
Tidak jauh dari Qin Fan, Jianjun dan Duajie juga sudah mengeluarkan kekuatan puncak mereka dalam pertarungan itu, kedua bawahan Qin Fan itu sedikit terdesak oleh lawan lawan mereka
semua itu karena keduanya baru menembus penguasa alam tingkat 9 tahap puncak, sementara kedua lawan mereka sudah menembus dari ratusan tahun yang lalu, sehingga lawan mereka sudah sangat terbiasa dengan kekuatan itu.
"Tapak Kaisar Harimau,"
Seru Jianjun, lalu sebuah cahaya putih keluar dari telapak tangan Jianjun.
Whush..
Jianjun mendorong cahaya putih kedepan, kemudian cahaya putih berubah menjadi sosok seekor harimau yang sangat besar.
Whush..
sosok harimau transparan itu melesat kearah lawan dengan kecepatan ektrim, bahkan ketika sosok harimau transparan itu melesat, dia menyapu apa saja yang dia lewati.
Disisi sebrang.
lawan Jianjun juga sudah menyiapkan serangan terkuatnya.
"Tapak Singa Api,"
Seru lawan Jianjun, lalu dia juga membuat gerakan tangan, kemudian keluar juga cahaya berwarna biru dari telapak tangannya.
Whush...
dia juga mendorong cahaya berwarna biru kedepan, lalu berubah menjadi sosok singa dengan api biru yang menyelimuti sosok singa api.
Whush..
sosok singa api melesat kearah Jianjun setelah lawan Jianjun mengayunkan tangannya.
Boom Boom..
ledakan besar kembali terjadi dan sekali lagi mengguncang kawasan hutan perbatasan dengan guncangan yang tidak kalah hebatnya dari ledakan yang dihasilkan Qin Fan dan Bao Teng.
Whush..
sekali lagi gelombang angin ekstrim menerjang apa saja yang ada disekitar pertarungan itu, selain itu, ada juga banyak kawah besar dan kecil disekitar mereka.
ledakan itu juga sekali lagi mengguncang kota kota yang berada di dekat perbatasan kedua kekaisaran, sehingga para penduduk kota, kultivator bebas dan juga para pedagang sudah menduga jika guncangan itu akibat dari perang yang terjadi di perbatasan.
pasalnya, semua orang melihat pasukan besar dari kedua belah pihak itu bergerak ke arah perbatasan, hanya saja mereka tidak menduga pertarungan di hutan perbatasan itu dapat mengguncang kota yang berjarak 1 minggu dari perbatasan itu.
Whush.. Whush..
Jianjun dan lawannya sama sama terpental kebelakang, keduanya terpental dengan kecepatan sangat ektrim, kecepatan nya bahkan mengalahkan kecepatan peluru yang dilepaskan dari senapan.
Boom Boom..
Jianjun dan lawannya sama sama menabrak tanah dengan keras, lalu tempat dimana mereka terjatuh itu menjadi kawah besar, dengan kedalaman puluhan meter kebawah.
"Ukhuk ukhuk,"
Jianjun dan lawan nya sama sama memuntahkan seteguk darah dari mulut mereka, keduanya sudah mengalami luka dalam cukup parah karena beradunya kekuatan mereka.
__ADS_1
dengan sisa sisa kekuatan yang dia miliki, Jianjun berusaha duduk mengambil sikap lotus, lalu dia mengeluarkan pil penyembuhan yang diberikan Qin Fan dari cincin penyimpanan, kemudian Jianjun menelan 2 butir pil penyembuhan dan menyerapnya.
Disisi sebrang, lawan Jianjun juga ternyata memiliki pil penyembuhan juga, hanya saja pil penyembuhan yang dia miliki hanyalah pil penyembuhan tingkat rendah.
setelah mengeluarkan 2 butir pil penyembuhan, lawan Jianjun itu juga menelan dan menyerapnya.
*******
Ditempat lain.
Duajie dan lawannya juga sama sama sudah tergeletak didasar kawah, keduanya juga sudah mengeluarkan kekuatan puncak mereka, sehingga beradunya kedua kekuatan puncak itu membuat Duajie dan lawannya mengalami luka dalam yang cukup parah juga.
