
Ketiga tetua klan Wen yang melihat Qin Fan kabur pun langsung mengejar dan berteriak menyuruh Qin Fan berhenti, tapi tetap saja Qin Fan terus berlari, dan aksi kejar-kejaran itu berlangsung cukup lama, tapi karena kalah dalam hal kekuatan, akhirnya Qin Fan pun ditangkap.
lalu Qin Fan dibawah keluar kota, karena Qin Fan akan di bawa ke klan Wen untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
"apa apa tetua? kenapa kalian mengejar dan menangkap ku?" tanya Qin Fan yang berpura pura bodoh.
"jangan banyak tanya! ikuti kami dan jangan melawan! atau aku hancurkan kepala mu," balas salah satu dari tiga tetua itu.
"tapi aku benar benar tidak tahu apa kesalahan ku tetua," ucap Qin Fan yang masih tetap berpura pura bodoh.
"sudah tidak usah bersikap tidak punya salah, kamu sudah membunuh belasan murid klan kami, maka kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu!" balas tetua itu.
"apa maksud tetua?" tanya Qin Fan yang tidak merubah kepura-puraan nya.
"apa kamu pikir dapat membohongi kami? naif!" balas tetua itu.
mereka terus berdebat sepanjang jalan, tapi tetap saja ketiga tetua itu tidak melepaskan Qin Fan, sebab aura yang mereka rasakan dari tubuh Qin Fan itu sama dengan aura yang mereka rasakan di tempat terjadi nya Qin Fan membantai murid murid klan Wen.
setelah melalui perjalanan selama 10 hari, mereka pun sampai di depan gerbang klan Wen, lalu Qin Fan di bawa masuk ke dalam klan, lebih tepatnya di aula pertemuan untuk di interogasi, beberapa saat kemudian, mereka sampai di aula pertemuan, lalu Qin di lwmoarkan begitu saja ke tengah tengah aula pertemuan.
"apa dia pelakunya tetua Aotian?" ucap seorang pria paruh baya yang duduk di kursi utama, yang tidak lain adalah Patriak klan Wen, yaitu Wen Haong.
"benar patriak, dia pelaku nya," jawab salah satu tetua dari 3 tetua yang menangkap Qin Fan.
Wen Haong mengerutkan keningnya, sebab dia merasa ragu jika Qin Fan yang membunuh murid murid klan Wen, pasalnya kekuatan Qin Fan hanya berada di abadi awal bintang 2, jadi bagaimana mungkin Qin Fan membunuh murid murid klan yang berkekuatan abadi awal bintang 3 dan 4?
"Apa kalian tidak salah tangkap?" tanya Wen Haong memastikan.
"kami tidak salah tangkap Patriak, aura yang kami rasakan di tempat kejadian itu sama dengan aura yang di miliki pemuda ini," jawab tetua Aotian..
Wen Haong sekali lagi memandang Qin Fan, lalu dia sekali lagi mengukur kekuatan Qin Fan, tapi hasilnya tetap sama, dimana kekuatan Qin Fan tetap berada di abadi awal bintang 2, Wen Haong juga memeriksa usia tulang Qin Fan, dan dia sangat terkejut, sebab dia melihat usia tulang Qin Fan baru 28 tahun.
"masih sangat muda, tapi sudah memiliki kekuatan yang sangat besar, apa pemuda ini yang ada didalam mimpi ku?" gumam Wen Haong membatin.
Wen Haong pernah bermimpi jika dia dan leluhur nya bertemu, lalu leluhur nya itu mengatakan jika suatu saat ada seorang pemuda yang akan datang ke klan Wen, pemuda itu adalah calon penguasa seluruh alam.
leluhur Wen Haong juga mengatakan jika Wen Haong harus membantu pemuda itu untuk mewujudkan takdirnya, sejak saat itu, Wen Haong tidak pernah lagi sembarangan mengulum orang, karena dia takut jika orang yang dia hukum itu adalah ada calon penguasa seluruh alam itu.
Wen Haong sudah bermimpi bertemu beberapa kali dengan leluhur nya, dan setiap kali bermimpi, leluhur nya selalu memperingatkan Wen Haong agar membantu calon penguasa seluruh alam itu, atau lebih tepat nya mengabdi pada nya, dan terkahir Wen Haong bermimpi adalah 2 bulan yang lalu.
selain itu, leluhur Wen Haong juga mengatakan jika calon penguasa seluruh alam itu adalah murid ketiga dewa kuno Yo Ko, dan usianya masih sangat muda, hanya saja leluhur Wen Haong tidak mengatakan pasti berasa usia calon penguasa seluruh alam itu.
__ADS_1
"siapa nama mu anak muda?" tanya Wen Haong pada Qin Fan.
"salam patriak, aku bernama Qin Fan," balas Qin Fan dengan ramah, sebab dia tidak ingin berurusan dengan Wen Haong, dia melihat kekuatan yang di miliki Wen Haong saja sudah membuat Qin Fan bergidik.
Qin Fan tidak ingin membuat masalah lebih besar lagi, dapat Qin Fan lihat kekuatan Wen Haong berada di ranah abadi puncak bintang 5, membayangkan nya saja sudah membuat Qin Fan bergidik.
"apa kamu murid dewa kuno Yo Ko?" tanya Wen Haong yang ingin memastikan jika itu Qin Fan atau bukan.
Qin Fan tersentak kaget mendengar pertanyaan Wen Haong, karena Wen Haong bisa menebak jika dia adalah murid dewa kuno Yo Ko.
