
"tetua agung?" panggil para tetua itu berlari membangunkan tetua agung di puing puing tembok yang sudah hancur.
"bajingan kamu anak muda, serang dan habisi mereka!" perintah tetua agung dengan emosi yang meluap luap.
"penguasa muda?" panggil Hanzi Zing dan Hanzi Chu.
"beri mereka pelajaran saja! jangan bunuh mereka!" perintah Qin Fan.
"baik penguasa muda," jawab keduanya, lalu Hanzi Chu dan Hanzi Zing bergerak dengan cepat dan menampar para tetua klan Guo yang ingin menyerang mereka itu.
Plaaaak Plaaaak Plaaaak
satu persatu para tetua itu ditampar oleh Hanzi Chu dan Hanzi Zing lalu melemparkan mereka hingga menabrak tembok klan dengan keras.
Booooomm Booooomm Booooomm..
bunyi ledakan disaat tubuh kelima tetua itu dikirim terbang dan menabrak tembok klan dengan keras.
para murid klan yang menyaksikan kelima tetua beserta tetua agung mereka dikirim terbang hanya dengan tamparan pun bergidik ngeri, pasalnya, kekuatan kelima tetua itu berada di ranah kekal tahap awal, sementara tetua agung berada di ranah kekal tahap menengah.
"jika kalian tidak sopan lagi pada tuan muda kami, maka kami tidak segan segan menghancurkan klan Guo ini," ucap Hanzi Chu menatap tajam para tetua dan tetua agung yang berusaha berdiri.
"ma-maafkan kami tuan!" ucap tetua agung terbata bata.
"bajingan mana yang sudah membuat keributan di klan ku?" tiba tiba sebuah suara dari dalam gerbang klan terdengar.
beberapa saat kemudian, muncul 30 pria paruh baya yang keluar dari gerbang klan, yang tidak lain adalah Guo Ji, Jing Chen dan para tetua klan.
"siapa kalian? kenapa menyerang tetua klan kami?" bentak Guo Ji dengan tatapan tajam.
"salah mereka sendiri, kami datang dengan baik baik, tapi sikap mereka membuat kami melakukannya," balas Hanzi Chu yang tidak kalah sengit.
"siapa kalian? kenapa datang ke klan ku?" tanya Guo Ji yang masih tidak menurunkan nada bicara nya.
"kami dari klan Hanzi, aku Hanzi Chu, ini saudara ku Hanzi Zing dan yang itu adalah tuan muda kami, kami jauh jauh datang kesini karena tuan muda kami ingin menemui seseorang disini," jawab Hanzi Chu.
"apa tetua adalah tetua Jing Chen?" dari belakang, Qin Fan bertanya sambil menatap Jing Chen yang berada di samping Guo Ji.
Qin Fan dapat mengetahui jika itu adalah Jing Chen dari aura milik nya, sebab aura demi humam dan binatang kuno sangat berbeda, sehingga dengan mudah Qin Fan dapat mengenalinya.
"siapa kamu? kenapa kamu bisa mengenal ku?" tanya Jing Chen penuh selidik.
"salam tetua Chen, aku Qin Fan, aku jauh jauh kesini karena mencari tetua Chen," ucap Qin Fan mengenalkan nama.
"ada urusan apa kamu mencari ku?" tanya Jing Chen.
"apa kita bisa mengobrol sebentar?" tanya Qin Fan.
"baiklah," jawab Jing Chen, lalu dia menoleh pada Guo Ji, Guo Ji yang mengerti pun menganggukkan kepalanya.
"ikut aku!" ajak Jing Chen, lalu dia, Qin Fan, Hanzi Chu dan Hanzi Zing masuk kedalam klan dan pergi ke kediaman nya.
tidak lama kemudian, mereka sampai di kediaman Jing Chen.
"silahkan duduk!" ucap Jing Chen mempersilahkan Qin Fan dan kedua bawahan nya duduk.
"terima kasih tetua," balas Qin Fan, lalu dia duduk, sementara Hanzi Chu dan Hanzi Zing berdiri di belakang Qin Fan.
"sekarang silahkan sampaikan tujuan mu anak muda!" ucap Jing Chen.
"baik tetua," balas Qin Fan, lalu dia menyampaikan maksud dan tujuannya jauh jauh datang ke hutan iblis.
"aku sudah tahu masalah yang terjadi didalam klan Jing, dan aku juga sudah tahu apa penyebab hingga tetua berada disini, tujuan ku kesini tidak lain adalah untuk membawa tetua kembali ke klan Jing dan menyelesaikan masalah internal klan Jing," ucap Qin Fan pada intinya, dia terlalu malas untuk berbelit belit.
"apa tujuan mu ingin membantu klan Jing?" tanya Jing Chen.
"Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku ingin klan Jing menjadi satu seperti semula, jika patriak Jing Chong masih tidak berubah dan tetap seperti biasa, aku sendiri yang akan menghukum nya, termasuk putra nya Jing Meng yang tidak tahu diri itu," balas Qin Fan, dia masih ingat betul dengan Jing Meng.
"iya aku mengerti, tapi tidak mungkin tidak ada yang kamu incar anak muda, tidak ada nasi yang gratis bukan?" balas Jing Chen.
__ADS_1
"aku tidak memiliki tujuan apa pun tetua," balas Qin Fan dengan menggeleng kepalanya.
"apa kamu bisa dipercaya? aku tidak ingin mati konyol," ucap Jing Chen.
"aku adalah kultivator, pantang bagi seorang kultivator untuk mengingkari janjinya," balas Qin Fan.
"baik, andai saja aku percaya padaku, lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Jing Chen.
"tidak ada yang perlu tetua lakukan, tetua cukup ikut aku kembali ke klan Jing untuk menyelesaikan masalah itu, aku berjanji jika Jing Chong tidak berubah dan tetap memanjakan Jing Meng dengan cara yang salah, aku sendiri yang akan memberinya pelajaran," jawab Qin Fan serius.
melihat keseriusan dari mata dan wajah Qin Fan, Jing Chen tidak langsung berkata, dia masih tampak sedang berpikir, disatu sisi, dia tidak mungkin percaya Qin Fan begitu saja, karena mereka baru bertemu, disisi yang lain, Qin Fan datang jauh jauh hanya karena ingin menemui dan membawanya kembali.
"baiklah, aku memilih percaya padamu, lalu kapan kita ke klan Jing?" tanya Jing Chen.
"sekarang juga lebih bagus," jawab Qin Fan singkat.
"baiklah, aku akan berbicara dengan saudara Guo lebih dulu, sementara kalian boleh beristirahat!" balas Jing Chen yang memilih untuk percaya pada Qin Fan.
"aku juga ingin menemui Guo Ji tetua, karena ada yang ingin aku sampaikan padanya juga," balas Qin Fan.
"baiklah, ayo kita ke aula pertemuan!" ajak Jing Chen, lalu mereka pergi ke aula pertemuan.
tidak berapa lama, mereka sampai di aula pertemuan, lalu keempat nya masuk kedalam, di dalam aula, Guo Ji dan para tetua nya juga sudah ada didalam.
"ada apa saudara Jing? kelihatannya saudara terlihat sedikit serius?" tanya Guo Ji.
"ada yang ingin aku sampaikan saudara Guo," balas Jing Chen.
"silahkan saudara Jing!" balas Guo Ji.
"aku akan mengikuti mereka kembali ke klan Jing, sudah saatnya aku kembali saudara Guo, terima kasih karena sudah membantu ku selama ini," balas Jing Chen menjelaskan.
"apa kalian jauh jauh datang kesini hanya karena ingin membawa saudara Jing kembali?" tanya Guo Ji menoleh pada Qin Fan dan kedua bawahan nya.
"benar patriak, kami jauh jauh datang kesini tidak lain untuk menjemput tetua Chen, selain itu, ada hal penting yang ingin aku sampaikan," balas Qin Fan.
"hal penting? hal penting apa anak muda?" tanya Guo Ji penuh selidik.
"benar, kami sudah mendengarnya, lalu apa hubungannya dengan mu?" jawab dan tanya Guo Ji.
"karena aku yang membantu Patriak Lu Ji menghancurkan kedua klan itu," jawab Qin Fan santai.
Guo Ji dan semua tetua terkejut dengan pernyataan dari Qin Fan, tapi tidak semudah itu mereka percaya begitu.
"jangan bercanda anak muda, bagaimana mungkin kamu membantu Patriak Lu Ji? bahkan keberadaan nya saja tidak ada satu pun yang tahu," balas Guo Ji menggeleng kepala tidak percaya.
"terserah Patriak mau percaya atau tidak, klan Guo masih berdiri hingga saat ini karena ada nya tetua Chen disini, dan aku memiliki urusan dengan tetua Chen, jika tetua Chen tidak ada, apa patriak yakin klan Guo masih ada?" balas Qin Fan santai.
"satu hal lagi patriak, jika aku mau, para tetua yang tidak tahu diri tadi di depan gerbang sudah menjadi kabut darah, tapi aku masih memberikan toleransi karena adanya tetua Chen," ucap lanjut Qin Fan.
"kamu memberi toleransi pada kami? hahaha.. apa kamu bercanda anak muda?" salah tetua bertanya sambil tertawa renyah.
"aku tidak bercanda tetua," balas Qin Fan, lalu dia menekan tetua itu dengan aura milik nya.
Whush...
Buuuk
tetua itu tersungkur kebawah dan langsung muntah darah.
"anak muda? jangan tidak tahu diri kamu!" bentak Guo Ji yang merasa dipermalukan.