Duajie lalu mengeluarkan 2 butir pil penyembuhan dan menelan serta menyerapnya, lawan Duajie juga melakukan hal yang sama, dengan sisa sisa kekuatan, dia berusaha mengeluarkan pil penyembuhan dari cincin penyimpanan.
Tidak terlalu jauh dari mereka.
pasukan dari kedua belah pihak masih terus bertempur dengan sengit, lebih tepatnya ladang pembantaian, jendral Fu An dan ke 950 komandan nya terus membantai pasukan kekaisaran Bao yang memiliki kekuatan jauh dibawah mereka itu.
begitu juga dengan Long Shan dan para saudaranya, mereka terus melakukan pembantaian tanpa henti, malahan para bawahan Qin Fan itu sangat bersemangat dalam melakukan pembantaian itu.
******
"bagaimana kondisi mu Jianjun?" tanya Qin Fan yang sudah berada di samping Jianjun, sementara Jianjun baru membuka mata setelah menyerap pil penyembuhan.
"sudah lebih baik penguasa," jawab Jianjun, setelah menelan dan menyerap 2 butir pil penyembuhan, luka dalam yang dialami Jianjun sudah sembuh 75%.
"baiklah, kamu bantu Duajie! aku yang akan mengurus pak tua itu, tapi jangan bunuh orang itu!" ucap Qin Fan, Qin Fan sudah berpikir jika Duajie juga pasti mengalami luka dalam serius, sehingga dia ingin Jianjun membantunya, tapi dia juga tidak ingin membunuh kultivator yang menjadi lawan Duajie itu.
"baik penguasa," jawab Jianjun, lalu dia melesat kearah Duajie.
setelah Jianjun pergi, Qin Fan melesat kearah kultivator yang menjadi lawan Jianjun itu, hanya beberapa pulih detik saja bagi Qin Fan untuk sampai.
"bukan urusan mu anak muda, jika kamu ingin bertarung dengan ku, mari kita selesaikan!" balas kultivator.
Qin Fan tersenyum dan menggeleng kepala, lalu dia kembali berkata.
"aku tidak berniat untuk bertarung atau membunuh mu, justru aku ingin kamu menjadi salah satu pelayan ku," ucap Qin Fan tersenyum.
kultivator itu tersentak dengan kedua bola matanya hampir melompat keluar, dia terkejut dengan permintaan Qin Fan itu.
"ingin menjadikan ku pelayan? apa kamu pikir aku serendah itu? jangan pernah bermimpi anak muda!" balas kultivator.
"aku kesini karena hanya ingin membunuh Bao Teng, tidak dengan kalian, aku tahu kamu bukan berasal dari kekaisaran Bao, kamu hanyalah kultivator bebas yang bodoh, karena kebodohan mu itulah, Bao Teng memanfaatkan mu," balas Qin Fan mengejek.
"darimana kamu tahu?" tanya kultivator dengan memasang kuda kuda untuk bertarung.
"kamu yakin ingin bertarung dengan ku? aku tahu luka dalam mu belum sembuh, dan jika aku ingin membunuh mu, apa kamu pikir kita mengobrol seperti ini?" bukannya menjawab, Qin Fan balik bertanya.
kultivator itu terdiam, karena memang apa yang diucapkan Qin Fan itu memang benar.
"darimana kamu berasal? kekaisaran Zing? kekaisaran Feng?" tanya Qin Fan lagi.
Whush.. Whush.. Whush..
sebelum kultivator itu menjawab, Jianjun, Duajie dan kultivator yang menjadi lawan Duajie mendarat disamping Qin Fan.
__ADS_1
"penguasa," ucap Jianjun dan Duajie.
Qin Fan tersenyum dan menoleh pada kultivator yang datang bersama kedua bawahannya itu, lalu dia berkata.
"siapa namamu?" tanya Qin Fan ramah.
"Feng Yun memberi hormat pada penguasa," ucap Feng Yun berlutut.
"bangunlah Feng Yun! kamu sudah benar dengan menjadi bagian dari keluarga ku," ucap Qin Fan ramah.
"baik penguasa," jawab Feng Yun, lalu dia bangkit.
