Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Kejutan Untuk Qian Duan


__ADS_3

Tidak lama setelah Qian Dai memecahkan giok jiwa, beberapa sosok pria paruh baya masuk kedalam penginapan, lalu terus naik keatas, sesampainya mereka diatas, dapat mereka lihat Qian Dai dan keempat murid klan mereka disekap.


"apa yang kamu lakukan Patriak Wen? kenapa kamu membekap anakku hah?" bentak Qian Duan menatap tajam Wen Haong, yang merupakan ayah Qian Dai.


kekuatan nya berada di ranah abadi puncak bintang 6, hanya satu tahap dibawah Patriak klan Qian, dia juga merupakan tetua agung klan Qian.


"apa kamu pikir aku melakukan ini tanpa ada alasan? pertama, dia sudah menghalangi jalan ku untuk masuk ke kota ini, kedua, dia mengikuti ke kota ini dan menuduhku mencuri cincin penyimpanannya,"


"apa aku akan diam saja ketika diperlakukan seperti itu? apa aku terlihat miskin sehingga harus mencuri cincin penyimpanan anak mu?" balas Wen Haong yang tidak mau kalah.


padahal dia juga cukup khawatir dengan keselamatan keduanya, pasalnya kekuatannya berada satu tahap dibawah Qian Duan, belum lagi ada bantuan dari 5 tetua klan Qian yang berkekuatan abadi awal bintang 4.


Qian Duan tidak langsung menjawab, karena jika itu dirinya, tentu dia sudah akan meledakkan orang yang menghalangi jalan nya, apalagi sampai menuduhnya mencuri, seorang Patriak klan dituduh mencuri itu merupakan suatu penghinaan besar.


"apa benar Dai'er? apa benar kamu menghalangi jalannya dan juga menuduh dia mencuri cincin penyimpanan mu?" tanya Qian Duan pada Qian Dai.


"tidak ayah, dia berbohong, aku tidak melakukan itu, dia hanya berbohong ayah, bahkan dia bilang jika klan Wen tidak takut dengan klan Qian kita," balas Qian Dai memutar balikkan fakta.


seketika Qian Duan dan kelima tetua klan Qian itu naik pitam dengan jawaban Qian Dai, mereka termakan dengan kebohongan Qian Dai, Qian Duan pun menoleh pada Wen Haong dan menatap tajam padanya.


"kamu berani menentang klan Qian? apa kamu mau klan Wen mu kami hancurkan hah?" bentak Qian Duan yang tersulut emosi.


Wen Haong lebih khawatir lagi, sebab dia melihat Qian Duan sudah sangat emosi, dia juga tidak habis pikir jika seorang tetua agung percaya begitu saja dengan ucapan seorang pemuda yang mengadu domba mereka.


meski begitu, Wen Haong bersikap tidak takut sama sekali, karena jika dia menunjukkan rasa takutnya, sudah pasti Qian Duan akan semakin menekannya.


"aku tidak percaya seorang tetua agung klan Qian dengan mudahnya mempercayai ucapan seorang bocah yang tidak tahu sopan santun," ucap Wen Haong yang masih bersikap biasa.


"seharunya sebagai seorang tetua agung, kamu dapat menilai dan melihat mana yang benar dan mana yang salah, tapi tampak nya kamu tidak sehebat itu,"


"kamu hanyalah seorang orang tua yang mempunyai mata tapi tidak bisa melihat dengan benar," ejek Wen Haong, karena dia yakin Qian Duan akan tersadar dari kebodohan nya itu.


"sudahlah Wen Haong, tidak usah memancing emosinya lebih jauh lagi! biar aku yang berbicara," ucap Qin Fan melalui telepati.


"tapi penguasa?" balas Wen Haong yang terpotong oleh Qin Fan.


"kamu diam saja!" potong Qin Fan.


"baik penguasa." jawab Wen Haong.


Qin Fan pun menatap Qian Duan dan kelima tetua klan Qian itu, lalu dia berkata.


"maaf tuan tuan, apa yang dikatakan Patriak Wen memang benar, selain menghalangi jalan kami dan tidak mengizinkan kami masuk ke kota ini, mereka berlima juga menuduh kami mencuri cincin penyimpanan mereka, apa kami terlihat miskin tuan tuan?" ucap Qin Fan ramah, karena dia ingin melihat sejauh mana Qian Duan mengambil sikap.


"dan juga, pemuda itu mengaku jika patriak kalian melarang murid klan Wen masuk ke kota ini, dia juga bilang jika klan Wen menghajar murid klan Qian, apa itu benar tuan tuan? ataukah dia hanya berbohong?" ucap lanjut Qin Fan.