"bagaimana Patriak tahu aku adalah murid dari guru Yo Ko?" tanya Qin Fan balik dengan wajah penasaran
mendengar Qin Fan menyebut nama dewa kuno Yo Ko dengan sebutan guru Yo Ko, Wen Haong bergegas berdiri dari kursi utama, lalu dia berjalan turun dengan buru buru ke
bawa, lalu dia menjatuhkan diri dan berlutut di depan Qin Fan.
"Wen Haong memberi hormat pada penguasa," ucap Wen Haong berlutut.
seketika semua tetua klan terkejut dengan apa yang mereka lihat, karena baru kali ini mereka lihat Patriak yang sangat mereka hormati dan takuti itu berlutut di depan seorang pemuda, yaitu seorang pemuda yang mereka tangkap karena membunuh murid murid klan Wen.
mengharukan keterkejutan semua tetua nya, Wen Haong yang merasa tidak ada satupun tetua klan yang berlutut pun mengeraskan suara nya.
para tetua klan yang mendengar perintah itupun tanpa membantah, lalu mereka semua menjatuhkan diri dan berlutut di depan Qin Fan.
"hormat kami penguasa," ucap semua tetua klan Wen berlutut.
melihat semua orang berlutut, Qin Fan jadi heran dan juga bingung, sebab dia tidak mengerti apa yang terjadi.
"ada apa ini Patriak? kenapa Patriak berlutut padaku?" tanya Qin Fan bingung.
"maafkan hamba penguasa, hamba mempunyai mata tapi tidak dapat melihat," balas Wen Haong yang tetap tidak berani mengangkat kepalanya.
"baiklah, sekarang berdiri dan ceritakan padaku ada apa!" perintah Qin Fan.
"baik penguasa," jawab Wen Haong patuh.
lalu dia bangkit dari berlutut dan di ikuti semua tetua nya, jumlah tetua klan Wen adalah 15 orang, kekuatan mereka semua berada di abadi menengah bintang 4-6, sementara tetua agung mereka berada di abadi puncak bintang 4, satu tahap di bawah Wen Haong.
"sekarang ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!" perintah Qin Fan sekali lagi.
"baik penguasa," balas Wen Haong, lalu dia mulai bercerita.
__ADS_1
Wen Haong memulai cerita ketika dia bermimpi bertemu dengan leluhur nya itu sebanyak 3 kali, dan di setiap pertemuan itu, leluhur nya selalu mengingatkan Wen Haong agar melayani dan mengabdi calon penguasa seluruh alam itu.
Wen Haong juga menceritakan jika calon penguasa seluruh alam itu adalah murid dari dewa kuno Yo Ko, sejak saat itu, Wen Haong selalu menunggu kedatangan calon penguasa seluruh alam itu, yang tidak lain adalah Qin Fan.
akhirnya Qin Fan dan semua tetua klan tahu kenapa tadi Wen Haong tiba tiba berlutut pada Qin Fan, ternyata Qin Fan adalah calon penguasa seluruh alam yang di ceritakan leluhur mereka.
"dari mana kamu tahu jika aku adalah murid dari guru Yo Ko?" tanya Qin Fan yang ingin tahu.
"hamba bisa menebak nya penguasa," jawab Wen Haong.
"maksud mu?" tanya Qin Fan.
"hamba bisa menebak dari kekuatan dan usia tulang yang ada pada diri penguasa, karena usia tulang baru 28 tahun, tapi penguasa sudah memiliki kekuatan yang sangat besar," jawab Wen Haong jujur.
"kamu bahkan tahu usia ku dengan hanya melihat," ucap Qin Fan menggeleng kepala.
"dan juga aku tidak terlalu suka dengan sebutan hamba atau apalah itu, jika kamu ingin mengabdi padaku, maka jangan lagi menyebut diri mu dengan sebutan hamba lagi! kamu pakai sebutan aku, jangan hamba, karena semua abdi ku seperti itu," ucap lanjut Qin Fan.
"baik penguasa," jawab patuh Wen Haong.
Qin Fan lalu membuka gerbang dunia jiwa dan mengeluarkan semua bawahan nya dari dunia jiwa, di mulai dari Long Zhan sampai ketiga raja dan ratu Yao.
"penguasa," ucap semua bawahan Qin Fan yang terkejut, meski begitu, mereka tetap berlutut memberi hormat.
"Long Shan dan kalian semua, mereka adalah saudara kalian yang baru," ucap Qin Fan pada ke 23 bawahan nya itu.
lalu Long Shan dan semua bawahan Qin Fan saling berkenalan satu sama lain, awal nya Wen Haong dan semua klan Wen terkejut dengan kehadiran Xuande, Tong Xiu dan Gao Ze, sebab ketiga nya berasal dari ras iblis.
setelah sesi perkenalan selesai, mereka melanjutkan dengan mengobrol biasa untuk mengakrabkan diri satu sama lain, kadang tawa menghiasi obrolan mereka.
selama mengobrol, Qin Fan tidak pusing dengan status nya sebagai tuan mereka, karena bagi Qin Fan, status tuan dan bawahan itu hanya sebuah status dan nama, kekeluargaan dan kebersamaan adalah hal utama.
mereka semua mengobrol hingga menjelang malam, lalu Wen Haong mengantrarkan Qin Fan ke salah satu kamar tamu khusus, sementara yang lain nya di antar oleh para tetua klan ke kamar mereka juga.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1