"apa yang saudara Yun lakukan?" tanya kultivator yang ada didepan mereka itu dengan menatap tajam Fang Yun, yang tidak lain adalah Fang Lin.
"seperti yang saudara Lin lihat, aku sudah menjadi pelayan penguasa muda Qin Fan, aku juga berharap saudara Lin menjadi bagian dari kami," jawab Fang Yun jujur, entah apa yang di katakan Jianjun dan Duajie, sehingga Fang Yun mau menjadi salah satu dari pelayan Qin Fan.
"bagaimana dengan tujuan awal kita saudara Yun? apa saudara Yun sudah lupa dengan tujuan awal kita bergabung dengan Bao Teng?" tanya Fang Lin melalui telepati.
"karena itulah aku mau menjadi pelayan penguasa muda Qin Fan, penguasa muda Qin Fan lah yang akan membantu kita membalaskan dendam kita," balas Fang Yun melalui telepati juga.
"sudahi dulu pembicaraan kalian melalui telepati! aku ingin mendengar jawaban mu pak tua! apa kamu mau menjadi pelayan ku?" ucap Qin Fan memotong obrolan Fang Yun dan Fang Lin melalui telepati itu, Qin Fan tahu jika keduanya sedang mengobrol melalui telepati.
Fang Lin masih belum menjawab, dia tampak masih sedang berpikir, setelah cukup lama berpikir, Fang Lin berlutut dan berkata.
"Fang Lin memberi hormat pada penguasa muda," ucap Fang Lin berlutut.
Qin Fan tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu dia memberikan masing masing 10 butir pengikat jiwa pada Fang Yun dan Fang Lin, kemudian Qin Fan menyuruh keduanya menelan dan menyerap pil pil itu.
setelah menelan dan menyerap pil pil itu, Fang Yun dan Fang Lin membuka mata dan menghentikan kultivasi mereka, Qin Fan bingung pada kedua pria paruh baya yang baru menjadi pelayan nya itu, sebab keduanya tidak mengalami penerobosan, padahal biasanya akan mengalami penerobosan jika ada yang menelan pil pengikat jiwa.
*******
Disisi lain.
Jendral Fu An dan pasukan Qin Fan sudah selesai melakukan pembantaian, seluruh pasukan kekaisaran Bao tidak ada yang dibiarkan hidup, meski begitu, pasukan Qin Fan juga banyak yang menjadi korban, pasukan Qin Fan yang tewas adalah pasukan yang memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 3 dan tingkat 4, dan jumlah mereka adalah 10 ribu orang.
sementara ada puluhan ribu lainnya yang mengalami luka luka, baik luka dalam maupun luka ringan, sehingga setelah bertempur, jendral Fu An memberi perintah pada pasukan yang tidak terluka untuk membantu mereka yang terluka.
selain itu, jendral Fu An juga memerintahkan puluhan ribu pasukan lainnya untuk menguburkan teman dan juga saudara mereka yang tewas, serta mengumpulkan jasad pasukan kekaisaran Bao dan di bakar, tapi sebelum itu, jendral Fu An memerintahkan pasukan agar mengumpulkan semua cincin penyimpanan lebih dulu.
menjelang sore.
semua jasad sudah dikuburkan dan dibakar, jendral Fu An lalu menyerahkan cincin penyimpanan pada Qin Fan, setelah mengambil cincin penyimpanan, Qin Fan menyuruh semua bawahan dan pasukan untuk kembali ke dunia jiwa dan memulihkan diri, kecuali Jianjun, Duajie, Fang Yun dan Fang Lin.
Qin Fan merasa sangat senang, karena memiliki 4 pelayan yang memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 9 tahap puncak, yang mana kekuatan mereka itu akan banyak membantunya nanti.
"baiklah, kita akan ke istana kekaisaran Bao lebih dulu, aku ingin melihat siapa yang bisa dipercaya dan siapa yang tidak bisa di percaya," ucap Qin Fan, setelah semua bawahan dan pasukannya masuk kedunia jiwa.
"baik penguasa," jawab keempat bawahannya.
lalu Qin Fan dan keempat bawahannya melesat kearah kekaisaran Bao dengan kecepatan sedang.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....