"siapa kamu?" tanya Qian Duan menatap tajam Qin Fan.


tanpa menjawab, Qin Fan melempar lencana klan Qiong pada Qian Duan, Qian Duan pun menangkap lencana itu, dapat dia kenal jika lencana itu adalah milik klan Qiong.


"oh.. jadi kamu murid klan Qiong?" ucap Qian Duan.

__ADS_1


"benar tuan, aku murid klan Qiong," jawab Qin Fan berbohong.


Qin Fan sengaja menggunakan identitas klan Qiong karena dia berpikir jika Qian Duan akan berpikir 2 kali untuk menekan mereka, karena meskipun klan Qian merupakan klan nomor dua.tapi menghadapi 2 klan kuat lainnya bukan lah hal yang sepele.


karena jika klan Wen dan klan Qiong bergabung, bagaimana pun juga klan Qian akan sedikit kesulitan, apalagi dia hanyalah tetua agung dan bukan Patriak klan.


tapi ap yang Qin Fan pikirkan itu salah, karena Qian Duan tidak gentar sedikit pun, justru Qian Duan tertawa renyah setelah tahu Qin Fan adalah murid klan Qiong.


"Hahaha.. apa kamu pikir klan Qian takut dengan klan Qiong? kamu hanya bermimpi anak muda? klan Qian tidak pernah tunduk pada siapapun kecuali klan penguasa, jadi jangan pernah menakuti ku anak muda!" ucap Qian Duan tertawa renyah.


Qin Fan tersenyum dengan ucapan Qian Duan, karena Qian Duan tidak terpengaruh sama sekali, apalagi merasa segan dan takut.


"tidak perlu Patriak dan tetua klan yang turun tangan, aku sendiri bisa dengan mudah menghancurkan klan Qian yang tuan banggakan itu jika aku mau," ucap Qin Fan santai, tidak lupa dia juga tersenyum.


"kamu anak muda? Hahaha.., apa kamu bercanda?" balas Qian Duan tertawa renyah.


"apa tetua ingin bukti?" tanya Qin Fan tanpa bergeming.


"silahkan buktikan anak muda, jika kamu bisa menghancurkan klan Qian seorang diri, aku akan berlutut dan menjilat sepatu mu, aku juga akan berjalan di dalam kota tanpa menggunakan pakaian," balas Qian Duan yang masih tertawa.


"apa aku bisa pegang kata kata mu tuan?" tanya Qin Fan, karena dia ingin membuat Qian Duan menyesali ucapan nya.


"aku tidak pernah bercanda anak muda, jika kamu bisa menghancurkan klan Qian seorang diri, aku, Qian Duan, bersumpah akan menjilat separuh mu dan juga berjalan ditengah kota tanpa menggunakan pakaian," balas Qian Duan bersumpah.


"baik, dimana letak klan Qian?" tanya Qin Fan.


Qian Duan dan kelima tetua itu terkejut karena Qin Fan tidak tahu dimana letak klan mereka, tapi mereka tidak ingin membuang buang waktu, Qian Duan pun mengatakan klan Qian berada 1 kilo meter arah timur dari kota Ze.


tanpa menunggu lama, Qin Fan membuat gerakan tangan, lalu waktu pun seketika terhenti, waktu berhenti berputar, setelah waktu berhenti berputar, Qin Fan mengeluarkan para bawahan dan juga tetua klan Wen dari dunia jiwa, tidak lupa Qin Fan juga membuat Wen Haong dapat bergerak seperti biasa.


"kita hancurkan klan Qian, jangan lupa harta benda mereka, dan juga kristal jiwa milik mereka, karena saudara saudari kalian membutuhkan kristal kristal jiwa itu untuk meningkatkan kekuatan mereka." ucap Qin Fan memberi perintah.


"baik penguasa." jawab patuh Wen Haong.


"Long Shan dan kalian semua, ikuti Wen Haong dan hancurkan klan Qian! aku akan menunggu disini." perintah Qin Fan.


"baik penguasa." jawab semua bawahan Qin Fan, lalu mereka bergerak ke arah klan Qian.


setelah kepergian semua bawahan nya, Qin Fan duduk dengan santai di atas kasur, lalu dia menutup mata untuk menyerap energi alam, tapi tiba tiba dia teringat dengan cincin penyimpanan Qian Duan dan kelima tetua yang belum dia curi.


