dan para komandan kerajaan Ning serta Long Shan dan yang lainnya bingung dengan seruan itu, karena tidak pernah Qin Fan menghentikan serangan jika sedang bertempur.
Whush...
"penguasa," Jianjun melesat kearah Qin Fan.
"jika benar kamu ingin menjadi pelayan ku, telanlah pil pil ini!" ucap Qin Fan setelah menganggukkan kepalanya pada Jianjun.
"baik tuan," balas Song Duajie, tanpa pikir panjang dan banyak tanya, Duajie langsung menangkap 10 butir pil pengikat jiwa dan menelan serta menyerapnya.
Boom Boom Boom..
terdengar ledakan teredam sebanyak 3 kali dari dalam tubuh Duajie, Duajie mengalami peningkatan kekuatan setalah menyerap ke 10 butir pil pengikat jiwa.
"tuan," ucap Duajie terkejut karena mengalami peningkatan sebanyak 3 tingkat, yang artinya kekuatan Duajie meningkat ke penguasa alam tingkat 9 tahap puncak.
"itu adalah pil pengikat jiwa, selain meningkatkan kekuatan mu, aku juga sudah mengikat jiwa mu, jika kamu berniat atau berpikir untuk berkhianat, maka jiwa mu akan hancur dengan sendirinya," ucap Qin Fan menjelaskan pil yang diberikannya itu.
"aku tidak berani tuan," balas Duajie bergidik.
"tanyakan pada tetua dan murid sekte mu! mereka juga mau menjadi pasukan ku atau tidak," ucap Qin Fan lagi.
"baik tuan," jawab Duajie, lalu dia bertanya pada para tetua dan murid murid sekte nya.
dari jumlah murid 40 ribu, yang terbunuh sudah lebih dari 20 ribu, sehingga yang tersisa hanya berkisar lebih 10 ribu saja, namun hanya 10 ribu murid yang masih ingin mengikuti Duajie, sementara sisanya ingin menjadi pengawal para keluarga bangsawan.
Qin Fan lalu memasukkan semua pasukannya dan murid murid sekte yang ikut bersama Duajie kedalam dunia jiwa, tidak lupa Duajie juga memberikan 1 buah cincin penyimpanan pada Qin Fan, yang tidak lain adalah isi dari cincin penyimpanan milik nya dan juga harta penyimpanan sekte.
setelah semua murid dan tetua yang tidak ingin mengikuti Duajie pergi, Qin Fan membuat tapak bayangan dan melepaskan kearah sekte, sehingga sekte menjadi hancur dan rata dengan tanah.
"kita pergi ke istana kekaisaran, jendral Fu An melaporkan jika istana sudah dibersihkan, aku juga sudah mengirimkan pesan jiwa pada saudara Jiao Chin untuk menyusul ke istana," jawab Qin Fan menjelaskan tujuan selanjutnya.
"baik penguasa," ucap Jianjun paham.
Qin Fan dan Jianjun pun melayang di udara dan melesat kearah utara, dimana istana kekaisaran Cen berada.
******
Di tempat lain.
Jiao Chin yang sedang berlatih bersama murid murid klan Jiao, langsung berhenti berlatih dan memeriksa cincin penyimpanan.
"ada apa saudara Chin?" tanya seorang pemuda.
"tidak apa apa saudara Ju, aku rasa cukup latihan nya hari ini," balas Jiao Chin.
Jiao Chin lalu kembali ke kamar nya dan memeriksa isi cincin penyimpanan.
"saudara Jiao, datanglah ke istana bersama para Patriak bangsawan, aku menunggu saudara dan yang lainnya di istana,"
itulah yang tertulis dalam pesan jiwa yang dikirimkan Qin Fan.
"ternyata saudara Qin sudah menguasai istana, tapi kenapa secepat ini? apa saudara Qin sudah mencapai penguasa alam tingkat 9, atau memang kerajaan Ning berada dibawah perintah saudara Qin?"
Jiao Chin terkejut dengan pesan yang dikirimkan Qin Fan, baru beberapa bulan berpisah, tapi ada banyak kejadian yang terjadi di alam suci, dan pelakunya mengarah pada Qin Fan.