"apa yang bisa kamu lakukan pak tua?" balas Qin Fan, lalu dia menekan Guo Ji dengan aura milik nya juga.
Whush...
Buuuk..
Guo Ji juga tertekan dengan aura milik Qin Fan, lalu dia juga tersungkur kebawah.
__ADS_1
melihat Patriak dan salah satu tetua mereka ditekan oleh aura, bukan nya takut, para tetua yang lain justru berdiri dan ingin menyerang Qin Fan.
Hanzi Chu dan Hanzi Zing pun tidak tinggal diam, keduanya langsung bergerak cepat dan menampar para tetua itu dengan sangat cepat.
Plaaaak Plaaaak Plaaaak
terdengar suara tamparan berulang kali disaat Hanzi Chu dan Hanzi Zing menampar ke 35 tetua klan Guo dan melempar mereka hingga menabrak dinding aula pertemuan.
Whush.. Whush... Whush...
Wen Haong, Qian Duan, Long Shan, Long Zhan, Long Fei, Long Fu, Long Heinan, Tong Xiu, Gao Ze, Xuande dan Shunzhi keluar dari dunia jiwa.
"penguasa muda," ucap mereka berlutut.
"selain tetua Chen, bunuh mereka semua dan jangan sisakan satupun hidup!" perintah Qin Fan.
"baik penguasa muda," jawab Long Shan dan ke 10 saudaranya, lalu mereka bergerak keluar dari aula pertemuan untuk melakukan pembantaian.
sementara itu, Hanzi Chu dan Hanzi Zing terus menghujani tamparan pada para tetua klan Guo hingga mereka tewas dengan kepala hancur.
Guo Ji yang masih tertekan dengan aura milik Qin Fan itu hanya bisa mengutuk Qin Fan dalam hati, selain mengutuk Qin Fan, dia juga merasa menyesal karena telah menyinggung sosok yang tidak seharusnya di singgung.
"tuan muda?" panggil Jing Chen yang merasa kasihan pada Guo Ji.
"aku sudah memberi mereka kesempatan, tapi rupanya mereka tidak tahu diri, dan kesempatan itu sudah tidak ada lagi tetua Chen," balas Qin Fan yang tahu apa yang ada dipikiran Jing Chen.
Diluar aula pertemuan.
Booooomm Booooomm Booooomm..
Long Shan dan ke 10 saudaranya terus membantai murid murid dan keluarga klan Guo tanpa ampun, selain membantai mereka, setiap bangunan yang mereka lewati itu tidak ada yang berdiri kokoh, semua dirobohkan.
"saudara Zhan, kita cari gudang penyimpanan harta mereka! saudara yang lain silahkan melanjutkan bersenang senangnya!" ucap Wen Haong yang mengingat harta rampasan.
"baik saudara Wen," balas mereka, lalu Wen Haong dan Long Zhan berpisah dari yang lain.
2 jam kemudian.
pembantaian yang dilakukan ke 11 bawahan Qin Fan itu selesai, para tetua yang berada di aula pertemuan juga sudah di bantai oleh Hanzi Chu dan Hanzi Zing, hanya tersisa Guo Ji yang belum dibunuh.
"tunggu apa lagi? cepat bunuh aku! bunuh aku!" seru Guo Ji dengan sudah putus asa.
"membunuh mu? tidak semudah itu pak tua, membuat mu menjadi sampah adalah hal yang terbaik," balas Qin Fan, lalu dia menarik aura milik nya yang masih menekan Guo Ji.
setelah menarik aura miliknya, Qin Fan berjalan mendekati Guo Ji, lalu dia memukul tepat dibawah pusarnya dan menghancurkan dantian Guo Ji.
"Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg,"
Guo Ji berteriak kesakitan dan berguling guling dilantai disaat dantian nya dihancurkan Qin Fan.
"itu adalah hukuman yang cocok untuk mu pak tua," ucap Qin Fan tersenyum.
"penguasa muda," ucap Long Shan, saat ini mereka juga sudah masuk kedalam aula pertemuan setelah selesai melakukan pembantaian.
"bagaimana Long Shan?" tanya Qin Fan.
"semua sudah selesai penguasa muda," jawab Long Shan, lalu dia memberikan cincin penyimpanan pada Qin Fan.
"bagus, sekarang kalian kembalilah!" balas Qin Fan, lalu dia membuka gerbang dunia jiwa, kemudian semua bawahan nya masuk tanpa sisa.
kini hanya tersisa Qin Fan dan Jing Chen di aula pertemuan, meski begitu, Jing Chen masih belum sadar dari keterkejutan nya, dia masih berada dalam lamunannya.
"tetua Chen? saatnya kita kembali ke klan Jing!" ucap Qin Fan mengejutkan Jing Chen.
"ba-baik tuan muda," balas Jing Chen yang sudah mengubah panggilan nya menjadi tuan muda.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...