Qin Fan pun tersenyum jahat, lalu dia berdiri dan berjalan ke arah mereka, kemudian dia melepaskan semua cincin penyimpanan dari jari mereka, ketika dia melihat isi cincin penyimpanan keenam tetua itu, mata Qin Fan melotot.


bagaimana tidak? didalam 6 cincin penyimpanan itu ada kristal jiwa abadi menengah hingga abadi puncak bintang 4, tentu saja membuat Qin Fan sangat senang, karena dengan adanya 25 kristal jiwa tingkat abadi itu, Qin Fan akan dapat menerobos ke abadi menengah.


"baiklah, daripada aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, sebaiknya aku serap puluhan kristal jiwa ini untuk meningkatkan kekuatan ku lagi." ucap Qin Fan, lalu dia masuk kedalam dunia jiwa.


Whush..


Qin Fan muncul di depan istana Qin, lalu dia pergi ke ruang kultivasi, tidak butuh waktu lama bagi Qin Fan untuk sampai, sesampainya disana, Qin Fan lalu mempercepat waktu di rumah kultivasi seperti biasa, kemudian dia mengeluarkan ke 25 kristal jiwa itu dan mulai menyerap nya.


Waktu terus berlalu, tak terasa 5 tahun sudah Qin Fan menyerap kristal jiwa, kekuatan Qin Fan meningkat ke abadi menengah bintang 3, sudah 9 kristal jiwa yang dia serap, sehingga kristal jiwa yang dimiliki Qin Fan hanya tersisa 16.

__ADS_1


memanfaatkan kristal jiwa yang masih ada, Qin Fan kembali menyerapnya, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, tak terasa 10 tahun kembali telah terlewati diruang kultivasi.


kekuatan Qin Fan meningkat pesat, dimana yang awal awalnya abadi menengah bintang 3, kini meningkat ke abadi menengah bintang 8 dan hampir menembus bintang 9, setelah merasa pondasi kultivasi nya sudah stabil, Qin Fan membuka mata dan menghentikan kultivasi nya.


"akhirnya." ucap Qin Fan senang, karena dia dapat menerobos ke abadi menengah bintang 8 dengan sangat mudah.


"jika Wen dan yang lain nya membawa semua harta dan cincin penyimpanan yang ada di klan Qian, maka kekuatan ku akan meningkat lagi." ucap lanjut Qin Fan, dia sudah tidak sabar menunggu kabar baik dari para bawahan nya itu.


kemudian dia membuka gerbang dunia jiwa dan kembali keluar.


Whush...


Qin Fan muncul dikamar penginapan, semua bawahan Qin Fan juga sudah kembali.


"penguasa." ucap mereka semua berlutut.


"bagaimana Wen Haong? Long Shan?" tanya Qin Fan pada kedua bawahan nya itu.


"semua berjalan lancar penguasa." jawab Wen Haong dan Long Shan serempak, lalu Wen Haong menyerahkan cincin penyimpanan pada Qin Fan.


"baiklah, sekarang kalian kembalilah!" perintah Qin Fan, lalu dia semua bawahannya kembali ke dunia jiwa.


"kita bawa mereka ke klan Qian yang sudah hancur itu!biarkan mereka melihatnya sendiri!" ucap Qin Fan.


"baik penguasa." jawab patuh Wen Haong, lalu Qin Fan mengembalikan waktu seperti semula.


"ayo kita ke klan Qian! aku sudah menyiapkan sesuatu untuk tuan." ucap Qin Fan sambil tersenyum jahat.


"apa maksudmu anak muda?" tanya Qian Duan yang kebingungan.


"tuan akan mengetahuinya sendiri." balas Qin Fan, lalu mereka semua keluar dari penginapan dan menuju klan Qian.


tidak lama kemudian, mereka sampai di klan Qian yang sudah hancur itu, bahkan banyak murid murid klan dan tetua serta keluarga mereka yang tubuh mereka hancur.


"bagaimana mungkin?" ucap Qian Duan dan kelima tetua klan Qian serta Qian Dai terkejut dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"tidak ada yang tidak mungkin tuan, sekarang penuhi janji tuan!" ucap Qin Fan sambil tersenyum jahat.


"tidak! tidak mungkin." ucap Qian Duan yang masih tidak percaya.


"apapun alasan tuan, tuan sudah bersumpah akan menjilat sepatuku bukan? sekarang jilat sepatu ku! lalu berjalan ditengah kota Ze tanpa menggunakan pakaian!" ucap Qin Fan mengingatkan Qian Duan.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


********

__ADS_1


Maaf ya baru up lagi.


soalnya beberapa hari ini mata aku bengkak jadi tidak bisa up🙏🙏🙏


__ADS_2