"baiklah, aku akan menyampaikan ini pada para Patriak," gumam Jiao Chin, lalu dia pergi ke aula pertemuan.
__ADS_1
"Jiao Chin memberi hormat pada para Patriak," ucap Jiao Chin berlutut setelah sampai di aula pertemuan.
"ada apa Chin'er? sepertinya ada sesuatu yang penting," ucap Tian Feng lembut.
Jiao Chin tidak menjawab, tapi dia mendekati Tian Feng dan memberikan giok jiwa padanya.
"apa?"
Tian Feng terkejut dengan pesan yang dikirimkan Qin Fan itu.
"ada apa patriak Tian?" tanya Ming Chun penasaran.
"Qin Fan meminta kita berempat dan Chin'er ke istana kekaisaran, dia sudah menguasai istana dan menunggu kita disana," jawab Tian Feng sambil memberikan giok jiwa itu pada Ming Chun.
ketiga Patriak dan para tetua semua terkejut dengan jawaban Tian Feng, tapi tidak dengan Jiao Xu, Jiao Le dan Jiao Wei, ketiga tetua itu sudah tahu kemampuan Qin Fan, jadi mereka tampak biasa saja.
lalu mereka berdiskusi antara pergi atau tidak, setelah berdiskusi cukup lama, keempat Patriak itu setuju untuk pergi ke istana kekaisaran bersama Jiao Chin.
******
Waktu terus berlalu.
Qin Fan dan Jianjun juga sudah sampai di istana kekaisaran Cen, selama seminggu, Qin Fan tidak kemana mana dan hanya menunggu Jiao Chin di istana.
seminggu kemudian.
rombongan Jiao Chin akhirnya tiba di istana kekaisaran, lalu mereka pergi ke aula pertemuan, disana, sudah ada Qin Fan, Jianjun, Long Shan, Long Zhan, Wen Haong, Qian Duan, Hanzi Chu dan Hanzi Zing.
"selamat datang saudara Jiao," ucap Qin Fan setelah Jiao Chin dan rombongan masuk kedalam aula pertemuan.
"aku hampir muntah darah ketika membaca pesan dari saudara Qin," balas Jiao Chin menggeleng kepala, dia tanpa ragu berjalan ke arah Qin Fan yang berada di singgasana.
Qin Fan pun berdiri dan memeluk sahabat pertama ketika dia berada di alam suci itu.
"ternyata saudara Jiao sudah mengalami peningkatan besar dalam kekuatan," ucap Qin Fan yang memeluk Jiao Chin.
Tian Feng dan ketiga Patriak lainnya tercengang melihat kedekatan Qin Fan dan Jiao Chin, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat itu.
"jangan mengejek ku saudara Qin! aku tidak suka itu," balas Jiao Chin kesal, karena menurutnya, itu bukan suatu pujian tapi suatu ejekan dari Qin Fan.
"Hehehe... baiklah baiklah, ayo kita duduk dulu!" balas Qin Fan terkekeh, lalu keduanya duduk, Jiao Chin duduk di kursi yang berada di sebelah kanan Qin Fan.
"selamat datang di istana Patriak Ming, Patriak Tian, Patriak Jiu, Patriak Xiao," ucap Qin Fan menatap ramah keempat Patriak.
"salam tuan Qin," balas keempat Patriak menangkupkan tangan dengan hormat.
"aku mengundang para Patriak karena aku ingin membicarakan kelangsungan kekaisaran Cen ini," ucap Qin Fan memulai.
"aku ingin para Patriak menjadi saksi sekaligus bangsawan yang akan melindungi saudara Jail dimasa depan," ucap lanjut Qin Fan.
mendengar itu, Jiao Chin dan keempat Patriak itu kebingungan, mereka belum mengerti dengan maksud Qin Fan.
"maaf tuan Qin, apa maksud tuan Qin?" tanya Ming Chun penasaran.
"aku akan menjadikan saudara Jiao sebagai kaisar baru Kekaisaran Cen, dan nama kekaisaran dirubah menjadi kekaisaran Jiao, jadi aku minta pada para Patriak untuk mendukung saudara Jiao dimasa depan," jawab Qin Fan menjelaskan.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...